Connect with us

Serang

Tahun 2018, WH-Andika Diprediksi Lebih Eksplosif Menyulap Wajah Banten

Published

on

Gubernur dan Wakil Gubernur Banten H. Wahidin Halim dan H. Andika Hazrumy. (ISTIMEWA)

SERANG,MO – Tepatnya pada Jumat, 12 Mei 2017 di Istana Negara Wahidin Halim resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Gubernur Banten periode 2017-2022. Perubahannya, bukan kasat mata, wajah Banten sekarang terlihat banyak berubah.

Sentuhan kebijakan WH yang mantan Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini di lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten sudah mengena. Padahal periode jabatannya bersama Andika Hazrumy sebagai Wakil Gubernur kurang lebih baru tujuh bulan.

“Kalau saja saat itu pasca dilantik tidak terbentur aturan soal hak kewenangan mengatur kebijakan pasti lebih jauh berbeda kondisi wajah Banten saat ini,” ucap Dani Setiawan, Pengamat Ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).

Dalam aturannya, kendati Presiden Jokowi sudah melakukan prosesi pelatikan, seorang Gubernur belum bisa secara otomatis langsung memberi kebijakan strategis di Pemerintahan Provinsi Banten, termasuk untuk merotasi dan memutasi pejabat setempat.

“Makanya pada 2018 ini pasangan senior-enerjik, WH-Andika diprediksi bakal lebih trengginas menjalankan kewenangan kebijakan untuk pembangunan Banten. Sebab, dengan waktu yang hanya enam bulan saja sudah merubah paradigma Banten maka 2018 ini diharapkan sudah bisa lebih membangun Banten lebih maju,” jelasnya.

Menurut Dani, melihat kinerja Wahidin selama tujuh bulan memimpin tanah jawara, sepatutnya diapreasi dengan terobosan yang membuat Banten keluar dari pusaran praktik korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung digandeng untuk mengawasi kinerja bawahannya.

“Sebenarnya usia tujuh bulan masih relatif dini untuk diberi penilaian, akan tetapi jika dipaksa dengan melihat kinerja selama tujuh bulan tersebut, ya bisa lah WH diberi rapor biru merubah wajah Banten lebih baik,” ucap Dani.

Kebijakan baru seperti memperketat anggaran biaya tenda apel, memperketat pengawasan dan menghapus APBD yang tidak perlu, ia kerap blusukan memantau kinerja birokrasi dan kondisi masyarakat secara langsung.

Sementara Gubernur WH terkait pembangunan di Banten kedepan selain akan memajukan soal pendidikan dan kesehatan, ia mengaku sudah merencanakan sejumlah pembangunan infrastruktur. Termasuk dengan pembangunan Banten Lama. Ini akan menjadi potret wajah Banten masa depan dengan tidak menghilangkan nilai sejarah.

Sektor sumber ekonomi di Banten sangat melimpah, dirinya akan memberdayakan dengan konsep yang saling berhubungan antara permintaan dan kebutuhan. Maka itu Pemprov Banten akan membangun pasar induk. Hasil pertanian akan dikonsentrasikan ke pasar ini.

“Kita akan menguatkan petani. Sabtu dan Minggu terkadang saya harus menyempatkan ke beberapa titik yang menjadi sumber pertanian. Tapi nyatanya distribusi barang hasil pertanian tidak bagus, banyak jalan yang masih jelek, nanti kita bangun supaya petani mudah menjual hasil tani,” ujar WH.

“Hasil pertanian seperti beras, jagung, kedelai, gula merah dan lainnya justru tidak dirasakan oleh masyarakat Banten. Produk kita dilempar ke luar oleh tengkulak, baru didatangkan ke Banten tentunya dengan harga yang sudah mahal,” sambung WH lagi.

Lebih jauh, mantan Walikota Tangerang ini mengungkapkan, perubahan wajah Banten di sektor pertanian harus ada. Produk hasil tani dikonsentrasikan lebih dahulu untuk kebutuhan pasar di Banten lalu setelah surplus baru di ekspor ke luar.

Tetapi salah satunya petani harus dibebaskan ketergantungannya dari tengkulak. Petani harus bisa menjual langsung hasil taninya agar lebih besar keuntungannya.

“Saya sudah menghadap Presiden Jokowi soal akses distribusi darat. Saya meminta intervensi bantuan Presiden untuk merubah wajah Banten. Termasuk jalur kereta api (KA) Maja, Labuan, Rangkasbitng, Merak, Tanjung Lesung, hingga ke Serpong dan Jakarta,” kata WH.

WH memminta disiapkan gerbong KA untuk mengangkut distribusi hasil pertanian. Tahun 2019 sudah dimulai untuk pembangunannya. “Kedepan akses jalan raya juga harus kita optimalkan. Jadi segala sektor harus diberdayakan untuk merubah wajah Banten,” tandasnya.

ADI DARMA

Serang

Wagub Percayakan Karang Taruna Bantu Masalah Kesejahteraan Sosial

Published

on

SERANG, MO – Dalam upaya pemberdayaan pemuda dalam membantu penanganan permasalahan kesejahteraan sosial, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mempercayakan Karang Taruna Banten bisa menjadi role model atau sebagai percontohan.

Andika mengatakan, hal tersebut sudah menjadi keharusan, mengingat Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang dibentuk untuk tujuaan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Jadi sudah tidak zamannya lagi, Karang Taruna kedengeran hanya setahun sekali pas tujuh belasan. Misal ya seperti itu,” kata Andika seusai membuka acara Seleksi Karang Taruna Desa dan Kelurahan percontohan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Selasa (6/8/2019).

Andika juga menyebutkan, sejumlah persoalan atau masalah kesejahteraan sosial yang kini tengah fokus di lakukan Pemprov Banten. Diantaranya, menyangkut pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, Pemprov Banten sangat menunggu solusi apa yang bisa ditawarkan Karang Taruna untuk bisa dikerjakan bersama terkait hal tersebut.

“Jadi seleksi kali ini juga bagian dari Karang Taruna mengupayakan terciptanya role model di tingkat Desa dan Kelurahan. Bahkan juga untuk mencari wakil Banten di seleksi tingkat nasional,” papar Andika yang juga Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Banten itu.

Menurut Andika, Karang Taruna Banten sendiri sebetulnya sudah melakukan fungsi tersebut. Hal itu terbukti dengan terpilihnya Karang Taruna Kelurahan Gunung Sugih, Kota Cilegon, sebagai Karang Taruna Teladan tingkat Nasional pada tahun 2017 lalu.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah menduplikasi Karang Taruna – Karang Taruna percontohan, agar semakin banyak. Sehingga semakin banyak, dan semakin besar dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Andika juga mencontohkan, fungsi Karang Taruna dalam menjadi role model adalah solusi masalah kesejahteraan sosial tersebut. Apalagi saat ini Karang Taruna dapat terjun menggeluti persoalan penanganan sampah dan dapat menurunkan dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Bahkan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

Contoh lainnya, masih dikata Andika, Karang Taruna saat ini bisa terlibat aktif dalam pengembangan-pengembangan destinasi pariwisata di wilayahnya. “Sekarang kan sedang booming industri pariwisata, Karang Taruna bisa terjun di situ. Itu sangat efektif untuk mengatasi persoalan pengangguran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Karang Taruna Desa maupun Kelurahan Teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, Maksis Sakhabi menambahkan, seleksi kali ini diikuti sekitar 1550 Karang Taruna Desa dan Kelurahan yang ada di Banten.

“Hasil penyisihan awal menghasilkan 43 Karang Taruna Desa serta Kelurahan, lalu menjadi 28 Karang Taruna yang saat ini akan mengikuti tahap akhir,” tandasnya. (bono)

Continue Reading

Serang

Kwarda Banten Lantik Pengurus Saka Anti Narkoba

Published

on

SERANG, MO – Kian maraknya peredaran penyalahgunaan Narkoba, membuat gerah berbagai elemen kemasyarakatan untuk melakukan pencegahan. Demikian juga dengan organisasi Gerakan Pramuka.

Melalui pengurusnya, Ketua Gerakan Pramuka Kwarda Banten, Mohammad Masduki, melantik Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen (pol) Tantan Sulistyana, sebagai Majelis Pembimbing Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba Daerah Banten.

Bersamaaan dengan itu, pengurus Pimpinan Saka juga dikukuhkan sebagai organ untuk mengimplementasikan program kegiatan pencegahan Narkoba.

Dalam sambutannya, Mohammad Masduki menjelaskan, dibentuknya Saka Anti Narkoba sejak Juli sebulan lalu, karena ingin gerakan Pramuka turut aktif dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba yang cukup memprihatinkan.

Hari ini, Selasa (06/08/19) karena di Kwarda Banten sudah terbentuk 4 saka Anti Narkoba ditingkat Kabupaten dan kota, maka perlu dilakukan pelantikan di tingkatan Provinsi. “Kita sudah memiliki kepengurusan saka Anti Narkoba di Kwarcab Tangsel, Kota Tangerang, Cilegon, dan Kabupaten Pandeglang,” ucap Masduki.

Menurutnya, pelantikan Saka Anti Narkoba Daerah Banten ini merupakan salah satu perintis pada Gerakan Pramuka di tingkat Nasional. Untuk itu bagi kwarcab- kwarcab yang belum memiliki kepengurusan satuan karya Anti Narkoba akan segera menyusul, agar gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba lebih massif di semua kabupaten dan kota di Banten.

Sementara itu, majelis pembimbing Saka Anti Narkoba Daerah Banten, Brigjen (pol) Tantan Sulistyana mengatakan pencegahan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda harus giat dilakukan.

Narkoba bukan saja berbahaya bagi pengguna, namun juga merusak satu generasi penerus bangsa. “Para pelajar harus dilindungi, para generasi muda jangan sampai rusak oleh bahaya peredaran Narkoba,” imbuhnya.(bono)

Continue Reading

Serang

Sekda Banten: Berkurban Semata-mata Untuk Ibadah

Published

on

SERANG,MO – Hari Raya Idul Adha 1440 H atau idul qurban akan jatuh pada 11 Agustus 2019 mendatang. Sekda Banten Al Muktabar meminta kepada seluruh pegawai mendoakan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah haji.

“Semoga saudara-saudara kita mendapatkan haji yang mabrur serta kembali ke tanah air dengan sehat wal afiat,” ujar Al Muktabar.

Sekda juga berharap dalam berkurban semata – mata untuk ibadah kepada Allah SWT dan bekerja dengan niat yang setulus – tulus nya dalam upaya berbakti kepada Provinsi Banten khususnya serta Indonesia umumnya.

“Silakan berkurban di tempat – tempat yang benar – benar membutuhkan. Semoga apa yang kita niatkan tercapai sesuai harapan,” ucal dia.

Dalam kesempatan apel gabungan awal bulan tersebut, Sekda Banten juga mengajak kepada para peserta apel untuk mendoakan korban yang terdampak bencana gempa yang terjadi beberapa hari lalu. (bono/darma)

Continue Reading

Trending