Connect with us

Kota Tangerang

Tanah Wakaf Harus Dikelola Lebih Produktif

Published

on

Wakil Walikota Sachrudin saat sambutan acara Pembinaan Nazhir Badan Wakaf Indonesia Kota Tangerang di ruang rapat gedung MUI, Sabtu (2/12). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Pengelolaan tanah wakaf di Kota Tangerang diminta untuk dikelola lebih produktif. Demikian disampaikan Wakil Walikota Sachrudin saat kegiatan Pembinaan Nazhir Badan Wakaf Indonesia Kota Tangerang yang diselenggarakan di ruang rapat gedung MUI, Sabtu (2/12).

Sachrudin menjelaskan, pembinaan ini dilakukan untuk membuka wawasan nazhir di Kota Tangerang untuk dapat berinovasi dalam mengelola dan mengembangkan aset – aset wakaf yang ada di kota Tangerang.

“Nantinya para nazhir harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana proses wakaf yang nantinya akan dilakukan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut pada kegiatan yang diikuti oleh 100 orang peserta tersebut, Sachrudin, menambahkan nazhir harus pula memberi wawasan baru kepada masyarakat dimana sebelumnya tanah wakaf hanya boleh dipergunakan untuk tempat ibadah ataupun area pemakaman sesuai dengan undang – undang nomor 41 tahun 2004 tentang wakaf dan turunannya.

“Tanah Wakaf boleh dipergunakan untuk hal lain seperti halnya untuk bangun sekolah atau tanahnya disewakan supaya lebih produktif. Tapi ingat, itu semua harus dengan persetujuan wakif dan tidak merubah peruntukan tanah yang diwakafkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia Kota Tangerang, Abdullah Tholib mengungkapkan, melalui pembinaan ini para nazhir ini akan dituntut untuk memiliki jiwa enterpreunership supaya ke depan bisa mengelola tanah wakaf agar menjadi lebih produktif.

“Diperbolehkan juga untuk pembangunan madrasah, atau hal lain yang bisa menguntungkan yang kemudian keuntungannya dikembalikan untuk kemaslahatan umat. Misalnya untuk beasiswa atau untuk kegiatan bedah rumah bagi masyarakat yang kurang mampu,” tutupnya.

ADI DARMA

Kota Tangerang

Kondisi Air Sungai Cisadane Tangerang Memperihatinkan

Published

on

Lomba mancing sampah dalam HPSN 2018 di sungai Cisadane, Rabu (21/2). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, mendapatkan hasil bahwa kondisi air baku sungai Cisadane sudah dalam keadaan yang cukup memperihatinkan.

Dimana air sungai Cisadane yang memang selama ini dimanfaatkan oleh banyak kalangan baik dari pelaku industri maupun masyarakat itu sendiri sudah tercemar limbah. Hal tersebut dikatakan Kabid DLH Kota Tangerang, Dadang Basuki.

“Dari hasil kajian yang dilakukan sebelumnya, kondisi DAS Cisadane saat ini berada dalam kondisi 84 persen tercemar limbah domestik (rumah tangga). 14 persen limbah industri, dan 2 persen limbah lain,” kata dia, saat ditemui di kegiatan HPSN 2018 di Banksasuci, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

“Apabila tidak ditangani sedini mungkin akan berakibat fatal dimasa mendatang,” imbuhnya, Rabu (21/2).

Sementara itu, Direktur Hubungan Korporasi PT. Multi Bintang Indonesia, Bambang Britono mengatakan bahwa dalam menjaga kelestarian sungai itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat itu sendiri.

“Dalam melakukan perlindungan sumber daya air DAS Cisadane sesuai 12 prioritas perlindungan DAS Cisadane dari hasil dari lokakarya Unido dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam kegiatan lomba mancing sampah di sungai Cisadane diikuti 300 peserta terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Bertujuan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Kota Tangerang

Peringati HPSN, AADC Gelar Lomba Mancing Sampah

Published

on

Komunitas AADC gelar lomba mancing sampah memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Rabu (21/2). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Aliansi Air Das Cisadane (AADC) menggelar lomba mancing sampah di Saung Banksasuci, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Kegiatan tersebut rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional.

Kegiatan ini didukung mulai dari kalangan aktivis yakni Pendaki Indonesia, Cisadane Tangerang Patrol, Banksasuci, LSM Metamorfosa, Perhimpunan Semende, Topial Reabon, Saung Sukun, Saung Painiisan, Suci Daya, Silahturahmi Tangerang Mandiri (STM), dan STISIP Yuppentek.

“Selain untuk memperingati HPSN 2018, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk ikut berperan dalam merealisasikan Indonesia bebas sampah tahun 2020 mendatang,” kata Uyus Setia Bakti, Ketua Pelaksana.

Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti lomba mancing sampah ini. Para peserta itu menggunakan perahu dan alat Pancing ikan, sebagian dari mereka bahkan memodifikasi dengan mengganti kailnya menggunakan kawat.

Kang Uyus menjelaskan, selain peringatan kegiatan ini juga didedikasikan untuk korban longsor TPA Leuwigajah Bandung, yang terjadi pada tahun 2005 silam.

“Kejadian tersebut menelan ratusan korban meninggal dunia dan hilangnya dua kampung adat dari Peta,” kata dia, Rabu (21/2).

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) ikut memfasilitasi kegiatan itu serta beberapa perusahaan swasta di Kota ini.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Kota Tangerang

25 Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP Kota Tangerang

Published

on

Petugas Pol PP Kota Tangerang mendata 25 pasangan mesum yang terjaring razia, Selasa (20/2). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Tim Alap-alap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang kembali menggelar razia di sejumlah Hotel Melati di Kota Berakhlakul Karimah ini. Sebanyak 25 pasangan mesum diamankan petugas.

“Razia ini menyasar pasangan bukan suami-istri yang ada di 4 hotel melati. Tersebar di beberapa kecamatan di kota tangerang,” ujar Gufron Falfeli, Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kota Tangerang.

Sebagian besar dari pasangan itu berasal dari luar kota Tangerang. Ke-25 pasangan yang disinyalir mesum, dan diamankan karena tanpa dilengkapi surat nikah yang resmi.

“Kalau mereka (pasangan mesum) ini tidak bisa menunjukan buku nikah resmi maka akan bawa ke kantor satpolPP untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut,” lanjut dia, Selasa (20/2).

Razia tersebut dilakukan untuk melaksanakan dan menegakan peraturan daerah (Perda) nomor 8 Tahun 2005 tentang pelarangan prostitusi. Puluhan pasangan mesum itu mengaku belum mengetahui akan perda tersebut.

“Kita memberikan peringatan keras kepada pasangan yang tertangkap basah tersebut untuk tidak berbuat mesum dikota tangerang karna kota tangerang adalah Kota yang berjuluk Alhakul Karimah,” ucapnya.

Gufron melanjutkan, setelah digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tangerang, para pasangan ini akan didata. Sekaligus diberi pembinaan serta diminta untuk membuat surat penyataan tembusan dari ketua RT maupun RW tempatnya tinggal.

“Mereka akan kita buatkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Pasangan yang terjaring operasi ini harus bisa memperbaiki kebiasaan buruk tersebut, jika kami akan memperlakukannya lebih tegas lagi,” tandasnya.

Dua wilayah tersebut yang menjadi target razia yakni di Kecamatan Karawaci dan Neglasari. Pihaknya pun menegaskan akan terus menggelar razia itu.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Trending