Connect with us

Hukum Kriminal

Penculik Gadis 13 Tahun di Tangsel Mengaku Setubuhi Korban Tiga Kali

Published

on

Ilustrasi penculikan yang disertai dengan pencabulan. (ISTIMEWA/NET)

TANGSEL,MO – Malang nian nasib ASS, gadis berusia 13 tahun asal Tangsel. Selain diculik, korban juga disetubuhi oleh pelaku ditempat persembunyiannya.

Insiden memilukan ini terungkap atas pengakuan salahsatu tersangka bernama Fajar (15). Selama tiga hari ditempat persembunyian tersebut, tersangka mengakui telah melakukan persetubuhan sebanyak 3 (tiga) kali.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alexander menjelaskan, gadis berusia 13 tahun ini menghilang setelah berpamitan dengan orangtuanya untuk menyaksikan konser Slank di ICE BSD, Tangerang Selatan.

Namun korban tak kunjung balik ke kediamannya yang beralamatkan di Ciputat, lalu orangtuanya melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Izinnya mau nonton konser, terus dijemput pacarnya naik angkot ke arah Kota Tua, Jakarta,” ujar Alex saat ditemui di Mapolres Tangerang Selatan, Sabtu (23/12).

Kemudian pelaku menyekap korban. ABG ini disekap di rumah kontrakan bilangan Cengkareng, Jakarta Barat selama 3 hari. Dari pengakuan tersangka, keduanya berkenalan melalui grup Whatss App.

Lalu berpacaran dan mengajak jalan korban. Korban diajak ke kawasan Kota Tua. “Setelah dari Kota Tua, kedua pelaku beserta korban menuju kontrakan pelaku  yang terletak di Jalan Kampung pulo RT 07/08, Duri Kosambi, Jakarta Barat, selama 3 hari korban bersama 2 pelaku berada di kontrakan tersebut,” ucapnya.

Menurut pengakuan tersangka Fajar (15), yang merupakan pacar korban, dirinya telah melakukan hubungan badan dengan bocah berusia 13 tahun ini. Bahkan melakukannya lebih dari satu kali.

“Ini masih kami dalami, karena masih di bawah umur. Kami akan dampingi juga dengan P2TP2A,” kata Alex.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat Pasal 83 jo Pasal 76 F dan atau Pasal 82 jo 76 E Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan atau 332 KUHP yang mengatur larangan  untuk menculik dan memberikan ancaman sehingga terjadi persetubuhan terhadap anak.

ADI DARMA

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Kriminal

150 Kg Ganja di Tangerang Dimusnahkan

Published

on

KAB. TANGERANG, MO – Sebanyak 150 kg ganja berhasil dimusnahkan, Kamis (1/8/2019). Ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Barang bukti yang dimusnahkan adalah hasil kasus penangkapan bandar narkoba berinisial RSU (34) pada Senin (15/07) lalu.

Turut hadir Kapolres Kota Tangerang Kombespol Sabilul Alif, Wakil Bupati Tangerang Mad Romli, Kejaksaan Kabupaten Tangerang dan ulama MUI Kabupaten Tangerang.

Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli mengatakan, peredaran narkoba dinilai telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Bagaimanapun, yang menjadi korban narkoba ini adalah masyarakat.

Menurut dia, Narkoba ini sangat merusak generasi muda. Karena itu pemkab Tangerang ke depannya akan selalu mendukung upaya-upaya Polres Kota Tangerang dalam melakukan  pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Semoga generasi muda kabupaten Tangerang terhindar dari narkoba dan menjauhinya,” ucap Romli.

Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Sabilul Alif mengatakan, pihaknya telah mengamankan barang bukti narkoba jenis ganja seberat 150kg  pada semester awal tahun 2019. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini membuat kami (Polres Kota Tangerang) bangga sekaligus prihatin, karena  pada saat penangkapan disitu ada nelayan, guru, petani, hampir semua lapisan masyarakat. Artinya narkoba ini sudah hidup berdampingan dan mudah masuk ke masyarakat,” tuturnya.

Kapolres pun menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menginformasikan jika di temukan kecurigaan-kecurigaan terkait narkoba. Dia minta dari lapisan  masyarakat, jika ditemukan mohon diinformasikan.

”Narkoba sama dengan teroris, narkoba merupakan kejahatan tingkat tinggi,” tukasnya. (darma)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Saksi Sidang Serobot Lahan Dianggap Bohong

Published

on

Continue Reading

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Trending