Connect with us

Hukum Kriminal

Polres Tangsel Grebek 6 Penjualan Petasan Jelang Tahun Baru

Published

on

Kapolres Tangsel AKBP Fadli didampingi Kasat Reskrim AKP Alexander merilis hasil ungkap kasus petasan di wilayah hukum Polres Tangsel, Kamis (28/12). (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Tiga hari menjelang malam pergantian tahun baru 2018, Polres Tangsel menggrebek enam lokasi pembuatan atau penjualan petasan. Petugas langsung melakukan pemusnahan barang bukti kepemilikan barang peledak tanpa ijin tersebut.

Lima lokasi penggrebekan diantaranya Gg. Tego RT 02/05, Kampung Sawah, Ciputat. Kemudian Jl. Baru Ds. Suradita, Cisauk, Kab. Tangerang dan Jl. PLN Pondok Karya, Pondok Aren Tangsel.

Selanjutnya di Kp. Kadu Sirung Rt 04/01 Pagedangan Kabupaten Tangerang, Kp. Kandang Rt 05/01 Ds Jatake, Pagedangan Kabupaten Tangerang dan Pasar Curug Blok A No.50 Jl. Raya STPI Km 5 Kel. Curug Kulon, Kabupaten Tangerang.

“Penggrebekan dilakukan oleh Team Vipers Polres Tangsel bersama jajaran Polsek. Ada 6 lokasi yang berhasil kita ungkap,” jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander saat press release, Kamis (28/12).

Dari enam lokasi penggrebekan, petugas mendapati barang bukti berupa, 25 gulung petasan dengan panjang 1,5 sampai 5 meter, petasan siap edar diameter 2 cm sebanyak 120.000 butir, petasan siap edar diameter 5 cm sebanyak 3.000 butir.

“Kami juga menyita bahan pembuat petasan berupa potasium sebanyak 1 Kg, belerang sebanyak 10 Kg, bron percikan warna abu-abu sebanyak 1 kg, sumbu siap pake sebanyak 32 renteng, koran bekas untuk bahan selongsong 12 kg dan cangkang petasan kosong sebanyak 300 butir dan alat-alat produksi (palu, kayu dilapisi karet sebanyak 4 buah, cangkang ukuran besar 2 buah dan kecil 2 buah serta mercon renteng sebanyak 8 gulungan,” paparnya.

Sebanyak 6 orang turut diamankan petugas dalam operasi ini untuk diproses hukum lebih lanjut. Diantaranya Ibu N (53), R (33), M (52), J bin HS (62), M alias Muhdi (57), saudari M (34).

“Mereka akan disangkakan pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman penjara sampai dengan 20 ( duapuluh) Tahun,” tegasknya.

Ditambahkan Alexander, hingga saat ini memang belum ada laporan jatuhnya korban akibat petasan. Namun demikian kegiatan ini merupakan antisipasi dna pencegahan timbulnya korban jiwa atau lika akibat petasan, khususnya malam tahun baru.

“Giat ini juga atensi dari Bapak Kapolda Metro Jaya terkait penegakan hukum terhadap mercon fan kembang api yang dimulai tanggal 25-28 Desember 2017. Kami harap perayaan Tahun Baru 2018 berjalan aman, sehat dan bertanggung jawab,” tandasnya.

ADI DARMA

Hukum Kriminal

150 Kg Ganja di Tangerang Dimusnahkan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Sebanyak 150 kg ganja berhasil dimusnahkan, Kamis (1/8/2019). Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil kasus penangkapan bandar narkoba berinisial RSU (34) pada Senin (15/07) lalu.

Turut hadir Kapolres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kejaksaan Kabupaten Tangerang dan ulama MUI Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, peredaran narkoba dinilai telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimanapun, yang menjadi korban narkoba ini adalah masyarakat.

Menurut dia, Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena itu pemkab Tangerang ke depannya akan selalu mendukung upaya-upaya Polres Kota Tangerang dalam melakukan  pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Semoga generasi muda kabupaten Tangerang terhindar dari narkoba dan menjauhinya,” ucap Romli.

Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 150kg  pada semester awal tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini membuat kami (Polres Kota Tangerang) bangga sekaligus prihatin, karena  pada saat penangkapan disitu ada nelayan, guru, petani, hampir semua lapisan masyarakat. Artinya narkoba ini sudah hidup berdampingan dan mudah masuk ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolres pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menginformasikan jika di temukan kecurigaan-kecurigaan terkait narkoba. Dia minta dari lapisan  masyarakat, jika ditemukan mohon diinformasikan.

”Narkoba sama dengan teroris, narkoba merupakan kejahatan tingkat tinggi,” tukasnya. (darma)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

Continue Reading

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Trending