Connect with us

Hukum Kriminal

Pelaku Pembegalan Saripah Tertangkap, Keluarga Pilih Pindah Ke Subang

Published

on

Rumah keluarga korban Saripah yang meninggal akibat ditembak pelaku curanmor beberapa waktu lalu. (CANDRA/METAONLINE)

TANGERANG, MO – Ade Miskan dan kedua anaknya memilih untuk pindah ke kampung halaman di Subang, Jawa Barat usai pihak kepolisian meringkus pelaku yang telah menewaskan sang istri Saripah. Saripah menjadi korban penembakan dan perampasan sepeda motor di Pinang, Tangerang beberapa waktu lalu.

Ade Miskan memilih pulang ke kampung halamannya bukan tanpa alasan. Hal itu ia lakukan akibat dari trauma yang dialami Ade dan kedua anaknya.

Epi, Ibu dari suami Saripah menjelaskan bahwa pihak keluarga telah mendapatkan informasi satu dari kedua pelaku telah tertangkap. Mendengar hal itu, Epi mengaku anaknya segera meminta keluarga untuk pindah ke Subang.

“Anak saya (Ade) langsung minta pindah begitupun anak-anaknya, kata mereka sudah lega pelaku ketangkep. Lagipula kalau kelamaan disini mereka terbayang menantu saya terus (Saripah),” kata Epi, saat ditemui di rumahnya di Jalan Gajah Mada RT. 02/01 Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Minggu (22/7).

Epi bersama sang suami yang bernama Aja tengah mengurus surat pindah salah satu cucu mereka yang masih bersekolah. Sedangkan, anak pertama Ade kini telah berhenti berkerja pasca sang ibu tertembak.

“Kalau dibilang trauma sih iya, apalagi Kanti (anak pertama) yang deket sama ibunya, dia suka nangis kalau lihat lokasi penembakan ibunya. Begitu juga anak saya, kalau ngojek gak mau lewat tempat kejadian, dia lebih baik muter, saya suka bilang gak boleh begitu, makanya pilihannya ya pindah cuma pindahnya tunggu pelaku ketangkep dan Alhamdulillah sekarang ketangkep,” jelas dia.

Saripah merupakan korban tewas setelah tertembak oleh dua orang tak dikenal yang mengunakan kendaraan roda dua untuk mengambil kendaraan milik Saripah pada Rabu, 4 Juli 2018 malam pukul 19.00 WIB.

Korban yang saat itu berada di kendaraan miliknya tengah menunggu sang suami membeli pulsa dikawasan setempat. Saat itu pelaku datang dan merampas motor korban namun, dengan keberanian korban, ia menahan motor miliknya. Naas korban ditembak oleh pelaku yang saat ini melarikan diri hingga Saripah yang memiliki dua orang anak ini tewas ditempat.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum Kriminal

12.415 Botol Miras di Kota Tangerang Dilindas Alat Berat

Published

on

Alat berat melindas belasan ribu botol miras, Kamis (28/2). (Ist)

TANGERANG,MO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang memusnahkan 12.415 botol minuman keras (miras) dari berbagai merk dengan kandungan alkohol lebih dari 5% di halaman Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Kamis (28/2). Miras tersebut dimusnahkan dengan cara dilindas alat berat.

Keseluruhan barang bukti miras tersebut merupakan hasil dari kegiatan Operasi Terpadu yang didapat dari kios-kios atau warung wilayah kecamatan se-Kota Tangerang yang dilakukan Satpol PP Kota Tangerang bersama elemen Kepolisian dan TNI, operasi ini di lakukan mulai Februari 2018 – Februari 2019.

Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah menjelaskan, pemusnahan barang bukti miras ini untuk menghindari rusaknya generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan masyarakat tau bahwa bahaya miras ini dapat merusak generasi bangsa sehingga dengan adanya pemusnahan miras ini hal itu dapat dihindari,” ujar Arief.

“Untuk itu, kita akan terus beroprasi untuk mewujudkan Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah,” jelasnya lagi.

Selain itu, Arief juga mengatakan terima kasih kepada Satpol PP Kota Tangerang serta dukungan dari Kepolisian dan TNI yang terus membantu program pemerintah untuk membangun Kota Tangerang.

“Terima kasih kepada aparatur pemerintah khususnya Satpol PP Kota Tangerang serta Kepolisian dan TNI atas dukungannya yang terus menswiping agar masyarakat Kota Tangerang tidak terdampak penyakit sosial,” terangnya.

Arief pun mengintruksikan kepada Sekretaris Daerah Dadi Budaeri dan Dinas Industri dan Perdagangan serta Dinas Perizinan Kota Tangerang untuk melakukan pendataan kepada semua pelaku usaha serta menghimbau agar melakukan perizinan berusaha.

“Kita melakukan pendataan, miminta kepada semua pelaku usaha agar berizin, sehingga kita bisa menindak tegas kedepannya yang melanggar akan kita tutup,” tegasnya.

Sebagai informasi, kegiatan Pemusnahan Miras Tahun 2019 ini dihadiri oleh unsur Polri, Kodim 0506, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Pengadilan Negeri Kota Tangerang, dan Ketua DPRD Kota Tangerang. (uad)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Wow.. Polrestro Tangerang Ungkap Ekstasi 5000 Butir

Published

on

TANGERANG,MO – Satuan reserse narkoba (satresnarkoba) Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis ekstasi sebanyak 5.000 butir di wilayah Neglasari Kota Tangerang. Pada Jumat (08/02/2019) lalu.

Ribuan butir pil berwarna coklat muda dengan terbungkus 3 plastik klip tersebut berhasil ditemukan setelah tersangka digeledah oleh anggota pimpinan Kanit 1 Satnarkoba AKP. Riyanto dilokasi penangkapan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim Tangerang didampingi Kasat Narkoba AKBP R. Bagoes Wibisono saat konfersensi pers di Lobby Mapolres, Senin (11/2) siang.

“Awalnya dapat informasi dari masyarakat ada seseorang yang dicurigai di wilayah tersebut. Setelah memberikan identitas pelaku, kemudian tim melakukan pemantauan selama 1 minggu di daerah Neglasari. Kemudian melakukan pembuntutan dari lokasi penemuan barang bukti hingga akhirnya ditangkap di depan Kecamatan Benda,” ujar Kombes Abdul Karim.

Dari identitas yang ditemukan tersangka berinisial FTH, dan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang inisial AS yang kini tengah diburu oleh jajarannya dan masuk dalam DPO (daftar pencarian orang).

Tersangka FTH mengaku melakukan hal tersebut lantaran tidak memiliki pekerjaan tetap. Karena mendapatkan telpon dan perintah dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang kemudian melakukan transaksi hingga akhirnya tertangkap oleh pihak kepolisian.

“Nantinya akan terus dilakukan pengembangan atas pengungkapan ini. Untuk pelaku yang berhasil diamankan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara dan atau dapat diancam seumur hidup atau pidana mati,” tukas Kapolres. (wan/nose)

Continue Reading

Hukum Kriminal

Viral, Kesal Ditilang Pemuda di Tangerang Malah Rusak Motor

Published

on

Pemuda di Tangerang ngamuk saat ditilang. (ist)

TANGERANG,MO – Video seorang pemuda berkaus putih merusak sepeda motor matic viral di media sosial. Usut punya usut, pria yang bernama Adi Saputra (21) itu merusak motor karena tidak terima ditilang polisi.

Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi Kamis pagi tadi (7/2/2019) sekira pukul 06.36 WIB di Jalan Letnan Soetopo, Serpong atau tepatnya di depan Pasar Modern BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, pagi itu, anggota Satlantas Polres Serpong atas nama Bripka Oky, memberhentikan motor yang dikendarai Adi Saputra yang berboncengan dengan kekasihnya.

“Pengendara diberhentikan oleh petugas lantaran berusaha melawan arus karena saat itu di lokasi tengah ada pengaturan lalu lintas di putaran Pasar Modern BSD,” ujar Lalu Hedwin.

Tidak hanya itu, kesalahan lain adalah pengendara dan penumpang yang dibonceng juga tidak mengenakan helm. Tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK kendaraannya.

Saat itu, Bripka Oky langsung menilang yang bersangkutan. Adi yang ditilang kemudian membentak petugas dan marah marah hingga akhirnya membanting dan merusak motor.

Bahkan bodi motor tersebut terus dipreteli hingga hampir habis dengan menggunakan tangan. Saat ini barang bukti telah diamankan pihak kepolisian. (uad)

Continue Reading

Trending