Connect with us

Kota Tangerang

Tidak Semua Aset Kabupaten Diserahkan ke Kota Tangerang

Published

on

Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi. (ISTIMEWA)

TANGERANG, MO – Ketua DPRD Kota Tangerang Suparmi menyampaikan, bahwa proses kelanjutan dari penyerahan aset milik Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak terjadi kendala. Selain itu, ada beberapa aset Pemkab di Kota ini tidak ikut diserahkan.

“Kabupaten rencananya semua, tapi ada 1 atau 2 asetnya tidak diserahkan, seperti Pendopo di Pasar Lama, dan Gedung didepan polres, karena ada historisnya. Tetapi kita tidak apa-apa, Kota Tangerang menyerahkan lima aset,” ujar dia, saat dihubungi Metaonline.id, Senin (5/3).

Rencananya Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menyerahkan 448 bidang asetnya yang masih berada di Kota ini. Pansus Angket antara DPRD Kota Tangerang dan DPRD Kabupaten Tangerang sudah terbentuk.

Dari ratusan aset tersebut, diakui Suparmi, tidak seluruhnya diserahkan. Pihaknya akan memfilter aset-aset tersebut, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

“Banyak aset yang diserahkannya, cuma kemarin difilter lagi yang belum selesai masalah administrasinya, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari. Nanti siapa yang tahu kronologis permasalahannya, jika sudah diserahkan Pemkab sudah tidak mau tahu lagi,” jelas dia.

DPRD Kota Tangerang sendiri, menurut Suparmi, sudah menyelesaikan semua  prosesnya melalui Pansus Angket. Disinggung lambatnya proses penyerahan aset karena cutinya Walikota Tangerang, Suparmi membantah hal tersebut.

Menurut dia, beberapa waktu lalu Pjs Walikota Tangerang M Yusuf sudah bersilahturahmi ke pihaknya. Dalam silahturahmi tersebut, dia sudah menyampaikan bahwa Kota Tangerang masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) terkait penyerahan aset.

“Sebenarnya tidak ada kendala, karena itu dari pihak DPRD Kota dan Kabupaten, sudah membuat Pansus dan masing-masing sudah diserahkan. Saat ini tinggal diranah Kepala Daerah, cuti tidak menjadi kendala, dan itu bisa saja diteruskan,” tandasnya.

CANDRA IRAWAN

Kota Tangerang

Perbaikan Sistem, Pencetakan Paspor Molor

Published

on

Ilustrasi paspor Republik Indonesia. (net)

TANGERANG, MO– Adanya perbaikan pada sistem palayanan keimigrasian yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Keimigrasian membuat proses pelayanan paspor mengalami keterlambatan di seluruh Kantor Imigrasi. Akibatnya, pelayanan yang diberikan kepada pemohon mengalami keterlambatan hingga beberapa hari mendatang.

 

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi  Agung Sampurno ketika dikonfirmasi Meta Online, mengatakan pelayanan yang mengalami keterlambatan adalah pencetakan paspor. Umumnya, layanan ini memakan waktu minimal tiga hari.

Agung menambahkan, masyarakat yang telah membayar bea paspor, baru dapat dicetak pekan Jumat  (28/9/2018) mendatang.

“Saat ini Ditjen Imigtasi sedang melakukan pembaruan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM), sehingga akan berdampak pada keterlambatan pelayanan paspor,” ucapnya, Selasa (25/9/2018).

Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat untuk memaklumi kegiatan tersebut dan meminta agar masyarakat mendukung program tersebut.

“Kami memohon perhatian dan dukungan masyarakat agar proses pembaruan SIMKIM berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor  Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 A Tangerang Herman Lukman tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi menganai masalah tersebut. (agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal  kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Trending