Connect with us

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

TANGERANG, MO – Sidang lanjutan atas dugaan penyerobotan lahan di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang menghadirkan saksi. Namun begitu kesaksian yang diberikan Merna Siriyanti dalam persidangan ini dibantah Sobari (72) lantaran tidak sesuai dengan fakta.

Kasus serobot lahan yang ditangani Pengadilan Negeri Tangerang ini dimulai pukul 14:00. Sobari mengatakan dalam persidangan ini saksi yang mengklaim lahan yang ditempati warga sekitar tidaklah benar.

“Ada yang tidak benar. Yang dia katakan adanya pagar saat warga menempati itu bohong, waktu itu masih plong dan belum ada pagar, tidak ada patok dan batas tanah serta pagar sejak tahun 1988, patok dan batas tanah serta pagar beton baru dibuat tahun 2014- 2015 oleh Merna,” ujarnya.

Kata dia selain kesaksian mengenai pagar, Merna juga mengatakan terdapat bangunan permanen di lahan yang diklaim miliknya. Kata Sobari, saat warga menjadikan lahan tersebut untuk berkumpul dan tempat mengaji tidak terdapat bangunan permanen.

“Enggak ada bangunan permanen. Disitu cuma dipakai untuk tempat mengaji seperti pesantren, itu juga ga permanen. Kami juga sadar itu tanah negara, kalau memang benar mau dipakai negara ya kami angkat kaki,” ujarnya.

Sementara itu tim kuasa hukum Muhammad Syafei menyatakan kasus ini dianggap cacat. Pasalnya dokumen bukti yang ada dianggap janggal.

“AJB yang dibilang Merna tidak tercatat di kelurahan. Dan sampai saat ini pihak kelurahan belum memberikan dokumen itu. Kami menunggu risalah lahan terkait kasus ini. Kami meyakini sertifikat yang dimiliki pelapor itu cacat,” kata dia.

Dia mengatakan sertifikat kepemilikan yang diperoleh Mirna berasal dari Tjipta Widjaya. Pada sertifikat tersebut tercatat pembuatan Sertifikat Hak Milik di tahun 1989 yang dikeluarkan Tjan Eng Sui. Sementara untuk Tjipta Widjaya mengeluarkan AJB pada tahun 1990.

“Kan terbalik. Harusnya AJB yang tahun 1989 dan baru SHM di tahun 1990. Ini ko malah terbalik makanya kami menduga ada kesalahan,” ucapnya.

Dia menambahkan dengan adanya dugaan yang mengikat klien nya ini membuat dia melaporkan kembali perkara ini ke Mapolda Banten.

“Kami sedang melaporkan pihak pelapor ke Polda Banten. Sedang di proses. Yang jelas berdasarkan keyakinan kami ini benar ada yang ganjil,” tukasnya.

Sementara itu sidang dengan agenda kesaksian selanjutnya akan digelar kembali pada Kamis (14/7).(WAY)

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Wow.. Polrestro Tangerang Ungkap Ekstasi 5000 Butir

Published

on

TANGERANG,MO – Satuan reserse narkoba (satresnarkoba) Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi sebanyak 5.000 butir di wilayah Neglasari Kota Tangerang. Pada Jumat (08/02/2019) lalu.

Ribuan butir pil berwarna coklat muda dengan terbungkus 3 plastik klip tersebut berhasil ditemukan setelah tersangka digeledah oleh anggota pimpinan Kanit 1 Satnarkoba AKP. Riyanto dilokasi penangkapan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim Tangerang didampingi Kasat Narkoba AKBP R. Bagoes Wibisono saat konfersensi pers di Lobby Mapolres, Senin (11/2) siang.

“Awalnya dapat informasi dari masyarakat ada seseorang yang dicurigai di wilayah tersebut. Setelah memberikan identitas pelaku, kemudian tim melakukan pemantauan selama 1 minggu di daerah Neglasari. Kemudian melakukan pembuntutan dari lokasi penemuan barang bukti hingga akhirnya ditangkap di depan Kecamatan Benda,” ujar Kombes Abdul Karim.

Dari identitas yang ditemukan tersangka berinisial FTH, dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang inisial AS yang kini tengah diburu oleh jajarannya dan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

Tersangka FTH mengaku melakukan hal tersebut lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena mendapatkan telpon dan perintah dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang kemudian melakukan transaksi hingga akhirnya tertangkap oleh pihak kepolisian.

“Nantinya akan terus dilakukan pengembangan atas pengungkapan ini. Untuk pelaku yang berhasil diamankan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan atau dapat diancam seumur hidup atau pidana mati,” tukas Kapolres. (wan/nose)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Viral, Kesal Ditilang Pemuda di Tangerang Malah Rusak Motor

Published

on

Pemuda di Tangerang ngamuk saat ditilang. (ist)

TANGERANG,MO – Video seorang pemuda berkaus putih merusak sepeda motor matic viral di media sosial. Usut punya usut, pria yang bernama Adi Saputra (21) itu merusak motor karena tidak terima ditilang polisi.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi Kamis pagi tadi (7/2/2019) sekira pukul 06.36 WIB di Jalan Letnan Soetopo, Serpong atau tepatnya di depan Pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, pagi itu, anggota Satlantas Polres Serpong atas nama Bripka Oky, memberhentikan motor yang dikendarai Adi Saputra yang berboncengan dengan kekasihnya.

“Pengendara diberhentikan oleh petugas lantaran berusaha melawan arus karena saat itu di lokasi tengah ada pengaturan lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD,” ujar Lalu Hedwin.

Tidak hanya itu, kesalahan lain adalah pengendara dan penumpang yang dibonceng juga tidak mengenakan helm. Tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK kendaraannya.

Saat itu, Bripka Oky langsung menilang yang bersangkutan. Adi yang ditilang kemudian membentak petugas dan marah marah hingga akhirnya membanting dan merusak motor.

Bahkan bodi motor tersebut terus dipreteli hingga hampir habis dengan menggunakan tangan. Saat ini barang bukti telah diamankan pihak kepolisian. (uad)

Continue Reading

Trending