Connect with us

Serang

Pengurus Forum Agama Diminta Waspadai Hoaks

Published

on

Wagub Banten, Andika Hazrumy saat menghadiri Dialog Antarumat Beragama di Hotel Le Semar, Kota Serang, Selasa (30/10/2018).

SERANG, MO – Pengurus forum sejumlah agama Provinsi Banten diminta mewaspadai hoaks. Hoaks disebut berpotensi memecah kerukunan umat beragama. Hal itu disinggung dalam Dialog Antarumat Beragama di Hotel Le Semar, Kota Serang, Selasa (30/10/2018). Diskusi tentang Rumah Ibadah dan Sosialisasi Peraturan Bersama Menteri (PBM) tersebut dibuka Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy.

“Melihat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya hoax dan ujaran kebencian yang berkaitan dengan isu SARA di media sosial, perlu dikembangkan literasi media sosial bagi khususnya pelajar dan mahasiswa,” papar Andika dalam sambutannya.

Dikatakan Andika, interaksi di media sosial berpotensi memantik konflik antar ras, etnik dan agama. Hal itu, lanjut Andika, dapat dihindari dengan toleransi. Sikap itu, diyakininya mampu meminimalisasi peluang hadirnya informasi yang simpang siur, hoaks yang dapat menimbulkan sikap-sikap intoleransi.

FKUB Provinsi Banten diminta Andika mensosialisasikan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Dalam fatwa itu disebut, salah satu poin penting dalam setiap orang yang memperoleh konten/informasi melalui media sosial (baik yang positif maupun negatif) tidak boleh langsung menyebarkannya sebelum diverifikasi dan dilakukan proses tabayyun serta dipastikan kemanfaatannya.

Dalam penggunaan media digital, kata Andika, masyarakat wajib bermuamalah berdasarkan keimanan, ketakwaan, dan persaudaraan seorang muslim agar menghindarkan diri dari kemaksiatan dalam berhubungan dengan sesama.

“Di jagat maya yang kini ramai oleh perseteruan tak jelas. Saat menjumpai konten negatif yang berisi ujaran kebencian dan hoaks, umat beragama harus bertabayyun melakukan proses verifikasi atau cek dan ricek tentang kebenaran sesuatu,” terang Andika.

Diungkapkan Andika, kerukunan umat beragama di Provinsi Banten telah ada sejak masa Kesultanan Banten pada abad ke-16 silam. Bukti kerukunan itu adalah bangunan Vihara Avalokitesvara yang letaknya tidak jauh dari Masjid Banten Lama, kawasan peninggalan Kesultanan Banten di Kecamatan Kasemen Kota Serang.

“Kita harus meneladani kerukunan yang ditunjukkan oleh leluhur kita pada masa itu untuk pembangunan Banten ke depan sebagai daerah yang maju, mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.

Mengutip hasil survei nasional kerukunan umat beragama oleh Kementerian Agama pada tahun 2017, Andika menyebut, rata-rata nasional kerukunan umat beragama di Indonesia berada pada poin 72,27 dalam rentang 0-100. Angka ini, lanjutnya, menempatkan Indonesia pada kategori kerukunan tinggi yang berarti cukup harmonis.

“Pada survei tingkat kerukunan diukur melalui tiga indikator, yaitu tingkat toleransi, kesetaraan dan kerjasama antar umat beragama,” imbuhnya.

Terkait materi dialog ini, Ketua FKUB Banten, AM Romly mengatakan, PBM Agama Nomor 9 dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2006 mencerminkan bahwasanya pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan pendirian rumah ibadat dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan dan kabupaten.

“Izin mendirikan bangunan rumah ibadat, kata dia, adalah izin yang diterbitkan oleh bupati/ walikota untuk pembangunan rumah ibadat,” katanya.

Romly menerangkan, pendirian rumah ibadat didasarkan pada keperluan nyata dan sungguh-sungguh berdasarkan komposisi jumlah penduduk bagi pelayanan umat beragama yang bersangkutan di wilayah kelurahan/desa. Pendirian rumah ibadat, lanjutnya, dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan perundang-undangan.

“Dan ini pemerintah berkewajiban melindungi setiap usaha penduduk melaksanakan ajaran agama dan ibadat pemelukperneluknya, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, tidak menyalahgunakan atau menodai agama, serta tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum,” paparnya. (fi)

Serang

Wagub Targetkan Gedung Lifeskill untuk Pemuda Tahun 2020

Published

on

SERANG, MO – Wakil Gubernur Banten, H. Andika Hazrumy mentargetkan pembangunan Gedung Lifeskill untuk pemuda di Provinsi Banten pada tahun 2020 mendatang. Menurut Wagub, Gedung Lifeskill tersebut dibutuhkan dalam rangka peningkatan kompetensi dan pembinaan pemuda di Provinsi Banten.

“Selain untuk pelatihan, gedung tersebut bermanfaat untuk pembinaan pemuda,” katanya pada Sambutan Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 di Pondok Pesantrean Nurul Huda Kec. Baros, Kab. Serang, Rabu, 30 Oktober 2019.

Wagub menyatakan, pada tahun 2020, Provinsi Banten memiliki bonus demografi yang sangat besar. Hal tersebut bermanfaat untuk kemajuan pemuda.

“Ini harus bermanfaat untuk kemajuan kepemudaan,” ujarnya.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten harus bisa
menangkap peluang tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membangun pusat-pusat pelatihan bagi pemuda.

“Lifeskill sangat penting bagi kehidupan pemuda,” kata Wagub.

Lifeskill adalah keterampilan hidup. Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-59 tahun 2019 dipusatkan di halaman Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Kampung Sawah Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Kegiatan bertujuan bertujuan menstimulasi pengurus karang taruna desa yang ada di Provinsi Banten guna menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan pribadinya. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tonggak tolak ukur bahwa karang taruna adalah wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak yang baik bagi peningkatan sumberdaya yang ada di Provinsi Banten. Kegiatan Rakorda dan Bulan Bakti Karang Taruna 2019 dibuka wagub ditandai pemukulan gong.

Dalam kesempatan tersebu, Wagub memberikan penghargaan kepada 12 perwakilan karang taruna percontohan dari masing-masing desa yang ada di kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Selain itu, diberikan penghargaan kepada mitra kerja karang taruna Provinsi Banten. Kegiatan tersebut, dimeriahkan juga dengan rangkaian kegiatan lainnya seperti cek darah,USG, pemberian makanan bergizi, pengecatan pagar masjid dan gotong royong di Desa Baros, Kecamatan Baros Kabupaten Serang.(rils)

Continue Reading

Serang

Wagub Buka Bulan Bhakti Karang Taruna Banten 2019

Published

on

SERANG, MO – Karang Taruna Provinsi Banten dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat mengadakan Bulan Bhakti Karang Taruna Tahun 2019 di Pondok Pesantren Nurul Huda, Sukamanah, Baros, Kab Serang, Rabu (30/10/19).

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy yang juga Ketua Karang Taruna Provinsi Banten membuka secara langsung acara ini dengan ditandai pemukulan gong.

Dalam Bulan Bhakti kali ini Karang Taruna Provinsi Banten memberikan cek kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar dan membagikan makanan sehat yang padat gizi untuk anak-anak.

“Program ini memang sudah rutin dilaksanakan diantaranya dengan membagikan makanan sehat, pengecekan USG bagi ibu-ibu hamil, pengecatan masjid juga kegiatan sosial lainnya yang langsung menyentuh masyarakat”, jelas wagub.

Selain itu wagub juga memberikan stimulan berupa penghargaan kepada dua belas karang taruna percontohan se-Provinsi Banten.

Wagub menambahkan dalam rangka memberikan stimulan kepada karang taruna yang berprestasi juga diberikan alat cuci motor agar digunakan sebagai wadah usaha untuk karang taruna itu sendiri.

Dalam akhir sambutannya wagub mengharapkan bahwa komunikasi antar karang taruna di daerah dan tiap tingkatan di Provinsi Banten dapat dilakukan secara aktif dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat.

Karang Taruna merupakan salah satu tonggak wadah organisasi kepemudaan yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan sumber daya manusia yang ada di Provinsi Banten.(bono)

Continue Reading

Serang

Antusiasme Negeri Diatas Awan, Gubernur minta Masyarakat Bersabar

Published

on

SERANG, MO – Melihat tingginya antusiasme pengunjung wisata ke Negeri Di Atas Awan (NDA) Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,  Gubernur Banten H. Wahidin Halim telah menginstruksikan jajarannya agar menyegarakan pembangunan fasilitas umum, parkir, area foto, dan berbagai fasilitas pengamanan di lokasi tersebut. Hal ini untuk menunjang aktifitas wisata para pengunjung.

“Mohon agar masyarakat bersabar setelah pembagunan infrastruktur selesai dilaksanakan,” ujar Gubernur Banten di Kota Serang, Senin (23/9/2019).

Atas kondisi tersebut, Gubernur  melakukan langkah antisipasi  di antaranya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar ada imbauan kepada pengunjung di lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan infrastruktur baik jalan maupun sarana penunjang lainnya.

Gubernur langsung menggelar rapat dengan dinas terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut termasuk pembangunan masjid.  Apalagi jalan melalui Citorek hingga ke arah Banten Selatan menuju Bayah yang ditergetkan akan selesai pada 2020 mendatang. Di sana akan terlihat hamparan pantai Sawarna dari puncak bukit yang akan menambah daya tarik destinasi NDA.

Bagi yang akan berkunjung ke sana, kata Gubernur, memang harus mengetahui informasi secara jelas dan perlu memahami secara rinci. Jika Negeri Di Atas Awan merupakan area yang baru terbuka dengan berbagai fasilitas wisata yang masih minim dan hanya dikelola secara lokal oleh warga setempat. Ini perlu benar-benar prepare segala perbekalan sebelum berangkat menuju NDA.

“Apalagi jika membawa balita, terutama bagi yang ingin melihat sunrise pada pagi hari dan harus menginap di tenda-tenda yang disediakan warga karena belum ada penginapan atau cottage,” ungkap Gubernur Wahidin Halim (WH).

Lantaran kekuatan media sosial yang terus menampilkan wisata Negeri Di Atas Awan (NDA), Citorek,  menyebabkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung dan melihat langsung destinasi wisata baru di Banten itu semakin hari semakin bertambah. Kendati hingga saat ini Gubernur Banten Wahidin Halim tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan penyediaan sejumlah fasilitas pendukung. Namun melebihi animo masyarakat untuk berbondong-bondong merasakan langsung suasana wisata alam NDA yang tidak semua daerah di Indonesia memilikinya.

“Saya bersyukur sekaligus bangga bahwa destinasi wisata baru ini banyak diminati masyarakat. Akan tetapi, masyarakat ada baiknya mendapatkan informasi akurat bahwa tempat itu masih baru dan belum dilengkapi banyak fasilitas, baru sebatas dikelola warga setempat. Sehingga, jika ingin ke sana harus mempersiapkan perbekalan dengan baik,”jelas Gubernur.(bono)

Continue Reading

Trending