Connect with us

Kuliner

Tempe Umpet Tangerang Terjual Lintas Daerah

Published

on

TANGERANG, MO – Berinovasi dalam usaha bidang kuliner saat ini sangat diperlukan, seperti yang dilakukan Eneng Nengsih, warga Margasari, Karawaci. Usaha yang awalnya hanya produksi chese stik, saat ini memproduksi kripik tempe umpet.

Eneng Nengsih, menjelaskan, usahanya sudah berjalan mulai dari Tahun 2009 dan bergabung di UKM Kecamatan Karawaci 2017. ” Alhamdulillah saat ini sudah mulai mengisi sentra oleh-oleh di Jalan Veteran dan terminal 2 Bandara Soeta”, jelasnya.

Dalam satu hari, keripik tempe umpet ini berproduksi sekitar 12 Kg dan akan lebih besar lagi jika hari-hari besar tiba. Usaha kripik tempe umpet ini pun sudah mempunyai 4 reseller yang menjual secara online. Hanya dengan Rp15.000 kalian sudah bisa merasakan kripik umpet dengan 2 rasa yaitu rasa original dan rasa pedas.

Masyarakat pun tidak perlu khawatir karena cemilan keripik umpet ini sudah mempunyai label halalnya. Keripik tempe umpet yang sudah beromset 4 juta ini sendiri sudah sampai ke daerah Surabaya, Malang, Jogjakarta. Jika ada yang ingin membeli bisa langsung order by phone 0813-1900-6920.(bono)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Usaha Tetap Awet Tanpa Pengawet

Published

on

TANGERANG, MO – Usaha penganan siap saji terus menjamur di Kota Tangerang. Banyaknya peminat membuat usaha ini tumbuh subur di kota berjuluk Akhlaqul Kharimah ini. Seperti yang dilakoni Chandra Soemargo. Ia telah merintis usaha UMKM yang diberi branding Chandra Cookies sejak 2005.

Bukan hanya satu, ada beberapa makanan ringan yang ia produksi setiap harinya. Mulai dari sosis solo, risol mayo, pastel, sampai kroket. Semua bisa dinikmati dengan harga terjangkau dan tanpa pengawet atau MSG.

Omzetnya terbilang lumayan, ia mampu meraup Rp. 20 juta setiap bulannya.

Wanita 55 tahun ini menjelaskan, sebelum dunia digital berkembang pesat seperti sekarang ini, ia konsisten menawarkan produknya. Terbukti, saat ini produknya sudah tersebar di sejumlah pasar modern, seperti BSD hingga Alam Sutera.

“Keunggulan produk saya adalah non MSG, sehingga sangat aman untuk dikonsumsi anak-anak. Harga yang kami tawarkan juga terjangkau, mulai dari Rp. 25 ribu sampai Rp. 40 ribu,” kata Chandra, Selasa (15/10).

Bagi anda yang ingin memesan, bisa langsung datang ke Kompleks Paninggilan Permai, Jalan Gandaria Nomor 9-10, RT03/RW05 Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug. Atau bisa menghubungi nomor telepon 081218647449.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Kentang Mustofa, Resellernya Hingga ke Kota Bekasi

Published

on

TANGERANG, MO – Ada saja ide usaha dari Kyacatering yang mengolah kentang. Memulai sejak 2005 yang diawali usaha kue kering, lalu beralih ke olahan kentang, dari situlah tergerak untuk membuat Kentang Mustofa.

Pemilik Kyacatering, Pupung, menjelaskan, usaha olahan Kentang Mustofa baru dimulai sebelum lebaran. “Alhamdulillah, saat ini kami produksi sampai 100 kg, dua hari sekali,”jelasnya, Kamis (10/10/2019).

Usaha olahan Kentang Mustofa ini, sudah mempunyai reseller sampai ke Kota Bekasi. Selain penjualan langsung, bisa datang ke Jalan Cempaka VI No. 4 Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk. Usaha Kentang Mustofa Kyacatering ini pun, di jual secara online di IG Kyacatering dan via telepon ke 0818992082.

Olahan Kentang Mustofa ini, mempunyai tiga varian rasa yaitu original, kacang, teri. Untuk pemesanan olahan Kentang Mustofa, bisa memilih pedas atau extra pedas sesuai selera pemesan.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Nikmatnya Pempek Cek Molek yang Melegenda

Published

on

TANGERANG, MO – Siapa yang tidak kenal dengan pempek. Makanan khas Palembang yang disajikan dengan kuah dan irisan mentimun selalu menggugah selera siapa pun yang mencobanya. Seperti Pempek Cek Molek buatan Anggraeni, Warga Parung Serab, Ciledug, yang kini melegenda di Kota Tangerang.

Ibu tiga anak ini bercerita, menggeluti pempek bukan hal baru baginya. Warisan turun temurun dari orang tua telah dilakoninya sejak kecil. Bahkan, dari usahanya tersebut, mampu menyekolahkan tiga anak hingga membeli rumah tinggal.

“Secara mandiri saya mulai usaha sejak 2002. Saat suami saya di PHK. Di situ baru saya fokus. Awal mulanya saya memiliki satu gerobak, sampai sekarang ada tiga gerobak yang beroperasi setiap harinya. Pesanan juga banyak, selain yang berkeliling,” kata Neni sapaan akrab Anggraeni.

Harga yang ditawarkan dalam kemasan cukup murah. Kemasan berisi 18 dihargai Rp35 ribu dan 35 bungkus seharga Rp55 ribu. Omzetnya terbilang lumayan, perhari, Neni mampu meraup keuntungan Rp250 ribu. Belum lagi jika bertepatan dengan hari besar. Pesanan bisa meledak hingga 10 kali lipat.

“Yang membuat pempek saya berbeda adalah saya menggunakan ikan salem. Sehingga rasa yang dihasilkan tidak amis. Karena umumnya warga Tangerang tidak suka jika terlalu amis,” tutup wanita 39 tahun tersebut.(bono)

Continue Reading

Trending