Connect with us

Hukum Kriminal

Polresta Tangerang Gandeng Ulama Komitmen Libas Penyakit Masyarakat

Published

on

Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif bersama Ketua MUI Kabupaten Tangerang KH Ues Nawawi menaiki alat berat memusnahkan miras, Kamis (28/12). (ADI/METAONLINE)

KAB. TANGERANG, MO – Polresta Tangerang menggandeng kalangan ulama untuk membangun komitmen memberantas penyakit masyarakat (pekat). Keterlibatan ulama diharapkan memperkuat peran masyarakat untuk bersama-sama melibas penyakit masyarakat yang dalam istilah Jawa dikenal dengan istilah molimo atau 5M yaitu main, madon, madat, maling, dan minum.

“Molimo atau 5 M itu yang pertama main yang maksudnya perjudian, kedua madon yang artinya pelacuran atau prostitusi, ketiga maling, keempat madat menggunakan candu, zat adiktif atau narkoba, dan kelima minum yang maksudnya minuman keras alias minuman yang memabukan. Itu adalah penyakit masyarakat yang harus kita berantas bersama,” kata Kapolresta Tangerang AKBP H.M. Sabilul Alif saat pemusnahan barang bukti 5031 botol miras, 3 jerigen plus 48 bungkus plastik minuman jenis ciu, dan 9 rol petasan di Mapolresta Tangerang, Kamis (28/12).

Kapolres mengatakan, dirinya secara khusus mengundang ulama untuk turut serta dalam kegiatan pemusnahan barang bukti itu. Kapolres bahkan mengajak Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang KH. Ues Nawawi untuk menaiki menaiki kendaraan penggiling atau penghancur botol miras.

“Saya bersama Ketua MUI duduk di bagian depan seperti yang dilakukan Kapolda Banten dan Abuya Muhtadi saat pemusnahan miras beberapa waktu lalu. Ini simbol bahwa ulama dan polisi siap berada di garis paling depan melibas penyakit masyarakat yang salah satunya miras,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, ulama memiliki peran menyampaikan kebaikan dan ajakan untuk menjauhi kemunkaran. Sinergi polisi dan ulama diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk bergerak bersama memberantas segala bentuk penyakit masyarakat.

Sedangkan KH. Ues mengaku siap berada satu barisan bersama kepolisian untuk membantu tugas-tugas kepolisian sesuai dengan kapasitasnya. Dikatakan KH. Ues, perpaduan polisi dan ulama harus dilaksanakan secara berkesinambungan agar penyakit masyarakat dapat dihilangkan dan tidak tumbuh kembali di tengah masyarakat.

“Kami menyampaikan ajaran yang baik perintah agama, dan bapak-bapak polisi yang berwenang menindak apabila ada pelanggaran dalam hal ini yang berkaitan dengan penyakit masyarakat,” ujarnya.

ADI DARMA

Hukum Kriminal

150 Kg Ganja di Tangerang Dimusnahkan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Sebanyak 150 kg ganja berhasil dimusnahkan, Kamis (1/8/2019). Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil kasus penangkapan bandar narkoba berinisial RSU (34) pada Senin (15/07) lalu.

Turut hadir Kapolres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kejaksaan Kabupaten Tangerang dan ulama MUI Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, peredaran narkoba dinilai telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimanapun, yang menjadi korban narkoba ini adalah masyarakat.

Menurut dia, Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena itu pemkab Tangerang ke depannya akan selalu mendukung upaya-upaya Polres Kota Tangerang dalam melakukan  pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Semoga generasi muda kabupaten Tangerang terhindar dari narkoba dan menjauhinya,” ucap Romli.

Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 150kg  pada semester awal tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini membuat kami (Polres Kota Tangerang) bangga sekaligus prihatin, karena  pada saat penangkapan disitu ada nelayan, guru, petani, hampir semua lapisan masyarakat. Artinya narkoba ini sudah hidup berdampingan dan mudah masuk ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolres pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menginformasikan jika di temukan kecurigaan-kecurigaan terkait narkoba. Dia minta dari lapisan  masyarakat, jika ditemukan mohon diinformasikan.

”Narkoba sama dengan teroris, narkoba merupakan kejahatan tingkat tinggi,” tukasnya. (darma)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

Continue Reading

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Trending