Connect with us

Politik

Tamil Gagas Bela Kotak Kosong Sikapi Calon Tunggal

Published

on

Kang Tamil sikapi calon tunggal pilkada yang ada di Provinsi Banten dengan aksi bela kotak kosong. (Ist)

JAKARTA,MO – Pilkada serentak di tahun 2018 khususnya di provinsi Banten, dengan munculnya paslon tunggal membuat sejumlah pihak menyatakan keprihatinan yang mendalam. Banten menyumbang 3 daerah dengan paslon tunggal, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Lebak.

Melihat hal tersebut, ada yang menarik dari salah seorang pemerhati demokrasi ini. Melalui akun Instagramnya, @kangtamilselvan, Tamil memposting foto dirinya dengan kepalan tangan memunculkan tagline ‘Bela Kotak Kosong’.

Siaran pers yang diterima METAONLINE, Tamil mengaku, ini merupakan salah satu aspirasi bentuk penyelamatan demokrasi di Indonesia terkait calon tunggal dalam pilkada serentak 2018.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap partisipasi publik, yang diprediksi akan menurun drastis, dan jika hal itu terjadi maka akan mencoreng wajah demokrasi Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Kang Tamil ini.

Baginya, tidak dapat menampikkan bahwa ada bagian masyarakat yang pro dan kontra terhadap calon tunggal yang dihadapkan, namun minimnya informasi tentang keberadaan kotak kosong sebagai lawan tanding seakan membuat masyarakat tidak memiliki pilihan, dan muncul anime di masyarakat bahwa tidak perlu datang mencoblos ke TPS, karena calon tunggal pasti menang.

“Kita jangan lupa, bahwa memilih kotak kosong adalah aspirasi rakyat yang dilindungi UU dan itu hak suara yang sah, namun sangat disayangkan KPU tidak mensosialisasikan hal ini dengan baik, sehingga terkesan KPU berpihak kepada calon tunggal dan ini menciderai netralitas KPU,” ujarnya santai.

Lanjut Tamil, rakyat harus tahu bahwa jika nanti perolehan suara kotak kosong lebih banyak, maka akan ditunjuk Plt Kepala Daerah sampai tahun 2020.

“Jadi ini bentuk edukasi kita kemasyarakat, saya kira KPU perlu mensosialisasikan “Kotak Kosong” pada masa kampanye. Jadi Kotak Kosong ini harus diperlakukan adil selayaknya lawan tanding, karena begitulah posisinya dalam surat suara,” tegas Kang Tamil.

Tamil juga menambahkan, minimnya sosialisasi tentang “Kotak Kosong” ini justru merugikan para calon tunggal, sebab dalam praktiknya rasa antipati masyarakat akan berimbas kepada para calon, dan ini murni tanggung jawab KPU.
Justru masyarakat perlu mengapresiasi kepiawaian para calon tunggal, yang dapat menyatukan dukungan seluruh parpol.

“Aksi tagline #belaKotakKosong ini sebagai penegak kebenaran bagi jalannya demokrasi Indonesia, serta sebagai bentuk pengingat bagi para calon tunggal, bahwa masih banyak tugas yang tertinggal dan harus dibenahi didaerahnya serta ada sebagaian warga yang akan menjadi penyeimbang dalam mengevaluasi setiap program dan kebijakannya,” tutup Tamil. (RLS)

Kota Tangerang

Pesta Demokrasi Tak Akan Sempurna Tanpa Turut Andil Ibu-ibu

Published

on

By

metaonline.id
Rosmiyati, Selamat Hari Ibu. (istimewa)

TANGERANG,MO– Kuota keterwakilan perempuan 30% di parlemen masih menjadi polemik di ajang pesta demokrasi di negeri ini. Kehadirannya tentu menjadi angin segar bagi kaum perempuan untuk menduduki posisi di ranah politik. Perempuan yang selalu di identikan hanya urusan dapur, sumur, kasur sudah tidak berlaku lagi berkat kebijakan tersebut.

Ajaibnya, kebijakan ini menggiring kaum perempuan berbondong-bondong berani tampil di ranah publik bukan sekedar pamer kecantikan, pamer lekuk tubuh, pamer gaya hidup glamour, tetapi juga pamer keilmuan, pengetahuan, dan bersaing secara sehat dengan siapa saja.

Kehadiran perempuan di parlemen semoga menjadi penyeimbang bagi para anggota legislatif yang identik didominasi kaum laki-laki. Tentu saja kaum perempuan di parlemen diharapkan mampu membawa perubahan kepada situasi dan kondisi perempuan saat ini. Dimana masih banyak kasus perempuan yang seolah-olah tidak penting bahkan dianggap sepele. Diskriminasi terhadap perempuan masih banyak terjadi. Kasus pemerkosaan, poligami, kekerasan, pernikahan dini, pendidikan rendah, ekonomi, perdagangan anak dan kejahatan lainnya.

Momen hari ibu ini semoga menjadi ajang pesta demokrasi yang adil, ramah perempuan, dan tanpa politik uang. Tentu saja, di era digital saat ini kaum ibu bisa menjadi kontrol keberlangsungan pesta demokrasi. Jangan takut menentukan pilihan, jangan ragu menyuarakan aspirasi perempuan, karena kalau bukan kaum ibu yang sadar dan bergerak bersama, siapa lagi yang akan menduduki kursi legislatif kaum perempuan.

Mari kaum perempuan berjuang bersama dalam mewujudkan peraturan dan perundang-undangan yang ramah perempuan. Saling merangkul, menguatkan bersama mewujudkan Indonesia yang lebih baik. “Tidak ada perubahan tanpa pembebasan perempuan”

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2018

Rosmiyati

Continue Reading

Politik

Satu Suara Menentukan Masa Depan Indonesia

Published

on

By

metaonline.id
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. (istimewa)

METAONLINE,- Pemilu dan Pilpres bukan semata memilih caleg dan presiden saja. Tetapi, juga persoalan seluruh rakyat Indonesia. Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengingatkan seluruh masyarakat untuk ikut dalam ajang Pemilu 2019.

“Kita sepakat untuk memilih demokrasi adalah cara kita menentukan pemimpin. Seluruh masyarakat harus ikut andil menentukan pemimpinnya. Tak boleh ada satu orangpun melewatkan kesempatan itu, karena pilihan kita menentukan wajah Indonesia ke depan,” ujar Zulkifli. **Baca juga: Profil Gamal Albinsaid, Dokter dan Motivator yang Jadi Jubir Prabowo-Sandi

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan mengatakan, kunci untuk memilih pemimpin baik adalah rakyat harus paham.

“Sesungguhnya, dalam negara demokrasi, rakyatlah yang berdaulat dan berkuasa,” kata Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Zulkifli mengingatkan, Pilpres sesungguhnya adalah pilihan di antara sesama teman. Tidak perlu ada pertikaian, perselisihan, dan keributan. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Politik

Pasangan Jokowi Ma’ruf Paling Banyak Jadi Sasaran Hoaks

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi

METAONLINE,- Penyebaran berita bohong alias hoaks menjelang pilpres benar-benar mengkhawatirkan. Sepanjang bulan Juli hingga September 2018, ada 230 hoaks bertebaran. Pasangan Jokowi Ma’ruf paling banyak jadi sasaran hoaks.

Temuan ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Penyebaran hoaks tersebut, paling banyak menggunakan media sosial.

Presidium Mafindo Anita Wahid mengatakan, berdasarkan penelitian pihaknya, selama Juli-September 2018 terdapat 230 hoaks dengan berbagai konten.

Anita menyebut konten tertinggi yakni politik 58,7 persen, agama 7,39 persen, penipuan 7,39 persen, lalu lintas 6,96 persen dan kesehatan 5,2 persen. **Baca juga: Isu Hoaks Disebut Ancam Keamanan Pemilu

Anita melanjutkan, sarana yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi antara narasi dan foto 50,43 persen, narasi saja 29,96 persen, narasi dan video 14,78 persen dan gambar atau foto saja 4,35 persen.

Anita juga menyebut saluran penyebaran hoaks paling banyak menggunakan Facebook 47,83 persen, Twitter 12,71 persen, whatsApp 11,74 persen serta youtube 7,38 persen.

Khusus di September, terdapat 52 dari 86 berita hoaks dengan konten politik. Anita menjelaskan, 52 hoaks tersebut terbagi menjadi 36 hoaks menyerang pasangan capres dan cawapres Jokowi-Maruf dan sisanya menyerang pasangan PrabowoSandiaga. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Trending