Connect with us

Kota Tangerang

PT Angkasa Pura II Bedah 10 Rumah Warga Tangerang

Published

on

Sebanyak 10 rumah warga di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tak laik huni direnovasi secara total atau dibedah oleh manajemen Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero), Selasa (30/10/2018).

TANGERANG, MO – Sebanyak 10 rumah warga di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang tak laik huni direnovasi secara total atau dibedah oleh manajemen Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero).

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan menyampaikan, program bedah 10 rumah sebagai salah satu perwujudan kepedulian perusahaan yang selalu berkomitmen tinggi dalam mensejahterakan masyarakat dan lingkungan.

“PT Angkasa Pura sangat peduli dengan masyarakat dan lingkungan sekitar, ini merupakan bentuk kepedulian PT Angkasa Pura II,” ujar M Suriawan Wakan, Selasa (30/10/2018).

Dia juga menjelaskan, PT Angkasa Pura II mendukung Program Pemerintah dalam meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

Wakan menyampaikan, pada tahun 2018 ini PT Angkasa Pura II melalui Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta telah menyalurkan dana Program Kemitraan adalah sebesar Rp 3.005.000.000 kepada 86 Mitra Binaan pelaku Usaha Kecil dan Menengah.

Para mitra tersebut tersebar dari berbagai kecamatan di Kabupaten dan Kota Tangerang, bahkan di Tangerang Selatan. Sejak Program Kemitraan ini mulai disalurkan yaitu pada Tahun 2001 hingga 2018, dana yang digelontorkan Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai Rp 38.497.800.000 untuk 1.971 Mitra Binaan.

“Dengan adanya Program Kemitraan ini kami berharap para pelaku usaha kecil dan menengah dapat terbantu dengan adanya pinjaman dana dengan bunga yang relatif kecil, yakni 3 persen per tahun,” terangnya.

PT Angkasa Pura II juga mengklaim telah berperan aktif dalam meningkatkan dan membangun berbagai sarana dan prasarana ditengah masyarakat melalui Program Bina Lingkungan, baik itu sarana pendidikan dan pelatihan, sarana ibadah, sarana kesehatan, sarana umum, pelestarian alam dan termasuk juga pengentasan kemisikinan.

“Kami memperhatikan kondisi tempat tinggal beberapa saudara kita. Khususnya di wilayah utara Bandara Soekarno-Hatta, kami salurkan dengan nilai total sebesar Rp 996.443.000,” ujarnya.

Apabila digabung dengan beberapa kegiatan lain seperti pengobatan gratis, santunan anak yatim dan beberapa program lainnya, Bandara Soekarno-Hatta pada tahun 2018 ini menyalurkan bantuan Program Lingkungan kurang lebih sekitar Rp 3.000.000.000.

“Sehingga terhitung sejak tahun 2004-2018 ini Bandara Soekarno-Hatta telah menyalurkan bantuan Program Bina Lingkungan sebesar Rp 23.500.000.000,” tuturnya. (agr /rls)

Kota Tangerang

Sachrudin Ajak Orang Tua Berperan Aktif dalam Pendidikan Anak

Published

on

TANGERANG, MO – Salah satu pelayanan dasar yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang adalah peningkatan kualitas pendidikan bagi pelajar di Kota Tangerang.

Untuk itu, Pemerintah Kota Tangerang telah menggratiskan biaya pendidikan di sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP naik Negeri maupun swasta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Pendidikan Islam Al-Istiqomah Karang Tengah Kota Tangerang pada Selasa, (12/11).

“Jadi pilihan untuk sekolah gratis bukan hanya di sekolah-sekolah negeri saja, sekolah swasta juga sudah banyak yang gratis,” jelas Sachrudin.

Wakil menambahkan langkah – langkah yang ditempuh Pemkot di dunia pendidikan adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak generasi yang berkualitas.

“Tugas pemerintah sebagai fasilitator, terlebih pendidikan merupakan salah satu faktor yang utama,” jelasnya.

Tak lupa Wakil juga berpesan kepada para orang tua murid yang hadir dalam peringatan Maulid tersebut untuk turut berpartisipasi secara aktif pada perkembangan pendidikan anak di sekolah.

“Jalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, apa yang kurang pada anak atau mungkin kelebihan yang ada pada anak. Supaya kita sebagai orang tua mengerti apa yang dibutuhkan anak,”.

” Jangan cuma sekedar nitipin anak di sekolah, pantau terus perkembangannya,” tutup Wakil.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

DPRD Solok Selatan Belajar Perda Tramtibum ke Satpol PP

Published

on

TANGERANG, MO – Anggota DPRD Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke Satpol PP KotaTangerang, Selasa (12/11/2019). Rombongan wakil rakyat daerah yang memiliki motto Sarantau Sasurambi ini, dipimpin Ketua Pansus Raperda Tramtibum, Mursiwal.

Ada 13 anggota DPRD Kabupaten Solok Selatan yang bertandang guna melihat keberhasilan Satpol PP Kota Tangerang dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat tanpa kesan angker.

Pada kesempatan itu, rombongan DPRD Kabupaten Solok Selatan, diterima Plt Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang, Wawan Fawzi. Wawan menyebut, di Kota Tangerang ada Perda yang cakupannya luas yakni Perda No. 8/ 2018 tentang Trantibum Linmas.”Kami sangat bangga Satpol PP Kota Tangerang dijadikan referensi untuk belajar oleh daerah lain dalam penegakan dan penindakan pelanggar Perda tentang Tramtibum.

Perda di Kota Tangerang dinilai oleh daerah lain telah cukup mumpuni dalam hal implemantasinya,” paparnya.

Sementara itu, Mursiwal, menjelaskan, berdasarkan berita di media, pihaknya melihat Satpol PP Kota Tangerang berhasil dalam menegakkan Perda serta menjaga ketenteraman ketertiban umum secara persuasif. Oleh karena itu, ia memilih Satpol PP Kota Tangerang sebagai tempat studi banding.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Pegawai Wajib Gunakan Aplikasi Tangerang LIVE

Published

on

TANGERANG, MO – Seluruh pegawai Kelurahan dan Kecamatan Pinang, terlihat sibuk mempelajari aplikasi Tangerang LIVE untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang saat ini menggunakan sistem online.

Seluruh pegawai berkumpul di aula guna melakukan pengecekan handphonenya dan memastikan apakah sudah ada apikasi Tangerang Live atau tidak. Jika tidak ada, maka pegawai tersebut harus menginstal dan diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut.

Camat Pinang, M. Agun Djumhendi, mengatakan, pelayanan di Kecamatan Pinang saat ini sudah menggunakan sistem online, maka itu pegawai kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kecamatan Pinang harus menggunakan aplikasi Tangerang LIVE. Hal tersebut untuk mempermudah semua pelayanan dan mengetahui apa saja yang menjadi keluhan yang disampaikan di Laksa.

“Memang saya wajibkan semua pegawai mulai dari kelurahan dan Kecamatan harus ada Tangerang LIVE, jangan sampai ada pegawai yang tidak mengerti menggunakan aplikasi tersebut. Karena semua pelayanan ada didalam aplikasi Tangerang LIVE,”ujarnya, Selasa (12/11).

Agun menambahkan, mulai dari pembuatan surat pengantar RT dan RW saat ini sudah online, jadi pegawai harus lebih cepat dari masyarakat agar bisa melayani masyarakat dengan baik dan benar.

“Kalau sudah ada aplikasi Tangerang LIVE, pegawai yang ada di Kelurahan dan Kecamatan bisa dipantau. Jadi masyarakat jika ada permasalahan tidak perlu melapor ke kantor, langsung saja di Tangerang Live karena semua menu yang dibutuhkan ada didalamnya,”paparnya.

Ia menjelaskan, aplikasi Tangerang LIVE satu aplikasi banyak fungsinya, mulai dari lapangan pekerjaan sampai dengan event di Kota Tangerang ada di dalamnya. Bahkan jika terjadi bencana seperti kebakaran atau lainnya bisa langsung disampaikan dan langsung di respon.

“Maka itu, jika pegawai saya tidak mengerti dan tidak menggunakan aplikasi Tangerang Live mana bisa tahu. Apalagi pak wali sudah mengintruksikan seluruh pegawai yang ada di lingkungan Pemkot Tangerang harus ada aplikasi Tangerang LIVE agar bisa update perkembangan wilayah,”ungkapnya.

Semua pelayanan di Kecamatan Pinang, Kata Agun, sudah tidak ada lagi yang menggunakan manual. Semua sistem yang ada sudah online dan itu mempermudah masyarakat karena sangat cepat dan tidak harus menunggu waktu.

“Selain pelayanan masyarakat online, kita juga memberikan jaminan pelayanan seperti akte lahir, KIA, dan juga adminstrasi penduduk lainnya sudah bisa ditunggu. Untuk E-KTP juga menggunakan online tetapi sistemnya, untuk masalah jadi biasanya paling lama satu minggu dan tidak lebih karena memang blanko terbatas,”tutupnya.(bono)

Continue Reading

Trending