Connect with us

Hukum Kriminal

Polisi Buru Pencuri Tali Pocong di Ciputat Tangerang Selatan

Published

on

Warga berkerumun menyaksikan kuburan almarhum Suhendra yang sudah bekas digali orang tak dikenal. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Warga Ciputat Tangerang Selatan dikagetkan dengan pencurian tiga buah tali pocong di Pemakaman Taman Abadi RT 02/03. Peristiwa itu terjadi pada Jum’at, 29 Desember 2017 sekira pkl 06.30 WIB.

Hingga saat ini jajaran Sat Reskrim Polres Tangsel masih menyelidiki kasus ini agar bisa mengetahui pelaku yang belum dikenali itu karena menggali makam almarhum Mohammad Suhendra alias Capu.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander mengatakan, almarhum Suhendra meninggal pada hari Kamis, 28 Desember 2017, pkl 10.00 WIB, di Musholla Al Hasan Khaenah (Musholla di TKP) karena sakit. Kemudian almarhum dimakamkan pada pkl 14.00 WIB oleh keluarga dan warga sekitar.

“Keesokan harinya, pada Jumat pagi, saat keluarga hendak berziarah ke TKP, kondisi makam almarhum sudah dalam keadaan tergali dan 3 (tiga) buah papan penutup almarhum yang berada di bagian kepala, tengah dan kaki sudah terbuka,” terang Alexander.

Kejadian ini lantas dilaporkan ke anggota Binmas AIPTU Kustam yang langsung mendatangi TKP. Ternyata benar bahwa makam almarhum telah terbongkar dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Ciputat.

“Makamnya memang seperti bekas digali dan ada tiga tali yang hilang. Kejadian pencurian tali pocong diwilayah Ciputat baru pertama kali terjadi dan kasusnya masih kami selidiki,” tandasnya.

ADI DARMA

Hukum Kriminal

Jangan ada yang ‘Baper’ Terkait Dugaan Korupsi Jiwasraya

Published

on

Hendry Kurniawan

Hendry Kurniawan

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur

Negeri Indonesia kembali di terpa isu . Kali ini tentang kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya yang dinilai merupakan skandal terbesar kedua setelah kasus BLBI di rezim sebelumnya. BUMN asuransi jiwa ini mengalami gagal bayar  sebesar 13 T dan meminta talangan negara 30 T lebih untuk menyehatkan diri (VIVA news, 29/12/2019).

Anggota komisi VI DPR, Mukhtaruddin mengatakan masalah yang terjadi di Jiwasraya bukan merupakan kesalahan direksi baru. Melainkan, masalah defisit keuangan perseroan yang menjadi kesalahan direksi lama yang dinilai sudah merupakan perampokan terstruktur.

Namun sebenarnya ada beragam pendapat tentang latar belakang kebangkrutannya. Said Didu pengamat BUMN menganggap ada ‘perampokan keuntungan’ terutama menjelang tahun politik. Ini sejalan adagium ‘BUMN sama dengan sapi perah partai dan rezim penguasa’.

Sedangkan  Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengungkapkan perusahaan sebelum dia masuk ke Jiwasraya memang sudah dalam kondisi tidak baik. Ia menambahkan latarbelakang lain yakni BUMN nya sudah lama tidak sehat. Dipilih cara sangat berisiko (unprudent) untuk mengatasinya.

Yaitu  dengan menjual ‘ JS Saving Plan’ asuransi- investasi (bancassurance) berbunga sangat tinggi ke masyarakat dan Jiwasraya menanam modalnya di bursa saham, bahkan dengan membeli saham gorengan (saham perusahaan yg ‘digoreng’ seolah sangat menguntungkan).

Tindakan ini berujung terjadi skema Ponzi yakni premi yg dibayar pelanggan asuransi dipakai membayar keuntungan atau bunga tinggi para nasabah bancassurance. Pada gilirannya, gagal bayar polis asuransi. Akar Masalah, BUMN Sapi Perah Keuangan Persoalan ini bertambah buruk mengingat BUMN seringkali menjadi tumpuan sponsorship untuk beragam proyek individu di lingkaran kekuasaan. Contoh Jiwasraya mensponsori kedatangan klub bola dunia Manchester City.

Sebenarnya asset rakyat dan modal Negara yang dikelola BUMN mengalami beragam persoalan tidak hanya terjadi pada Jiwasraya. Karena daulat gurita Kapitalisme sangat mencengkeram.Mulai dari skema pengelolaan BUMN model korporasi, keterlibatan lingkar kekuasaan utk memanfaatkan BUMN bagi  kepentingan kursi dan partai hingga cara-cara mencari untung yang sarat riba dan maisir (gambling) yang  berujung krisis atau kebangkrutan.

Sebagai jalan keluarnya, Negara memberi talangan. Ini adalah perampokan besar-besaran terhadap negara secara legal, yang menikmati hasil segelintir Kaum Kapitalis, pemilik bank, elit BUMN dan kursi penguasa. Ini semestinya menyadarkan buruknya Kapitalisme.Tidak ada sedikitpun kebaikan dan maslahat bagi rakyat.

Sistem yang hanya dipertahankan oleh mereka yang rakus kursi kekuasaan  yang  didapat dari  persekongkolan dengan kelompok Kapitalis.Solusi Islam, Sejahtera Hakiki Terwujud

Dalam Islam, bentuk pengembangan harta berupa asuransi itu saja sudah batil. Sebab ia adalah kerjasama dalam bidang jamin menjamin.  Dan yang dijamin adalah masa depan. Persis sama dengan praktik undian atau Maisir.

Yang setiap orang belum bisa memastikan. Sebab,  Allahlah Sang Penjamin hakiki. Maka jelas negara akan menghentikan praktiknya sebab ia bertentangan dengan akidah Islam. Segala sesuatu yang bisa mengantarkan kepada keharaman maka akan dihukumi haram. Namun Kapitalisme dengan akidah dasarnya pemisahan agama dari kehidupan menjadikan yang Haq bercampur dengan yang batil.

Kapitalis tak segan menjadikan sebagai komoditi, padahal mudharat atau kerugiannya sangat besar.Dengan konsep gotong royong dan wajib bayar premi, Asuransi berjalan dalam konteks ” melindungi ” masa depan.  Namun kembali yang menanggung kerugian adalah rakyat. Negara justru hadir memberi talangan.

Pengurusan urusan rakyat tidak seharusnya dijalankan dengan cara judi atau jamin menjamin ala kapitalisme. Faktanya inilah yang seringkali menimbulkan krisis di dunia dan kesulitan perekonomian.

Sebab muamalah hanya terjadi di dunia saham yang itu tidak real. Umat akhirnya berjalan pada urusan yang sebenarnya tidak berhubungan dengan kesejahteraannya. Islam mewajibkan seorang Khalifah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, menjamin setiap individu yang lemah untuk diurus oleh negara meningkatkan kesejahteraan, dan sebagainya.

 

Continue Reading

Hukum Kriminal

Jelang Nataru Tempat Hiburan di Razia

Published

on

TANGERANG, MO – Dalam rangka peningkatan kemanan Natal dan Tahun Baru, Polrestro Tangkot menggelar razia di tiga tempat hiburan yang ada di Kota Tangerang.

Razia tersebut, mengincar adanya peredaran narkoba serta pengguna narkoba di tempat hiburan. Selain itu identitas para pengunjung tempat hiburan tersebut, tidak luput dari para petugas dari Mapolrestro Tangkot dan juga TNI AD.

Kabag Ops Polrestro Tangkot AKBP Anggun cahyono mengatakan, kegiatan operasi lilin ini berkaitan dengan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020 di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota, ada tiga tempat hiburan malam yang dilakukan tetapi tidak ditemukan kegiatan yang mencurigakan.

“Dari hasil operasi ini, kita tidak menemukan kegiatan yang mencurigakan. Semua pengunjung kami periksa identitasnya dan juga dilakukan tes urine hasilnya tidak ada yang menggunakan narkoba,”ujarnya usai menggelar razia di FM3 Hotel dan Karoke, Sabtu (21/12).

Anggun menambahkan, selain melakukan razia tempat hiburan pihaknya juga melakukan monitoring wilayah. Hal tersebut untuk memastikan, di Kota Tangerang aman terkendali sampai dengan Tahun Baru mendatang.

“Kita juga melakukan keliling wilayah, beberapa titik keramaian juga kita pantau. Sampai saat ini masih kondusif, kami akan terus pantau, jika ada kejanggalan atau kegiatan yang mencurigakan maka akan kita lakukan tindakan pengamanan,”paparnya.

Ia menuturkan, Polres juga menyiagakan pasukan di 12 gereja besar di Kota Tangerang serta mendirikan 9 pos pengamanan dan juga 8 pos pelayanan selama Natal dan Tahun Baru 2020.

“Sejak kemarin, semua pasukan yang tergabung dari Pemkot Tangerang, Polrestro Tangkot, TNI AD dan juga organisasi masyarakat telah siaga di titik yang telah kami tentukan. Hal tersebut untuk memantau keamanan di Kota Tangerang,”tuturnya.

Anggun meminta, agar masyarakat juga bisa ikut andil dalam melakukan pengamanan Kota Tangerang. Jika terjadi atau melihat sesuatu kegiatan yang mencurigakan, segera laporkan ke pos yang tersedia ataupun ke Polsek yang ada di masing-masing wilayah.

“Mudah-mudahan Kota Tangerang tetap aman dan terkendali, sekali lagi kami dari pihak kepolisian meminta masyarakat ikut andil dalam menjaga Kota Tangerang. Ada kejadian langsung laporkan untuk bisa nanti kita lakukan penindakan keamanan,”tutupnya.(BS)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Kasusnya Mandek, Kuasa Hukum Pemilik Kios Mall CBD Kembali Datangi Polres

Published

on

TANGERANG, MO – Sebanyak sembilan orang pemilik kios CBD mall yang diwakili kuasa hukumnya kembali mendatangi kantor Sat reskrim Unit Harta benda (Harda) Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (4/12).

Mereka kembali mempertanyakan perkembangan kasus penipuan yang dilakukan PT Sari Indah Lestari atas sertifikat kios yang tak kunjung diserahkan kepada mereka setelah pelunasan kredit.

Kuasa hukum pemilik kios, Rony Sihotang mengatakan, pihaknya berhasil menemui Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Burhanuddin. Dalam pertemuan itu pihaknya kembali mempertanyakan laporan kliennya yang dinilai mandek atau jalan ditempat.

“Kedatangan kami untuk menanyakan sudah sejauh mana tindaklanjut dari laporan klien kami. Bahwa klien kami melaporkan kasus ini pada tanggal 3 Desember 2018,” ujarnya.

Menurut Rony sudah hampir setahun sejak laporan tersebut dibuat, pihaknya baru mengetahui jika kasus tersebut sudah masuk ketahap SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penenyelidikan).

“Tapi sampai dengan sekarang belum ada langkah-langkah konkret yang kita lihat terhadap tindak lanjut SPDP ini,” ujarnya.

Rony mengatakan, dalam dialog itu, Kasat Reskrim Kompol Burhanuddin memastikan kepada pihaknya tetap menyelidiki kasus tersebut hingga tuntas.

“Pak kasat menyampaikan karena baru menjabat dia masih mempelajari kasus ini dan beliau minta waktu nanti ditanyakan ke penyidik langsung. Nanti perkembangannya akan diberitahukan kembali, ” katanya.

Rony berharap setelah hampir satu tahun penyelidikan dilakukan polisi sudah memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangannya. Bahkan polisi kembali menjanjikan untuk kembali memanggill Direktur keuangan PT Sari Indah Lestari bernama Budiono.

“Cuma gak tau kendalanya dimana (sehingga kasus tersebut masih mandek-red),” ujarnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota Kompol Burhanuddin ketika dikonfirmasi mengatakan akan memoelajari kasus tersebut. Menurutnya pihaknya berkomitmen menyelesaikan kasus tersebut.

“Kasusnya sedang dipelajari, kami akan tetap komitmen menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

Diketahui, kasus penipuan ini bermula ketika sebelas orang membeli sebuah unit kios dan konter yang berada di dalam Mall CBD Ciledug kepada PT Sari Indah Lestari selaku developer.

Pembelian itu sendiri dilakukan dengan cara kredit, dimana pemilik kios membayar kredit tiap bulannya sesuai kesepakatan. Hingga selesai pembayaran kredit, PT Sari Indah Lestari sebagai developer tak kunjung menyerahkan sertifikat kios tersebut, dan justru mengagunkan sertifikat tersebut ke bank di Malaysia yang seharusnya sudah diserahkan ke pemilik kios. Kemudian, para pemilik kios melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.(*/BS)

Continue Reading

Trending