Connect with us

Kuliner

Pusat Kuliner Incaran Wisatawan Domestik di Pasar Lama Tangerang

Published

on

metaonline.id
Wisata kuliner di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. (Candra/metaonline.id)

METAONLINE,- Destinasi wisata kuliner di tengah kota ini tidak hanya menjadi incaran masyarakat di kota seribu industri dan sejuta jasa ini. Para wisatawan domestik dan mancanegara juga berburu ratusan kuliner menarik dari berbagai pedagang.

Berlokasi di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Wisata kuliner ini sudah terkenal diseluruh kota di Indonesia, dan menjadi tempat rekomendasi untuk pecinta kuliner.

Hal itu diungkapkan Grety (20) pengunjung asal kota Kembang, Bandung. Menurut dia, Pasar Lama merupakan salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi jika datang ke Kota Tangerang.

“Saya dapat rekomendasi tempat kuliner ini dari teman saya di Jogja, meskipun di Tangerang saya hanya transit tetapi saya ingin mencicipi makanan disini. Kurang pas ya kalau berkunjung ke suatu kota tapi tak mencoba makanan khas daerahnya, seperti tadi saya mencoba makanan laksa,” ujar dia, Kamis (21/6). **Baca juga: Ratusan Warga Tangerang Rela Antri 100 Meter

Tidak hanya menyuguhkan makanan yang menarik perhatian pengunjung, di Pasar Lama wisatawan dapat menemui kuliner ekstrem seperti di tenda Tiga Sekawan milik Wijaya (74) ini. Ditempat ini pengunjung dapat menemukam makanan ekstrem, daging ular cobra, biawak, monyet hingga kelalawar atau kalong.

Pada event-event tertentu Pemerintah Kota Tangerang juga menggelar Culinary Night di tempat tersebut. Hal itu bertujuan untuk mempromosikan pusat jajanan dan wisata kuliner di Pasar Lama.

Hesty Damara (30) salah satu pengunjung asal Jogjakarta, mengatakan bahwa di momen lebaran ini ia bersama keluarganya berwisata ke Kota Tangerang. Salah satu yang wisata menarik selain Taman Tematik yaitu wisata kuliner ekstrem di Kota ini. **Baca juga: Berburu Kuliner Jakarta Fair Kemayoran 2018

“Kalau yang lain liburan ke Jogja saya sama keluarga liburan kesini (Kota Tangerang), ya biarpun hanya transit dan akan melanjutkan liburan ke Bali. Tetapi kami menyempatkan berkunjung ke taman-taman dan terakhir ke Pasar Lama ini,” ungkap dia.

“Makanannya enak-enak, tadi juga mencoba sate daging ular cobra. Jarang saya menemukan makanan itu di Kota lain,” imbuhnya. (CANDRA)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kuliner

Jelang Lebaran Produksi Dodol Khas Kota Tangerang Meningkat

Published

on

By

metaonline.id

METAONLINE,- – Menjelang Lebaran, rumah produksi dodol Ny Lauw di Jalan Lio Baru, Neglasari, Kota Tangerang meningkat. Salah satu kue khas Kota Tangerang ini selalu menjadi incaran di hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri.

Kue berwarna coklat tua dan lengket ini dikemas dengan lapisan plastik hingga membentuk bulat panjang, memiliki berbagai macam rasa. Mulai dari rasa original, rasa duren ataupun yang ditaburi wijen memiliki tekstur dodol lembut yang membuat dodol tersebut banyak dicari masyarakat.

metaonline.id

rumah produksi dodol Ny Lauw di Jalan Lio Baru, Neglasari, Kota Tangerang. (candra/metaonline)

Seperti Ibu Neni (45) warga Jakarta mengatakan bahwa dirinya sudah menjadi langganan dodol Ny Lauw sejak beberapa tahun silam. Dari segi tekstur dan rasa yang khas yang berbeda dari dodol lainnya membuat ia memilih dodol produksi Ny Lauw.

“Beli dodol kita setiap tahun beli disini, udah langganan juga. Kadang beli 5 kilo, karena sudah tahu rasanya jadi saya sering bolak balik beli dodol kesini. Rasanya itu ciri khas sekali untuk dodol ini, teksturnya lembut dan di lidah saya sama keluarga pun menyukainya,” ujar dia, Senin (11/6).

Rumah produksi sejak tahun 1969 ini tidak hanya memproduksi dodol, tetapi juga memproduksi kue keranjang. Menurut pemilik rumah produk dodol Ny Lauw Umar Sanjaya, pada hari biasa atau di luar bulan Ramadhan pihaknya hanya memproduksi dodol sebanyak 30 sampai 50 kilogram.

“Kalau hari biasa paling kita bikin 30 sampai 50 kilogram. Tetapi kalau Lebaran kaya gini kita bisa memproduksi 1 ton lebih,” ujar dia.

Kendati mayoritas pembeli dodol Ny Lauw untuk dijual kembali. Koh Umar sapaan akrabnya mengaku tetap memasang harga yang terjangkau agar dapat dibeli masyarakat luas.

“Tahun lalu sama tahun ini penjualannya sih sama aja, kalau kita kebanyakan buat orang dagang. Tetapi harga itu sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per pcs,” tandasnya. (CANDRA IRAWAN)

Continue Reading

Kota Tangerang

Ratusan Warga Tangerang Rela Antri 100 Meter

Published

on

By

Ratusan warga dan kendaraan rela mengantri Kebab Ali Baba di Karawaci, Kota Tangerang. (candra)

TANGERANG, MO – Sebanyak 1001 kebab dari sebuah rumah makan Ali Baba di Jalan Harapan Kita, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang akan dibagikan kepada ribuan pengguna jalan dan warga sekitar.

Di lokasi, antrian sudah dimulai sejak pukul 15.00 WIB. Padahal panitia baru memulai pembagian kebab tersebut pukul 16.00 WIB, akibatnya antrian panjangpun tak bisa dihindarkan, antrian yang mengular itu juga membuat kemacetan disekitar Jalan.

Menurut Kepala Bidang Marketing Communication Ibrahim Malik, pembagian 1001 kebab itu merupakan promo pihak Ali Baba sebagai franchisor dari kebab Ali Baba yang sampai saat ini sudah dapat ditemui di seluruh wilayah Kota Tangerang. Dalam pembagian kebab gratis ini pihaknya memberikan dua kebab untuk satu orang.

“Ini baru pertama kali diadakan, namun antusias masyarakat sangat banyak. Kenapa diadakan disini, karena ini merupakan outlet pertama kami dari tahun 2005,” kata Malik, Selasa (29/5).

Tujuan dari pembagian 1001 kebab ini, lanjut ia untuk berbagi kepada masyarakat luas. Terlebih spirit bulan puasa yang dirasakan pihak sangat terasa untuk menyisihkan rezeki mereka.

“Kita ingin menimbulkan keberkahan, kita ingin berbagi. Spirit yang kita perjuangkan itu yang insya Allah kita berencana tahun depan mengulangi kegiatan ini, mungkin tahun depan lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Di lokasi, Arief (36) salah satu warga Karawaci mengaku bahwa dirinya telah menunggu sejak pukul 14.00 WIB. Ia ingin memanfaatkan kebab gratis ini sebagai tambahan menu berbuka puasa.

“Ya tadi dapet ini tempat kebab itu ya. Kebetulan anak suka sama kebab ini,” pungkasnya.

Hanya dalam waktu 30 menit ribuan kebab tersebut habis, dan beberapa pengunjung yang sudah mendapatkannya tampak senang. (candra)

Continue Reading

Kuliner

Pasar Mamin Indonesia Digarap Perusahaan Korea

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi/istimewa

METAONLINE,- Industri produk makanan dan minuman (mamin) Korea kian gencar menggarap pasar Indonesia. Via Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation (aT), mereka menyasar korporat atau para buyer dari Tanah Air. Juga merambah melalui serangkaian K-Food Festival yang digelar beberapa tahun belakangan.

“Untuk masuk pasaran di Indonesia, kami berusaha mendapatkan izin halal dan ML (Makanan Luar). Fokus pada produk yang pasti akan laku dan masyarakat suka,” ungkap Presiden Direktur Nam Taek Hong aT Center Jakarta, pada Kamis, (24/5) kemarin.

Yang teranyar, pembukaan booth K-Food selama acara Jakarta Fair Kemayoran 2018. Di sana telah disediakan berbagai variasi makanan Korea yang popular dan menyehatkan.

Di antaranya mie instan, snack, minuman, es krim, frozen food, minuman kesehatan anak-anak serta ginseng.

“Tidak ketinggalan pula minuman kesehatan seperti Korean Black Raspberry (Bokbunja), juice yang dipercaya baik sebagai pencegah kanker, hyperlipidemia serta penyakit kardiovaskular,” ucap Nam.

Bukan hanya itu, ada pula banyak acara seputar dinamika kebudayaan Korea terkait produk kuliner. Bekerja sama dengan Korean Culture Center dan Korea Restaurant Organization, booth menyelanggarakan beragam permainan tradisional Korea.

“Ada kesempatan mengunakan Hanbook (pakaian tradisional Korea) serta photo wall Instagram dengan latar belakang aktor Ha-ha dan Gwang-Su sebagai maskot aT Center,” tukas Nam.

Masyarakat dipersilakan menikmati jajanan khas seperti Tteokpoki, Kimbab, Odeng dan lain-lain. Sambil dimeriahkan sesi Cooking Class makanan Korea oleh koki Yuda Bustara dan Jun.

“Jakarta Fair juga menjadi ajang pertemuan para vencor lokal yang dapat mengembangkan jalur distribusi produk makanan Korea di berbagai daerah Indonesia,” tutur Nam. (Sir/bbs)

Continue Reading

Trending