Connect with us

Kota Tangerang

Walikota Tanggapi Sindiran Menkumham Soal Izin Lahan Gedung Kampus

Published

on

TANGERANG, MO – Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly, yang menyatakan bahwa Wali Kota Tangerang cari gara-gara karena mewacanakan lahan Kemenkumham yang menjadi lokasi Politeknik BPSDM Hukum dan HAM sebagai lahan pertanian.

Meski menyayangkan pernyataan tersebut, Wali Kota menganggap hal itu tidak lebih dari miss persepsi dari Kemenkumham.

“Saya juga sangat kaget dan prihatin atas apa yang disampaikan oleh Pak Menteri,” ucap Walikota.

“Rasanya Pak Menteri harus mencari informasi lebih jauh lagi,” ungkap Arief.

“Justru Pemerintah Kota Tangerang memperjuangkan agar di Kota Tangerang sudah tidak ada plotingan untuk lahan pertanian termasuk lahan Kemenkumham sebagaimana draft Raperda RTRW yang kita usulkan,” paparnya.

“Yang menetapkan lahan itu menjadi lahan pertanian justru dari Kementerian Pertanian,” sambungnya.

Oleh karena itu, Arief menyatakan dirinya belum bisa mengabulkan apa yang diinginkan Kemenkumham terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.

“Jadi mudah-mudahan dengan surat yang saya layangkan, nota keberatan saya, beliau bisa jauh lebih paham seperti apa kondisi ruwetnya urusan administrasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Saya bicara sebagai seorang Walikota yang terus berupaya hanya memikirkan yang terbaik untuk Kota Tangerang,” tutup Arief.(bono)

Kota Tangerang

Kota Tangerang Borong Enam Kategori RKCI 

Published

on

TANGERANG, MO – Visi Smart City yang diusung Kota Tangerang kembali mendapat pengakuan Nasional. Kota Tangerang memborong 6 (enam) penghargaan sekaligus dari 9 (sembilan) kategori yang dilombakan dalam Riset dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2019 yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Senin (18/11/2019).

RKCI menggelar sembilan kategori Kota Cerdas yang jadi acuan pemeringkatan. Kota Tangerang berhasil membukukan enam piagam penghargaan. Diantaranya Rating Kesiapan Integrasi, Kesiapan Pemerintahan Digital, Pengembangan dan Pengelolaan Kota, Kesehatan Cerdas, Lingkungan Cerdas dan Rating Kota Menuju Cerdas.

Kepala Diskominfo, Kota Tangerang, Mulyani, yang hadir mewakili Wali Kota menuturkan, RKCI jadi indikator, bahwa visi, misi dan program yang dijalankan Pemkot Tangerang sudah on the track. Diharapkan, penghargaan ini menjadi semangat Pemerintah Kota Tangerang untuk terus berinovasi dalam pemberilan pelayanan yang mudah dan paripurna bagi masyarakat Kota Tangerang.

“Penghargaan ini dikeluarkan oleh institusi pendidikan yang sangat kredibel dengan model penilaian yang ketat. Sebuah pengakuan besar dan tidak main-main, sehingga semua harus bekerjasama untuk sekadar mempertahankan atau meningkatkan,” ungkapnya.

Dengan mendapat apresiasi melalui penghargaan ini, Mulyani, menilai semua punya tanggung jawab bersama untuk terus meningkatkan pelayanan publik. Dengan begitu, Kota Tangerang yang saat ini terus berbenah akan menjadi kota percontohan bagi kota-kota lain yang ada di Indonesia.

“Ini tanggung jawab bersama untuk terus memberikan yang terbaik, menciptakan gagasan-gagasan untuk sebuah perubahan. Kita harus terus bekerja keras dalam menciptakan sebuah kota idaman,” kata Mulyani.

Sementara itu, atas nama panitia penyelengara RKCI 2019 Dr. Arry Akhmad Arman dalam paparanya menerangkan bahwa kota-kota di Indonesia masih harus berjuang keras menuju kota Cerdas yang sesungguhnya dengan menjalankan berbagai Solusi Cerdas yang berkelanjutan dan penerapan yang tidak mengabaikan aspek-aspek pendukungnya, didukung oleh infrastruktur dasar yang memadai, serta upaya keras melakukan penegakan hukum dan revolusi mental warga kotanya menuju perilaku yang lebih baik.

“Dipandang dari cara cerdas (Kota Cerdas) secara umum, kota terbaik di Indonesia baru memasuki tahap integrasi sistem menuju solusi cerdas yang terintegrasi penuh dan berikutnya adalah continues improvement,” tutur Dr. Arry dalam paparannya sebelum acara pembagian penghargaan.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Ratusan Warga Graduasi dari Program Keluarga Harapan

Published

on

TANGERANG, MO – Sebanyak 488 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kota Tangerang graduasi atau sudah tidak terima dari Program Keluarga Harapan (PKH) karena sudah mampu. Kondisi itu sejalan dengan program labelisasi keluarga miskin.

Kordinator PKH Kota Tangerang, Syafei, mengatakan, pengunduran diri para KPM akibat gencarnya labelisasi keluarga miskin.

Para KPM yang mengundurkan diri telah menyadari, bantuan yang diterimanya selama ini tidak tepat sasaran.

“Angkanya sudah mencapai 488 KPM yang graduasi,” ujarnya.

Berdasarkan data, peserta penerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, yang graduasi ini paling banyak berasal dari Kecamatan Periuk dengan jumlah 125 KPM.

“Sedangkan peserta yang mengundurkan diri paling sedikit berada di Kecamatan Benda dan Kecamatan Larangan dengan jumlah masing-masing 6 KPM,” kata dia.

Sementara, untuk Kecamatan Neglasari yang berdasarkan data Dinas Sosial didominasi penduduk termiskin se-Kota Tangerang graduasinya berjumlah 41 KPM.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Sachrudin: Generasi Cerdas dan Berakhlak adalah Pilar untuk Kota Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin hadir pada acara Gebyar Festival Islami berlokasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cipondoh pada Senin, (18/11).

Dengan mengusung tema Membangkitkan Generasi Muda Dan Meneladani Akhlak Rasullullah SAW, Wakil minta para siswa untuk serius mengambil makna kegiatan yang dilaksanakan.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan makna yang mendalam hingga ketaatan kepada Allah dan Rasulnya bisa semakin meningkat,” imbuh Wakil.

Sachrudin menambahkan dengan tercetaknya generasi penerus bangsa yang berkualitas dan agamis akan menjadikan Kota Tangerang sebagai kota dengan sumber daya manusia yang berkualitas.

Untuk itu Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong warganya agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik dengan berbagai program yang telah diluncurkan.

“Ada program sekolah gratis, kampung PHBS, maghrib mengaji dan banyak lagi,” sambung Sachrudin.

Dalam mewujudkan SDM yang berkualitas bukanlah suatu hal yang instan dan mudah, perlu kerjasama yang konsisten dan berkesinambungan.

“Tidak bisa dengan cara yang instan, ini harus berkelanjutan. Setelah ditempa di sekolah, siswa juga harus mempraktekkan ilmunya diluar sekolah dengan bimbingan dari orang tua. Untuk itu kita harus bekerja sama,” pungkas Sachrudin.(bono)

Continue Reading

Trending