Connect with us

Kota Tangsel

Wakil Walikota Hadiri Pelantikan Ketua RT dan RW di Keranggan

Published

on

TANGSEL, MO – Sebanyak puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Keranggan dilantik masa bakti 2020-2022. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie.

Dalam sambutannya, Benyamin mengatakan bahwa Pemerintah Kota memiliki tiga tugas utama, pertama adalah menciptakan kesejahteraan masyarakatnya, kedua adalah membangun daya saing daerah supaya kita bangga menjadi masyarakat Tangsel, ketiga adalah memberikan pelayanan publik.

“Mendagri mengamanatkan 25 urusan wajib dan 8 urusan pilihan. Mulai dari urusan pendidikan, kesehatan, pertanian, pekerjaan umum dan lainnya. Dimana kami wajib hukumnya melaksanakan 25 urusan tersebut. Jika dijabarkan dan ditulis satu persatu menjadi 1.500 kegiatan dan program yang sering disebut anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” kata Benyamin.

“Saya dan Walikota Airin tidak hanya sendirian, namun dibantu oleh Sekda, Kepala Dinas, Camat dan Lurah. Ada 38 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang didalamnya terdapat puluhan ribu pegawai, tapi kita harus melayani warga Tangsel sebesar 1.6 juta penduduk,” jelasnya.

Maka sebagian pemerintah mewujudkan tugas utama tadi dibantu oleh sebuah lembaga yaitu lembaga yang diusung masyarakat dan bekerja untuk masyarakat yaitu RT dan RW.

“Mendagri menyebutkan bahwa RT dan RW lembaga kemasyarakatan yang diakui dan dibina oleh pemerintah melalui Kelurahan dan Kecamatan. Peran ketua RT dan RW nyata manfaatnya bagi pemda dan masyarakat,” tegasnya.

Kalau lancar dibawah mak keatas bisa lancar juga. Tiga tugas tadi bisa menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Oleh karena itu lembaga RT dan RW melekat dan nempel dengan Lurah.

“Pelantikan hari ini merupakan penyegaran dari pengurusan yang lama. Kami tidak ingin kehilangan peran dan kehadiran para ketua RT dan RW ini,” bebernya.(BS)

Kota Tangsel

Benyamin Tawarkan Tangsel Connect di depan Panelis PAN

Published

on

TANGSEL, MO – Bakal calon Walikota Tangsel dari petahana Benyamin Davnie turut menyampaikan visi dan misinya di hadapan panelis Partai Amanat Nasional (PAN).

Benyamin menyampaikan pada agenda Penyampain Visi Misi Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel di Hotel Marilyn, Serpong Utara, Tangsel, Sabtu (25/1).

Kurang lebih satu jam, Benyamin di dalam ruangan untuk memaparkan visi dan misinya maupun program yang sudah disiapkan.

Salah satu program yang sudah masuk dalam rencananya yakni Tangerang Selatan Connect atau Interkoneksi Tangerang Selatan Dengan Lingkungan Strategic.

“Saya tadi menyampaikan pola Tangsel kedepan dalam bahasa saya, Tangerang Selatan Connect atau Interkoneksi Tangerang Selatan Dengan Lingkungan Strategic. Karena kita harus menemukan identitas Tangsel yang sumber daya alamnya terbatas di bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, komunikasi, IT dan bidang lainnya,” ujar Benyamin seusai memaparkan visi dan misinya.

Menurutnya, dengan Tangerang Selatan Connect yang di dapat yakni bukan hanya keuntungan bagi Tangsel sendiri, tetapi keuntungan bagi wilayah yang berbatasan dengan Tangsel.

“Sudah saatnya kita berbuat bukan untuk Tangsel saja tapi untuk daerah lain. Karena kita berbatasan dengan Jakarta, Depok, Bogor dan lainnya. Kalau ekonomi Tangsel maju maka mereka akan memberikan pengaruh positif kepada daerah sekitarnya. Makanya interkoneksinya melalui bidang infrastruktur, ekonomi kreatif dan kesehatan,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Bang Ben, pada pola Tangerang Selatan Connect, Pemerintah Daerah (Pemda) akan berperan dalam menggerakan pola tersebut. Karena, sudah saatnya Pemda bermitra dengan unit lain.

“Penggeraknya tetap pemerintah sebagai pemegang kendali kebijakan dan berperan aktif. Tapi kedepan pemerintahan bukan yang sendiri tapi yang bekerjasama bermitra dengan unit lain. Enggak bisa memegang kekuasaan, anggaran dan program kegiatan hanya memikirkan dirinya sendiri, tidak tepat untuk masyarakat milenal dan sudah terkoneksi dengan IT,” papar Bang Ben.

Bahkan, ia sedang merinci pola tersebut sehingga penerapan strategi yang sudah ditetapkan bisa menyentuh masyarakat.

“Nanti saya sedang menghitung pertahunnya akan seperti apa, penerapan dari strategi yang sudah saya tetapkan. Karena harus jadi RPJMD dulu terus nanti di breakdown lagi pertahunnya akan seperti apa,” demikian Ben.(BS)

Continue Reading

Kota Tangsel

Benyamin : Biarkan Mengklaim Dukungan, Rekomendasi Ke Saya

Published

on

TANGSEL, MO –  Bakal Calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengaku sangat siap melanjutkan pembangunan di Tangsel, kesiapan kelanjutan pembangunan di Tangsel sudah terlihat dengan hadirnya dukungan dari sejumlah Partai Politik yang memberikan mandatnya supaya dirinya menjadi estafet dari Airin.

“Partai-partai besar seperti Partai Golkar, PDI-P, Demokrat dan PAN sudah sangat bersinergi dengan saya berkaitan kelanjutan kepemimpinan Tangsel mendatang,” terang Bang Ben sapaan akrab Benyamin usai menghadiri acara Opening Alseace di Al Azhar BSD Tangerang Selatan, 22 Januari kemarin.

Selain sudah berkomunikasi dengan partai partai sekelas Golkar, PDIP, Demokrat serta PAN, namun komunikasi juga sedang berjalan dengan partai lain.

“Penjajagan dan komunikasi sedang berjalan seperti dengan Partai Gerindra juga PKS,” paparnya.

Bang Ben menjelaskan, kedekatannya dengan partai-partai tersebut terjalin berkat komunikasi serta kesamaan visi misi dari platform partai.

“Yang jelas kita memiliki kesamaan dalam saluran yang sama atau frakuensi komunikasi yang sangat nyambung berkaitan dengan arah pembangunan Tangsel,” tegasnya.

Meski diakui oleh Bang Ben, kalau saat ini ada yang mengklaim memiliki dukungan dari partai tertentu dan nyaris semua partai, namun hal itu baru sebatas klaim.

“Faktanya dilapangan klaim itu ternyata jauh dari kenyataan, sehingga saya makin optimis kalau klaim dari pihak tertentu bisa terbantahkan dengan bakal hadirnya rekomendasi dari Partai pengusung buat saya,” tegasnya.(BS)

Continue Reading

Kota Tangsel

Walikota Airin Resmikan SMPN 5 Tangsel

Published

on

TANGSEL, MO – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) meresmikan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Tangsel, berlokasi di Pondok Kacang Prima, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, Kamis (23/1).

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, berpesan bahwa sekolah ini sudah dibangun, tugas bapak ibu untuk meningkatkan pembelajaran. “Gedung baru ini diharapkan menjadi motivasi kepada peserta didik dan pengajar agar lebih baik lagi,”ungkapnya.

Serta menjadikan sekolah menjadi rumah bagi para siswa yang aman, nyaman, dan menyenangkan. “Anak-anak kita ini berada disekolah selama 8 jam dari 24 jam waktu yang dimiliki, tugas kami memastikan sarana dan prasarana serta keamanan dan kenyamanan untuk peserta didik.”jelasnya.

Sukses tidaknya pelajar bukan hanya tugas guru namun juga orangtua murid. Kepada para orangtua siswa terima kasih telah hadir, sebenarnya kewajiban untuk mendidik anak adalah orang tuanya, sekolah hanya membantu dalam mendidik siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono, menjelaskan, pembangunan gedung SMPN 5 telah selesai.

“Semoga dengan gedung yang megah tambah semangat teman-teman untuk bekerja lebih baik, lebih semangat, lebih kreatif dan inovatif, sehingga dapat mewujudkan generasi unghul yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan adaptif,”ungkapnya.

Sekolah ini memiliki 30 rombongan belajar, dilengkapi dengan masjid, ruang perpustakaan, ruang lab IPA, lab Komputer.

Kepala Sekolah SMPN5, Muslih, mengucapkan terima kasih kepada Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Direktur Pembinaan PAUD, SD dan SMP, Kementerian Pendidikan dan Nasional, Popy Puspitawati atas peresmian SMPN 5 ini.

“Dulu dari tahun 1984, sekolah ini selalu banjir, namun dengan dibangunnya sekolah ini, kami bersyukur, saat semua banjir sekolah ini tidak banjir, terima kasih kepada ibu wali atas pembangunan sekolah ini,”ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pembinaan PAUD, SD dan SMP, Kementerian Pendidikan dan Nasional, Popy Puspitawati saat peresmian sekolah menyampaikan empat hal kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan yakni pertama Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dimana kebijakan baru
Tahun 2020, USBN akan diganti dengan ujian (asesmen) yang diselenggarakan hanya oleh sekolah.

“Ujian untuk menilai kompetensi siswa dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis dan/atau bentuk penilaian lain yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dsb.),”katanya.

Guru dan sekolah lebih merdeka dalam menilai hasil belajar siswa. Anggaran USBN dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kedua Ujian Nasional, yakni tahun 2020, UN akan dilaksanakan untuk terakhir kalinya.Tahun 2021, UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

“Dilakukan pada siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11) sehingga mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran dan tidak bisa digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. Mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS,”jelasnya.

Ketiga yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk RPP arah kebijakan baru untuk Format, Komponen
Durasi, Penulisan, Guru diarahkan untuk mengikuti format RPP secara kaku.

RPP memiliki terlalu banyak komponen – Guru diminta untuk menulis dengan sangat rinci (satu dokumen RPP
bisa mencapai lebih dari 20 halaman).

Penulisan RPP menghabiskan banyak waktu guru, yang seharusnya bisa digunakan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP.

3 komponen inti (komponen lainnya bersifat pelengkap dan dapat dipilih secara mandiri), yakni ; Tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, Assesmen satu halaman cukup.

Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri.

Keempat terkait Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi, tujuan peraturan PPDB zonasi: memberikan akses pendidikan berkualitas, mewujudkan Tripusat Pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat) dengan bersekolah di lingkungan tempat tinggal.

Untuk Pembagian zonasi yakni Jalur zonasi: minimal 80%,Jalur prestasi: maksimal 15%, Jalur perpindahan: maksimal 5%, Peraturan terkait PPDB kurang mengakomodir perbedaan situasi daerah, Belum terimplementasi dengan lancar di semua daerah.

Belum disertai dengan pemerataan jumlah guru, Membuat kebijakan PPDB lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah: Jalur zonasi : minimal 50%, Jalur afirmasi: minimal 15%, Jalur perpindahan: maksimal 5% ,Jalur prestasi (sisanya 0-30%, disesuaikandengan kondisi daerah).(BS)

Continue Reading

Trending