Connect with us

Banten Raya

Pembangunan Runway & Terminal 4 Soetta Terus Dikebut

Published

on

metaonline.id

METAONLINE,- Pembangunan landasan pacu (runway) ketiga dan terminal 4 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) bakalan dikebut. Hal tersebut didasari terus tingginya pertumbuhan trafik penerbangan dan aktivitas masyarakat, mencapai 9 persen per tahun.

Saat meninjau proyek pembangunan landasan ancang atau taxiway dan landasan pacu (runway) ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, kemarin, Presiden Jokowi mengatakan, peningkatan kapasitas penerbangan di Bandara Soetta ini adalah hal yang wajar dilakukan seiring adanya pertumbuhan aktivitas tersebut. Apalagi, hingga saat ini Soetta masih menjadi bandara yang paling sibuk di Indonesia. **Baca juga: Gubernur WH Ajak Pejabat dan ASN Banten Tunaikan Zakat di Baznas

“Karena itu, pembangunan kedua infrstruktur penunjang aktivitas penerbangan ini akan terus kita kebut. Tapi bukan cuma di Soetta saja, airport baru dan terminal baru di daerah lain juga akan kita bangun. Karena pertumbuhan aktivitas di bandara saat ini sudah sangat cepat sekali,” kata Jokowi.

Dengan adanya kedua infrastruktur ini pertumbuhan aktivitas penerbangan dapat ditekan. Sebab, setelah pembangunan runaway ketiga rampung dikerjakan Juni tahun depan, jumlah pesawat yang lepas landas per jam akan meningkat. **Baca juga: Libur Lebaran, Tagana Banten Siap 24 Jam

“Sekarang ini Bandara Soetta hanya bisa melayani 81 take off landing tiap jam. Tapi dengan adanya runway ketiga, bisa sampai 120 tiap jam atau loncat hampir 50 persen,” ujarnya. (Sir/bbs/net)

Serang

Penataan Banten Lama Harus Selesai Tahun 2020

Published

on

Gubernur WH saat sambutan acara Doa dan Dzikir di Kawasan Banten Lama, Kamis (14/3). (Ist)

SERANG,MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim memerintahkan jajarannya untuk segera menyelesaikan penataan Banten Lama. Demikian ditegaskan Gubernur saat acara Doa dan Dzikir di Plaza Masjid Agung Banten Lama, Kamis (14/3) malam.

“Tahun 2020, Kawasan Banten Lama harus sudah selesai. Sudah lengkap,” kata Gubernur WH, sapaan akrabnya.

Menurut dia, Kawasan Banten Lama merupakan ikon Provinsi Banten yang sudah mendunia. Banyak orang berbondong-bondong dari berbagai penjuru tanah air Indonesia bahkan dunia berkunjung ke Banten Lama.

“Ada dari Madura, Riau, bahkan Malaysia,” katanya.

Mantan Walikota Tangerang 2 periode ini bercita-cita Banten Lama menjadi pusat peradaban, pusat kebudayaan dan pusat perkembangan ilmu pengetahuan agama, baik di Provinsi Banten maupun di nusantara.

Gubernur menjelaskan, selama ini ada dua fungsi yang diemban Kawasan Banten Lama, yaitu sebagai tempat ziarah dan tempat rekreasi.

“Selain itu, saya akan menjadikan Banten Lama sebagai kawasan kajian agama, kajian kitab Syech Nawawi Al-Bantani, pusat pengembangan tahfid, dan pusat kebudayaan Islam,” katanya.

Karena itu, tambahnya, pada tahun 2020 Kawasan Banten Lama sudah dilengkapi dengan pusat-pusat kajian Islam, pusat-pusat pengembangan tahfid, dan pusat kebudayaan Islam.

“Kita syiarkan Islam mulai dari Banten Lama,” ajaknya kepada ribuan masyarakat yang memadati Plaza Masjid Agung Banten Lama.

Gubernur memerintahkan segera menyelesaikan sarana dan prasarana penunjang di Kawasan Banten Lama. Sebagai tempat yang banyak dikunjungi masyarakat, Banten Lama harus memberikan kenyamanan kepada pengunjungnya.

“Segera bangun fasilitas-fasilitas seperti tempat wudhu, tempat istirahat, tempat selfi, tempat oleh-oleh dan lain-lain. Kita harus menyajikan pelayanan sebagai tuan rumah,” katanya.

Gubernur juga memerintahkan kepala OPD untuk segera mengkonsepkan perannya masing-masing di Banten Lama. Sementara kepada masyarakat sekitar Gubernur mengajak untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan para tamu. (uad)

Continue Reading

Serang

Menkeu dan Menteri PUPR Berkunjung ke Banten

Published

on

Gubernur WH mendampingi kunjungan 2 menteri era Jokowi ke Banten, Jumat (15/3). (ist)

SERANG,MO – Gubernur Banten Wahidin Halim mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkunjung ke Desa Sindangsari, Pabuaran Kab.Serang. Kunjungan kedua menteri era Jokowi ini dalam rangka memantau pemanfaatan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), Jum’at (15/3).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengunjungi rumah warga yang memanfaatkan pembiayaan UMi. Menteri Keuangan tersebut juga membeli sejumlah produk buatan masyarakat, antara lain kue bolu, sate pindang hingga pernak-pernik. “Bu ini saya borong kuenya,” kata Sri Mulyani.

Selanjutnya, dirinya bersama Basuki dan Wahidin mengecek Pamsimas (Proyek Air Bersih Masyarakat). Proyek ini digunakan bersama oleh masyarakat dan dibiayai oleh APBN. “Ini dari APBN ya pak (Basuki),” tanya Sri Mulyani. “Iya Bu,” timpal Basuki.

Setelah mengecek Pamsimas, dirinya bersama Basuki dan Gubernur Wahidin menyambangi warga yang berjualan jamu, salah satunya Sri Sulastri (40), dia berjualan jamu dengan permodalan dari lembaga penyalur koperasi binaan KSPPS Abdi Kertas Raharja.

Sulastri mengaku sudah selama 7 bulan menjadi anggota koperasi tersebut. Dirinya telah melakukan pinjaman di koperasi tersebut sebesar Rp 2 juta untuk modal berjualan jamu.

“Saya baru 7 bulan (gabung di koperasi). Pinjam Rp 2 juta untuk modal dan jualannya keliling,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, baik Sri Mulyani, Menteri Basuki hingga Gubernur Wahidin mencicipi jamu ibu Sulastri. “Saya mau cobain ya,” pinta dia.

Usai mencicipi jamu, ketiganya juga langsung menuju perkebunan milik warga setempat. Di kebun itu dia bersama Basuki menanam kangkung hingga pokcoy. (uad)

Continue Reading

Banten Raya

Kota Tangerang Berkontribusi Besar Terhadap PAD Banten

Published

on

Rapat paripurna DPRD kota Tangerang dalam rangka memperingati HUT Kota Tangerang ke 26, Kamis (28/2) lalu. (uad)

TANGERANG,MO – Kota Tangerang sebagai Kota yang berbatasan dengan Ibu Kota Jakarta memiliki pengaruh yang luar biasa. Tak heran Kota bermotto Akhlakul Karimah ini pun memberikan kontribusi bagi pendapatan Provinsi Banten yang cukup besar.

Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang tertinggi di Banten. Pertumbuhan ekonominya juga memberikan sumbangsih yang besar kepada Provinsi Banten.

“Kerjasama Provinsi dengan Kota Tangerang sudah cukup bagus. Bersama-sama kita perjuangankan Jl Cokroaminoto dari Larangan menuju ke Terminal Poris plawad. Saya bersama Pak Arief (walikota) sudah meminta ke pusat untuk dibangun,” terangnya saat HUT Kota Tangerang, Kamis (28/2) lalu.

WH, sapaan akrabnya, berpesan bahwa Kota tangerang sebagai kota yang modern harus tetap memberikan perhatian penghuninya (masyarakat) agar menjadi kota yang humanis dan asa susana hubungan harmonis antar masyarakatnya.

“Paradigma Provinsi Banten sudah berubah. Upaya reformasi birokrasi sudah saya lakukan, pendekatan semangat anti korupsi sudah saya lakukan. Terbukti tahun pertama saya mendapatkan WTP dan tahun kedua juga WTP, selanjutnya tahun ketiga besok insyallah mendapatkan WTP kembali,” harapnya.

WH menambahkan bahwa pihaknya juga membangun sekolah-sekolah dan mewujudkan sekolah gratis SMA/K, termasuk Kota Tangerang.

“Disini tidak ada ego Provinsi dan tidak ada ego kota, karena pada dasarnya Gubernur mewakil Presiden bertugas melakukan pembinaan, pengawasan termasuk membangun kerjasama hubungan satu sama lain harus harmonis antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota yang ada di Banten,” tegasnya.

Sementara itu Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan di usia yang ke-26 ini, Kota Tangerang terus berkembang menjadi Kota metropolitan, kota yang ramah bagi warganya. Pemkot Tangerang juga tidak pernah tidur untuk mewujudkan rakayatnya sejahtera dan makmur.

“Di usia yang ke-26 tahun Kota Tangerang terus berbenah diri, melalui peluncuran berbagai program antara lain Tangerang Cerdas, jaminan pengobatan kesehatan, Tangerang Berbenah, Tangerang usir banjir dan bedah rumah. Ini semua merupakan bagian dari usaha kita pemerintah bersama DPRD dan masyarakat untuk menjadikan Kota Tangerang sebagai kota layak huni, layak investasi dan layak dikunjungi,” tukas dia. (uad)

Continue Reading

Trending