Connect with us

Hukum Kriminal

PN Tangerang Sidangkan Kasus Ujaran Kebencian dan Penghinaan Nabi Muhammad

Published

on

Sidang kasus ujaran kebencian dan penghinaan Nabi Muhammad di PN Tangerang, Senin (5/3). (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Pengadilan Negeri (PN) Tangerang kembali menggelar sidang lanjutan kasus ujaran kebencian, dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Dua saksi dihadirkan dari pihak penyidik kepolisian, dan pihak yang mengamankan terdakwa yakni Abraham Ben Moses alias Saifuddin Ibrahim.

Sidang kali ini, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dijaga ketat pihak kepolisian. Ruangan sidang 1 PN Tangerang juga dipadati kerabat terdakwa, Senin (5/3).

Saksi pertama dari pihak penyelidik kepolisian unit Cybercrime, Eko Yudha (31), menerangkan kepada Majelis Hakim bahwa ada tiga postingan yang menjadi dasar pelaporan pihaknya.

“Yaitu postingan tanggal 12 November 2017 berjudul Sayembara 11, postingan tanggal 24 November 2017 berjudul Dongeng 15, dan postingan berjudul Alasan 17 dan video berdurasi 4 menit 25 detik,” kata dia.

Postingan itu, merupakan awal penangkapan terhadap terdakwa Abraham Ben Moses. Sementara itu, salah satu kuasa hukum terdakwa dari delapan kuasa hukum yang hadir, menanyakan dasar yang menjadi keyakinan Eko, memasukan hal itu dalam penistaan agama.

“Dari kata-kata yang ada di postingan tersebut dan hasil transkrip dari video. Pihak pemeriksa dari kepolisian melakukan interview dengan ahli bahasa, dan disimpulkan kata-kata yang mengandung penistaan agama dan ujaran kebencian,” ujar dia.

Delapan kuasa hukum terdakwa pun turut bergantian bertanya kepada saksi, hingga keduanya sempat bersitegang. Hingga akhirnya dilerai oleh Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis.

“Kuasa hukum terdakwa, kita harus pisahkan antara penyelidikan dan penyidikan. Karena itu dua ranah yang berbeda, jadi jangan disamakan,” ucap Ketua Majelis Hakim.

Sementara, itu terdakwa Abraham Ben Moses alias Saifuddin Ibrahim, sempat tidak meyakini tentang akun Facebooknya yang ditunjukan oleh saksi. Dirinya menganggap akun yang benar ada di Hp miliknya.

“Itu bukan Facebook saya. Yang Mulia saya hanya bisa mempertanggungjawabkan akun Facebook di Hp saya,” kata dia.

Sidang lanjutan akan kembali digelar pada Senin (12/3/2018) dengan agenda pembacaan saksi ahli, yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

CANDRA IRAWAN

Hukum Kriminal

Jelang Lebaran, Avsec Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Sabu

Published

on

Pelaku penyelundupan narkoba di bandara Soetta saat dibekuk, Kamis (14/6). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Pengamanan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta selalu dijajal oleh para pelaku jaringan narkotika. Meski selalu gagal, tetapi para penyelundup narkotika terus mencobanya. Modus operandi yang dilakukan pun beragam.

Seperti yang dilakukan seorang pria yang tinggal di Jalan Petak Asem 07/5 Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara berinisial O.

“Benar tersangka terindikasi membawa sabu yang coba dia selundupkan dengan cara menyimpannya di dalam celana dalam,” ujar Erwin Revianto, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun tersangka O yang merupakan penumpang Lion Air JT 0656 tujuan Jakarta-Lombok itu  melakukan check in di Lion Tower Jakarta.

Dirinya mencoba mengelabui petugas dengan tidak melakukan check-in di area counter check-in yang terdapat di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

“Tersangka diamankan di SCP2, dirinya mencoba dengan tenang masuk ke dalam pemeriksaan awal (SCP1) tanpa bagasi langsung ke SCP2. Namun, di SCP2 alarm menyala, lalu kami amankan tersangka ke dalam ruangan khusus,” tutur Erwin.

Setelah diperiksa, di dalam celana dalam pelaku didapati satu paket yang diduga berisi sabu dengan ukuran besar. Pelaku diketahui sendirian dalam beraksi. Diduga jaringan narkoba lain telah mengantarnya ke bandara.

“Kami juga mendapati dua alat penghisap sabu, yang biasa disebut bong. Atas peristiwa ini, kami berkoordinasi dengan petugas dari Polres Bandara Soekarno-Hatta,” terang Erwin.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Tangsel Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Petasan Mercon

Published

on

Walikota Airin ikut memusnahkan miras dan mercon bersama Polres Tangsel. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Kepolisian Resort (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel) musnahkan 10.720 botol minuman keras (miras) dan 111.250 petasan mercon di Halaman Polres Tangsel, Serpong pasa Rabu 6 Juni 2018.

Pemusnahan yang menggunakan alat berat ini pun turut dihadiri oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan Dandim 0506 Tangerang Letkol Infantri Muhammad Imam Gogor Aghnie.

Menurut Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, miras ini didapat dari berbagai warung dan tempat yang digunakan warga untuk mengkonsumsi minuman tersebut.

“Akibat mengkonsumsi miras, terdapat tindak pidana Pasal 170 KUHPidana pada 21 Mei 2018 lalu, yakni perselisihan dengan pelaku GRF (26), FY (23), RH (26) dan AM (22) di Jalan Inpres Kampung Bulak, Benda Baru, Pamulang,” ujarnya.

Para pelaku tersebut modusnya mengkonsumsi miras, hingga terjadi perselisihan. Adapun akibat lain yakni, penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHPidana dan UU Darurat.

“Dengan pelaku A (76) yang modusnya melukai korban karena tersinggung ditegur di RM Dapur Laras, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel 5 Juni 2018 kemarin,” tegasnya.

Sementara Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany berterimakasih dengan kinerja pihak kepolisian dalam membantu pihaknya. Terlebih, Tangsel memiliki regulasi yang tertuang dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran Usaha Perindustrian Perdagangan.

“Saya berharap tidak ada lagi peredaran miras di Kota Tangsel. Apalagi melihat dampak buruk bagi kesehatan yang tidak baik,” terangnya.

ADI DARMA

Continue Reading

Hukum Kriminal

Jelang Lebaran, Polres Metro Tangerang Gelar Apel Operasi Ketupat

Published

on

Pjs Walikota Tangerang M. Yusuf melekatkan pita pengamanan idul Fitri 1439 H. (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Polres metro tangerang kota menggelar apel gelar pasukan gabungan dalam rangka persiapan operasi ketupat 2018 pada pelaksanaan hari raya idul fitri 1439 H.

Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Tangerang M. Yusuf yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan agar dengan adanya operasi ketupat 2018, dapat meminimalisir titik – titik kerawanan yang mungkin terjadi di kota Tangerang selama masa libur lebaran.

“Apalagi besar kemungkinan sebagian warga kota Tangerang akan melakukan mudik lebaran,” jelas M. Yusuf saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Polres Metro Tangerang Kota, Rabu (6/6).

Operasi ketupat 2018 akan berjalan mulai tanggal 7 Juni hingga 24 Juni 2018 dengan melibatkan anggota gabungan antara kepolisian, TNI, dan aparat pemerintah.

“Total pasukan yang disiapkan sebanyak 1.500 personil untuk mengamankan kota Tangerang,” ungkap M. Yusuf.

Ia juga menghimbau agar masyarakat kota Tangerang yang melakukan mudik lebaran dapat berkoordinasi dengan lingkungan setempat untuk dapat meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

“Sampaikan pada ketua RT setempat kalau mau mudik, dan pastikan rumah sudah dalam keadaan aman sebelum ditinggal mudik,” pesan Yusuf.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Harry Kurniawan menambahkan dalam rangka operasi ketupat 2018 ini pihaknya akan memberikan prioritas keamanan terhadap sejumlah tempat selama berlangsungnya masa libur lebaran.

“Prioritas pengamanan pada operasi ketupat ini antara lain pusat keramaian, rumah ibadah, rumah kosong, serta arus mudik dan balik lebaran,” tutup Kapolres.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending