Connect with us

Nasional

Namanya Masuk 10 Besar Calon Wakil Presiden 2019

Published

on

Gatot Nurmantyo. (istimewa)

Tokoh Populer 2017JAKARTA,MO– Jenderal TNI Gatot Nurmantyo cukup moncer di tahun 2017. Namanya sangat terkenal karena keakrabannya dengan berbagai kelompok yang ada di masyarakat. Ia bisa menenangkan pemimpin Islam yang sering lakukan aksi unjukrasa selama 2017.

Ia juga sering mendatangi kampus untuk berdialog dengan pemuda dan mahasiswa. Ia berikan pencerahan tentang ancaman masa depan bangsa termasuk soal kekuatan asing yang rebutan sumber daya alam dan pangan yang membuat dunia makin tidak nyaman ini. **Baca juga: Jokowi Membungkam Para Pengritik

Mendekati bulan September 2017, Jenderal kelahiran 13 Maret 1960 di Tegal, jawa Tengah ini juga pernah membuat sensasi yakni memerintahkan pemutaran G-30-S/PKI yang kemudian menimbulkan kontroversi itu. Nama Jenderal Gatot Nurmantyo melambung tinggi karena disebut-sebut akan jadi kandidat Capres 2019.

Namun ketenaran itu mendatangkan petaka baginya. Ia pensiun sebagai Panglima TNI lebih awal. Sejarah mencatat, Jenderal Gatot telah menyerahkan tongkat komando Panglima TNI kepada Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12/2017). Sejak hari itu, jabatan Panglima TNI telah berpindah ke tangan pria kelahiran Malang, Jatim itu.

“Pagi hari ini secara resmi saya berikan tongkat pimpinan TNI. Selamat menjalankan amanah yang tidak ringan namun mulia ini,” ujar Gatot Nurmantyo di hadapan para Kepala Staf TNI dan sejumlah Pati TNI.

Dengan selesainya tugas sebagai pemimpin tertinggi di jajaran militer ini Gatot Nurmantyo meminta restu untuk memulai kehidupan yang baru. “Saya mohon doa restu untuk memulai babak baru dalam kehidupan saya,” katanya.

Gatot meminta maaf kepada seluruh prajurit TNI dan seluruh masyarakat atas kesalahannya selama menjadi pemimpin di militer. “Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini atas nama pribadi dan keluarga dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan serta kekhilafan,” tuturnya.

Salah satu prestasi Gatot selama menjabat Panglima TNI adalah keberhasilannya membongkar kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Helikopter Agusta Wesland 101 atau Heli AW-101. Ia menyerahkan penyelesaian kasus yang merugikan negara sebesar Rp 224 miliar itu ke KPK, bahkan Gatot ikut konferensi pers bersama Pimpinan KPK untuk membuka kasus tersebut.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Heli AW-101, POM TNI bekerja sama dengan KPK dalam mengungkap kasus tersebut. POM TNI menetapan lima tersangka, yakni Marsma TNI FA, Letkol WW, Pelda S, Kolonel Kal FTS, dan Marsda SB.

KPK sendiri menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni pemilik PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh. Dalam proses lelang proyek tersebut, Irfan diduga mengikutsertakan dua perusahaan miliknya, PT Diratama Jaya Mandiri dan PT Karya Cipta Gemilang. Hal tersebut terjadi pada April 2016 lalu.

Sebelum proses lelang, Irfan diduga sudah menandatangani kontrak dengan AW sebagai produsen helikopter dengan nilai kontrak USD39,3 juta atau sekitar Rp514 miliar. Saat PT Diratama Jaya Mandiri memenangkan proses lelang pada Juli 2016, Irfan menandatangani kontrak dengan TNI AU senilai Rp738 miliar.

Meskipun kini dirinya tidak bisa mengontrol langsung penanganan kasus korupsi proyek pengadaan Heli AW-101, Gatot yakin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan mengusut tuntas kasus tersebut. Keyakinan itu karena saat menyerahkan pengungkapan kasus tersebut ke KPK, dirinya didampingi Hadi Tjahjanto yang saat itu menjadi KSAU.

“Yakinlah bahwa TNI selalu konsisten, dan apa lagi dalam melaksanakan proses hukum, karena negara kita negara hukum dan panglima tertinggi dari TNI adalah hukum. Pak Hadi pasti akan patuhi itu,” ujar Gatot Nurmantyo.

Menurut Gatot, Hadi sudah tahu apa yang akan dilakukan dalam mengusut kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp224 miliar. “Lho, Pak Hadi kan sama-sama saya, dalam ambil keputusan kan sama-sama saya. Dalam (pengusutan) AW kan sama-sama. Jadi sudah sangat paham beliau,” katanya. **Baca juga: Penakluk Teroris

Itulah pasang surut kehidupan yang dilalui Jenderal Gatot Nurmantyo. Ia menaiki roda kehidupan dengan hati yang ikhlas. Tidak merasa jumawa saat bertengger di atas dan tidak sedih ketika berada di bawah. Semua itu dijalaninya dengan dada yang lapang dan senyum yang lebar.

Apakah karier politiknya akan meredup terus? Belum tentu. Karena dari hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia, nama Jenderal Gatot Nurmantyo berada di posisi teratas dari 10 besar Calon Wakil Presiden 2019.

Survei yang dilakukan pada 8-15 November 2017 dengan sample sebanyak 2.400 responden itu menghasilkan 10 besar nama untuk calon Wakil Presiden 2019. Urut-urutannya sebagai berikut : Gatot Nurmantyo 13,7 persen, AHY 13,2 persen, Anies Baswedan 13,2 persen, Sri Mulyani 3,2 persen, Ahmad Heryawan 2,8 persen, BG 2,0 persen, Cak Imin, 1,8 persen, Puan Maharani 1,2 persen, Zulifki Hasan 1,1 persen, dan tidak memilih 47,5 persen.

Jenderal bintang empat ini selalu bersyukur atas pengalamannya menjadi seorang prajurit di TNI. Terlebih saat diberi kesempatan menjadi orang nomor satu di militer. Ia tidak ngresulo atau tidak enak hati ketika keputusannya memutasi 16 perwira TNI dibatalkan oleh penggantinya. Menurut dia, pembatalan itu sah-sah saja dan merupakan hak prerogatif Panglima TNI. **Baca juga: Banyak Prestasi Luar Biasa

“Boleh-boleh saja. Sah saja. Sekarang kan saya bukan Panglima TNI. Hak prerogatif beliau (Marsekal Hadi Tjahjanto) dong,” kata Gatot usai acara Sewindu Haul Gus Dur di Jalan Warung Silah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2017) malam. (dari berbagai sumber)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Standarisasi Baru Sistem Antrean Bus Diterapkan AP 2

Published

on

Pengunjung tengah menunggu bus di Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Rabu (19/12/2018).

TANGERANG,  MO – PT Angkasa Pura II (Perseroan) mulai melakukan standarisasi sistem antrean bus dengan pilot project di shelter Bus Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sejak Kamis (20/12/2018).

Sistem tersebut dimaksudkan agar penumpang semakin dimudahkan, serta tertib dan dapat memperoleh informasi secara valid terkait dengan rute, waktu dan tarif.

Pada sistem antrean yang baru ini terdapat vending machinePublic Information Display System (PIDS) serta pintu otomatis (autogate) untuk masuk ke dalam area pemberangkatan.  Sehingga kenyamanan dan kepastian waktu boarding lebih terjamin.

Ada pun alurnya, penumpang wajib memesan rute atau bertransaksi dengan menggunakan vending machine.

Setelah penumpang mendapat kode QR, selanjutnya membayar tiket sesuai tarif yang terdapat pada kode QR.

Kemudian untuk masuk ke dalam area pemberangkatan bus, penumpang dapat melakukan pindai kode QR sebelum naik bus melalui autogate.  Pemasangan autogate dimaksudkan agar lajur pada shelter bus dalam kondisi steril.

PIDS layaknya FIDS diklaim mampu menginformasikan dengan jelas rute, nama armada bus, serta kepastian waktu tiba dan berangkat.

“Komitmen kami bertujuan agar pelanggan semakin tertib, mudah dan nyaman dalam memperoleh tiket. Dan, yang terpenting muncul kepastian waktu yang akan membuat penumpang tidak khawatir,” terang Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu (19/12/2018).

Selain itu, kata Febri, dengan sistem ini manajemen PT Angkasa Pura II dapat langsung berkoordinasi dengan pihak penyedia bus jika kondisi pergerakan penumpang mengalami lonjakan.

“Sehingga tingkat demand akan kebutuhan bus dapat diketahui sesuai dengan kondisi saat itu,” tuturnya.

Untuk diketahui pengembangan sistem antrean ini juga dimaksudkan agar bus yang berada di bandara dapat terlebih dahulu berada di pengendapan. Dengan sistem ini shelter bus dapat membaca koordinat bus saat di pengendapan dan memberikan informasi yang valid pada PIDS.

“Meski begitu sistem ini akan terus dikembangkan. Karena nantinya akan diterapkan di Terminal 1 dan Terminal 3,” terang Febri. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

Garuda Indonesia Buka Rute Jakarta-London

Published

on

metaonline.id
Garuda Indonesia. (dok)
TANGERANG, MO – Maskapai nasional Garuda Indonesia mulai melayani penerbangan langsung Jakarta-London dan sebaliknya dengan armada Boeing 777-300 ER dual class, Kamis (13/12/2018). Rute baru ini dioperasikan sebanyak  tiga kali dalam sepekan, yakni Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengungkapkan, “Dibukanya kembali rute penerbangan langsung Jakarta-London pp tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jasa melalui penyediaan pilihan ragam jaringan penerbangan Internasional, khususnya dengan menyediakan akses konektivitas langsung dari Jakarta ke Bandara Internasional London Heathrow (LHR) maupun sebaliknya”.

Pihaknya, kata Ari, berharap pengoperasian itu dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa akan layanan penerbangan langsung ke London, khususnya bagi masyarat yang ingin menikmati perayaan tahun baru dan Natal di kawasan Britania Raya tersebut.

Ari mengatakan, pembukaan rute baru ini juga menjadi capaian tersendiri bagi Garuda Indonesia. Ini, katanya sejalan dengan komitmen peningkatan kinerja melalui pembenahan  cost structure yang terus menunjukan pencapaian positif yang salah satunya dibuktikan dengan dapat kembali dibukanya rute penerbangan langsung Jakarta-London ini.

“Kami sangat optimistis dengan kembali dibukanya penerbangan langsung Jakarta – London pp tersebut dapat semakin memperluas pangsa pasar jaringan penerbangan internasional yang kami harapkan juga dapat memperkuat potensi market share penerbangan internasional Garuda Indonesia”. Jelas Ari.

Rute Jakarta-London pp diberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, melalui penerbangan GA 086 pada pukul 12.05 waktu setempat dan akan di Bandara Internasional London Heathrow (LHR) pada pukul 20.00 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan London-Jakarta pp diberangkatkan dari Bandara Internasional London Heathrow (LHR) pada pukul 21.55 waktu setempat dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 19.10 waktu setempat. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

Menteri PUPR Apresiasi ATI Inisiasi Program Revitalisasi Industri Jalan Tol Indonesia

Published

on

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono membuka FGD ATI, Jumat (5/12/2018).

JAKARTA, MO –  Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) selaku asosiasi yang mewadahi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia menggelar Forum Group Discussion untuk pertama kalinya dengan mengangkat tema “Revitalisasi Industri Jalan Tol: Menyongsong Konektivitas Trans Jawa dan Sumatera” di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jumat (5/12/2018). Acara ini juga bertujuan untuk menginisiasi program revitalisasi industri jalan tol di Indonesia agar menjamin keberlangsungan usaha dan manfaat infrastruktur jalan tol bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyempatkan membuka FGD dan menyematkan pin kepada pengurus ATI sebagai simbolisasi perkenalan dan pemberian selamat kepada pengurus ATI periode 2018-2023.

Basuki berharap ATI mampu menjadi mitra kerja Kementerian PUPR, sehingga bisa saling membantu dalam hal pengelolaan tol.

“Dengan adanya ATI, saya ingin memantapkan proses pengambilan keputusan terkait bisnis jalan tol. Terutama untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Karena mereka sudah bayar saat menggunakan tol, pasti mereka menuntut services yang lebih baik juga,” kata Basuki.

Selain itu, sebagai pemateri acara ini, ATI menghadirkan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Perwakilan Dirjen Perhubungan Darat, Perwakilan Korlantas Polri, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, dan perwakilan BUJT yang disampaikan oleh Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Krist Ade Sudiyono.

Menanggapi kegaiatan ini, Sekjen ATI Krist Ade Sudiyono mengatakan, penyelenggaraan FGD merupakan rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Asosiasi Jalan Tol Indonesia. Hasil dari acara ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan industri jalan tol nasional, khususnya pada program kemitraan strategis antara pemerintah dan badan usaha, dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan jalan tol di Indonesia.

“Sebagai asosiasi professional yang mewadahi 56 BUJT di Indonesia, keberadaan ATI juga diharapkan dapat ikut bersinergi dalam upaya meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan usaha jalan tol bagi masyarakat, serta meningkatkan peran serta seluruh anggota menjadi bagian dari stakeholder pembangunan Indonesia,” ungkap Krist. (fi)

Continue Reading

Trending