Connect with us

Hukum Kriminal

Peras dan Pukuli Korbannya, Polisi Gadungan di Tangerang Ditangkap

Published

on

metaonline.id
Foto: Candra/metaonline.id

METAONLINE,- Kepolisian Polres Metro Tangerang Kota menangkap empat polisi gadungan yang memeras warga di Kampung Malang, Desa Gempolsari, Kecamatan Sepatan timur Kabupaten Tangerang. Tidak sampai disitu keempatnya melakukan pemukulan terhadap korbannya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan para pelaku yakni Ely Sofyan (50), Muhaemin (25), Alex Sabarudin (37) dan Ariyanto (27) tidak hanya mengaku sebagai Polisi tetapi juga sebagai anggota BNK dan PNS di BUMD Tangerang. Para pelaku itu mendatangi korban sambil mengacungkan dan meletuskan senjata api.

“Keempat orang tak dikenal mengaku sebagai anggota Polres Tangerang, kemudian diantara pelaku menuduh kedua korban pernah melarikan diri saat dilakukan penggerebekan di lokasi permainan judi koprok. Lalu para pelaku memborgol tangan kedua korban, dan membawa kedua korban ke suatu tempat dengan menggunakan mobil,” ujar dia, Kamis (21/6).

Selama dalam perjalanan, lanjut Kapolres kedua korban mengalami pemukulan dan disiksa oleh para pelaku agar mengakui permainan judinya. Kemudian kedua korban diturunkan secara terpisah dan salah satunya diturunkan di danau Kotabumi.

“Kedua korban itu yakni Mansyur (30) dan Kife (36), kembali dipukul secara bergantian oleh pelaku serta di todong kepalanya menggunakan senjata api Air Soft Gun. Tak lama kemudian, pelaku mengajak korban untuk berdamai dengan sejumlah uang sebesar Rp 5 Juta,” ungkap dia.

Tidak sampai disitu, pelaku juga menyuruh korban untuk menghubungi istrinya, dan untuk mencari tempat penyerahan uang tembusan yang rencananya akan diserahkan di depan PT Polindo Sepatan. Curiga atas kejadian tersebut keluarga korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Sepatan.

“Keluarga korban merasa curiga kalau para pelaku bukan anggota polisi karena ngajak bertemu tempatnya berpindah-pindah. Atas laporan itu anggota Reskrim dan provost Polsek Sepatan berikut keluarga korban mengikuti keinginan pelaku,” ucap dia.

“Saat diketahui para pelaku telah menunggu, Anggota Reskrim dan Provost Polsek Sepatan melakukan penangkapan sebanyak 4 orang pelaku,” imbuh Kapolres.

Kini para pelaku terancam pasla 170 KUHP dan UU darurat tahun 1951 lantaran tidak memiliki hak mempunyai senjata api, serta bersama-sama melakukan tindak kekerasan atau pengeroyokan. Diancam hukuman 20 tahun penjara. (CANDRA)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Wow.. Polrestro Tangerang Ungkap Ekstasi 5000 Butir

Published

on

TANGERANG,MO – Satuan reserse narkoba (satresnarkoba) Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi sebanyak 5.000 butir di wilayah Neglasari Kota Tangerang. Pada Jumat (08/02/2019) lalu.

Ribuan butir pil berwarna coklat muda dengan terbungkus 3 plastik klip tersebut berhasil ditemukan setelah tersangka digeledah oleh anggota pimpinan Kanit 1 Satnarkoba AKP. Riyanto dilokasi penangkapan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim Tangerang didampingi Kasat Narkoba AKBP R. Bagoes Wibisono saat konfersensi pers di Lobby Mapolres, Senin (11/2) siang.

“Awalnya dapat informasi dari masyarakat ada seseorang yang dicurigai di wilayah tersebut. Setelah memberikan identitas pelaku, kemudian tim melakukan pemantauan selama 1 minggu di daerah Neglasari. Kemudian melakukan pembuntutan dari lokasi penemuan barang bukti hingga akhirnya ditangkap di depan Kecamatan Benda,” ujar Kombes Abdul Karim.

Dari identitas yang ditemukan tersangka berinisial FTH, dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang inisial AS yang kini tengah diburu oleh jajarannya dan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

Tersangka FTH mengaku melakukan hal tersebut lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena mendapatkan telpon dan perintah dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang kemudian melakukan transaksi hingga akhirnya tertangkap oleh pihak kepolisian.

“Nantinya akan terus dilakukan pengembangan atas pengungkapan ini. Untuk pelaku yang berhasil diamankan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan atau dapat diancam seumur hidup atau pidana mati,” tukas Kapolres. (wan/nose)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Viral, Kesal Ditilang Pemuda di Tangerang Malah Rusak Motor

Published

on

Pemuda di Tangerang ngamuk saat ditilang. (ist)

TANGERANG,MO – Video seorang pemuda berkaus putih merusak sepeda motor matic viral di media sosial. Usut punya usut, pria yang bernama Adi Saputra (21) itu merusak motor karena tidak terima ditilang polisi.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi Kamis pagi tadi (7/2/2019) sekira pukul 06.36 WIB di Jalan Letnan Soetopo, Serpong atau tepatnya di depan Pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, pagi itu, anggota Satlantas Polres Serpong atas nama Bripka Oky, memberhentikan motor yang dikendarai Adi Saputra yang berboncengan dengan kekasihnya.

“Pengendara diberhentikan oleh petugas lantaran berusaha melawan arus karena saat itu di lokasi tengah ada pengaturan lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD,” ujar Lalu Hedwin.

Tidak hanya itu, kesalahan lain adalah pengendara dan penumpang yang dibonceng juga tidak mengenakan helm. Tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK kendaraannya.

Saat itu, Bripka Oky langsung menilang yang bersangkutan. Adi yang ditilang kemudian membentak petugas dan marah marah hingga akhirnya membanting dan merusak motor.

Bahkan bodi motor tersebut terus dipreteli hingga hampir habis dengan menggunakan tangan. Saat ini barang bukti telah diamankan pihak kepolisian. (uad)

Continue Reading

Trending