Connect with us

Hukum Kriminal

Tak Ada Wajah Penyesalan, Jennifer Dunn Kembali Diciduk Polisi

Published

on

Jennifer Dunn
Artis cantik Jennifer Dunn (Jedun) Untuk kali ketiga harus merurusan dengan polisi atas penyalahgunaan narkoba. (Foto: Istimewa)

JAKARTA,MO– Artis cantik Jennifer Dunn (Jedun) untuk kali ketiga harus merurusan dengan polisi atas penyalahgunaan narkoba. Minggu lalu, pesinetron Dia dan Dan ini ditangkap di rumahnya, Jalan Bangka, Jaksel. Polisi mendapati barang bukti berupa sabu seberat 0,6 gram yang hendak dia beli dari FS.

Jedun mengaku menyesal dan meminta maaf. Meski begitu, tidak ada wajah penyesalan. Dia malah tertawa dan menebar senyuman saat polisi akan menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (2/1/2017).

Sesekali gadis berkulit putih ini membetulkan bulu mata dan menggaruk hidungnya, mengurangi ketegangan serta kecemasan.

Yang tambah pilu, kemarin beredar sebuah video yang menampilkan detik-detik penangkapan Jedun. Model 28 tahun ini tampak memakai baju tidur bermotif kotak-kotak saat polisi menggeledah di dalam kamar. Saat itu pula, Jedun duduk di lantai seraya ‘menyembah’ polisi dengan menangis tersedu-sedu.

“Aku khilaf, demi Allah. Pak tolong, kasihan mama,” kata Jedun.

“Kalau kasihan jangan make,” jawab petugas. “Iya aku nyesel,” kata Jedun lagi.

Petugas memeriksa seluruh ruangan kamar termasuk kolong tempat tidur. Ibunda Jedun yang melihat kejadian itu ikut menangis dan berteriak. Model beranak satu ini pun langsung menghampiri sang ibu.

Setelah semua barang digeledah, polisi pun hendak membawa Jedun. Namun ia memohon untuk tidak digelandang. “Aku salah om, aku minta maaf. Pukul aku om nggak apa-apa, aku mohon kasihan aku,” ucap pemain film Buruan Cium Gue ini.

Saat mengucapkan kata-kata tersebut, Jedun tampak berlutut kepada salah seorang prian misterius yang berada di rumahnya saat itu. “Untuk pengembangan perkara, mau tidak mau, suka tidak suka, kami harus bawa,” ujar polisi kepada sosok pria tersebut.

“Bawa,” timpal si lelaki. “Terima kasih bapak untuk perhatiannya,” sambung polisi kembali.

Faisal Harris disebut suami siri Jedun. Lantas dimana pengusaha beranak-istri itu saat Jedun ditangkap?

“Mas Haris di tanggal 31 tidak ada di jalan Bangka. Mas Haris ada dengan ibu Sarita di rumahnya, di Pondok Indah sampai malam tahun barunya. Dan mas Haris sudah cerita sama saya, kalau tidak ada hubungannya tertangkapnya Jennifer dengan dirinya,” kilah Firman Chandra, selaku pengacara Faisal.

Meski demikian, Faisal mau menyediakan pengacara untuk sang pesinetron. “Dia hanya simpati dan berharap semua indah pada waktunya. Dan (bukan) istri siri,” kata Firman. Di tempat terpisah, pengacara Sunan Kalijaga tiba-tiba datang ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Sunan tiba sekitar pukul 10.45 WIB, memakai jaket coklat dan topi hitam.

“Nanti ya nanti aja,” kata Sunan yang juga kerap menjadi langganan artis. Sunan diketahui pernah mendampingi Jedun saat menyelesaikan kasusnya di 2009. Saat itu Sunan dan Jedun pun disebut menjalin hubungan khusus.

Keduanya tertangkap kamera berciuman di balik jeruji besi. Bahkan dari hubungan tersebut dikabarkan Jedun sudah melahirkan seorang anak perempuan. Walau sudah pernah membantu, Sunan tidak mau memberikan bantuan kepada perempuan kelahiran Jakarta itu.

“Dalam menjalankan profesi advokat kita harus menggunakan hati nurani. Kalau hati nurani bilang siap menangani, ya siap menangani, tapi kalau kira-kira hati nurani bilang waduh saya kiranya nggak bisa atau nggak mau, itu juga boleh,” tuturnya saat dihubungi infotainment.

Lantas apa alasan Sunan tidak mau membantu Jedun yang dulu spesial itu? “Yang pasti tidak (membantu Jedun), karena saya juga sudah berkomitmen kan untuk ikut serta dalam memerangi bahaya narkoba, bahkan saya sering melakukan penyuluhan-penyuluhan bersama teman-teman artis, jadi kalau saya ditanya, saya katakan tidak,” jawabnya. RM

Hukum Kriminal

150 Kg Ganja di Tangerang Dimusnahkan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Sebanyak 150 kg ganja berhasil dimusnahkan, Kamis (1/8/2019). Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil kasus penangkapan bandar narkoba berinisial RSU (34) pada Senin (15/07) lalu.

Turut hadir Kapolres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kejaksaan Kabupaten Tangerang dan ulama MUI Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, peredaran narkoba dinilai telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimanapun, yang menjadi korban narkoba ini adalah masyarakat.

Menurut dia, Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena itu pemkab Tangerang ke depannya akan selalu mendukung upaya-upaya Polres Kota Tangerang dalam melakukan  pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Semoga generasi muda kabupaten Tangerang terhindar dari narkoba dan menjauhinya,” ucap Romli.

Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 150kg  pada semester awal tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini membuat kami (Polres Kota Tangerang) bangga sekaligus prihatin, karena  pada saat penangkapan disitu ada nelayan, guru, petani, hampir semua lapisan masyarakat. Artinya narkoba ini sudah hidup berdampingan dan mudah masuk ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolres pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menginformasikan jika di temukan kecurigaan-kecurigaan terkait narkoba. Dia minta dari lapisan  masyarakat, jika ditemukan mohon diinformasikan.

”Narkoba sama dengan teroris, narkoba merupakan kejahatan tingkat tinggi,” tukasnya. (darma)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

Continue Reading

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Trending