Connect with us

Kota Tangerang

Partisipasi Bacaleg Perempuan di Kota Tangerang Capai 38 Persen

Published

on

Ilustrasi caleg perempuan. (Ist)

TANGERANG, MO – Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang pada pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg), tercatat partisipasi perempuan yang akan bertarung di Pileg 2019 sebanyak 240 orang atau 38 persen.

Pendaftaran yang dibuka sejak tanggal 4 hingga 17 Juli 2018, telah menghimpun 659 bacaleg dari 16 partai politik di Kota Tangerang. Partisipasi perempuan dalam pendaftaran periode ini, sudah melebihi kuota yang hanya disediakan 30 persen.

“16 parpol peserta pemilu di Kota Tangerang telah resmi mendaftarkan bacelegnya di periode 4 hingga 17 Juli lalu. Keseluruhannya tercatat 659 bacaleg telah di daftarkan,” ujar Sanusi Pane, Ketua KPU Kota Tangerang, Minggu (22/7).

Partai Garuda dan PKPI menjadi parpol yang paling tinggi menyumbangkan bacaleg perempuan, yakni sebanyak 50 persen. Sementara Partai Berkarya menempati posisi terendah yang hanya menyumbangkan 32 persen bacaleg perempuan, dan disusul oleh Golkar yang menyumbangkan 33 persen.

Kendati demikian, Sanusi mengatakan bahwa pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah yakni verifikasi berkas pencalegan. Hasil verifikasi nanti akan disampaikan pihaknya pada 21 Juli mendatang.

“Dari data yang kami dapat, semua parpol sudah taat atas ketentuan syarat minimal 30 persen perempuan dalam proses pencalegan,” ungkap dia.

Berikut jumlah keseluruhan bacaleg yang didaftarkan 16 parpol di Kota Tangerang, menurut data KPU Kota Tangerang:

PKS 50 bacaleg, PSI 34 bacaleg, Perindo 50 bacaleg, Nasdem 50 bacaleg, PDI Perjuangan 50 bacaleg, Garuda 10 bacaleg, PAN 47 bacaleg, Golkar 49 bacaleg, PPP 49 bacaleg, Demokrat 48 bacaleg, Gerindra 50 bacaleg, Hanura 50 bacaleg, PKB 50 bacaleg, PPB 32 bacaleg, PKPI 6 bacaleg, dan Berkarya 34 bacaleg.

Dari data di atas, PKS mengajukan 17 bacaleg perempuan (34%), PSI mengajukan 13 bacaleg perempuan (38%), Perindo mengajukan 17 bacaleg perempuan (34%), Nasdem mengajukan 17 bacaleg perempuan (34%), PDI Perjuangan mengajukan 18 bacaleg perempuan (36%), Garuda mengajukan 5 bacaleg perempuan (50%), dan PAN mengajukan 20 bacaleg perempuan (43%).

Sedangkan Golkar mengajukan 16 bacaleg perempuan (33%), PPP mengajukan 19 bacaleg perempuan (39%), Demokrat mengajukan 18 bacaleg perempuan (38%), Gerindra mengajukan 21 bacaleg perempuan (42%), Hanura mengajukan 17 bacaleg perempuan (34%), PKB mengajukan 17 bacaleg perempuan (34%), PPB mengajukan 11 bacaleg perempuan (34%), PKPI mengajukan 3 bacaleg perempuan (50%), dan Berkarya mengajukan 11 bacaleg perempuan (32%).

CANDRA IRAWAN

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kota Tangerang

Arief: Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Harus Tepat Sasaran

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat sambutan. (Uad)

TANGERANG,MO – Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah membuka acara – Untuk mewujudkan visi Kota Tangerang Workshop Pelaksanaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Tangerang Tahun 2019, yang bertempat di Aula Al-Amanah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Dalam sambutannya, ia berharap Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mampu membawa kehidupan masyarakat lebih baik dan sejahtera. “Kita harapkan program ini benar-benar sampai ke masyarakat. Untuk itu perlu adanya akuntabilitas dan transparansi,” ujar Arief.

Berdasarkan data Kemensos RI terdapat 49.328 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau senilai 65 milyar rupiah lebih yang akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Tangerang. Arief pun menginstruksikan Dinsos Kota Tangerang untuk mendata kembali KPM yang benar-benar berhak menerima BPNT.

“Nanti akan kita data ulang sambil berjalan benar gak datanya. Supaya masyarakat bisa sama-sama mengevaluasi bahwa bantuan ini berhak untuk mereka yang membutuhkan,” tegas Arief didepan 325 peserta workshop.

“Jangan sampai yang harusnya menerima malah gak dapat, dan yang tidak berhak malah dapat,” imbuhnya lagi.

Arief pun mendorong kerjasama dari Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan aparatur wilayah agar masyarakat mendapatkan haknya.

“Jangan ada yang motong-motong. Ini buat masyarakat, sehingga terbangun keadilan sosial,” tukasnya. (uad)

Continue Reading

Kota Tangerang

Jumlah PMKS di Kota Tangerang Alami Penurunan

Published

on

Walikota Tangerang Arief Wismansyah menyampaikan laporan kinerja 2015-2018, Rabu (13/3). (ist)

TANGERANG,MO – Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjadi persoalan disetiap daerah, termasuk Kota Tangerang. Namun hal tersebut dapat teratasi dengan berbagai program yang digencarkan Pemkot Tangerang.

Walikota Tangerang, Arief Wismansyah menyampaikan, menurut data dilapangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) mengalami penurunan sebanyak 2,93 persen.

“Artinya apa yang kita lakukan selama lima tahun mulai dari pelayanan jaminan lanjut usia, pelayanan kesejahteraan lewat WKSBM ditingkat RT, RW, hingga Kelurahan berhasil,” papar Arief saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2018 dan Penjelasan Walikota Tangerang Mengenai Empat Raperda Kota Tangerang, Rabu (13/3).

Selain itu, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan Program Bedah Rumah berhasil dibangun 6.248 unit rumah tidak layak huni dan jamban sehat sebanyak 4.033 unit.

“Pencapaian ini pada akhirnya merujuk pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, artinya seluruh program yang kita berikan tertuju untuk kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang,” terang dia.

Arief juga mengungkap, dari segi birokrasi Pemkot berhasil meraih WTP dan AKIP. Kemudian lewat Program Tangerang Cerdas indeks pendidikan mencapai 72,87 poin. Kesehatan mencapai 79,12 poin dan untuk pelayanan publik sudah ada 123 layanan perijinan online.

Dari segi infrastruktur, Pemkot Tangerang telah melakukan pengendalian banjir dengan membangun pusat-pusat pengendalian banjir sehingga 31 titik banjir telah teratasi.

“Pengerukan lumpur, pembuatan sumur resapan air, sampai pembuatan biopori juga dilakukan intinya semua ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat,” pungkas Arief. (uad)

Continue Reading

Kota Tangerang

Bandel, Perusahaan di Tangerang Tak Daftarkan Karyawan ke BPJS

Published

on

Sosialisasi BPJS kepada para pelaku usaha. (uad)

TANGERANG,MO – Wakil Walikota Sachrudin mengimbau para pengusaha untuk mendaftarkan karyawannya ke BPJS. Pasalnya, masih terdapat perusahaan yang tidak daftarkan karyawannya dan menunggak iuran BPJS.

“Saya harapkan perusahaan yang ada di Kota Tangerang ikuti aturan main dalam mensejahterakan karyawannya melalui BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan,” tutur Sachrudin.

Sebagaimana diketahui, dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang badan penyelenggara jaminan sosial, dimana BPJS ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan 4 program yaitu, Jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM) dan jaminan pensiun (JP).

Sementara itu, Mokh. Rakhmansyah, Kepala Disnaker Kota Tangerang menjelaskan tujuan dari sosialisasi ini adalah agar para pengusaha mau mendaftarkan para pekerja ke dalam BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan.

“Kami mengundang kepala kantor BPJS wilayah Cikokol, Cimone dan Batuceper untuk mensosialisasikan berbagai manfaat jika bergabung kedalam BPJS. Sekaligus meminta data perusahaan mana saja yang masih tidak mengikuti aturan main yang berlaku,” katanya.

Dia menegaskan, jika masih ada perusahaan yang membandel akan dilanjutkan data tersebut pada dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi provinsi Banten khususnya bidang pengawasan untuk penanganan lebih lanjut.

Menurut keterangan dari kepala kantor BPJS wilayah Batuceper Ferry Yuniawan, berbagai kasus yang ditemukan masih terbilang cukup banyak terutama di lini usaha kecil dan menengah.

“Ada yang punya karyawan 50 orang, ternyata yang didaftarkan hanya 25 orang. Ada juga yang masih menunggak,” ucqpnya menjelaskan beberapa kasus.

“Negara hadir melalui program BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan yang berfungsi sebagai jaring pengaman sosial,” tandasnya. (uad)

Continue Reading

Trending