Connect with us

Hukum Kriminal

Ribuan Botol Miras Disita dari Sebuah Cafe di Kota Tangerang

Published

on

metaonline.id

TANGERANG, MO – Pelanggaran peraturan daerah (Perda) No.7 tahun 2005 tentang pelarangan pengedaran dan penjualan minuman beralkohol, di Kota Tangerang masih marak. Penjualan minuman yang sangat membahayakan generasi muda di Kota ini masih banyak dilakukan para pelaku usaha, mulai dari warung jamu hingga restauran dan cafe.

Baru-baru ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Tangerang merazia sebuah Cafe bernama Oak Barrel Cafe yang berlokasi di kawasan Ruko Niaga Green Lake Kecamatan Cipondoh. Cafe tersebut kedapatan menyimpan dan menjual ribuan botol minuman keras (miras) dari berbagai merk.

Razia gabungan yang terdiri dari petugas Satpol-PP, TNI dan Polri digelar untuk menekan angka peredaran miras di Kota Akhlakul Karimah. Hal itu dijelaskan Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang A.Gufron Falfeli.

Menurutnya, Perda tersebut harus tetap ditegakkan dan tanpa tebang pilih. Selain itu, pihaknya akan menindak tegas pengelola dengan menutup tempat usahanya jika kembali terbukti menjual miras.

“Besok kami ajukan ke sidang tipiring untuk diberikan sanksi, namun apabila kembali menjual miras kami tidak segan-segan untuk menyegel tempat ini,” ujar Gufron sapaan akrabnya, Selasa (7/6).

Keseriusan dalam penegakan Perda tersebut akan terus dilakukan yakni dengan mempersempit ruang gerak peredaran miras di Kota Tangerang. Pasalnya dampak dari masyarakat yang mengkonsumsi itu, selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain.

“Kita terus mengupayakan memberikan pelayanan dengan menciptakan rasa aman, nyaman dan tertib dimasyarakat. Peraturan daerah tetap kami tegakan baik ke atas maupun kebawah,” jelas Gufron.

Perang terhadap miras juga tidak hanya dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tangerang, tetapi juga alat negara yaitu Polisi. Kapolsek Cipodoh Kompol Sutrisno mengaku geram dengan peredaran miras diwilayahnya, dan ia pun menyatakan perang terhadap peredaran miras.

“Saya geram dengan cafe ini, pada bulan puasa yang lalu pernah kami beri peringatan keras pemiliknya, bahkan kurang dari sebulan yang lalu kami menemukan ada beberapa pengunjung cafe ini mengkonsumsi miras. Tapi pengelola beralasan kalau pengunjung membawa sendiri miras tersebut dari luar,” ungkap Kapolsek.

CANDRA IRAWAN

Hukum Kriminal

Published

on

Tangerang metaonline.id– Satuan reserse narkoba (satresnarkoba) Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi sebanyak 5.000 butir di wilayah Neglasari Kota Tangerang. Pada Jumat (08/02/2019) lalu.

Ribuan butir pil berwarna coklat muda dengan terbungkus 3 plastik klip tersebut berhasil ditemukan setelah tersangka digeledah oleh anggota pimpinan Kanit 1 Satnarkoba AKP. Riyanto dilokasi penangkapan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim Tangerang didampingi Kasat Narkoba AKBP R. Bagoes Wibisono saat konfersensi pers di Lobby Mapolres, Senin (11/2) siang.

“Awalnya dapat informasi dari masyarakat ada seseorang yang dicurigai di wilayah tersebut. Setelah memberikan identitas pelaku, kemudian tim melakukan pemantauan selama 1 minggu di daerah Neglasari. Kemudian melakukan pembuntutan dari lokasi penemuan barang bukti hingga akhirnya ditangkap di depan Kecamatan Benda,” ujar Kombes Abdul Karim.

Dari identitas yang ditemukan tersangka berinisial FTH, dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang inisial AS yang kini tengah diburu oleh jajarannya dan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

Tersangka FTH mengaku melakukan hal tersebut lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena mendapatkan telpon dan perintah dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang kemudian melakukan transaksi hingga akhirnya tertangkap oleh pihak kepolisian.

“Nantinya akan terus dilakukan pengembangan atas pengungkapan ini. Untuk pelaku yang berhasil diamankan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan atau dapat diancam seumur hidup atau pidana mati,” tukas Kapolres. iwan/nose

Continue Reading

Hukum Kriminal

Viral, Kesal Ditilang Pemuda di Tangerang Malah Rusak Motor

Published

on

Pemuda di Tangerang ngamuk saat ditilang. (ist)

TANGERANG,MO – Video seorang pemuda berkaus putih merusak sepeda motor matic viral di media sosial. Usut punya usut, pria yang bernama Adi Saputra (21) itu merusak motor karena tidak terima ditilang polisi.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi Kamis pagi tadi (7/2/2019) sekira pukul 06.36 WIB di Jalan Letnan Soetopo, Serpong atau tepatnya di depan Pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, pagi itu, anggota Satlantas Polres Serpong atas nama Bripka Oky, memberhentikan motor yang dikendarai Adi Saputra yang berboncengan dengan kekasihnya.

“Pengendara diberhentikan oleh petugas lantaran berusaha melawan arus karena saat itu di lokasi tengah ada pengaturan lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD,” ujar Lalu Hedwin.

Tidak hanya itu, kesalahan lain adalah pengendara dan penumpang yang dibonceng juga tidak mengenakan helm. Tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK kendaraannya.

Saat itu, Bripka Oky langsung menilang yang bersangkutan. Adi yang ditilang kemudian membentak petugas dan marah marah hingga akhirnya membanting dan merusak motor.

Bahkan bodi motor tersebut terus dipreteli hingga hampir habis dengan menggunakan tangan. Saat ini barang bukti telah diamankan pihak kepolisian. (uad)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Polresta Tangerang Ungkap Identitas Mayat Hanyut

Published

on

Ilustrasi Mayat. (net)

TANGERANG, MO – Identitas jasad seorang pria yang mengambang di Kali Cadas Kukun, Kampung Pangodokan Cemara, Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang mulai terkuak.

Jasad yang pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan pabrik pada Rabu (7/11/18) itu adalah Jap Son Tauw (68), warga Klaster Semara Village, Gading Serpong, Tangerang Selatan. Korban juga merupakan pengemudi transportasi taksi online.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif mengatakan, terungkapnya identitas korban berkat usaha polisi menyebarkan informasi penemuan mayat itu termasuk ke media sosial. Untuk mengetahui identitas korban, kata Sabilul, kepolisian menyebarkan di media sosial facebook berupa foto dan ciri-ciri korban.

“Beberapa jam usai membuat postingan, sekitar jam 9 malam, keluarga korban atas nama Hedrison menghubungi kami dan mengonfirmasi bahwa ia adalah keluarga korban,” kata Sabilul, Kamis (8/11/2018).

Dikatakan Sabilul, keluarga korban bersama polisi kemudian datang ke RSUD Tangerang untuk memastikan jenazah korban. Setelah melihat jenazah secara langsung, kata Sabilul, Hedrison memastikan bahwa korban adalah ayahandanya.

Sabilul menerangkan, usai mendapat informasi dari keluarga korban, polisi langsung melakukan pendalaman. Polisi, kata Sabilul, berhasil menemukan mobil korban di wilayah Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Di dalam mobil korban, lanjutnya, ditemukan sebilah pisau dan bercak darah.

“Korban mengalami luka sayat di leher dengan wajah yang lebam. Tangan dan kaki korban juga terikat tali dengan pemberat,” terangnya.

Sabilul menyampaikan, ada indikasi kuat korban merupakan korban pembunuhan. Kata Sabilul, polisi memastikan akan mengungkap segala kemungkinan termasuk kemungkinan pembunuhan berencana bermotif dendam atau perampokan dalam waktu dekat.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan dalam waktu dekat kami akan ungkap kasus ini,” tandasnya. (fi)

Continue Reading

Trending