Connect with us

Pendidikan

SMAN 18 Kab. Tangerang Lestarikan Kesenian Angklung

Published

on

Parade Angklung Siswa-Siswi SMAN 18 Kab. Tangerang Beberapa Waktu Lalu (Dok).

TANGERANG, MO– Angklung merupakan kesenian tradisional yang telah mendunia dan menjadi bagian dari budaya Indonesia. Atas dasar ingin melestarikan budaya tersebut SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang melalui Ekstrakurikuler Seni ingin mengembangkan seni musik angklung sebagai salah satu eskul unggulan.

“Pada dasarnya kami ingin menyatukan para siswa dalam kegiatan positif dan melestarikan warisan budaya bangsa,” ujar Ricky Ferdian, guru seni sekaligus pembina eskul seni SMA N 18 Kabupaten Tangerang, Jumat (9/3).

Ia mengatakan, sudah sekitar delapan tahun angklung menjadi warisan budaya tak benda yang ditetapkan oleh UNESCO. Untuk itu dirinya berusaha remainding hal tersebut melalui eskul angklung agar kesenian tradisional ini bisa tumbuh dan berkembang terus di masyarakat.

“Bisa dikatakan ini wujud dari peran aktif sekolah menggiatkan seni angklung. Supaya Angklung sebagai alat musik asli Bangsa Indonesia tetap diakui dunia” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan melibatkan para siswa sebagai pegiat seni angklung, anak-anak muda diharapkan dapat mengenal dan mencintai budaya bangsa sejak dini. Sehingga tumbuh kesadaran untuk dapat melestarikan budaya itu agar tak hilang tergerus zaman.

“Harapannya dengan menjadikan eskul semacam ini sebagai eskul unggulan kesenian angklung itu sendiri dapat terus dilestarikan,” pungkasnya. (ADI DARMA/FER).

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal  kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Kota Tangerang

Festival Visual Diharapkan Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif Tangerang

Published

on

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tangerang, Felix Mulyawan menyampaikan sambutan dalam workshop Festival Visual 2018 di SMAN 3 Kota Tangerang, Minggu (16/9/2018). Ia meminta peserta serius menggali materi industri kreatif visual.

TANGERANG, MO – Ketergantungan terhadap gawai sulit dihindari generasi milenial. Bukan hal negatif, kondisi ini justru dinilai sebagai peluang. Hal itu terungkap saat workshop Festival Visual Kota Tangerang 2018 di SMAN 3, Minggu (16/9/2018).

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Tangerang, Felix Mulyawan berharap melalui pelaksanaan Workshop Festival Visual 2018 akan semakin mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Seribu Industri tersebut.

Beragam materi industri kreatif dipaparkan pada workshop yang diikuti pelajar serta mahasiswa ini. Felix menyinggung salah satu industri kreatif yang tengah berkembang saat ini yakni video Instagram atau dikenal vidgram.

Dari vidgram, kata Felix, peserta bisa meraup jutaan rupiah dari sponsor. Felix menyebut, kegandrungan terhadap media sosial ini mesti jadi hobi agar proses produksi ide kreatif berkembang.

“Awalnya kan hobby, kemudian ini menjadi sesuatu yang mendatangkan keberkahan bagi kalian,” jelasnya.

Felix menerangkan, vidgram juga bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi wisata serta kebudayaan Kota Tangerang.

“Bagaimana caranya kita mengangkat seluruh potensi yang positif dalam festival visual ini bisa dengan foto, video atau mural atau apa saja yang berbentuk visual,” paparnya.

Felix berpesan agat para peserta bisa aktif mengikuti jalannya workshop sehingga bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat di dunia nyata.

“Jangan cuma sekedar menjadi peserta yang pasif cuma menggugurkan kewajiban bersekolah tapi keluarkan kreatifitas kalian agar bisa bermanfaat untuk diri sendiri dan orang banyak,” pesan Felix.

Untuk diketahui, workshop sesi pertama ini menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka antara lain Eko Febrianto Produser MNC TV, Denny Herliyanso Editor Tabloid Femina, Pakhrozy Willi Vidgram Tangerang Pendiri Komunitas Creator Indonesia, dan juga Ifand Sano Seniman Mural.

Hadir pula dalam acara tersebut Sekretaris Dispora Abdurrahman dan juga Kepala Sekolah SMA 3 Arbani. Sementara workshop sesi kedua akan dihelat di SMA 8 Kota Tangerang pada 30 September 2018. (FI)

Continue Reading

Kota Tangsel

Dindikbud Tangsel Bakal Gelar Ikrar 1.000 Siswa

Published

on

Dewan Pendidikan Banten serta Pejabat Dindikbud Tangsel bertemu membahas komitmen cegah tawuran, Jumat (10/8/2017).

Dewan Pendidikan Banten Berkunjung Bahas Komitmen Berantas Kenakalan Remaja

TANGSEL, MO – Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Banten berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (10/8/2018). Permasalahan tawuran antar pelajar yang terjadi beberapa pekan lalu disinggung dalam kunjungan tersebut.

Persolan tawuran pelajar turut disoroti Dewan Pendidikan Banten. Ketua Dewan Pendidikan Banten, Dadang Setiawan mengatakan, pembangunan pendidikan berkualitas mesti dibarengi pendidikan karakter yang baik. Pendidikan karakter menurutnya, merupakan upaya mencegah kenakalan remaja.

“Kita dari Dewan Pendidikan berdiskusi langsung dengan Dinas Pendidikan Tangsel dalam rangka bersama-sama membangun pendidikan yang berkualitas, khususnya mencegah dan memberantas aksi tawuran antar pelajar,” ujar Dadang kepada MetaOnline.

Bentrok antarpelajar di Tangsel berujung duka. Bentrok anatara pelajar SMK Sasmita Pamulang dan SMK Bhupuri Serpong itu menewaskan Ahmad Fauzan (18).

Kepala Dindikbud Kota Tansel, Taryono telah menyikapi persoalan tawuran yang telah menewaskan 1 orang pelajar tersebut. Ia mengatakan bakal menggelar ikrar berjamaah pelajar Tangsel. Ikrar tersebut, sambungnya, bakal diikuti 1.000 pelajar lebih.

“Selanjutnya untuk langkah pencegahan, Dinas Pendidikan Tangsel akan mengadakan Ikrar siswa sebanyak 1.000 siswa se-Kota Tangsel bersama pimpinan SMK se-Kota Tangsel” tambahnya.

Dewan Pendidikan Banten juga meminta Dindikbud Tangsel tidak berhenti melakukan sosialisasi serta menggelar kegiatan positif bagi pelajar.

“Berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar terus mengadakan kegiatan-kegiatan positif, seperti pelatihan, seminar, workshop atau kegiatan positif lainnya untuk memberi daya dukung kepada para siswa, sehingga kelak mereka mampu berguna karena punya wawasan tinggi,” tambah Euis Hendrawati, Anggota Dewan Pendidikan Banten.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Trending