Liburan ke Lombok dengan gaya backpacker sudah banyak dilakukan oleh para wisatawan, terutama mancanegara. Gaya liburan seperti ini memang sangat hemat di budget, tapi tidak memengaruhi esensi dari kepuasan liburan itu sendiri. Ingin tahu caranya agar bisa nyaman liburan ala backpacker? Simak tips di bawah ini:

 

Mencari informasi sebanyak-banyaknya

Sebelum mulai menentukan kemana saja destinasi yang akan dituju, sebaiknya carilah info sebanyak-banyaknya tentang Lombok. Anda bisa mulai mencari informasi tentang keberangkatan, apa saja destinasi wisata di sana, apa saja kuliner yang patut dicoba, di manakah Anda akan menginap, transportasi di sana seperti apa, hingga bagaimana kepulangan Anda nanti sampai di rumah. Dengan kumpulan informasi sebanyak dan selengkap ini, Anda pasti bisa membuat rencana liburan ala backpacker yang tepat.

 

Kumpulkan promo yang berlaku

Liburan ala backpacker selalu berkaitan dengan budget. Sebaiknya, Anda mulai mencari tiket promo pesawat menuju Lombok jauh hari. Karena biasanya beberapa maskapai mengadakan promo dengan harga yang fantastis untuk penerbangan 6 bulan hingga 1 tahun ke depan. Jika Anda menggunakan jalan darat seperti bus dan kapal, biaya bisa saja lebih murah atau bahkan lebih mahal dari pesawat, tergantung promo pesawat yang ditawarkan. Maka kembali lagi ke poin pertama, cari informasi sebanyak-banyaknya sebelum menentukan pilihan.

 

Tentukan destinasi dan tujuan ke sana

Buatlah daftar destinasi dan tujuannya selama di Lombok. Misalnya, Anda ingin pergi ke Lombok Tengah untuk mengetahui sejarah tentang putri Mandalika Lombok yang terkenal dengan Bau Nyale. Jika memiliki tujuan seperti ini, destinasi Anda akan terasa lebih ‘worth it’ dibanding hanya ingin ke sana untuk bengong sejenak. Ingat, perjalanan Anda tergantung dari budget yang ada. Jadi jika ada destinasi yang sebenarnya kurang ingin dicapai, Anda bisa hapus dari daftar dan ganti dengan destinasi lainnya.

 

Akrabkan diri dengan warga lokal

Satu tips penting agar bisa backpackeran hemat dan nyaman adalah menyatu dengan warga sekitar. Di sini skill komunikasi Anda perlu dikeluarkan untuk bisa mendapatkan informasi mengenai petunjuk arah, makanan lokal terdekat, hingga sejarah dari suatu objek wisata. Misalnya Anda ke salah satu desa wisata di Lombok. Jika Anda bisa banyak ngobrol dengan penduduk lokal tentang sejarah desa tersebut, Anda tidak perlu lagi menyewa guide untuk menceritakan kisah desanya.

 

Keep it light!

Meski backpackeran, Anda juga harus memperhatikan tubuh terutama bagian tulang punggung. Sebisa mungkin, bawa barang yang memang penting dan akan Anda butuhkan. Misalnya Anda akan backpackeran selama 4 hari, maka siapkan pakaian hanya untuk 4 hari saja. Begitupun dengan peralatan mandi, gunakan travel kontainer sehingga lebih hemat tempat dan jauh lebih ringan dibawa. Intinya jangan bawa barang terlalu banyak agar punggung Anda tidak tersiksa lebih lama.