Connect with us

Kota Tangerang

Pemkot Himbau Pengemudi Taksi Online Lakukan KIR

Published

on

Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri dampingi Menhub cek Uji Kir, Selasa (6/3). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dedi Budaeri menghimbau kepada seluruh pengemudi angkutan online (taksi online) terutama yang roda 4 (empat) untuk segera melakukan uji kir.

Hal tersebut disampaikan Sekda sesaat setelah mendampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dalam peluncuran Uji KIR Gratis di Kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Tangerang yang terletak di Jl. Daan Mogot Batuceper, Selasa (6/3).

“Saya berharap agar para pengemudi angkutan online bisa segera melakukan uji KIR, sebagaimana amanat permenhub non 108 tahun 2017. Apalagi sekarang gratis” ujar Sekda.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Saeful Rohman yang juga ikut mendampingi pengujian kendaraan bermotor bersama dengan Sekda dan Menhub menyampaikan bahwa program kir gratis tersebut khusus untuk kota Tangerang hanya berlaku bagi 100 kendaraan angkutan online pertama.

“Kuotanya itu di kota Tangerang 100 kendaraan yang dapat kuota subsidi gratis makanya saya minta agar segera melakukan kir,” ucapnya.

“Kalau sudah habis kuota 100 nanti dikenakan biaya sebesar Rp 80 ribu,” imbuhnya.

Saeful juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor tersebut merupakan syarat dikeluarkannya ijin prinsip oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)

“Berdasarkan permenhub 108 bahwa angkutan berbasis aplikasi wajib uji kir karena ini terkait dengan masalah keamanan penumpang,” tuturnya.

“Salah satu syarat untuk mendapatkan ijin itu harus melakukan uji kir dulu,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pengujian kendaraan bermotor (PKB) di UPT PKB , Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten. Kunjungan Menhub sekaligus menandai pembukaan uji kir gratis bagi angkutan online dan pelayanan SIM A Umum gratis.

Didampingi Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri dan Kadishub Kota Tangerang Saeful Rohman, Budi mengecek langsung proses dan tahapan mulai dari pendaftaran sampai tahap pemeriksaan fisik angkutan online.

Budi juga sempat berdialog dengan pengemudi. Dalam kesempatan itu, Budi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Dishub Kota Tangerang yang telah memberikan pelayanan gratis secara regional.

“Hari ini kami adakan uji KIR gratis dengan anggaran dari pemerintah dan CSR,” ujar Budi.

Budi menjelaskan layanan uji kir gratis merupakan salah satu tujuan nasional dalam meningkatkan keamanan seluruh kendaraan berpenumpang seperti bus, taksi, dan angkutan umum.

“Sekarang ini kami berikan kesempatan kepada taksi online,” katanya.

ADI DARMA

Kota Tangerang

Perbaikan Sistem, Pencetakan Paspor Molor

Published

on

Ilustrasi paspor Republik Indonesia. (net)

TANGERANG, MO– Adanya perbaikan pada sistem palayanan keimigrasian yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Keimigrasian membuat proses pelayanan paspor mengalami keterlambatan di seluruh Kantor Imigrasi. Akibatnya, pelayanan yang diberikan kepada pemohon mengalami keterlambatan hingga beberapa hari mendatang.

 

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi  Agung Sampurno ketika dikonfirmasi Meta Online, mengatakan pelayanan yang mengalami keterlambatan adalah pencetakan paspor. Umumnya, layanan ini memakan waktu minimal tiga hari.

Agung menambahkan, masyarakat yang telah membayar bea paspor, baru dapat dicetak pekan Jumat  (28/9/2018) mendatang.

“Saat ini Ditjen Imigtasi sedang melakukan pembaruan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM), sehingga akan berdampak pada keterlambatan pelayanan paspor,” ucapnya, Selasa (25/9/2018).

Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat untuk memaklumi kegiatan tersebut dan meminta agar masyarakat mendukung program tersebut.

“Kami memohon perhatian dan dukungan masyarakat agar proses pembaruan SIMKIM berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor  Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 A Tangerang Herman Lukman tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi menganai masalah tersebut. (agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal  kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Trending