Connect with us

Kota Tangerang

Pendapatan Zakat 2019 Ditarget Rp 15 Miliar

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat hadiri raker BAZNAS akhir pekan kemarin. (Ist)

TANGERANG,MO – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah mendukung semangat yang digelorakan pengurus Baznas dalam mengoptimalkan potensi zakat di Kota Tangerang. Dimana untuk tahun 2019 potensi zakat di Kota Tangerang ditargetkan mencapai 15 Milyar.

Dukungan tersebut disampaikan Arief saat menghadiri kegiatan Rapat Kerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang yang diikuti sebanyak 54 peserta yang terhimpun dari perwakilan Unit Pengelola Zakat (UPZ) kecamatan serta OPD, Jumat (23/11) lalu di Wisma Haji Cilito l, Cianjur.

“Targetnya besar jadi harus serius dan maksimal usahanya,” ucapnya.

Arief berharap Baznas mempunyai program yang berkelanjutan termasuk juga program pemberdayaan masyarakat yang diharapkan bisa menjadi solusi persoalan sosial kemasyarakatan mulai dari pengangguran, kemiskinan dan persoalan sosial lain.

“Sekarang temen – temen Baznas harus persiapkan diri. Bikin tuh bahan materinya, bikin programnya,” tambahnya.

Selain itu, Arief juga berharap para pengurus Baznas Kota Tangerang bisa menjadi pendorong masyarakat Kota Tangerang khususnya yang bergama Islam untuk menunaikan kewajibannya membayar zakat.

“Sosialisasikan ke masyarakat, lantik tuh UPZ – UPZ,. Saya minta Bulan Februari pelantikan 2000 UPZ, basisnya Masjid Mushola,” tambahnya.

Arief juga menyampaikan kesiapannya untuk membantu Baznas memenuhi target yang telah ditentukan dengan mendorong peran serta Camat dan Lurah mensosialisaikan ke masyarakat.

“Nanti biar mereka secara mandiri bisa berdampingan. Jangan sampe masyarakat mau bayar zakat aja ga tau harus kemana,” pungkasnya.

Ketua pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang Drs. HM. Aslie Elhusyairy, S.Ag mengatakan, khusus di Kota Tangerang target penghimpunan tahun 2019 mencapai Rp 15 miliar. Aslie mengaku optimis dapat merealisasikan target tersebut.

“Potensi Zakat Kota Tangerang sangat besar untuk Zakat Fitrah saja sampai 55 Milyar belum Zakat Penghasilan,” imbuhnya.

“Baznas siap untuk meningkatkan terus optimalisasi pengelolaan zakat di kota tangerang dan ikut serta ambil peran dalam pembangunan di Kota Tangerang,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, menurut Word Giving Indeks di tahun 2018 Indonesia telah ditetapkan sebagai negara paling dermawan. (agr)

Kota Tangerang

Sachrudin Ajak Orang Tua Berperan Aktif dalam Pendidikan Anak

Published

on

TANGERANG, MO – Salah satu pelayanan dasar yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang adalah peningkatan kualitas pendidikan bagi pelajar di Kota Tangerang.

Untuk itu, Pemerintah Kota Tangerang telah menggratiskan biaya pendidikan di sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD dan SMP naik Negeri maupun swasta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Pendidikan Islam Al-Istiqomah Karang Tengah Kota Tangerang pada Selasa, (12/11).

“Jadi pilihan untuk sekolah gratis bukan hanya di sekolah-sekolah negeri saja, sekolah swasta juga sudah banyak yang gratis,” jelas Sachrudin.

Wakil menambahkan langkah – langkah yang ditempuh Pemkot di dunia pendidikan adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak generasi yang berkualitas.

“Tugas pemerintah sebagai fasilitator, terlebih pendidikan merupakan salah satu faktor yang utama,” jelasnya.

Tak lupa Wakil juga berpesan kepada para orang tua murid yang hadir dalam peringatan Maulid tersebut untuk turut berpartisipasi secara aktif pada perkembangan pendidikan anak di sekolah.

“Jalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, apa yang kurang pada anak atau mungkin kelebihan yang ada pada anak. Supaya kita sebagai orang tua mengerti apa yang dibutuhkan anak,”.

” Jangan cuma sekedar nitipin anak di sekolah, pantau terus perkembangannya,” tutup Wakil.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Pegawai Wajib Gunakan Aplikasi Tangerang LIVE

Published

on

TANGERANG, MO – Seluruh pegawai Kelurahan dan Kecamatan Pinang, terlihat sibuk mempelajari aplikasi Tangerang LIVE untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang saat ini menggunakan sistem online.

Seluruh pegawai berkumpul di aula guna melakukan pengecekan handphonenya dan memastikan apakah sudah ada apikasi Tangerang Live atau tidak. Jika tidak ada, maka pegawai tersebut harus menginstal dan diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut.

Camat Pinang, M. Agun Djumhendi, mengatakan, pelayanan di Kecamatan Pinang saat ini sudah menggunakan sistem online, maka itu pegawai kelurahan dan Kecamatan yang ada di Kecamatan Pinang harus menggunakan aplikasi Tangerang LIVE. Hal tersebut untuk mempermudah semua pelayanan dan mengetahui apa saja yang menjadi keluhan yang disampaikan di Laksa.

“Memang saya wajibkan semua pegawai mulai dari kelurahan dan Kecamatan harus ada Tangerang LIVE, jangan sampai ada pegawai yang tidak mengerti menggunakan aplikasi tersebut. Karena semua pelayanan ada didalam aplikasi Tangerang LIVE,”ujarnya, Selasa (12/11).

Agun menambahkan, mulai dari pembuatan surat pengantar RT dan RW saat ini sudah online, jadi pegawai harus lebih cepat dari masyarakat agar bisa melayani masyarakat dengan baik dan benar.

“Kalau sudah ada aplikasi Tangerang LIVE, pegawai yang ada di Kelurahan dan Kecamatan bisa dipantau. Jadi masyarakat jika ada permasalahan tidak perlu melapor ke kantor, langsung saja di Tangerang Live karena semua menu yang dibutuhkan ada didalamnya,”paparnya.

Ia menjelaskan, aplikasi Tangerang LIVE satu aplikasi banyak fungsinya, mulai dari lapangan pekerjaan sampai dengan event di Kota Tangerang ada di dalamnya. Bahkan jika terjadi bencana seperti kebakaran atau lainnya bisa langsung disampaikan dan langsung di respon.

“Maka itu, jika pegawai saya tidak mengerti dan tidak menggunakan aplikasi Tangerang Live mana bisa tahu. Apalagi pak wali sudah mengintruksikan seluruh pegawai yang ada di lingkungan Pemkot Tangerang harus ada aplikasi Tangerang LIVE agar bisa update perkembangan wilayah,”ungkapnya.

Semua pelayanan di Kecamatan Pinang, Kata Agun, sudah tidak ada lagi yang menggunakan manual. Semua sistem yang ada sudah online dan itu mempermudah masyarakat karena sangat cepat dan tidak harus menunggu waktu.

“Selain pelayanan masyarakat online, kita juga memberikan jaminan pelayanan seperti akte lahir, KIA, dan juga adminstrasi penduduk lainnya sudah bisa ditunggu. Untuk E-KTP juga menggunakan online tetapi sistemnya, untuk masalah jadi biasanya paling lama satu minggu dan tidak lebih karena memang blanko terbatas,”tutupnya.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Neglasari Yakin Berkambang Pesat

Published

on

TANGERANG, MO – Walaupun berdekatan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, warga Neglasari terus berusaha untuk membangun wilayahnya seperti wilayah lain yang ada di Kota Tangerang.

Bahkan, dekatnya TPA Rawa Kucing bukan menjadi sebuah kendala bagi warganya. Justru saat ini sedang terus disosialisasikan untuk bisa memilah sampah sebelum dibuang, rencana tersebut akan bisa menjadi percontohan kecamatan lain untuk bisa mengurangi buang sampah dengan sekalian besar.

Camat Neglasari, Ubaidillah Anshar, mengatakan, saat ini dirinya terus melakukan pengembangan wilayah, salah satunya mengajak masyarakat untuk bisa membangun wilayahnya masih-masing. Hal tersebut agar perekonomian wilayah bisa berjalan dengan baik.

“Saya bersama lurah yang ada di kecamatan Neglasari, terus mendorong dan membantu masyarakat untuk terus melakukan perubahan. Salah satunya, merubah kampungnya untuk bisa menciptakan perekonomian. Jika sudah berjalan maka masyarakat bisa mandiri,”ujarnya, Selasa (12/11).

Ubed menambahkan, dekatnya TPA Rawa Kucing tidak membuat masyarakat menjadi khawatir akan ancaman sampah. Bahkan, seluruh wilayah di Kecamatan Neglasari terus melakukan cara memilah sampah secara bertahap agar kampungnya terbebas dari sampah dan juga bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing.

“Seperti yang terjadi di Kampung Rukun, dulu sampah berserakan dimana-mana. Tetapi, saat ini mereka sudah sadar untuk tidak membuang sampan sembarangan agar wilayahnya menjadi bersih dan indah. Selain itu, masyarakatnya sangat antusias melakukan kerja bakti yang digelar setiap minggu pagi,”paparnya.

Selain berdekatan dengan TPA Rawa Kucing, Kata Ubed, Neglasari juga sangat dekat dengan Bandara Soekarno Hatta. Walaupun banyaknya dampak karena berdekatan dengan bandara, tetapi bisa menjadi ladang madu yang bisa di nikmati masyarakat.

“Saat ini AP II juga sering turun ke masyarakat untuk membantu perkembangan wilayah, yang nantinya masyarakat bisa merasakan dampak yang postif dengan adanya Bandara Soetta. Karena ke depan, kita ingin membuat sesuatu yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar bandara,” ungkapnya.

Ubed berharap, masyarakat terus melakukan inovasi pengembangan wilayah, karena ke depan wilayah Neglasari akan berkembang pesat. Maka dari itu, sejak dini masyarakat harus mempunyai ide kreatif yang bisa diaplikasikan ke masing-masing kampung mereka.(bono)

Continue Reading

Trending