Connect with us

Hukum Kriminal

Segel KPK Terpasang di Ruangan Hakim dan Panitera PN Tangerang

Published

on

Segel KPK terpasang di PN Tangerang. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Segel warna merah dan hitam melingkar didepan pintu ruangan hakim, serta ruangan panitera pengganti pada Pengadaan Negeri Tangerang. Segel tersebut dipasang tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Humas Pengadilan Negeri Tangerang, M Irfan Siregar menerangkan, bahwa kedua ruangan itu disegel sejak kemarin Senin (12/3) sekira pukul 16.30 WIB.

“Dua ruangan yang disegel milik Ibu Wahyu dan panitera pengganti Ibu Tuti, kemarin disegel oleh KPK. Informasinya Ibu Tuti masih diperiksa KPK sampai sekarang, sedangkan Ibu Wahyu kami belum tau,” ucap Irfan, di PN Tangerang.

Dua ruangan yang disegel KPK, berada di lantai yang berbeda, ruang kerja hakim Wahyu berada di lantai dua. Ruang kerja Tuti terletak di lantai tiga.

Diketahui, Tuti diamankan oleh KPK di Pengadilan Negeri Tangerang pada Senin sore. Menurut Irfan, penangkapan terhadap Wahyu, pihaknya belum mengetahui pasti lokasi penangkapannya.

“Panitera iya di PN, sementara hakim  belum tahu karena kemarin itu dia sedang tidak bertugas disini (PN Tangerang). Infonya lagi izin cuti keluar kota,” ujar dia.

“Jadi belum tau persis dimana dia ditangkap apakah sudah pulang atau di luar kota,” imbuhnya.

Dirinya juga mengaku belum mengetahui terkait penanganan kasus yang sedang bergulir. Sebab, PN Tangerang belum mendapatkan keterangan resmi dari KPK.

“Katanya sih perdata, tapi kita belum tau apakah benar karena masih simpang siur. Jadi, lebih baik tunggu keterangan resmi dari KPK,” terangnya.

KPK, diketahui mengamankan tujuh orang dari PN Tangerang, beberapa diantaranya hakim, panitera pengganti, pengacara dan juga pihak swasta. Ketujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor KPK.

CANDRA IRAWAN

Hukum Kriminal

DPR Puji Kecekatan TNI AL, Gagalkan Penyelundupan 14 Ribu Miras Malaysia

Published

on

By

metaonline.id
Ilustrasi Miras Selundupan. (istimewa)

METAONLINE,- Ketua DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi keberhasilan TNI Angkatan Laut menggagalkan penyelundupan 14 ribu miras, dari Malaysia ke Indonesia menjelang Lebaran 2018. Penangkapan itu dilakukan atas informasi intelijen dan pantauan anggota TNI di Pos Angkatan Laut Sei Pancang.

“Keberhasilan TNI menggagalkan penyelundupan 14 ribu lebih botol miras dari Malaysia, Sabtu (16/6), patut diacungkan jempol. Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kejelian dan kecekatan TNI mencegah masuknya barang haram tersebut, ke Indonesia,” kata Bamsoet, Selasa (19/6) kemarin.

Keberhasilan tersebut, sangat penting apalagi dilakukan di momen Perayaan Idul fitri. Tidak hanya itu, hal ini juga membuktikan bahwa TNI tak mengenal waktu dalam menjaga wilayah kedaulatan NKRI. **Baca juga: Jelang Lebaran, Avsec Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu

“Saya sangat bangga dan hormat kepada prajurit TNI yang selalu siap siaga di lapangan, tak mengenal lelah berbakti kepada Ibu Pertiwi,” tegasnya. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Jelang Lebaran, Avsec Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu

Published

on

Pelaku penyelundupan narkoba di bandara Soetta saat dibekuk, Kamis (14/6). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Pengamanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selalu dijajal oleh para pelaku jaringan narkotika. Meski selalu gagal, tetapi para penyelundup narkotika terus mencobanya. Modus operandi yang dilakukan pun beragam.

Seperti yang dilakukan seorang pria yang tinggal di Jalan Petak Asem 07/5 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara berinisial O.

“Benar tersangka terindikasi membawa sabu yang coba dia selundupkan dengan cara menyimpannya di dalam celana dalam,” ujar Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun tersangka O yang merupakan penumpang Lion Air JT 0656 tujuan Jakarta-Lombok itu  melakukan check in di Lion Tower Jakarta.

Dirinya mencoba mengelabui petugas dengan tidak melakukan check-in di area counter check-in yang terdapat di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

“Tersangka diamankan di SCP2, dirinya mencoba dengan tenang masuk ke dalam pemeriksaan awal (SCP1) tanpa bagasi langsung ke SCP2. Namun, di SCP2 alarm menyala, lalu kami amankan tersangka ke dalam ruangan khusus,” tutur Erwin.

Setelah diperiksa, di dalam celana dalam pelaku didapati satu paket yang diduga berisi sabu dengan ukuran besar. Pelaku diketahui sendirian dalam beraksi. Diduga jaringan narkoba lain telah mengantarnya ke bandara.

“Kami juga mendapati dua alat penghisap sabu, yang biasa disebut bong. Atas peristiwa ini, kami berkoordinasi dengan petugas dari Polres Bandara Soekarno-Hatta,” terang Erwin.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Tangsel Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Petasan Mercon

Published

on

Walikota Airin ikut memusnahkan miras dan mercon bersama Polres Tangsel. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) musnahkan 10.720 botol minuman keras (miras) dan 111.250 petasan mercon di Halaman Polres Tangsel, Serpong pasa Rabu 6 Juni 2018.

Pemusnahan yang menggunakan alat berat ini pun turut dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Dandim 0506 Tangerang Letkol Infantri Muhammad Imam Gogor Aghnie.

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, miras ini didapat dari berbagai warung dan tempat yang digunakan warga untuk mengkonsumsi minuman tersebut.

“Akibat mengkonsumsi miras, terdapat tindak pidana Pasal 170 KUHPidana pada 21 Mei 2018 lalu, yakni perselisihan dengan pelaku GRF (26), FY (23), RH (26) dan AM (22) di Jalan Inpres Kampung Bulak, Benda Baru, Pamulang,” ujarnya.

Para pelaku tersebut modusnya mengkonsumsi miras, hingga terjadi perselisihan. Adapun akibat lain yakni, penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHPidana dan UU Darurat.

“Dengan pelaku A (76) yang modusnya melukai korban karena tersinggung ditegur di RM Dapur Laras, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel 5 Juni 2018 kemarin,” tegasnya.

Sementara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany berterimakasih dengan kinerja pihak kepolisian dalam membantu pihaknya. Terlebih, Tangsel memiliki regulasi yang tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian Perdagangan.

“Saya berharap tidak ada lagi peredaran miras di Kota Tangsel. Apalagi melihat dampak buruk bagi kesehatan yang tidak baik,” terangnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending