Connect with us

Serang

Wagub Targetkan Gedung Lifeskill untuk Pemuda Tahun 2020

Published

on

SERANG, MO – Wakil Gubernur Banten, H. Andika Hazrumy mentargetkan pembangunan Gedung Lifeskill untuk pemuda di Provinsi Banten pada tahun 2020 mendatang. Menurut Wagub, Gedung Lifeskill tersebut dibutuhkan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pembinaan pemuda di Provinsi Banten.

“Selain untuk pelatihan, gedung tersebut bermanfaat untuk pembinaan pemuda,” katanya pada Sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 di Pondok Pesantrean Nurul Huda Kec. Baros, Kab. Serang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Wagub menyatakan, pada tahun 2020, Provinsi Banten memiliki bonus demografi yang sangat besar. Hal tersebut bermanfaat untuk kemajuan pemuda.

“Ini harus bermanfaat untuk kemajuan kepemudaan,” ujarnya.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus bisa
menangkap peluang tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pelatihan bagi pemuda.

“Lifeskill sangat penting bagi kehidupan pemuda,” kata Wagub.

Lifeskill adalah keterampilan hidup. Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 tahun 2019 dipusatkan di halaman Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Kampung Sawah Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Kegiatan bertujuan bertujuan menstimulasi pengurus karang taruna desa yang ada di Provinsi Banten guna menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan pribadinya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tonggak tolak ukur bahwa karang taruna adalah wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan sumberdaya yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan Rakorda dan Bulan Bakti Karang Taruna 2019 dibuka wagub ditandai pemukulan gong.

Dalam kesempatan tersebu, Wagub memberikan penghargaan kepada 12 perwakilan karang taruna percontohan dari masing-masing desa yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Selain itu, diberikan penghargaan kepada mitra kerja karang taruna Provinsi Banten. Kegiatan tersebut, dimeriahkan juga dengan rangkaian kegiatan lainnya seperti cek darah,USG, pemberian makanan bergizi, pengecatan pagar masjid dan gotong royong di Desa Baros, Kecamatan Baros Kabupaten Serang.(rils)

Serang

74 Pendonor Darah Sukarela Terima Penghargaan

Published

on

SERANG, MO – 74 pendonor darah sukarela PMI Kota Tangerang mendapat penghargaan dari PMI Provinsi Banten karena telah melakukan 50, 75 dan 100 kali donor darah. Penghargaan yang ditandatangani Ketua Umum PMI Jusuf Kalla  itu diberikan  langsung oleh sekertaris PMI Provinsi Banten dr Rahmat Fitriadi, M.Kes, MH di pusdiklat PMI Provinsi Banten, Senin (2/12/2019).

74 orang tersebut merupakan relawan donor darah PMI Kota Tangerang. Mereka telah puluhan tahun konsisten mendonorkan darahnya hingga hari ini

Paulus Wijaya salah satu pendonor mengaku, dirinya sudah mendonorkan darahnya sejak usia masih kisaran 22 tahun yang lalu.  Dia lebih mengutamakan kepeduliannya terhadap kemanusiaan karena nilainya jauh lebih berharga dibanding piagam.

“Saya bangga dengan donor darah badan masih terasa sehat walaupun usia saya sudah 55 tahun, dan saya juga tidak pernah pantang untuk makan apa saja, tidak takut untuk kolestrol dan yang lainnya, tapi tujuan saya donor darah hanya untuk menolong orang, itu yang lebih membanggakan saya. Sampai saat ini saya sudah mendonor 100 kali,” katanya.

Sementara Ade Kurniawan selaku Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang mengatakan untuk para pendonor yang sudah 100 kali nanti juga akan mendapatkan penghargaan SatyaLancana Kebaktian Sosial dari kemensos yang nanti akan diberikan langsung oleh Prisideh RI dengan waktu yang akan di tentukan.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para relawan donor darah yang selalu mendonorkan darahnya di PMI Kota Tangerang guna untuk membantu masyarakat umum khususnya masyarakat yang ada di Kota Tangerang”. Ujarnya.(BS)

Continue Reading

Serang

Gubernur : Pelaksanaan Pembangunan 2020 Dipercepat

Published

on

SERANG, MO – “Pada tahun 2020 Pemprov Banten akan mempercepat proses pembangunan, itu ditandai dengan proses lelang kegiatan tahun 2020 yang sudah bisa dilakukan akhir tahun ini. Hal ini disebabkan proses lelang seringkali memakan waktu yang panjang.”

Demikian ditegaskan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-48 dan Hari Kesadaran Nasional Tingkat Provinsi Banten, di Lapangan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang (Senin, 02/12/2019).

“Sekarang sudah saya instruksikan melalui Pak Sekda, bahwa Januari 2020 sudah harus dilaksanakan,” tambahnya.

Mulai sekarang, lanjut Gubernur WH, proses pembangunan sudah dari sekarang. Tidak ada alasan dokumen terlambat. Tidak ada alasan SIRUP (sistem informasi umum rencana pengadaan, red) terlambat. Pokoknya mulai tanggal 2 hari ini sudah tayang (lelang, red). Sudah diumumkan berapa banyak proyek-proyek kita dengan sistem paket dan sebagainya sudah harus selesai.

“Kalau tidak selesai nanti urusannya menjadi resiko saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

Dikatakan, pembangunan tahun 2020 pada bulan Januari sudah harus mulai. Sudah ada SK (surat keputusan) dan sebagainya, termasuk hari ini sudah saya persiapkan dan diselesaikan. Bagi para Dinas dan OPD yang memang tidak mentaati perintah Gubernur dari mulai Kepala OPD sampai dengan kepala bidang, sekretaris, sampai kasienya bila perlu stafnya pun saya pindahkan menjadi staf biasa.

“Karena itu percepatan pembangunan, percepatan pelaksanaan. Walapun kita, kata Pak Mahdani (Kepala Biro Administrasi Pembangunan) kemarin, seluruh Indonesia kita yang paling dulu. Tapi kita tidak hanya paling dulu, tetapi kita harus menjadi yang terbaik,” ungkap Gubernur WH.

Dalam kesempatan itu, memasuki akhir tahun anggaran 2019 Gubernur WH juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten untuk mengevaluasi dan interopeksi diri atas apa yang telah dilakukan selama satu tahun ini.

“Hari ini kita apel diakhir tahun, oleh karena itu kita flashback ke belakang, melihat perjalanan satu tahun ini. Apa yang sudah kita kerjaka? Berapa banyak dosa-dosa kita? Berapa besar infak dan sodaqoh yang kita berikan? Bagaimana amal dan kebajikan kita coba kita evaluasi, kita review, kita hitung.  Apakah kita sebagai Korpri sudah melakukan yang terbaik dan  bernilai ibadah?” ajaknya.

Proses pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Gubernur WH, mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Itu diakui oleh Pemerintah Pusat dengan diberikannya berbagai macam penghargaan. Maka itu, pada tahun anggaran 2020 nanti akan lebih baik lagi.

“Alhamdulillah. Sampaikan kepada masyarakat bahwa kita memang bersungguh-sungguh membangun Banten, banyak yang kita raih prestasi selama satu tahun ini. APBD kita semakin meningkat, penerimaan pendapatan kita semakin meningkat, sasaran pembangunan semakin tepat, dan apa yang dirasakan masyarakat tentunya satu bentuk apresiasi terhadap apa yang kita lakukan selama ini,” ungkap Gubernur WH.

“Saya keliling, saya dapat banyak masukan dari masyarakat. Bahwa dua tahun terakhir ini  kita mendapatkan apresiasi terhadap pembangunan yang kita lakukan. Kalian harus bangga tapi harus interopeksi diri. Apa yang kita lakukan semata-mata adalah bentuk pengabdian yang kita pertanggungjawabkan tidak hanya di dunia tapi juga akhirat,” sambungnya.

Gubernur WH juga mengajak seluruh anggota Korpri untuk terus bergerak mencari terobosan dengan melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banten. Melakukan perubahan. Sebagaimana perubahan teknologi sekarang yang hitungannya tidak pertahun, tidak perbulan. Tapi hitungannya perdetik, permenit selalu terjadi dinamika.

“Makanya siapa yang tidak menguasai teknologi, tidak terlibat dalam kaum milenial seperti sekarang ini kalian akan tertinggal. Kalian akan mati. Kalian tidak akan dapat apa-apa. Karena persaingan global sudah sebuah keniscayaan. Kita harus bisa dan mampu mengikuti perkembangan jaman yang pesat ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini Gubernur WH juga memberikan penghargaan dan hadiah kepada ASN yang meraih juara pada Pornas Korpi beberapa waktu lalu dan juara lomba kegiatan dalam rangka HUT Korpi di Provinsi Banten.(BS)

Continue Reading

Serang

Gubernur Batalkan Hasil Seleksi Sekda Kota Tangerang

Published

on

SERANG, MO – Gubernur Banten H. Wahidin Halim membatalkan hasil seleksi terbuka atau open bidding Jabatan Pimpinan Pratama (JPT) untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang. Pembatalan ini merupakan hasil penjaringan Panitia Seleksi (Pansel) yang diajukan oleh Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah.

“Dengan pembatalan itu maka harus dilaksanakan seleksi ulang,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin menjawab pertanyaan wartawan di Kota Serang, Jum’at (29/11/2019).

Komarudin menjelaskan Gubernur Banten selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di kabupaten dan kota sesuai dengan amanat PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Siil Negara (ASN) meminta kepada Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Kota Tangerang untuk melakukan open bidding ulang.

Pembatalan seleksi terbuka calon Sekda Kota Tangerang itu tertuang dalam surat bernomor 078/3978-BKD/2019 terkait Rekomendasi Hasil Seleksi Calon Sekretaris Daerah Kota Tangerang yang ditujukan kepada Wali Kota Tangerang yang ditandatangani Gubernur Banten Wahidin Halim tertanggal 22 November 2019.

Alasan permintaan dilakukannya open bidding ulang, kata Komarudin, karena dua dari tiga calon yang dimintakan rekomendasi kepada Gubernur Banten oleh Wali Kota Tangerang ada dua nama calon hasil penjaringan Pansel tidak memiliki kompetensi. ”Gubernur Banten menilai, dua nama calon Sekda Kota Tangerang hasil penjaringan pansel tidak memiliki kompentasi di bidang manajerial.

Menurut Komarudin, tindakan Gubernur Banten membatalkan hasil open bidding calon Sekda Kota Tangerang bukanlah merupakan bentuk intervensi, melainkan bentuk tugas gubernur untuk meluruskan proses open bidding yang tidak sesuai mekanisme sebelum mengeluarkan surat rekomendasi.

Sebab, kata Komarudin, untuk mengisi jabatan Sekda perlu mendapatkan rekomendasi dari Gubernur sebagai wakil pemerintahan pusat di daerah. Kemudian, gubernur memberikan rekomendasi agar lelang jabatan Sekda Kota Tangerang itu harus diulang.

Adapun tiga nama yang diajukan oleh Pansel kepada Gubernur Banten untuk mendapatkan rekomendasi adalah Herman Suwarman, Said Endrawiyanto dan Tatang Sutisna. ”Dari tiga orang calon Sekda Kota Tangerang yang dimintakan rekomendasi kepada Gubernur hanya Pak Said Endrawiyanto yang memiliki kompetensi manajerial, sementara dua orang lainnya belum memiliki kompetensi,” tegasnya.

Komarudin mengungkapkan Gubernur selaku PPK melihat kerja Pansel belum sesuai standar karena meloloskan dua nama yang nilai kompetansi manajerialnya yang hanya mendapatkan angka di bawah 70.

”Harusnya untuk JPT Pratama Calon Sekda itu nilai kompetensi manajerialnya di atas 70,” tutur  Komarudin.

Sebelumnya, Ketua Pansel Sekda Kota Tangerang, Ahmad Sihabudin kepada wartawan mengatakan pihaknya telah melakukan proses penilaian sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.”Penilaian ini sesuai dengan tahapan yang diikuti oleh para calon Sekretaris Daerah Kota Tangerang,” ujar Ahmad.(*/BS)

Continue Reading

Trending