Connect with us

Kota Tangerang

Total Transaksi Tangerang Ekspo 2019 Capai 739 Juta

Published

on

Wakil walikota Sachrudin menutup penyelenggaraan Tangerang Expo 2019, Minggu (3/3). (uad)

TANGERANG,MO – Wakil Wali Kota Sachrudin secara resmi menutup Tangerang Expo 2019, Minggu (3/3). Selama lima hari pelaksanaan Tangerang Expo 2019 mencatatkan total transaksi yang cukup besar yaitu Rp 739.776.288,-.

Jumlah pengunjung untuk Tangerang Expo ketujuh ini juga mencatatkan jumlah yang cukup fantastis. Tidak kurang dari 6.419 orang telah mengunjungi pameran UMKM terbesar di Kota Tangerang.

Sachrudin menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah membantu kesuksesan penyelenggaraan Tangerang Expo 2019, terutama kepada para pelaku UMKM yang menjadi daya tarik event tahunan tersebut.

“Alhamdulillah berjalan sangat baik dan meriah dan ramai pengunjung,” ujarnya saat menutup acara Tangerang Expo 2019 di Tangerang City Convention yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Cimone Karawaci.

“Produk UMKM di Kota Tangerang sudah mampu menunjukkan kelasnya, dengan produk yang bervariasi serta inovatif, packaging/kemasan yang menarik,” terangnya.

Penyelenggaraan Tangerang Expo ketujuh tersebut diikuti oleh 310 pelaku UMKM Kota Tangerang, dua pelaku Koperasi dan sisanya dari BUMD, Instansi Pemerintah dan beberapa perusahaan swasta.

Penyelenggaraan Tangerang Expo 2019 juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan antara lain Lomba Stand terbaik yang dimenangkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Lomba Cipta Menu yang dimenangkan oleh PKK Kecamatan Benda, Lomba Menari tingkat PADU dengan TK Pembina Akhlakul Karimah sebagai juaranya, kemudian Lomba Vlog, Lomba Marawis dan Lomba Fashion Show yang diikuti oleh ratusan peserta.

“Event ini juga melibatkan OPD  yang memberikan informasi dan pelayanan publik seperti Layanan Kependudukan, Kesehatan dan juga Pembayaran PBB,” jelasnya.
Tercatat untuk pelayanan akta kelahiran sampai Minggu (3/3) siang kurang lebih ada 2985 orang, sedang pelayanan KTP ada 113 orang dan Kartu Keluarga sebanyak 424 orang.

Dengan penyelenggaraan Tangerang Ekspo ketujuh ini, Sachrudin berharap para pelau UMKM bisa terus kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk dengan memperhatikan kearifan lokal.

“Mudah-mudahan melalui Tangerang Expo ini juga terjalin hubungan kemitraan antar UMKM dan dunia usaha lainnya. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas pelaku UMKM,” tutup Sachrudin. (uad)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Arief: Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Harus Tepat Sasaran

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat sambutan. (Uad)

TANGERANG,MO – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah membuka acara – Untuk mewujudkan visi Kota Tangerang Workshop Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Tangerang Tahun 2019, yang bertempat di Aula Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Dalam sambutannya, ia berharap Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu membawa kehidupan masyarakat lebih baik dan sejahtera. “Kita harapkan program ini benar-benar sampai ke masyarakat. Untuk itu perlu adanya akuntabilitas dan transparansi,” ujar Arief.

Berdasarkan data Kemensos RI terdapat 49.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau senilai 65 milyar rupiah lebih yang akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Tangerang. Arief pun menginstruksikan Dinsos Kota Tangerang untuk mendata kembali KPM yang benar-benar berhak menerima BPNT.

“Nanti akan kita data ulang sambil berjalan benar gak datanya. Supaya masyarakat bisa sama-sama mengevaluasi bahwa bantuan ini berhak untuk mereka yang membutuhkan,” tegas Arief didepan 325 peserta workshop.

“Jangan sampai yang harusnya menerima malah gak dapat, dan yang tidak berhak malah dapat,” imbuhnya lagi.

Arief pun mendorong kerjasama dari Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan aparatur wilayah agar masyarakat mendapatkan haknya.

“Jangan ada yang motong-motong. Ini buat masyarakat, sehingga terbangun keadilan sosial,” tukasnya. (uad)

Continue Reading

Kota Tangerang

Jumlah PMKS di Kota Tangerang Alami Penurunan

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah menyampaikan laporan kinerja 2015-2018, Rabu (13/3). (ist)

TANGERANG,MO – Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi persoalan disetiap daerah, termasuk Kota Tangerang. Namun hal tersebut dapat teratasi dengan berbagai program yang digencarkan Pemkot Tangerang.

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah menyampaikan, menurut data dilapangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengalami penurunan sebanyak 2,93 persen.

“Artinya apa yang kita lakukan selama lima tahun mulai dari pelayanan jaminan lanjut usia, pelayanan kesejahteraan lewat WKSBM ditingkat RT, RW, hingga Kelurahan berhasil,” papar Arief saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2018 dan Penjelasan Walikota Tangerang Mengenai Empat Raperda Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Selain itu, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan Program Bedah Rumah berhasil dibangun 6.248 unit rumah tidak layak huni dan jamban sehat sebanyak 4.033 unit.

“Pencapaian ini pada akhirnya merujuk pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, artinya seluruh program yang kita berikan tertuju untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang,” terang dia.

Arief juga mengungkap, dari segi birokrasi Pemkot berhasil meraih WTP dan AKIP. Kemudian lewat Program Tangerang Cerdas indeks pendidikan mencapai 72,87 poin. Kesehatan mencapai 79,12 poin dan untuk pelayanan publik sudah ada 123 layanan perijinan online.

Dari segi infrastruktur, Pemkot Tangerang telah melakukan pengendalian banjir dengan membangun pusat-pusat pengendalian banjir sehingga 31 titik banjir telah teratasi.

“Pengerukan lumpur, pembuatan sumur resapan air, sampai pembuatan biopori juga dilakukan intinya semua ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat,” pungkas Arief. (uad)

Continue Reading

Kota Tangerang

Bandel, Perusahaan di Tangerang Tak Daftarkan Karyawan ke BPJS

Published

on

Sosialisasi BPJS kepada para pelaku usaha. (uad)

TANGERANG,MO – Wakil Walikota Sachrudin mengimbau para pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS. Pasalnya, masih terdapat perusahaan yang tidak daftarkan karyawannya dan menunggak iuran BPJS.

“Saya harapkan perusahaan yang ada di Kota Tangerang ikuti aturan main dalam mensejahterakan karyawannya melalui BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan,” tutur Sachrudin.

Sebagaimana diketahui, dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara jaminan sosial, dimana BPJS ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan 4 program yaitu, Jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM) dan jaminan pensiun (JP).

Sementara itu, Mokh. Rakhmansyah, Kepala Disnaker Kota Tangerang menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini adalah agar para pengusaha mau mendaftarkan para pekerja ke dalam BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Kami mengundang kepala kantor BPJS wilayah Cikokol, Cimone dan Batuceper untuk mensosialisasikan berbagai manfaat jika bergabung kedalam BPJS. Sekaligus meminta data perusahaan mana saja yang masih tidak mengikuti aturan main yang berlaku,” katanya.

Dia menegaskan, jika masih ada perusahaan yang membandel akan dilanjutkan data tersebut pada dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi provinsi Banten khususnya bidang pengawasan untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan dari kepala kantor BPJS wilayah Batuceper Ferry Yuniawan, berbagai kasus yang ditemukan masih terbilang cukup banyak terutama di lini usaha kecil dan menengah.

“Ada yang punya karyawan 50 orang, ternyata yang didaftarkan hanya 25 orang. Ada juga yang masih menunggak,” ucqpnya menjelaskan beberapa kasus.

“Negara hadir melalui program BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan yang berfungsi sebagai jaring pengaman sosial,” tandasnya. (uad)

Continue Reading

Trending