Connect with us

Serang

Wagub Banten Kumpulkan PSKS Bantu Keluarga Miskin

Published

on

Wagub Andika Hazrumy mengumpulkan PSKS untuk membantu warga miskin di Banten, Kamis (28/12). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta seluruh unsur PSKS (Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial) di Provinsi Banten untuk total dan tulus mengabdikan diri dalam membantu menangani persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Meski begitu, Andika berjanji, Pemprov Banten akan memperhatikan dan memberikan dukungan bagi keberlangsungan pekerjaan-pekerjaan sosial yang dilakukan oleh kader-kader PSKS dari seluruh unsur yang ada.

“Intinya PSKS bersama pemerintah bertugas membantu saudara-saudara kita warga miskin di Banten. Meski begitu, saya dan Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) berjanji untuk terus memperhatikan kesejahteraan teman-teman PSKS, mulai dari insentifnya sampai dana operasionalnya,” kata Andika usai memimpin Apel Kesiapsiagaan PSKS Provinsi Banten 2017 di Gedung Aspirasi KP3B (Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten) di Curug, Kota Serang, Kamis (28/12).

Apel tersebut diikuti oleh perwakilan dari seluruh unsur PSKS di Provinsi Banten, seperti dari Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana, dan lembaga pekerja serta pendamping social lainnya.

Dikatakan Andika, kader PSKS memiliki tugas sangat mulia yakni melakukan upaya-upaya pembantuan kepada warga tidak mampu yang mengalami persoalan-persoalan social atau biasa disebut warga penyandang persoalan sosial.

“Para penyandang persoalan sosial ini kan adalah warga miskin yang butuh dibantu untuk bisa berdaya. Nah, di sini peran para kader PSKS, mulai dari melaporkannya kepada pemerintah hingga melakukan pembantuan-pembantuan agar warga miskin bisa bangkit dan berdaya,” kata Andika.

Sebelumnya, dalam sambutan, Andika mengatakan, kesejahteraan sosial merupakan amanat konstitusi yang menyebutkan bahwa perlunya upaya yang terarah, terpadu dan berkesinambungan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial.

PSKS sendiri, lanjutnya, merupakan aset bangsa dan negara yang merupakan kekuatan besar dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial yakni sebagai motor penggerak yang berada di ujung tombak dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/ kota serta kecamatan dan desa/kelurahan se Provinsi Banten sangat concern dalam melaksanakan pembangunan di bidang kesejahteraan sosial yaitu dalam upaya mengatasi penyandang masalah kesejahteraan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” ujarnya.

Mengutip data BPS, Andika mengungkapkan, angka kemiskinan di Provinsi Banten terus mengalami penurunan, dari 9,22 persen pada tahun 2003 menjadi 5,45 persen pada bulan maret 2017. Terkait itu, Andika mengakatakan, diperlukan formulasi kebijakan perencanaan dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat miskin (pro-poor), pengembangan kesempatan kerja (pro-job), dan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas (pro-growth)

Adapun alokasi penganggaran pada sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) di Pemprov Banten untuk penanggulangan kemiskinan, kata Andika, dapat dikategorikan dalam 3  kluster yakni Kluster I yang meliputi Jaminan Sosial, dengan beberapa program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), program Jamsosratu, program beras untuk rakyat sejahtera (Rastra), program bantuan siswa miskin dan jaminan sosial lanjut usia.

Kluster II yang meliputi Pemberdayaan Masyarakat, dengan beberapa program seperti kelompok simpan pinjam perempuan (KSPP), Program Pembangunan Kecamatan (PPK) dan Program Percepatan Pembangunan Desa Tertinggal. Terakhir, Kluster III yang meliputi Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah, dengan program seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PPEMP), Program Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4NK) dan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

ADI DARMA

Serang

Wagub Percayakan Karang Taruna Bantu Masalah Kesejahteraan Sosial

Published

on

SERANG, MO – Dalam upaya pemberdayaan pemuda dalam membantu penanganan permasalahan kesejahteraan sosial, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mempercayakan Karang Taruna Banten bisa menjadi role model atau sebagai percontohan.

Andika mengatakan, hal tersebut sudah menjadi keharusan, mengingat Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang dibentuk untuk tujuaan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Jadi sudah tidak zamannya lagi, Karang Taruna kedengeran hanya setahun sekali pas tujuh belasan. Misal ya seperti itu,” kata Andika seusai membuka acara Seleksi Karang Taruna Desa dan Kelurahan percontohan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Selasa (6/8/2019).

Andika juga menyebutkan, sejumlah persoalan atau masalah kesejahteraan sosial yang kini tengah fokus di lakukan Pemprov Banten. Diantaranya, menyangkut pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, Pemprov Banten sangat menunggu solusi apa yang bisa ditawarkan Karang Taruna untuk bisa dikerjakan bersama terkait hal tersebut.

“Jadi seleksi kali ini juga bagian dari Karang Taruna mengupayakan terciptanya role model di tingkat Desa dan Kelurahan. Bahkan juga untuk mencari wakil Banten di seleksi tingkat nasional,” papar Andika yang juga Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Banten itu.

Menurut Andika, Karang Taruna Banten sendiri sebetulnya sudah melakukan fungsi tersebut. Hal itu terbukti dengan terpilihnya Karang Taruna Kelurahan Gunung Sugih, Kota Cilegon, sebagai Karang Taruna Teladan tingkat Nasional pada tahun 2017 lalu.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah menduplikasi Karang Taruna – Karang Taruna percontohan, agar semakin banyak. Sehingga semakin banyak, dan semakin besar dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Andika juga mencontohkan, fungsi Karang Taruna dalam menjadi role model adalah solusi masalah kesejahteraan sosial tersebut. Apalagi saat ini Karang Taruna dapat terjun menggeluti persoalan penanganan sampah dan dapat menurunkan dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Bahkan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

Contoh lainnya, masih dikata Andika, Karang Taruna saat ini bisa terlibat aktif dalam pengembangan-pengembangan destinasi pariwisata di wilayahnya. “Sekarang kan sedang booming industri pariwisata, Karang Taruna bisa terjun di situ. Itu sangat efektif untuk mengatasi persoalan pengangguran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Karang Taruna Desa maupun Kelurahan Teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, Maksis Sakhabi menambahkan, seleksi kali ini diikuti sekitar 1550 Karang Taruna Desa dan Kelurahan yang ada di Banten.

“Hasil penyisihan awal menghasilkan 43 Karang Taruna Desa serta Kelurahan, lalu menjadi 28 Karang Taruna yang saat ini akan mengikuti tahap akhir,” tandasnya. (bono)

Continue Reading

Serang

Kwarda Banten Lantik Pengurus Saka Anti Narkoba

Published

on

SERANG, MO – Kian maraknya peredaran penyalahgunaan Narkoba, membuat gerah berbagai elemen kemasyarakatan untuk melakukan pencegahan. Demikian juga dengan organisasi Gerakan Pramuka.

Melalui pengurusnya, Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Banten, Mohammad Masduki, melantik Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen (pol) Tantan Sulistyana, sebagai Majelis Pembimbing Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba Daerah Banten.

Bersamaaan dengan itu, pengurus Pimpinan Saka juga dikukuhkan sebagai organ untuk mengimplementasikan program kegiatan pencegahan Narkoba.

Dalam sambutannya, Mohammad Masduki menjelaskan, dibentuknya Saka Anti Narkoba sejak Juli sebulan lalu, karena ingin gerakan Pramuka turut aktif dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba yang cukup memprihatinkan.

Hari ini, Selasa (06/08/19) karena di Kwarda Banten sudah terbentuk 4 saka Anti Narkoba ditingkat Kabupaten dan kota, maka perlu dilakukan pelantikan di tingkatan Provinsi. “Kita sudah memiliki kepengurusan saka Anti Narkoba di Kwarcab Tangsel, Kota Tangerang, Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang,” ucap Masduki.

Menurutnya, pelantikan Saka Anti Narkoba Daerah Banten ini merupakan salah satu perintis pada Gerakan Pramuka di tingkat Nasional. Untuk itu bagi kwarcab- kwarcab yang belum memiliki kepengurusan satuan karya Anti Narkoba akan segera menyusul, agar gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba lebih massif di semua kabupaten dan kota di Banten.

Sementara itu, majelis pembimbing Saka Anti Narkoba Daerah Banten, Brigjen (pol) Tantan Sulistyana mengatakan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda harus giat dilakukan.

Narkoba bukan saja berbahaya bagi pengguna, namun juga merusak satu generasi penerus bangsa. “Para pelajar harus dilindungi, para generasi muda jangan sampai rusak oleh bahaya peredaran Narkoba,” imbuhnya.(bono)

Continue Reading

Serang

Sekda Banten: Berkurban Semata-mata Untuk Ibadah

Published

on

SERANG,MO – Hari Raya Idul Adha 1440 H atau idul qurban akan jatuh pada 11 Agustus 2019 mendatang. Sekda Banten Al Muktabar meminta kepada seluruh pegawai mendoakan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah haji.

“Semoga saudara-saudara kita mendapatkan haji yang mabrur serta kembali ke tanah air dengan sehat wal afiat,” ujar Al Muktabar.

Sekda juga berharap dalam berkurban semata – mata untuk ibadah kepada Allah SWT dan bekerja dengan niat yang setulus – tulus nya dalam upaya berbakti kepada Provinsi Banten khususnya serta Indonesia umumnya.

“Silakan berkurban di tempat – tempat yang benar – benar membutuhkan. Semoga apa yang kita niatkan tercapai sesuai harapan,” ucal dia.

Dalam kesempatan apel gabungan awal bulan tersebut, Sekda Banten juga mengajak kepada para peserta apel untuk mendoakan korban yang terdampak bencana gempa yang terjadi beberapa hari lalu. (bono/darma)

Continue Reading

Trending