Connect with us

Lebak

Petugas RSUD Malingping Tangani Nining Penderita Kanker Ovarium

Published

on

Tim dokter RSUD Malingping tengah memeriksa penderita kanker ovarium, Rabu (10/7). (Ist)

LEBAK,MO – Usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Lebak dan Pandeglang pada Selasa (9/7/2019), Gubernur menerima laporan warga mengenai salah seorang warga Malingping penderita kanker ovarium stadium lanjutan bernama Nining yang membutuhkan penanganan secara intensif. Seketika, Gubernur langsung menginstruksikan jajaran RSUD Malingling untuk menanganinya dan memberikan pelayanan terbaik.

“Karena saya tidak ingin ada masyarakat Banten yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, kesehatan itu penting dan jadi salah satu prioritas saya,”ungkap Gubernur, Rabu (10/7/2019).

Gubernur menegaskan bahwa sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, maka Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah berkewajiban memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Banten.

“Pokoknya buat saya, warga kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Banten ya itu warga saya,”tegasnya.

Usai diperintahkan, tim dokter dan perawat RSUD Malingping bersama dengan dokter PKM Malingping langsung melakukan kunjungan rumah dan melakukan assesment sosial dan medis. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa keadaan umum ibu Nining lemah dan tidak bisa makan serta minum.

“Kondisi medis saat ini yang bersangkutan mengalami luka bakar 70 % yang memerlukan perawatan. Pasien saat ini sudah di IGD RSUD Malingping untuk penanganan kegawatan,”ujar Direktur RSUD Malingling dr. Danang Hamsah Nugraha.

Danang menjelaskan, yang bersangkutan menderita kanker ovarium stadium lanjut yang unoperable karena sudah menjalar ke organ sekitar. Namun, karena berdasarkan catatan kondisi sosial kurang atau tidak mendukung untuk dilakukan perawatan di rumah maka Nining harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dan dilakukan tindakan. Diketahui, Nining tercatat sebagai anggota BPJS KIS.

“Tindakan yang bisa dilakukan rumah sakit diantaranya melakukan perwatan untuk menyembuhkan luka bakar dan membantu keadaan umum,”paparnya.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial atau dinas terkait lainnya apabila yang bersangkutan sudah teratasi kegawatannya, maka solusi rawat di panti sosial atau di rumah namun dengan pendampingan petugas sosial.

“Untuk penanganan kesehatannya ada pada kami, ketika penanganannya Kepala Desa Malingping ikut menyaksikan ibu Nining diperiksa tim kami dan dibawa ke RSUD Malingping. Namun untuk langkah lanjutan dibutuhkan peran instansi terkait,” terangnya. (uad)

 

Lebak

Samsat Malingping Disidak Gubernur Banten

Published

on

Foto bersama Gubernur Banten usai sidak, Selasa (9/7). (Ist)

LEBAK,MO – Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Unit Pelayan Teknis (UPT) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Malingping di Kabupaten Lebak Selasa (9/07/2019). Turut mendampingi, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemprov Banten Opar Sohari.

Dalam sidak ini, Gubernur Banten memantau fasilitas pelayanan UPT mulai dari ruang tunggu, loket layanan, hingga ruang administrasi. Kelengkapan papan informasi papan informasi alur layanan dan persyaratan administrasi turut mendapatkan perhatian Gubernur Banten.

Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Banten mengaku ingin memastikan layanan yang prima dan kemudahan akses bagi para pembayar pajak di Provinsi Banten.

“Dengan pembangunan kesehatan, pendidikan, infrastruktur serta perhatian pada layanan kepada masyarakat miskin menjadikan PAD Provinsi Banten berkah. Bukti keberkahan itu, setiap tahun pendapatan Provinsi Banten naik. Tahun ini hampir 12 triliun,” ungkapnya.

Gubernur Banten juga sempat meninjau lokasi baru untuk UPT Samsat Malimping, Selama ini, Kantor UPT Samsat Malingpiing masih berstatus sewa. Sehingga dalam waktu dekat bisa langsung dibangun dan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

UPT Samsat Malingping Kabupaten Lebak berdiri sejak 2013, sebelumnya merupakan Gerai Samsat Malingping UPT Lebak.

Menurut data meja tamu (front office), UPT Samsat Malingping pada hari biasa melayani 30 – 40 orang pembayar pajak. Pada awal bulan, pembayar pajak kendaraan bermotor bisa mencapai duakali lipat hingga 100 orang pembayar pajak.

Layanan UPT Samsat Malingping mencakup 10 kecamatan di Kabupaten Lebak. Meliputi :Kecamatan Malingping, Kecamatan Cijaku, Kecamatan Cigemblong, Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Wanasalam, Kecamatan Cihara, Kecamatan Panggrangan, Kecamatan Bayah, Kecamatan Cikotok, Kecamatan Cilograng, dan Kecamatan Cibeber. Dengan sistem online, UPT Samsat Malingping juga melayani pembayaran pajak kendaraan di luar cakupan layanannya di di Provinsi Banten.

Pada tahun ini, UPT Samsat Malingping menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 85,691 miliar. (uad)

 

Continue Reading

Lebak

Gedung RSUD Malingping Mulai Dibangun

Published

on

Wahidin Halim saat meletakan batu pertama pembangunan RSUD Malingping, Selasa (9/7). (uad)

LEBAK, MO – Menjadi salah satu obsesi saya saat memimpin untuk membangun kesehatan dan pendidikan. Demikian ungkap Gubernur Banten Wahidin Halim saat melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung UPTD RSUD Malingping Kabupaten, Lebak, Selasa, (9/7).

Sebelum memberikan sambutan, gubernur yang populer dipanggil Gubernur WH itu, meminta para dokter dan staf RSUD Malingping mengulang yel-yelnya hingga dua kali serta mengomentari yel-yel untuk kuiyas layanan RSUD Malingping, Kabupaten Lebak.

“Bagus berikan rasa nyaman dan rasa aman. Saya merasakan betul membangun kesehatan selama menjadi pemimpin. Lengkapi berbagai fasilitasnya,” perintah Gubernur WH.

Ditambahkan, amanah Allah swt salah satunya tentang kesehatan. Kesehatan juga sebagai kerangka berpikir orang beriman.

“Memang kesehatan merupakan kewajiban pemerintah. Dimana pemerintah harus hadir dalam pelayanan kesehatan. Bagaiamna masyarakatnya mampu bersaing kalau masyarakat tidak sehat,” tegas Gubernur WH.

Gubernur WH pun ungkapkan pengalaman masa lalunya. Bagaimana penderitaan orang miskin saat sakit. Pengalaman masa lalu ini puka yang menjadi motivasinya kelak ketika mendapatkan amanah.

“Sehingga ketika jadi pemimpin saya berkomitmen untuk membangun kesehatan,” tegasnya.

Tidak hanya fasilitas kesehatan, akses terhadap layanan kesehatan diakui juga menjadi perhatiannya.

“Bayangkan kalau jalan tidak baik. Orang sakit bisa menghembuska nafas terakhir karena jalan yang jelek harus ditempuh lebih lama,” ungkap Gubernur WH.

“Orang miskin juga kita bantu. Dokter dan perawat harus membantu orang miskin. Jangan diusir! Ada dua juta pendusuk miskin di Banten yang harus kita perhatikan,” tegasnya.

Gubenur WH pun perintahkan RSUD Malingping untuk meningkatkan layanan. Tepis masalah gaji dan pendapatan, para dokter pun diminta mengajukan penawaran sebagai upaya Pemprov Banten agar para dokter khususnya dokter spesialis betah bertugas di Malingping.

Menurutnya, Malingping tidak jauh dari Jakarta. Pembangunan jalan, jembata,dan sekolah sudah merata. Sehingga akses menuju Serang atau Jakarta kini lebih mudah dan lancar.

“Mengabdi dan mengabdi tanpa ambisis apa-apa. Lakukan yang terbaik untuk masyarakat.
Insyaaallah, Allah swt memberikan keberkahan,” pesannya.

“Kita, orang yang diberi kesempatan oleh Allah swt untuk berjuang yang terbaik. Untuk berbuat kebaikan kepada masyarakat,” tambah Gubernur WH.

“Semoga kehadiran saya memberikan motivasi dalam memberikan layanan masyarakat.
Jangan sakiti mereka, jangan khianati mereka,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala UPTD RSUD Malingping Dr Dadang Hamzah Nugroho melaporkan acara hari ini merupakan peresmian Gedung Perawatan dan Peletakan Batu Pertama Pembanguna Gedung Tahap 3 dengan dana Rp 40,319 miliar.

“Pada tahun 2017 mendapatkan dana Rp 54 miliar untuk membangun gedung perawatan dengan kapasitas 115 tempat tidur. Pada tahun 2018 tingkat okupansi mencapai 60,68 persen,” ungkapnya.

“Berkat dukungan Bapak Gubernur Banten, RSUD Malingpingsudah mencapai akreditasi perdana,” tambahnya.

“Pada tahun 2018, RSUD Malingping telah melayani 2000 masyarakat miskin atau pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu,” pungkasnya. (uad)

 

Continue Reading

Lebak

Gubernur Janji Perjuangkan Dana Hibah Pesantren

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim saat membuka raker FSPP di Lebak, Rabu (26/12/2018).

LEBAK, MO РGubernur Banten, Wahidin Halim (WH) menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) V Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten tahun 2018, di Ponpes Daarel Azhar, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (26/12/2018).

Gubernur Wahidin mengklaim, memberikan perhatian serius terhadap keberadaan pondok pesantren yang ada di Provinsi Banten. Bahkan pada tahun anggaran 2019 Pemprov Banten kembali menganggarkan dana hibah untuk FSPP.

“Kita memang menganggarkan. Suatu saat saya akan ajak bapak dan pimpinan (FSPP) ke Kemendagri atas perlakuan pondok pesantren yang harus disamakan dengan lembaga pendidikan, karena didalam pesantren kan ada pendidikan. Mudah-mudahan dibantu sama kiyai Sadeli Karim dan DPD bahwa perlakuan pemerintah terhadap pondok pesantren karena ada pendidikan sama dengan sekolah-sekolah lain,” jelasnya.

Di hadapan para tokoh agama dan pengurus pesantren, Wahidin juga menyampaikan duka atas musibah bencana tsunami yang terjadi di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang hari Sabtu (22/12/2018) malam.

“Kita merasa sangat berduka atas musibah ini. Ini sudah masuk skala nasional dilihat dari jumlah yang meninggal,” kata Gubernur.

WH mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan menanggung semua biaya perawatan korban tsunami di Banten.

“Seluruh biaya perawatan korban tsunami akan dijamin,” ucapnya.

Gubernur mengatakan tsunami di Banten merupakan hal aneh karena tidak didahului oleh gempa. “Apapun ini harus kita ambil hikmahnya dari musibah ini,” ucapnya.

Ia pun meminta kepada pengasuh pesantren apabila ada santri yang terjebak di lokasi bencana untuk segera melapor ke Pemprov Banten. “Kalau ada santri yang masih terjebak lapor ke Pempov. Nanti dijemput,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut gubernur mengingatakan semua kalangan untuk mewaspadai hoaks dalam kondisi serupa ini.

“Saya juga tadinya mau berangkat ke Sumur. Begitu memasuki daerah sumur masyarakat berlari karena adanya isu air naik lagi. Ini jahatnya hoaks, isu adanya Tsunami,” katanya.

Terkait Raker FSPP, Ketua Presidium FSPP Provinsi Banten, Matin Djawahir mengucapkan terima kasih atas kepada Gubernur Banten atas perhatian Pemprov Banten kepada Pondok Pesantren di Banten karena pada tahun anggaran 2018 FSPP mendapatkan dana hibah sebesar 66,28 M .

“Bantuan Pak Gubernur bermanfaat untuk pengembangan pesantren di Banten. Kami berharap pada tahun 2019 pondok pesantren tetap mendapat bantuan dari Pak Gubernur,” kata Djawahir. (fi)

Continue Reading

Trending