Connect with us

Banten Raya

Pasca Putusan MK, PDIP Banten Ajak Masyarakat Bersatu

Published

on

BANTEN,MO – Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan putusan ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap memenangi Pilpres 2019.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI-Perjuangan) Provinsi Banten Sri Hartati SH mengatakan, pihaknya mungucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat Banten yang telah mengikuti pesta demokrasi dengan baik, aman dan lancar.

“Mari kita rajut kembali persatuan dan kesatuan Indonesia,” ujarnya.

Perbedaan sikap politik, lanjut Sri, merupakan hal yang lumrah dalam bingkai demokrasi. “Oleh karena itu, mari sama-sama kita hilangkan istilah orang #01 dan/atau orang #02, yang kita bangun hari ini dan yang akan datang adalah kesatuan, kerukunan, gotong-royong untuk Banten dan Indonesia yang lebih baik lagi,” jelasnya.

“Kami sampaikan juga trimakaih kepada penyelenggara Pemilu, baik KPU (Komisi Pemilihan Umum-rd), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) baik tingkat provinsi, kabupaten/kota se-provinsi Banten serta para petugas-petugas dilapangan baik KPPS, PPK, saksi-saksi, TNI/Polri yang bekerja dengan luar biasa menjaga keamanan dan kelancaran pesta demokrasi,” sambung Sri.

Sri juga menuturkan, kesejahteraan masyarakat Banten dan Indonesia adalah harapan kita semua. “Saatnya kita saling asah (mendidik), saling asih (menyayangi) dan saling asuh (membina) untuk mewujudkan Banten dan Indonesia yang maju,” pungkasnya. (dung)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banten Raya

Pospeda VI Banten Resmi Dibuka

Published

on

SERANG, MO – Gubernur Banten H. Wahidin Halim membuka Pekan Olahraga Pesantren Daerah (Pospeda) VI Tingkat Provinsi Banten di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jalan Syech Nawawi Albantani, Curug , Kota Serang, Senin (14/10/2019).

Turut hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten A Bazzari Syam, tokoh masyarakat dan para tamu undangan.

“Provinsi Banten memiliki potensi besar dalam membangun pondok pesantren. Pada 2016, Provinsi Banten juara umum Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) VII dengan perolehan medali 19 emas dan 9 perak.”

“Pembinaan menggali potensi para santri di berbagai bidang, antara lain bidang seni dan olahraga. Sekaligus sebagai wahana silaturahim dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air, yang menguatkan daya saing dan identitas,” ujar Gubernur Wahidin Halim (WH).

Semoga kegiatan tersebut, kata WH, menjadi silaturahmi dan bagaimana pun Banten menjadi ujung tombak penegakan agama agar dapat dicontoh oleh daera lain.

“Pesantren sudah jadi tanggungjawab pemerintah untuk membiayai. Tahun depan lebih baik, sebagai bentuk perhatian dan kontribusi pemerintah,” pungkas Gubernur.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, kata Gubernur, telah menyantuni dengan dana hibah kepada 1.332 pondok pesantren dan guru ngaji.

Sementara itu, Ketua Panitia Tetap Kerja Daerah Provinsi Banten Irvan Santoso melaporkan ada 18 medali emas yang diperebutkan dalam ajang ini.

Sedangkan Ketua Presidium Provinsi Banten Ikhwan Hadiyin menyebutkan pada 2002 pondok pesantren di Banten berjumlahnya 3.200. Pada 2019 pondok pesantren meningkat menjadi  4.140.

“Berarti kurang lebih sekitar sembilan atau tujuh tahun, pondok pesantren yang berkembang sebanyak 950,” ungkap Ikhwan.

Sebagai informasi, Pospeda VI Tingkat Provinsi Banten 2019 diselenggarakan mulai tanggal 14 – 16 Oktober 2019 mendatang. Diikuti oleh 1.101 peserta dari 8 kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Yakni: Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Ada 12 cabang olahraga yang dikompetisikan dalam Pospeda VI Tingkat Provinsi Banten 2019. Lima  cabang olahraga di antaranya atletik dan pancak silat. Tujuh cabang perlombaan di bidang seni, di antaranya kaligrafi Islami dan pidato bahasa Arab.(bono)

Continue Reading

Serang

Antusiasme Negeri Diatas Awan, Gubernur minta Masyarakat Bersabar

Published

on

SERANG, MO – Melihat tingginya antusiasme pengunjung wisata ke Negeri Di Atas Awan (NDA) Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,  Gubernur Banten H. Wahidin Halim telah menginstruksikan jajarannya agar menyegarakan pembangunan fasilitas umum, parkir, area foto, dan berbagai fasilitas pengamanan di lokasi tersebut. Hal ini untuk menunjang aktifitas wisata para pengunjung.

“Mohon agar masyarakat bersabar setelah pembagunan infrastruktur selesai dilaksanakan,” ujar Gubernur Banten di Kota Serang, Senin (23/9/2019).

Atas kondisi tersebut, Gubernur  melakukan langkah antisipasi  di antaranya melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar ada imbauan kepada pengunjung di lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan infrastruktur baik jalan maupun sarana penunjang lainnya.

Gubernur langsung menggelar rapat dengan dinas terkait percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut termasuk pembangunan masjid.  Apalagi jalan melalui Citorek hingga ke arah Banten Selatan menuju Bayah yang ditergetkan akan selesai pada 2020 mendatang. Di sana akan terlihat hamparan pantai Sawarna dari puncak bukit yang akan menambah daya tarik destinasi NDA.

Bagi yang akan berkunjung ke sana, kata Gubernur, memang harus mengetahui informasi secara jelas dan perlu memahami secara rinci. Jika Negeri Di Atas Awan merupakan area yang baru terbuka dengan berbagai fasilitas wisata yang masih minim dan hanya dikelola secara lokal oleh warga setempat. Ini perlu benar-benar prepare segala perbekalan sebelum berangkat menuju NDA.

“Apalagi jika membawa balita, terutama bagi yang ingin melihat sunrise pada pagi hari dan harus menginap di tenda-tenda yang disediakan warga karena belum ada penginapan atau cottage,” ungkap Gubernur Wahidin Halim (WH).

Lantaran kekuatan media sosial yang terus menampilkan wisata Negeri Di Atas Awan (NDA), Citorek,  menyebabkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung dan melihat langsung destinasi wisata baru di Banten itu semakin hari semakin bertambah. Kendati hingga saat ini Gubernur Banten Wahidin Halim tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan penyediaan sejumlah fasilitas pendukung. Namun melebihi animo masyarakat untuk berbondong-bondong merasakan langsung suasana wisata alam NDA yang tidak semua daerah di Indonesia memilikinya.

“Saya bersyukur sekaligus bangga bahwa destinasi wisata baru ini banyak diminati masyarakat. Akan tetapi, masyarakat ada baiknya mendapatkan informasi akurat bahwa tempat itu masih baru dan belum dilengkapi banyak fasilitas, baru sebatas dikelola warga setempat. Sehingga, jika ingin ke sana harus mempersiapkan perbekalan dengan baik,”jelas Gubernur.(bono)

Continue Reading

Serang

Wagub Percayakan Karang Taruna Bantu Masalah Kesejahteraan Sosial

Published

on

SERANG, MO – Dalam upaya pemberdayaan pemuda dalam membantu penanganan permasalahan kesejahteraan sosial, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mempercayakan Karang Taruna Banten bisa menjadi role model atau sebagai percontohan.

Andika mengatakan, hal tersebut sudah menjadi keharusan, mengingat Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang dibentuk untuk tujuaan kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

“Jadi sudah tidak zamannya lagi, Karang Taruna kedengeran hanya setahun sekali pas tujuh belasan. Misal ya seperti itu,” kata Andika seusai membuka acara Seleksi Karang Taruna Desa dan Kelurahan percontohan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, di Hotel Puri Kayana, Kota Serang, Selasa (6/8/2019).

Andika juga menyebutkan, sejumlah persoalan atau masalah kesejahteraan sosial yang kini tengah fokus di lakukan Pemprov Banten. Diantaranya, menyangkut pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, Pemprov Banten sangat menunggu solusi apa yang bisa ditawarkan Karang Taruna untuk bisa dikerjakan bersama terkait hal tersebut.

“Jadi seleksi kali ini juga bagian dari Karang Taruna mengupayakan terciptanya role model di tingkat Desa dan Kelurahan. Bahkan juga untuk mencari wakil Banten di seleksi tingkat nasional,” papar Andika yang juga Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Banten itu.

Menurut Andika, Karang Taruna Banten sendiri sebetulnya sudah melakukan fungsi tersebut. Hal itu terbukti dengan terpilihnya Karang Taruna Kelurahan Gunung Sugih, Kota Cilegon, sebagai Karang Taruna Teladan tingkat Nasional pada tahun 2017 lalu.

“Yang perlu dilakukan saat ini adalah menduplikasi Karang Taruna – Karang Taruna percontohan, agar semakin banyak. Sehingga semakin banyak, dan semakin besar dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Andika juga mencontohkan, fungsi Karang Taruna dalam menjadi role model adalah solusi masalah kesejahteraan sosial tersebut. Apalagi saat ini Karang Taruna dapat terjun menggeluti persoalan penanganan sampah dan dapat menurunkan dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Bahkan memberdayakan masyarakat secara ekonomi.

Contoh lainnya, masih dikata Andika, Karang Taruna saat ini bisa terlibat aktif dalam pengembangan-pengembangan destinasi pariwisata di wilayahnya. “Sekarang kan sedang booming industri pariwisata, Karang Taruna bisa terjun di situ. Itu sangat efektif untuk mengatasi persoalan pengangguran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi Karang Taruna Desa maupun Kelurahan Teladan tingkat Provinsi Banten tahun 2019, Maksis Sakhabi menambahkan, seleksi kali ini diikuti sekitar 1550 Karang Taruna Desa dan Kelurahan yang ada di Banten.

“Hasil penyisihan awal menghasilkan 43 Karang Taruna Desa serta Kelurahan, lalu menjadi 28 Karang Taruna yang saat ini akan mengikuti tahap akhir,” tandasnya. (bono)

Continue Reading

Trending