Connect with us

Serang

Wagub Banten Ajak Perantau Berperan Dalam Pembangunan Banten

Published

on

Pelantikan BPW IWSS Banten, Minggu (4/3). (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta warga Banten asal Sulawesi Selatan untuk turut aktif berperan dalam memajukan daerah tempatnya tinggal saat ini, yaitu Provinsi Banten.

Selain karena alasan para perantau asal Sulsel dan keturunannya saat ini memang sudah menjadi warga Banten, menurut Andika, masyarakat Sulsel dan Banten memiliki ikatan sejarah yang erat sejak ratusan tahun yang lalu.

“Sejarah mencatat ulama besar Syekh Yusuf Al-Makassari, pada masa Kesultanan Sultan Ageng Tirtayasa sekitar tahun 1670 masehi, diangkat menjadi mufti Kesultanan Banten dan sekaligus menjadi penasehat dalam urusan pemerintahan,” kata Andika dalam sambutannya saat menghadiri Pengukuhan pengurus Badan Pengurus wilayah (BPW) Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Provinsi Banten 2018-2022 di Hotel Ratu, Kota Serang, Minggu (4/3).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana yang merupakan salah satu keturunan Bugis-Makassar di Banten, dilantik sebagai Ketua BPW IWSS Banten dalam kesempatan tersebut.

Diungkapkan Andika, bersama ulama dan rakyat Banten kemudian Syekh Yusuf berperang melawan Belanda. Sebagai salah satu jejaknya kini di wilayah pesisir Karangantu, Kecamatan Kasemen Kota Serang, terdapat satu wilayah yaitu Kampung Baru Bugis yang dominan merupakan Warga Bugis, Sulawesi Selatan.

Lebih jauh Andika mengungkapkan, Hakamuddin Jamal yang menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Banten pertama sejak 17 November 2000 sampai dengan 11 Januari 2002 merupakan warga Sulawesi Selatan.

“Banten dan Sulawesi Selatan memiliki sejarah historis hubungan kekerabatan yang erat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh unsur Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) serta Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) terus bersinergi dalam pembangunan daerah di Provinsi Banten,” paparnya.

Permintaan agar perantau asal Sulsel dan keturunannya ikut berperan aktif membantu pembangunan di daerah perantauannya, termasuk di Banten, juga diungkapkan Wakil Ketua Umum BPP KKSK Andi Jamaro yang juga menghadiri acara tersebut dalam kapasitasnya mewakili KKSK sebagai organisasi induk dari IWSS.

Menurut Andi, Syekh Yusuf Al-Makassari saat itu datang ke Banten untuk membantu Kesultanan Banten dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda, bersama 400 santrinya yang semuanya laki-laki.

“Jadi sampai saat ini dari 400 santri itu kalau dihitung-hitung sudah beranak-pinak di Banten selama 12 generasi. Kalau setiap keluarga di setiap generasi itu punya anak 2 saja, sudah 1 jutaan orang keturunan Sulsel yang menjadi orang Banten sampai saat ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, selain menjadi kewajiban bagi para perantau Sulsel di Banten dan keturunannya untuk berperan aktif dalam pembangunan di Banten, juga menjadi tidak ada alasan untuk hidup tidak toleran dan membeda-bedakan suku.

“Sekarang ini Anda semua ini adalah orang Banten yang kebetulan berasal dari Sulsel. Kerukunan adalah sebuah keniscayaan,” imbuhnya.

Lebih jauh Andi mengatakan, falsafah leluhur orang Sulsel juga mewajibkan orang Sulsel untuk membangun daerah perantauan, alias bukan hanya menjadikan daerah perantauan hanya sebagai tempat mencari penghidupan.

“Orang tua leluhur orang Bugis-Makassar bilang tanam lah pohon kelapa, dan jangan pulang kalau belum berbuah. Itu artinya orang tua kita meminta kita untuk membangun daerah perantauan karena pohon kelapa itu sampai berbuah butuh tahunan tidak seperti padi dtau jagung yang hanya butuh waktu bulanan. Itu sehingga kita juga harus membangun daerah tersebut seperti daerah sendiri,” paparnya.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serang

Kasus TPPO Banten Diklaim Turun

Published

on

Andika Hazrumy saat Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2018 yang digelar Kementerian PPPA di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018). Hadir pada acara tersebut Menteri PPPA Yohana Yembise.

SERANG, MO – Kasus perdagangan orang di Provinsi Banten diklaim menurun. Penurunan ini disebut lantaran dukungan pencegahan serta penanganan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Hal itu dipaparkan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat Sosialisasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tahun 2018 yang digelar Kementerian PPPA di Alun-alun Kota Serang, Minggu (23/9/2018). Hadir pada acara tersebut Menteri PPPA Yohana Yembise.

“Pada tahun 2015 sebanyak 19 orang dan pada tahun 2017 sebanyak 6 orang, dimana seluruh korban perdagangan orang berjenis kelamin perempuan,” kata Andika dalam sambutannya.

Merujuk kepada laporan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) Kementerian Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Andika mengatakan, pencegahan dan penanganan perdagangan orang di Provinsi Banten tercatat pada tahun 2014 sebanyak 21 orang.

Menurut Andika, pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan selama beberapa tahun mencatatkan beberapa capaian. Hal ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten bekerjasama dengan berbagai instansi, mulai dari perguruan tinggi, organisasi masyarakat dan lembaga swadaya hingga warga masyarakat sendiri.

Adapun upaya dimaksud di antaranya adalah Pembentukan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang; penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang; dan Gerakan masif dari berbagai elemen untuk melakukan sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Pemprov Banten juga, sambung Andika, membentuj Komunitas Peduli Pencegahan dan Penangan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang terdiri dari 49 orang kader dari Kecamatan Pontang Kabupaten Serang dan 49 Orang Kader dari Kecamatan Kronjo Kabupaten Tangerang.

Meskipun demikian, lanjut Andika, pencegahan tindak pidana perdagangan orang masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah pelaku perdagangan orang baik secara perorangan maupun terorganisir menggunakan berbagai cara untuk dapat menjerat korban.

Cara-cara dimaksud di antaranya pemalsuan dokumen-dokumen seperti akta kelahiran, KTP, sertifikat pelatihan, perekrutan TKI secara ilegal, iming-iming pendapatan gaji besar, janji palsu dan penjeratan hutang terhadap korban dan keluarganya.

“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersamasama pemerintah daerah agar berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang,” katanya.

Yohana Yambise dalam sambutannya, mengatakan pemilihan Provinsi Banten sebagai lokasi sosialisasi TPPO tahun ini disebabkan masih banyaknya korban TPPO asal Banten.

“Di luar negeri kami banyak emnemukan korban  perdagangan orang di antaranya adalah warga Banten. Untuk itu melalui sosialisasi ini kami berharap warga dan semua pihak di Banten menjadi jauh lebih waspada lagi,” paparnya. (FI)

Continue Reading

Ekonomi

AKCF 2018 Dinilai Ampuh Tingkatkan Ekonomi Lokal

Published

on

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah beserta jajarannya saat gala dinner AKCF 2018 di Hotel Mambruk, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (21/9/2018).

SERANG, MO – Sejumlah pertunjukkan budaya Anyar Krakatau Culture Festival (AKCF) 2018 diklaim ampuh menarik wisatawan lokal dan luar daerah. Promosi produk unggulan dalam festival ini juga dinilai mampu mengangkat perekonomian masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat gala dinner AKCF 2018 di Hotel Mambruk, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Jumat (21/9/2018).

Tatu mengatakan, kedatangan wisatawan ke AKCF 2018 bakal berdampak positif bagi geliat perekonomian Kabupaten Serang. Menurutnya, sejumlah potensi wisata di wilayahnya memiliki nilai dorong kuat bagi produk lokal.

“Dengan banyaknya wisatawan yang masuk, ekonomi masyarakat akan semakin meningkat, produk lokal juga akan semakin dikenal,” jelasnya.

Kabupaten Serang juga, ungkap Tatu, memiliki potensi wisata yang luas. Seperti, pantai, air terjun, hingga pemandian air panas dan memiliki makanan khas yang tidak kalah dengan daerah lain.

“Kita juga punya kesenian debus yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, bahkan mungkin di dunia,” katanya.

Tatu menambahkan, potensi di Kabupaten Serang akan terus diekspose kepada masyarakat luas. Sehingga, Pemkab Serang akan terus menyelenggarakan kegiatan AKCF sebagai salah satu upayanya.

“Kita evaluasi terus kegiatan ini, supaya lebih meriah lagi,” pungkasnya.

Senada, Asisten Daerah (Asda) 1, Anwar menuturkan, AKCF memiliki daya magnet menarik wisatawan baik domestik maupun luar negeri yang berdampak kepada perekonomian akan tumbuh pesat melalui pariwisata.

“Mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa terus diselenggarakan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia AKCF 2018, Agus Erwana mengatakan, AKCF merupakan kegiatan bersama seluruh OPD Pemkab Serang dan kekompakan dari seluruh OPD untuk membangun Kabupaten Serang.

“Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mensukseskan acara ini,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Serang memberikan penghargaan sejumlah pihak yang ikut mensukseskan AKCF 2018. Sebanyak 13 pendekar jurus silat Kaserangan diganjar Penghargaan oleh Tatu. Tatu juga memberikan penghargaan kepada penggagas toilet bersih objek wisata, pegiat sosial dan komunitas sosial media. (FI)

Continue Reading

Serang

Komunitas Petani Minta Masjid Tak Dijadikan Tempat Kampanye

Published

on

Komunitas Pemuda dan Petani Peduli Banten (KP3B) mendeklarasikan dukungan terhadap pasalnya Jokowi-Maruf Amin, Jumat (21/9/2018). Komunitas ini meminta tempat ibadah tak dijadikan sarana kegiatan politik praktis. 

SERANG, MO –  Komunitas Pemuda dan Petani Peduli Banten (KP3B) meminta tempat ibadah tak dijadikan sarana kegiatan politik praktis.

KP3B juga menolak berita hoax, politik SARA, ujaran kebencian, kampanye hitam dan provokasi negatif menjelang Pemilu dan pilpres 2019.

“Mendukung aparat terkait untuk tidak ragu-ragu melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran Pemilu 2019. Kami Mendukung Pasangan lr H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin untuk menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, demi masyarakat lndonesia yang lebih sejahtera,” kata Bagio Suwito Koordinator KP3B.

Hal itu disampaikan saat digelar acara deklarasi dukungan KP3B terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin di Serang, Banten, Jumat (21/9/2018).

Bagio juga meningkatkan bahaya hoax atau informasi sesat dalam tahun politik 2019. Masyarakat Indonesia, katanya, jangan sampai terjebak informasi yang dapat memecah persatuan tersebut.

Setiap informasi yang diterima hendaknya, sambung Bagio, ditelaah secara cermat dan teliti. KP3B menginginkan Pemilu di bulan April 2019 nanti berjalan aman dan lancar, tidak ada Golput hingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan amanah.

“Dalam hal ini pemimpin amanah adalah yang memberikan kebahagiaan dan kesejahtraan masyarakat Indonesia terutama kepada masyarakat KP3B. Maka itu masyarakat KP3B mendukung spenuhnya kepada calon presiden dan wakil presiden Ir Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin,” ungkapnya.

Ketua Gusdurian, Nurasik menandaskan  bahwa berita hoax yang beredar dan  didengungkan harus ditangkal oleh relawan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Ada dua hal yang harus kita sikapi dalam menghadapi berita hoax. Pertama kita jangan terjebak dalam hoax tersebut. Kedua, selalu mencermati perkembangan berita yang tidak benar,  dan kita harus punya filter,” papar kader muda NU Banten ini.

Sementara itu tokoh Banten, Udin Syafarudin mengutarakan dalam Pilpres dirinya biasa-biasa saja. Namun ketika kiai kita dihujat berbagai macam,  ia mengaku terpanggil untuk peduli.

Menurutnya, orang Banten lebih kental dengan ulama dan jawara. Di era kerajaan, tuturnya, Banten dipimpin oleh sultan. Kini ulama dan umara di Banten saling bersinergi memimpin wilayah ini.

“Di Banten itu ada Kiai, santri dan jawara. Tidak perlu Banten pecah karena gagal Pilpres,” terang Udin.

Ia mengajak seluruh masyarakat Banten khususnya, dan Indonesia umumnya tidak terhasut fitnah.

Salah satu anggota Aliansi Masyarakat Banten Bersatu (AMBB), Abdul Malik mengungkapkan, pihaknya hadir untuk mengusung kiyai menuju RI-2.

Dalam kesempatan itu turut hadir mantan Panglima TNI Moeldoko.

Di sela deklarasi dukungan itu, disampaikan juga penggunaan pupuk organik di Lebak 4 Oktober 2018 mendatang. Di Lebak tersedia lahan seluas 1.700 hektar yang berbasis pupuk organik.

“Ini merupakan titik tolak kebangkitan petani Banten. Tim sukarelawan Jokowi – Ma’ruf Amin bergerak dalam pertanian,” ujar Abdul Malik. (agr)

Continue Reading

Trending