Connect with us

Serang

WH Beri Materi Politik dan Kebijakan Publik Pada Mahasiswa Untirta

Published

on

Gubernur Wahidin Halim berikan materi perkuliahan di Untirta, Kamis (31/5). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Gubernur Banten Wahidin Halim atau yang karib disapa WH menyampaikan materi perkuliahan kebijakan publik pada mahasiswa pascasarjana Magister Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada Kamis (31/5).

Disela-sela kesibukannya sebagai Gubernur Banten, WH menyempatkan diri menjadi dosen di Untirta pada program Kebijakan Publik. Dalam perkuliahan tersebut, WH memaparkan materi tentang Pengaruh Politik Terhadap Kebijakan Publik.

“Di era globalisasi ini telah mendorong masyarakat yang semakin melek teknologi informasi telah melahirkan tipe masyarakat yang semakin kritis, hal itu pula yang menjadikan semakin peduli terhadap kebijakan publik, sehingga pemerintah harus semakin responsif dan akomodatif,” ujar WH saat menyampaikan materi perkuliahan.

Perihal keterpengaruhan politik terhadap kebijakan publik, WH mengatakan bahwa perumusan kebijakan publik terjadi melalui proses politik.

“Gagasan kebijakan sebagai politik, dan gagasan politik sebagai kebijakan yang diimplementasikan melalui rangkaian administrasi dan birokrasi,” kata WH.

“Kebijakan publik tidak bisa dipisahkan dengan birokrasi karena kebijakan publik selalu dihubungkan dengan kegiatan pemerintah” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, perkuliahan cukup interaktif antara dosen (WH-red) dengan mahasiswa. Pertanyaan terlontar dari mahasiswa yang bertanya mengenai siapa aktor atau pemeran dalam sebuah kebijakan publik.

“Siapa sebenarnya aktor atau pemeran kebijakan publik itu,” tanya mahasiswa kepada WH.

WH menjawab bahwa dalam kebijakan publik itu ada aktor/pemeran serta resmi dan aktor/pemeran serta tidak resmi.

“Dalam kebijakan publik tentu tidak terlepas dari aktor pemeran, seperti yang diungkapkan dalam bukunya Budi Winarno (proses, teori dan studi kasus) bahwa ada aktor pemeran serta resmi dan aktor pemeran serta tidak resmi yang masing-masing mempunyai peranan khusus dalam sebuah kebijakan,” jawab WH.

“Aktor resmi itu seperti agen pemerintah, presiden, kepala daerah (eksekutif) legislatif dan yudikatif, sedangkan aktor tidak resmi yaitu kelompok kepentingan (pengusaha/swasta), partai politik, warga negara individu. Masing-masing inilah yang ikut berperan dalam perumusan kebijakan,” tambah WH.

Acara perkuliahan berlangsung sekitar 2 jam dan diikuti oleh puluhan mahasiswa pascasarjana administrasi publik Untirta.

Diketahui bahwa WH merupakan alumni doktoral UNPAD dan telah resmi sebagai dosen luar biasa di Untirta saat ini.

ADI DARMA

Banten Raya

Gubernur Banten Copot Spanduk Salah Cetak Bertuliskan Asean Games 2018

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim bersama Satpol PP Kota Serang mencopot spanduk salah cetak bertuliskan Asean Games di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (9/8/2018).

SERANG, MO – Spanduk salah cetak soal Asian Games 2018 di Kota Serang dicopot Gubernur Banten, Wahidin Halim, Kamis (9/8/2018). Aksi mencopot spanduk tersebut dilakukan Wahidin saat meninjau lokasi yang bakal dilintasi kirab obor Asian Games 2018.

Aksi tegas dilakukan Gubernur Banten, Wahidin Halim, kemarin. Gubernur yang akrab disapa WH ini mencopot spanduk promosi Asian Games berukuran besar di pintu masuk kawasan Stadion Maulana Yusuf, Jalan Ahmad Yani, Kota Serang. Ejaan yang mestinya Asian ditulis Asean pada spanduk berukuran jumbo tersebut.

Melihat spanduk salah tulis tersebut, spontan Gubernur Banten dibantu Satpol PP bergegas mencopotnya. Saat itu, WHtengah berkeliling sambil meninjau lokasi-lokasi yang akan dijadikan pawai obor Asian Games 2018.

Rencananya, Kamis (9/9/2018) ini, Banten akan dilewati oleh kirab obor Asian Games, mulai dari Kota Cilegon, sampai ke Kota Serang. Pawai tersebut rencananya bakal disambut langsung Gubernur Banten Wahidin Halim. Obor tersebut akan tinggal selama sehari di Banten. Usai itu, kirab obor Asian Games akan dilanjutkan menuju Kota Purwakarta, Jawa Barat.

UIS ADI

Continue Reading

Serang

Lepas Pemandu Haji, Wagub Andika Titip Jamaah Asal Banten

Published

on

Wagub Banten Andika Hazrumy diajak foto usai melepas petugas haji, Kamis (12/7). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy melepas 200 Petugas Haji terkait dengan Pelaksanaan Ibadah Haji tahun 1439 H/2018 M di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Serang, Kamis, (12/7/2018).

200 petugas haji tersebut terdiri dari Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Andika meminta para petugas haji agar senantiasa dapat bekerja dengan penuh dedikasi, kesabaran, ketekunan dan ikhlas dalam melayani para jemaah. Serta dapat meningatkan profesionalisme petugas, agar dapat memberikan pelayanan prima kepada para jemaah haji, khusunya jamaah haji asal banten.

“Tugas petugas haji merupakan tugas yang berat tapi mulia. Oleh karenanya persiapkan segala sesuatunya dengan baik, baik berupa ilmu pengetahuan yang terkait dengan manasik haji, fisik, kesehatan, maupun perbekalan yang sekiranya dibutuhkan disana,” pesan Wagub.

Wagub juga menitipkan doa kepada petugas dan jemaah haji yang akan berangkat menjalankan ibadah haji tahun 2018, agar dapat mengemban amanah dengan baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten.

Dia berharap kepada para petugas juga dapat menyampaikan kepada seluruh jemaah haji untuk dapat mendoakan Gubernur Banten Wahidin Halim dan dirinya agar diberikan kekuatan serta kesehatan untuk dapat mengemban amanah dan bertanggung jawab.

“Sehingga visi pembangunan Provinsi Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhakul karimah sebagaimana tertuang dalam visi Gubernur dan Wakil Gubenur Banten dapat terwujud dan dirasakan oleh masyarakat Banten,” ucapnya.

Senada diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Banten, A Bazari Syam mengingatkan tiga hal penting yang harus diketahui petugas haji dalam menjalankan tugas, yaitu memegang teguh prinsip serta meluruskan niat untuk dapat melayani para jemaah haji selama menjalankan ibadahan, lantaran pintu surga petugas haji adalah ketika menjalankan tugas melayani jemaah yang tengah beribadah haji. Kemudian menjaga kesehatan, agar pelayanan dapat maksimal.

“Yang terpenting adalah menuntun agar seluruh semaah haji mengikuti aturan yang ada, itu yang terpenting,” pungkasnya.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Irvan Santoso menyebutkan, pada tahun 2018ini setidaknya sebanyak 9.545 orang jemaah haji termasuk petugas haji diberangkatkan ke dalam 2 gelombanng, dimana pada glombang pertama sebanyak 10 kloter kemudian pada gelombang kedua 15 keloter dengan jumlah total sebanyak 25 kloter.

ADI DARMA

Continue Reading

Serang

Gubernur WH Ajak HMI Duduk Bareng Bangun Banten

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim saat sambutan halal bihalal KAHMI, Rabu (4/7). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Wilayah Banten menggelar halal bihalal guna menjalin silaturahmi antar alumni bertempat di Pendopo Gubernur Banten , KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (4/7/2018).

Turut hadir Ketua Dewan Penasehat Majelis Nasional KAHMI Akbar Tanjung, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua Presidium KAHMI Siti Zuhro, Ketua Presidium Majelis Wilayah KAHMI Banten Udin Safarudin, Ketua MUI Banten A.M Romli dan Keluarga besar KAHMI Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halaim mengharapkan KAHMI dan HMI dapat memberikan kontribusi dan dukungan kepada Provinsi Banten untuk melaksanakan pembangunan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya harapkan HMI dapat memberikan atau menyapaikan koreksi kepada Provinsi Banten dengan baik-baik, apabila ada sesuatu yang perlu di musyawarahkan bersama mari kita duduk bersama, jika diperlukan kita adakan pertemuan tiga  bulan sekali untuk bersilaturahmi,” ajak Gubernur WH.

Sebagai Gubernur, Wahidin menyapaikan bahwa misinya yang pertama adalah mereformasi birokrasi di Provinsi Banten, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN).

“Tugas sebagai Gubernur itu sangat berat,tantanganya luar biasa,” tegas Gubernur.

Ia melanjutkan, Provisi Banten setelah satu tahun saya menjabat sudah mendapatkan WTP dari BPK, selain itu Provinsi Banten juga sudah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (SIMRAL).

“Bagaimana penganggaran, perencanaan menjadi satu. Hanya satu dari 33 Provinsi yaitu Banten yang melaksanakan Simral,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini Gubernur WH mengajak kepada seluruh alumni HMI dan kader HMI yang masih aktif untuk berperan aktif menyumbangkana tenaga dan pikirannya agar bersama-sama pemerintah untuk mewujudkan banten yang lebih baik dan sejahtera.

“Banyak anggota KAHMI yang menjadi pejabat dan pemborong. Saya harapkan jadi pejabat dan pemborong yang jujur, yang sama-sama memperjuangkan untuk kesejahtraan rakyat,” ujar Gubernur seraya menambahkan pada saat ini Provinsi Banten sedang konsen terhadap tiga  program prioritas yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending