Connect with us

Pandeglang

Sengketa Tanah Warisan, Warga Pandeglang Mengadu ke Jokowi

Published

on

DPN REPDEM konferensi pers di Jagakarsa, Jaksel, Rabu (28/2). (ADI/METAONLINE)

PANDEGLANG,MO – Sejumlah ahli waris mengadu ke Presiden Joko Widodo untuk mengadukan nasib hak mereka atas tanah yang dikuasai tiga perusahaan besar, antara lain Lippo Group, PT Wira dan PT Matahari.

Tanah dengan luasan ribuan hektare yang diakui sebagai milik seseorang bernama Dulgani itu telah dibangun menjadi hotel, restoran, resort maupun kondomium.

Keluh kesah ini disampaikan langsung melalui Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan pemerintah berjanji untuk memediasi kasus tersebut. Dari Istana Kepresidenan, mereka juga mendatangi Dewan Pengurus Nasional Relawan Perjungan Demokrasi (DPN Repdem), yang juga organisasi sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kedatangan warga ini disambut langsung oleh Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Warga DPN Repdem, Fajri Syafei. Di hadapan mereka, Fajri yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini berjanji akan memberikan advokasi kepada warga.

“Sudah lama berjuang, sudah puluhan tahun, melakukan perebutan kembali haknya. Itu yang dilakukan. Tapi semua masih kosong, belum ada hasil apapun, berjuang tiada henti,” kata Fajri dalam konferensi pers yang berlangsung di DPN Repdem, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (28/2).

Sementara itu, Mad Saeni (63) Warga Cilegon, Banten, mengungkapkan tanah yang kini dikusai tiga perusahaan besar itu dimiliki oleh seorang bernama Sarman yang kemudian diwariskan kepada Dulgani. Dulgani ini memiliki tujuh orang anak, yang mantinya tanah tersebut akan dibagikan ketika meninggal dunia.

Namun karena luas tanah tersebut mencapai ratusan hektare, maka penggarapannya dibagikan oleh beberapa orang. Orang yang diduga mengalihkan hak atas tanah itu sendiri dengan membuat sertifikat dengan data abal-abal itu dilakukan oleh salah seorang kepecayaan Dulgani.

Tanah itupun akhirnya dijual dengan harga Rp 40 dengan nama yang bukan merupakan ahli waris. Bahkan, orang yang menjualnya mencatut nama Dulgani sebagai ayahnya, yang kemudian setelah ditelusuri ternyata tidak berhubungan sama sekali.

“Kalau denger tanah agraria sebelum dimodalin, baru yang ada surat, keluarkan girik ada 438 ha yang ada surat asli, selainnya kata agraria masih banyak, dulunya Sarmin kuasai lahan. Madrais bukan anak Dulgani, Madrais anak Haji Nur. Nah ketika orangnya sudah pada meninggal, namanya jadi Madrais bin Dulgani,” ungkap Saeni.

Dengan kedatangannya ke DPN Repdem ini, Saeni hanya berharap tanah yang telah beralih kepemilikan itu bisa dibayarkan sesuai hak ahli waris. Mereka tidak lagi ingin mengambil kembali haknya karena sudah lelah berjuang namun tak pernah ditanggapi oleh pemerintahan sebelumnya.

“Sekarang saya minta bantuan, saya rakyat kecil agar tanahnya dibayarkan oleh oknum-oknum pengusaha. Supaya dibayar lah,” pungkasnya.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pandeglang

Lagi, Pemkab Tangerang Salurkan Bantuan Korban Tsunami

Published

on

Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar menyerahkan bantuan berupa beras kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita, Senin (7/1/2019).
PANDEGLANG, MO – Bupati Tangerang, Ahmad Zaki Iskandar menyerahkan bantuan korban Tsunami dari pihaknya kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita di Pendopo Bupati Pandeglang. Senin, (7/1/2019).
Penyerahan bantuan kesekian kalinya tersebut berupa beras sebanyak 10 ton, mie instan, peralatan sekolah, perlengkapan bayi, pakaian, selimut dan sebagainya. Sebelumnya, Pemkab Tangerang juga mengumpulkan donasi sebesar 1.5 M lebih dan disalurkan beberapa waktu yang lalu melalui MNC Peduli.
Zaki mengatakan, Pemkab Tangerang telah mulai mengirimkan bantuan baik dari tim medis obat-obatan sehari pascatsunami menerjang Pandeglang-Serang. Pemkab juga mengirimkan mobil ambulans pada saat itu sangat diperlukan.
“Kita ikut membantu masyarakat yang terkena dampak bencana di Pandeglang hari ini kami juga mengirim bantuan yang sudah kami kumpulkan di masa hari ulang tahun Kabupaten Tangerang kemarin baik bahan makanan seperti beras, mie instan, obat-obatan dan lain sebagainya, kita juga baru saja berkoordinasi dengan Pemkab Pandeglang butuh bantuan sarana prasarana di hunian sementara,” ucap Zaki.
Zaki merinci, total bantuan yang saat ini dibawa apabila diuangkan mencapai 400 juta lebih.
Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang menerima langsung rombongan Bupati Tangerang menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut.
“Ini bentuk kepedulian dan kecintaan Bupati Zaki kepada kita yang sedang terkena bencana, bantuan ini sudah kesekian kalinya dari Kabupaten Tangerang. Bantuan ini amat berguna bagi kami yang sedang terkena musibah,” kungkapnya. (fi)

Continue Reading

Pandeglang

Pascatsunami, Kapolri: Kita Harus Bangkit

Published

on

Kapolri, Jenderal Tito Karnavian saat berpidato pada kegiatan doa bersama di Padengelang, Kamis (3/1/2019).

PANDEGLANG, MO –  Kapolri, Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menghadiri istigasah dan doa bersama di Masjid Salafiah Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Kamis (3/01/2019).

Kapolri Tito Karnavian dalam sambutannya menjelaskan, bencana tsunami yang menerjang Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lampung Selatan mengakibatkan ratusan orang meninggal, korban luka-luka, rumah hancur, fasilitas umum rusak dan ribuan orang mengungsi.

“Kita doakan saudara-saudara kita yang sudah wafat dalam keadaan khusnul khotimah, syahid dan diberikan alam kubur yang lapang,” ujar Kapolri.

Dalam kondisi dilanda cobaan, kata Tito, kunci untuk bangkit yakni kebersamaan dalam keberagaman. Saat ini, pemerintah daerah dan pusat bersama sama memberikan bantuan guna memulihkan keadaan pasca-tsunami.

“Dengan kebersamaan kita bahu membahu antara pemerintah pusat, provinsi dan pemda pandeglang, Polri, TNI, Badan SAR, BNPB dan lainnya termasuk relawan-relawan dan tokoh-tokoh masyarakat kita bergerak bergotong royong,”  ujar Kapolri.

Menurut Kapolri, ke depan pemerintah pusat dan pemerintah daerah akan melakukan rehabilitasi terhadap wilayah-wilayah yang terdampak tsunami termasuk membuat system peringatan dini tsunami.

“Semua harus bergandeng tangan demi rakyat. Kemudian nanti system dibuat, sistem peringatan dini, kalau terjadi tsunami larinya kemana, shelternya dimana, ini yang perlu dibuat dimasa mendatang didaerah rawan tsunami,” ucap Kapolri.

Kapolri juga mengajak seluruh masyarakat yang terkena bencana terutama di Pandeglang untuk bangkit dan memulai hidup baru.

“Kita berkumpul bersama disini tidak lain kita telah berusaha bekerja keras, kita harus bangkit militansi kita untuk tetap hidup dan survive. Kita berdoa bersama kepada Allah dari hati yang paling dalam dan hati yang tulus agar kita bisa melalui cobaan ini,” kata Kapolri. (fi)

Continue Reading

Pandeglang

WH: Terima Kasih TNI-Polri

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim.

PANDEGLANG, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Panglima TNI dan Kapolri beserta jajaran atas bantuan yang diberikan pasca terjadinya tsunami selat sunda 22 Desember 2018 lalu. Hal tersebut disampaikan WH saat menyambut kedatangan Panglima TNI dan Kapolri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Menes, Pandeglang, Kamis (3/1/2019).

“Yang pertama saya ucapkan terimakasih kepada bapak Panglima TNI, Bapak Kapolri beserta jajarannya ke bawah,” ungkapnya.

“Mereka berjibaku, mereka berani turun langsung ke lapangan, menerobos langsung jalan-jalan yang terisolasi,” imbuhnya.

WH juga menjelaskan, sekitar 2.700 warga perlu direlokasi. Mereka, katanya, kehilangan pekerjaan, kehilangan perahu dan kehilangan rumah yang rusak diterjang tsunami. Untuk itu dirinya dan Bupati Pandeglang beserta jajaran sedang menyiapkan dana relokasi yang dibutuhkan.

“Tugas terakhir saya dan bu Irna adalah rekontruksi. Ada sekitar 2.700 masyarakat yang kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah, kehilangan perahu yang perlu kita relokasi. Dan kita sedang menyiapkan dana relokasi,” terangnya.

WH juga meminta para tokoh agama setempat untuk mendoakan keselamatan bagi Banten. Agar Banten terhindar dari berbagai musibah dan menjadi tempat tinggal yang baik bagi masyarakatnya.

“Saya mohon doa para kiyai, agar Banten menjadi negeri yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Lepas dari musibah, lepas dari malapetaka, lepas dari adzab,” pintanya menutup sambutan. (fi)

Continue Reading

Trending