Connect with us

Pendidikan

Posko Aduan PPDB Baru Layani Tingkat SD sampai SMA

Published

on

metaonline.id
Ilustrasi PPDB Online. (istimewa)

METAONLINE,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka posko pengaduan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tahun ajaran 2018/2019. Posko yang dibuka sejak 28 Mei hingga 9 Juni ini, dipadati hingga 10 ribu orangtua siswa setiap harinya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Sopan Andriyanto menyatakan, pada tahap awal, posko pengaduan PPDB online baru melayani aduan dari orangtua murid tingkat SD, SMP dan SMA.

“Posko ini, khusus untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan PPDB dan diselesaikan di tempat ini, sehingga tidak ada lagi peserta didik yang tidak bersekolah,” ucap Sopan.

Sopan menambahkan, Posko PPDB akan buka dari pukul 08.00-16.00 WIB setiap hari kerja, termasuk hari Sabtu. “Tapi selama puasa, buka sampai jam 2 siang,” ujarnya.

Selain melayani pendaftaran, kata Sopan, posko ini juga akan memberikan solusi kepada orangtua murid yang bermasalah dengan administrasi.

Sebab, lanjut dia, berdasarkan pengalaman sebelumnya, masalah administrasi kependudukan adalah hal yang sering kali terjadi saat pendaftaran PPDB.

“Jadi, peserta didik yang mengalami hal tersebut bisa menyelesaikan masalahnya di posko,” tandasnya.

Dikatakan Sopan, bagi anak yang akan masuk sekolah SD, maka kartu keluarga harus diurus paling lambat bulan Januari. Soalnya, orangtua siswa rata-rata tidak mengurus KK. “Sehingga, kita selesaikan di posko ini, selama surat-suratnya lengkap,” tutupnya. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

Manusia Produktif Hasil Dari Guru Yang Kompeten

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Peningkatan kualitas guru harus masuk prioritas pemerintah dalam membenahi dunia pendidikan. Saat Indonesia menghadapi bonus demografi, guru yang kompeten diharapkan akan mendidik para siswa menjadi manusia produktif. inilah hasil dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) pada Peringatan Hari Guru se-Dunia 5 Oktober lalu.

Peneliti CIPS, Pandu Baghaskoro mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah sudah mengupayakan peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru. Dua program yang gencar dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi dan tunjangan profesi guru. Namun keduanya juga bermasalah.

Guru diwajibkan mengikuti program sertifikasi yang berlangsung di kampus selama lima minggu. Hal ini membuat pihak sekolah harus mencari pengganti kekosongan guru di sekolahnya.

Pandu menyebutkan, banyaknya guru yang belum mendapat sertifikasi mengakibatkan para guru belum dapat menerima tunjangan profesi yang telah disediakan pemerintah. Apalagi masih banyak guru yang belum memiliki pendapatan yang memadai, sehingga kesejahteraan guru belum sepenuhnya terjamin.

Kondisi seperti ini banyak dialami oleh guru berstatus honorer, kontrak, atau non-PNS. “Hal ini dirasa tidak adil, sebab seluruh guru non-PNS memiliki andil yang sama dalam mendidik dan mengajar anak-anak bangsa. Namun, hanya sebagian kecil yang berkesempatan meningkatkan derajat hidup mereka. Itu pun kalau semuanya dinyatakan lulus tes CPNS,” terangnya.

Di satu sisi, negara butuh guru-guru yang memiliki kompetensi baik untuk masa depan anak bangsa. Sementara, guruguru membutuhkan jaminan atas kesejahteraan hidupnya. Untuk itu, sebaiknya pemerintah membuka kesempatan yang sama
bagi semua guru non-PNS untuk mengikuti persaingan terbuka dalam tes CPNS.

Kesempatan ini juga dapat dijadikan ajang sebagai pembuktian kompetensi mengajar mereka. “Walaupun guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan berarti mereka tidak perlu tanda jasa. Karena mengemban misi mulia bagi masa depan bangsa, tentu mereka harus sejahtera,” tandas Pandu. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Kota Tangerang

Berusia 18 Tahun, Banten Diharap Galakkan Pilar Pembangunan

Published

on

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Tangerang, Bambang Kurniawan.

TANGERANG, MO – Provinsi Banten baru saja memperingati hari jadinya ke 18 tahun. Secercah harapan disampaikan oleh semua kalangan, salah satunya Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Yuppentek Tangerang, Bambang Kurniawan.

Menginjak usia dewasa, Banten disebut perlu memperkokoh pilar pembangunan. Sektor pendidikan dan kepemudaan merupakan bagian pilar pembangunan itu.

Bambang menjelaskan, pembaruan serta pemerataan kedua sektor tersebut mesti konsisten dilakukan untuk menopang pembangunan di Banten.

“Banten ke depan mesti lebih bagus dibawah kepemimpinan Wahidin Halim. Bahwa Provinsi punya kewenangan pendidikan di level SMA/SMK. Maka tingkat kemajuan pendidikan yang bagus di wilayah Tangerang Raya, sangat diperlukan dalam pemerataan di wilayah Banten Selatan seperti Pandeglang, Rangkas Bitung, bagian Serang,” papar Bambang, Jumat (5/10/2108).

Melihat Angka pendidikan rata-rata Provinsi Banten hari ini masih di level menengah pertama, namun Bambang optimis duet WH & AA, sapaan akrab Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, mampu menaikan angka rata-rata pendidikan minimal menjadi tingkat menengah atau tingkat sarjana.

Bambang melanjutkan, persoalan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi catatan penting bahwa masih banyak yang harus diperbaharui dalam pengelolaan sistem pendidikan di Banten.

“Hal tersebut mesti menjadi perhatian kuhsus oleh Gubernur dan Wagub dalam mengawal proses PPDB,” ucap Bambang.

Demi menjawab tantangan milenial, kata Bambang, saat ini potensi dan kualitas peserta didik mesti ditingkatkan melalui sarana dan prasarana infrastruktur sekolah-sekolah menengah atas, terutama kejuruan praktis.

“Walaupun cost nya besar, dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan visi Gubernur Banten meningkatkan kualitias pendidikan, saya pikir bisa dipenuhi asal komitmen dengan visi dan misinya,” terang dia.

Sementara, sejak WH & AA menduduki kepeminpinan, pemuda kota Tangerang sangat berharap sosok AA mampu menangani persoalan kepemudaan.

“Organisasi Kepemudaan banyak menaruh harapan kepada Wagub, agar bisa memberikan terobosan-terobosan membuka lapangan pekerjaan baru, membuat forum-forum inovatif, kreatifitas agar anak-anak muda Banten bisa memberikan kontribusinya,” tambah Bambang lagi. (dedi/if)

Continue Reading

Kota Tangsel

Airin Resmikan TBM ke-81 di Kademangan

Published

on

Walikota Airin Rachmi Diany resmikan TBM ke 81 di Kademangan. (uad)

TANGSEL,MO – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany meresmikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Energi Mandiri (EM) Irkaba 45 (Ikatan Remaja Kademangan Bawah RT 04 dan RT 05 RW 03, Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Minggu (30/9).

Walikota Tangsel mengapresiasi peresmian TBM-EM Irkaba 45 yang merupakan TBM ke-81 yang ada di Kota Tangsel. “Saya tahunya perjuangan Bu Herlina dengan ketekunan dan sabarnya untuk terwujudnya taman bacaan masyarakat, bagaimana proses tempat ini tadinya tidak layak menjadi layak, inilah yang disebut smart city dan smart people.Insyallah ini menjadi contoh yang baik,” ungkapnya.

Walikota berparas cantik ini pun berharap TBM tersebut menjadi contoh kepada semua pihak dengan melibatkan anak muda dan semoga menjadi berkah.

“Saya tahu adik-adik punya inovasi dan keinginan, dan didukung oleh kita, dengan mendorong kreatifitas, sehingga taman baca ini tidak ditinggalkan oleh adik-adik kita,” katanya.

Ketua Umum, Komunitas Magma Tangsel, Herlina Mustikasari, menceritakan perjalanan magma dari awal tahun 2010 dengan TBM yang pertama dibuka di Pondok Cabe “Wadah Ilmu” pada 3 Februari 2010. Sekarang sudah ada 81 TBM dalam pembinaan Magma.

“Sejak 2010 hingga 2018 TBM Tangsel dibina Magma selalu menjadi juara 1 di Provinsi Banten, dan beberapa kali menjadi juara 1 tingkat Nasional dari Kemendikbud,” jelasnya.

TBM-EM Irkaba 45 (Ikatan Remaja Kademangan Bawah RT 04 dan RT 05) adalah TBM ke 81 yang dibina Magma.
Dinamakan TBM- EM karena singkatan dari TBM Energi Mandiri, karena TBM ini dilengkapi 8 reaktor untuk memproduksi Biogas dari kotoran sapi dan sampah basah sisa-sisa makanan. Serta dilengkapi dengan hidroponik.

TBM Irkaba mulanya adalah sebuah balai tempat duduk-duduk, menyimpan keranda jenazah, tempat ayam bertelur dan lainnya yang hasil kerjasama Magma dan Irkba disulap menjadi TBM yang nyaman.

“Harapan saya, TBM EM Irkaba 45 dapat tambah maju dan giat, menjadi pusat kegiatan belajar, berdaya guna buat masyarakat, dan dapat menjadi contoh TBM-TBM lainnya.

“Di TBM ini ada 578 buku dan akan bertambah lagi. Kedepannya pengurus TBM juga akan menambah kegiatan bercocok tanam,” aingkatnya. (uad)

Continue Reading

Trending