Connect with us

Hukum Kriminal

Polisi Tangkap 6 Pelaku Kasus Video Porno Bocah Dengan Perempuan Dewasa

Published

on

Polda Jabar mengungkap kasus pembuatan video porno perempuan dewasa dengan anak kecil. (ISTIMEWA)

JABAR,MO – Tim gabungan dari Polda Jabar berhasil menangkap 6 (enam) orang pelaku video porno yang memuat adegan seks antara perempuan dewasa dengan bocah laki-laki.

Keenam pelaku yang diamankan, di antaranya Muhamad Faisal Akbar alias Alfa alias Bos, yang berperan sebagai ‘sutradara’ dan pengambil video serta yang menjual video tersebut. Kemudian SM alias Cici yang berperan perekrut pemeran perempuan.

Selanjutnya, A alias Intan yang berperan sebagai wanita dalam video porno sekaligus perekrut anak dan IO alias Imel yang berperan perekrut anak dan juga pemeran dalam video tersebut.

Kemudian, S yang turut serta dalam pembuatan video porno yang juga merupakan salah satu ibu dari anak yang turut dalam adegan video porno. Terakhir adalah H yang juga turut serta dalam pembuatan video.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, ada tiga bocah laki-laki yang menjadi korban dalam pembuatan video tersebut. Ketiganya yakni DN (9), SP (11) dan RD (9).

“Mereka (korban) di iming-iming diberikan uang yang nominalnya Rp200 sampai Rp300 ribu rupiah,” kata Agung, Senin (8/1).

Sementara, pemeran wanita dan juga para penghubungnya diberikan nominal uang berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta. Uang tersebut diberikan oleh sang sutradara, Mohamad Faisal Akbar, yang mendapatkan uang dari hasil pesanan pembuatan video.

Pemesan sendiri diketahui berinisial R yang merupakan warga negara Kanada, yang saat ini tengah dalam pengembangan penyelidikan.

“Jadi ditawari pembuatan video, setelah itu dibuatkanlah video itu dan dikirimkan kepada R, yang setelah itu, pelaku mendapatkan nominal uang dari hasil pembuatan video tersebut, ada Rp6 juta, Rp16 juta. Totalnya mencapai 31 juta,” terang Agung.

Agung mengatakan, pembuatan video pertama adegan panas itu dilakukan pada bulan antara April sampai dengan Mei, sedangkan video kedua dibuat pada bulan Agustus.

Adapun, kronologis pembuatan video porno itu berawal dari sang sutradara Muhamad Faisal Akbar yang bergabung dalam grup di media sosial Facebook. Dalam grup tersebut, dirinya ditawari untuk membuat video adegan seks yang memuat anak kecil di dalamnya.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Kriminal

Kasusnya Mandek, Kuasa Hukum Pemilik Kios Mall CBD Kembali Datangi Polres

Published

on

TANGERANG, MO – Sebanyak sembilan orang pemilik kios CBD mall yang diwakili kuasa hukumnya kembali mendatangi kantor Sat reskrim Unit Harta benda (Harda) Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (4/12).

Mereka kembali mempertanyakan perkembangan kasus penipuan yang dilakukan PT Sari Indah Lestari atas sertifikat kios yang tak kunjung diserahkan kepada mereka setelah pelunasan kredit.

Kuasa hukum pemilik kios, Rony Sihotang mengatakan, pihaknya berhasil menemui Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Burhanuddin. Dalam pertemuan itu pihaknya kembali mempertanyakan laporan kliennya yang dinilai mandek atau jalan ditempat.

“Kedatangan kami untuk menanyakan sudah sejauh mana tindaklanjut dari laporan klien kami. Bahwa klien kami melaporkan kasus ini pada tanggal 3 Desember 2018,” ujarnya.

Menurut Rony sudah hampir setahun sejak laporan tersebut dibuat, pihaknya baru mengetahui jika kasus tersebut sudah masuk ketahap SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penenyelidikan).

“Tapi sampai dengan sekarang belum ada langkah-langkah konkret yang kita lihat terhadap tindak lanjut SPDP ini,” ujarnya.

Rony mengatakan, dalam dialog itu, Kasat Reskrim Kompol Burhanuddin memastikan kepada pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas.

“Pak kasat menyampaikan karena baru menjabat dia masih mempelajari kasus ini dan beliau minta waktu nanti ditanyakan ke penyidik langsung. Nanti perkembangannya akan diberitahukan kembali, ” katanya.

Rony berharap setelah hampir satu tahun penyelidikan dilakukan polisi sudah memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangannya. Bahkan polisi kembali menjanjikan untuk kembali memanggill Direktur keuangan PT Sari Indah Lestari bernama Budiono.

“Cuma gak tau kendalanya dimana (sehingga kasus tersebut masih mandek-red),” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Burhanuddin ketika dikonfirmasi mengatakan akan memoelajari kasus tersebut. Menurutnya pihaknya berkomitmen menyelesaikan kasus tersebut.

“Kasusnya sedang dipelajari, kami akan tetap komitmen menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

Diketahui, kasus penipuan ini bermula ketika sebelas orang membeli sebuah unit kios dan konter yang berada di dalam Mall CBD Ciledug kepada PT Sari Indah Lestari selaku developer.

Pembelian itu sendiri dilakukan dengan cara kredit, dimana pemilik kios membayar kredit tiap bulannya sesuai kesepakatan. Hingga selesai pembayaran kredit, PT Sari Indah Lestari sebagai developer tak kunjung menyerahkan sertifikat kios tersebut, dan justru mengagunkan sertifikat tersebut ke bank di Malaysia yang seharusnya sudah diserahkan ke pemilik kios. Kemudian, para pemilik kios melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.(*/BS)

Continue Reading

Hukum Kriminal

150 Kg Ganja di Tangerang Dimusnahkan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Sebanyak 150 kg ganja berhasil dimusnahkan, Kamis (1/8/2019). Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil kasus penangkapan bandar narkoba berinisial RSU (34) pada Senin (15/07) lalu.

Turut hadir Kapolres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kejaksaan Kabupaten Tangerang dan ulama MUI Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, peredaran narkoba dinilai telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimanapun, yang menjadi korban narkoba ini adalah masyarakat.

Menurut dia, Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena itu pemkab Tangerang ke depannya akan selalu mendukung upaya-upaya Polres Kota Tangerang dalam melakukan  pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Semoga generasi muda kabupaten Tangerang terhindar dari narkoba dan menjauhinya,” ucap Romli.

Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 150kg  pada semester awal tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini membuat kami (Polres Kota Tangerang) bangga sekaligus prihatin, karena  pada saat penangkapan disitu ada nelayan, guru, petani, hampir semua lapisan masyarakat. Artinya narkoba ini sudah hidup berdampingan dan mudah masuk ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolres pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menginformasikan jika di temukan kecurigaan-kecurigaan terkait narkoba. Dia minta dari lapisan  masyarakat, jika ditemukan mohon diinformasikan.

”Narkoba sama dengan teroris, narkoba merupakan kejahatan tingkat tinggi,” tukasnya. (darma)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

Continue Reading

Trending