Connect with us

Kota Tangerang

Pemkot Tangerang Siap Hadapi Penilaian RKCI 2019

Published

on

TANGERANG, MO – Masuk dalam 100 daerah Smart City di Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang semakin menata diri dalam pengembangan Kota Cerdas.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang, Indri Astuti, yang hadir pada acara pembukaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/07), menuturkan, Kota Tangerang dibawah kepemimpinan Wali Kota Arief R. Wismansyah, memang dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan pembenahan pelayanan publik dengan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi, tak semata karena adanya proses penilaian RKCI 2019.

Di mulai dari Tahun 2016, melalui hadirnya smart city 1.0 untuk integrasi aplikasi, 2017 smart city 2.0 untuk layanan publik serta 2018 smart city 3.0 pengembangan aplikasi geospasial. Dengan turut didukung para sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya.

“Jadi kalau untuk penilaian RKCI, insya allah Kota Tangerang sih sudah mempunyai tiga keunggulan dokumen terkait pemetaan kota cerdas,” katanya.

Indri mengungkapkan, tiga dokumen tersebut ialah masterplan SmartCity, tim SmartCity serta pemenuhan indikator Smart City melalui dokumentasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan dampak yang diperoleh.

RKCI sendiri ialah pemetaan sehingga setiap kota mampu memahami kotanya bertransformasi menuju Kota Cerdas. Pemetaan dilakukan dengan menilai kondisi kota berdasarkan elemen kualitas hidup.

Lanjut Indri, elemen tersebut mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan dan elemen pemungkin yaitu tata kelola, infrastruktur dan teknologi masyarakat. “Kegiatan pemetaan ini yaitu kegiatan dua tahunan yang dimulai pertama kali pada 2015,” jelasnya.

Diketahui, pemakaian teknologi tidak bisa di hindari dalam mencapai tujuan Kota Cerdas. Peralatan teknologi dapat diusahakan untuk ketersediannya tetapi peranan kepala daerah serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus juga cerdas dalam penggunaan teknologi.

“Kepala daerah dan OPD, harus dapat menjadi penggerak bagi masyarakat dalam mengimplementasikan penggunaan teknologi yang tepat dalam pengembangan kota ke depan,” tutupnya.(bono)

Kota Tangerang

Jelang Idul Adha Pemkot Tangerang Perketat Pemeriksaan Sapi Potong, ini Hasilnya

Published

on

TANGERANG, MO – Menjelang hari Raya Idul Adha, Pemerintahan Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan perketat pemeriksaan hewan ternak potong.

Hewan ternak yang diperiksa mulai hari ini lebih banyak ke kambing dan sapi potong yang sudah mulai diperjualbelikan di wilayah Kota Tangerang.

Dari pantauan di lokasi, memang sudah banyak lahan kosong di kawasan Kota Tangerang yang dijadikan lapak jual beli hewan kurban.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abduh Surahman, pemeriksaan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban saat hari raya Idul Adha.

“Hari ini sampai selanjutnya sampai hari H pemotongan kurban itu kita lakukan pemeriksaan hewan pada sisi kesehatannya,” kata Abduh di sebuah lapak hewan kurban, Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/7/2019).

Menurut Abduh, pemeriksaan hewan kurban pada sisi kesehatan gigi, kulit, ketebalan daging dan kaki, terutama pada sapi.

“Sesungguhnya kita juga ingin periksa cacing segala macam tapi itu kan tidak mungkin, kita periksa mereka masih dari luar dulu karena tidak mungkin bagian dalam,” jelas Abduh.

Bila ditemukan hewan kurban yang sehat maka akan diberikan tanda sehat, beda ceritanya bila hewan kurban tersebut ditemukan dalam keadaan sehat.

Lanjutnya, bila dalam keadaan tidak sehat, hewan kurban akan diberikan vitamin namun tidak boleh diberikan antibiotik karena daging akan dikonsumsi dalam waktu dekat.

“Kita tidak mungkin memberikan mereka antibiotik karena hanya dalam tempo dua minggu lagi mereka mau dipotong dan tidak bagus untuk kesehatan manusia,” ucap Abduh.

Dari pemeriksaan yang dilakukan baru sejak hari ini, Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang belum menemukan hewan kurban yang tidak layak untuk diperjualbelikan.

“Sampai saat ini belum ada, tapi untuk sapi yang memang hasil peternakan dan di sananya di lepas liar di alam itu pengawasannya jauh lebih efektif,” tandasnya.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Ini Pesan Walikota di Hari Lansia dan Anak Sedunia

Published

on

TANGERANG, MO – Pada Minggu (21/7/19), Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan menggelar peringatan Hari Lansia Sedunia sekaligus Hari Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Taman Skateboard dan Taman Burung, Jalan M. Yamin ini, bertemakan “Bahagia Itu Adalah Dicintai dan Mencintai” melalui program yang bernama “Si Kumbang Gemez” yang memiliki arti Simulasi, Intervensi Tumbuh Kembang Anak Terintegrasi Pemenuhan Gizi serta Lansia Sumringah yaitu Semua Mandiri, Bugar dan Bahagia.

Wali Kota tangerang H. Arief R. Wismansyah yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Tangerang Aini Suci Wismansyah menyampaikan, bahwa program ini dibuat agar para lansia di Kota Tangerang bisa mandiri, bugar dan bahagia.

“Mudah-mudahan orang tua atau sesepuh kita semakin sumringah tinggal di Kota Tangerang,” ucap Arief dihadapan masyarakat Kota Tangerang yang juga dihadiri oleh 480 lansia dan 200 balita se-Kota Tangerang.

“Nah kalau orang tua kita senang Insya Allah kota ini menjadi kota yang berkah dan bahagia,” terangnya.

Selain itu, Wali Kota juga berharap kepada para orang tua agar terus memperhatikan tumbuh kembang anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa dan agar di masa yang akan datang Kota Tangerang menjadi kota yang maju, sejahtera dan berdaya saing.

“Sebagai orang tua dan eyang-eyang, kita harus perhatikan anak dan cucu. Mulai dari gizinya, pertumbuhannya dan pendidikannya diperhatikan,” harap Arief.

“Maka persiapkan cucu atau anak di Kota Tangerang untuk bisa mendapatkan gizi yang baik dan mendapatkan bimbingan pendidikan yang baik untuk Kota Tangerang yang maju, sejahtera dan berdaya saing,” tambahnya.

Dalam kesempatannya, Wali Kota juga atas nama Pemerintah Kota Tangerang mengucapkan selamat Hari lansia dan Hari Anak Sedunia.

“Selamat Hari Lansia dan Anak Sedunia, semoga bapak ibu para lansia bisa terus membangun semangat kebersamaan, berbagi ilmu, berbagi pengalaman, berbagi hidup sehat dan kebahagiaan,” ucapnya.

“Karena bahagia itu dicintai dan mencintai,” tukas Arief.

Sebagai informasi, kegiatan ini dilaksanakan sekaligus peluncuran program Balita “Si Kumbang Gemez” yaitu mencegah anak mudah sakit dan mencegah secara dini keterlembatan tumbuh kembang anak serta program Lansia “Sumringah” Semua Mandiri, Bugar dan Bahagia, mengajak para lansia untuk tetap aktif seperti senam bersama dan permainan interaktif.(bono)

Continue Reading

Kota Tangerang

Lansia Sumringah, Ada di Kota Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada seluruh warga Kota Tangerang, tak terkecuali kepada para lansia, terus diupayakan Pemkot Tangerang.

Pelayanan kesehatan itu salah satunya melalui Lansia Semua Mandiri, Bugar dan Bahagia (Sumringah).

Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dibarengi dengan peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Lansia Nasional 2019, dengan mengusung tema “Bahagia Itu Mencintai dan di Cintai”, saat CFD, di Taman Skate Park, Jalan Mohammad Yamin, Babakan, Minggu (21/7/19).

Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, yang hadir membuka acara, menuturkan, dengan perayaan seperti ini menjadi momentum seluruh anak tak kecuali jajaran Pemkot Tangerang untuk terus membuat nenek kakek kita di rumah sumringah.

“Dengan kakek nenek sebagai orangtua kita senang, bisa menjadi sebuah keberkahan untuk Kota Tangerang. Karena ridhonya Allah SWT adalah ridhonya orang tua. Dengan begini, 90.200 lansia di Kota Tangerang bisa terus sumringah tinggal di Kota Tangerang,” seru wali kota dihadapan 480 lansia yang hadir serta ratusan peserta CFD lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dr Liza Puspadewi, menjelaskan, lansia tidak butuh uang. Lansia hanya butuh rekreasi, sosialisasi, disayang, disentuh hingga sebuah wadah eksistensi.

“Semua kebutuhan itu, Dinkes Kota Tangerang kemas dengan kegiatan outdoor di CFD ini. Kami memberikan panggung untuk mereka tampil. Menunjukkan eksistensinya dan bersukaria dengan sesama lansia lainnya. Semua lansia sumringah bersama,” tuturnya.

Lanjut Liza, selain program Lansia Sumringah. Dinkes Kota Tangerang juga punya program one stop servis di masing-masing Puskesmas. Melakukan pendataan kesehatan satu per satu hingga melakukan kunjungan rumah lansia.

“Di Puskesmas juga kebanyakan program lansia adalah outdoor. Upaya ini efektif membangun vitalitas otak lansia, tulang-tulang yang terus bergerak, wajah penuh mackup yang menbuat mereka eksis dan selalu bahagia,” katanya.

Pada perayaan Hari Lansia Nasional 2019, puluhan kelompok lansia yang tersebar di Kota Tangerang menampilkan berbagai kesenian dengan menggunakan kostum-kostum daur ulang.(bono)

Continue Reading

Trending