BayaranValentino Rossipada kontrak pertama yang didapat saat bergabung denganApriliaterkuak menyusul pemberitaan media Italia. Nominal bayaran itu diketahui melalui draft buku otobiografi yang ditulisIvano Beggio. Dalam bukunya tersebut, Beggio menulis angka yang diterimaValentino Rossiketika menandatangani kontrak dengan timApriliapada tahun 1996.

Beggioadalah tokoh yang dikenal berhasil membawa talenta talenta hebat Italia ke ajang balap motor. Selain Rossi, adaMax Biaggi,Loris Capirossi, danMarco Simoncelliyang sukses diorbitkanBeggio. Sayang, sebelum menyelesaikan buku otobiografi tersebut,Beggio sudah meninggal dunia pada tahun 2018.

Meski begitu, media terkemuka di Spanyol, Marca, melaporkan sebagian tulisan yang didedikasikan Beggio untuk Rossi. "Rossi diajak ke kantor oleh Carlo Pernat sebagai pembalap muda yang menjanjikan, tetapi kami cuma menganggapnya sebagai putra Graziano Rossi, seorang pembalap hebat tahun 80 an yang gagal karena sering kecelakaan," tulis laporan tersebut. Dalamdrafttersebut, Beggio juga menjelaskan tentang keterlibatan Graziano Rossi dalam menolong Rossi menjalani debut sebagai pembalap.

Ada juga bagian yang menguak bayaranpertama Rossi diAprilia. Kala itu, Valentino Rossi hanya menerima bayaran untuk kontrak pertamanya sebesar 30 juta lira Italia atausekitar 247 juta rupiah. Pada tahun 1996,Italia masih menggunakan mata uang lira sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan negara negara Uni Eropa untuk menggunakan mata uang Euro.

"Graziano juga membantu perkembangan motor 125cc kami. Lalu siapa yang membayangkan bahwa anak laki lakinya, yang dahulu menerima 30 juta lira Italia, kini menjadi suksesor Giacomo Agostini menjadi bintang besar," tulis Beggio. Tuttomotoriweb kemudian menulis tentang peran Rossi danAprilia. Media Italia itu menuliskan bahwa hubungan antara Rossi danApriliatelah membawa keduabelah pihak mencapaikesuksesansekaligus ketenaran.

Valentino Rossitercatat hanya empat tahun bergabung dengan timApriliayakni pada rentan 1996 1999. Selama empat musim membelaAprilia, pembalap 41 tahun itu menghasilkan 1 gelar juara dunia 125cc dan 1 titel kampiun 250cc.