Connect with us

Ekonomi

Tiap Tahun Indonesia Defisit 2,2 Juta Ton Beras

Published

on

metaonline.id
istimewa

METAONLINE,- Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mendukung rencana pemerintah mengimpor beras. Karena memang sebenarnya produksi di dalam negeri belum cukup. Menurutnya, swasembada pangan hanya klaim saja.

“Sepuluh tahun terakhir kita tidak pernah swasembada seperti yang di klaim pemerintah. Memang ada tahun-tahun dimana devisit menipis (produksi membaik) dan kebutuhan nasional terpenuhi secara pas, tapi belum surplus,” kata Dwi.

Dwi melanjutkan, tidak perlu kaget bila panen raya sedang berlangsung tetapi harga masih tinggi. Selain itu, Dwi mengungkapkan, bukti lain bahwa Indonesia masih defisit beras bisa dilihat dari besaran impor beras yang dilakukan pemerintah dalam siklus dua tahunan.

“2017 memang tidak ada impor. Tetapi itu disebabkan pada 2016 impor cukup besar,” katanya.

Karena tidak ada impor, lanjut Dwi, pada akhir 2017 muncul wacana impor. Dan pada awal 2018 akhirnya impor ingin dilakukan dua kali.

Saat ditanya mengenai keputusan Bulog yang menunda melakukan impor? Dwi menilai, tidak tepat. Pasalnya, Bulog hanyalah operator yang menjalankan penugasan dari pemerintah. Sehingga tidak punya kewenangan untuk menolak tugas dari negara.

“Impor sudah keputusan rapat koordinasi terbatas yang diikuti semua kementerian terkait, termasuk Bulog juga,” ujar Dwi.

Pada kesempatan ini, Dwi mengkritisi masih rendahnya serapan beras Bulog. “Sulit bagi Bulog mencapai target serapan sebesar 2,2 juta ton hingga akhir Juni ini. Ini juga dipengaruhi tingginya harga gabah di tingkat petani,” ujarnya. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Penukaran Uang Baru Tembus Rp187 Triliun

Published

on

By

metaonline.id
istimewa

METAONLINE,- Bank Indonesia (BI) membuka jasa penukaran uang baru di berbagai lokasi sejak 14 Mei 2018, sebanyak Rp187,8 triliun uang baru telah terdistribusi kepada masyarakat.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, BI sebenarnya telah menyiapkan uang baru sejumlah Rp 188,2 triliun, atau meningkat 15,3 persen dari kebutuhan tahun lalu yang sebesar Rp 163,2 triliun. Jumat (8/6) merupakan hari kerja terakhir sebelum masa libur dan cuti Lebaran.

Masyarakat biasanya menggunakan uang baru untuk dibagikan kepada sanak saudara ketika bersilaturahmi di kampung halaman.

“Kami lihat (penyaluran) menggunakan moda transportasi melalui udara, laut, dan darat agar uang sampai ke masyarakat dalam jumlah yang cukup diinginkan,” kata Rosmaya.

Adapun sarana penukaran uang baru tersebut, disediakan di kantor bank dan kas keliling di 2.076 titik di seluruh Indonesia. Sementara di Jakarta, Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodetabek) tersedia 160 titik.

Menurutnya, volume penukaran tertinggi terjadi di daerah Jabodetabek sebesar 42,9 persen. Kemudian, jumlah penukaran di Sumatera sebesar 19,3 persen, terutama di Sumatera Utara dan Aceh.

Untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang receh, BI bekerja sama dengan 15 bank di seluruh Indonesia. Adapun bank tersebut adalah BNI, Bank Mandiri, BRI, Permata Bank, BNI Syariah, Maybank, BRI Syariah, Bank Mega, Bank CIMB Niaga, Bank Mandiri Syariah, BTN, Bank BJB, Bank DKI, dan BCA. Tidak hanya itu, BI juga bekerjasama dengan lembaga non-bank seperti Pegadaian. (Sir/bbs)

Continue Reading

Ekonomi

Jelang Lebaran Jasa Tukar Duit Pinggir Jalan Sepi

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Tempat penukaran uang pinggir jalan jadi primadona masyarakat jelang Lebaran. Transaksi yang mudah dan cepat, jadi salah satu kelebihannya.

Tapi pada lebaran tahun ini, warga yang ingin menukar uang terbilang sepi, bisa jadi karena ada anggapan uang dari tempat penukaran pinggir jalan palsu. Padahal, menurut penjual jasa penukaran uang yang tak jauh dari Terminal Kampung Rambutan, Sholeh, uang yang ditawarkannya asli dan berasal dari modalnya sendiri.

Sholeh mengatakan, menjelang Lebaran ini, dia mengeluarkan modal Rp60 juta untuk jasa penukaran uang. Dalam menjalankan usahanya, setiap uang Rp100 ribu yang ditukar, konsumen harus membayarnya Rp120 ribu.

Dia mengaku bahwa pekerjaannya itu berlandaskan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, dia mendapatkan lembaran pecahan rupiah dengan nominal Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, danRp 20 ribu dari tempat resmi.

“Modal Rp60 juta saya punya, ya saya pinjam di bank resmi. Masa iya bank itu uangnya abal-abal,” ucap Sholeh.

Selain masih banyak menganggap uang yang mereka jajakan palsu, sambung Sholeh, sekarang banyak bank membuka jasa tukar uang kecil secara gratis.

“Makanya, sampai kini saya baru balik modal Rp 20 Juta,” ucapnya.(Sir/bbs)

Continue Reading

Ekonomi

Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp2,7 T untuk Dukung Industri 4.0

Published

on

By

metaonline.id
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (istimewa)

METAONLINE,- Dari hasil rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Selasa lalu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran pada 2019 sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut guna menjalankan agenda nasional sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi memasuki revolusi industri keempat.

“Program yang akan kami laksanakan, antara lain pengembangan lima sektor industri prioritas yang ditetapkan Making Indonesia 4.0, peningkatan kompetensi SDM industri melalui pendidikan vokasi, serta kegiatan Santripreneur dan penumbuhan wirausaha idustri baru,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

DPR dapat memahami usulan tambahan anggaran Kemenperin, total anggaran tahun depan menjadi Rp5,3 triliun karena sebelumnya pagu indikatif 2019 sebesar Rp2,73 triliun.

Menperin menjelaskan, Making Indonesia 4.0 menjadi arah yang jelas guna mewujudkan aspirasi nasional, yaitu menjadikan Indonesia masuk 10 besar negara ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.

“Maka itu diperlukan partisipasi aktif dan sinergi dari seluruh stakeholder agar kita bisa menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar, dan bangsa pemimpin,” tegasnya.

Lima sektor manufaktur yang bakal diprioritaskan pengembangannya pada tahap awal agar menjadi percontohan dalam implementasi revolusi industri generasi keempat di Tanah Air, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia. (Sir/bbs)

Continue Reading

Trending