Connect with us

Kota Tangsel

PAC GP Ansor Setu Gelar Dialog Kebangsaan

Published

on

PAC GP Ansor Kecamatan Setu gelar dialog kebangsaan. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Di bulan suci Ramadhan PAC GP Ansor Kecamatan Setu mengadakan dialog kebangsaan dan buka puasa bersama di rumah makan Pondok Rizki Keranggan, Setu, Tangsel.

“Acara ini terlaksana sebagai bentuk follow up dari kegiatan kami sebelumnya yaitu Diklat Terpadu Dasar (DTD) GP Ansor Setu, agar terjaganya komunikasi yang intens kami mengadakan dialog kebangsaan sekaligus silaturahim dan buka puasa bersama,” ujar ketua PAC GP Ansor Setu, Irfan Alamsyah.

Kegiatan ini dibuka oleh KH Munhadi perwakilan Rais aam PCNU Kota Tangsel dan Pemerintah setempat yang diwakilkan Sekretaris Camat Setu Syaifudin. Dilanjut setelahnya dengan dialog kebangsaan demi terjaganya nilai-nilai kecintaan NKRI dalam setiap anggota GP Ansor Tangsel.

Ketua PC GP Ansor Kota Tangsel, Asrori Fakhrezi mengatakan acara seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk GP Ansor untuk menjaga keutuhan NKRI di Kota Tangsel khususnya.

“Karena belakangan ini banyak kelompok radikalisme yang sudah menyasar kepada anak muda dan masyarakat. Semoga langkah dan niat kami selalu dipermudah oleh Allah SWT,” tutup Aktifis muda NU tersebut.

Sementara, Sekretaris Camat Setu Syaifudin mengatakan bahwa kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang di selenggarakan oleh GP Anshor merupakan kegiatan yang positif dalam rangka mempererat tali persaudaraan kita.

“Di samping itu, juga untuk mempererat ukhuwah Islamiah kita sebagai sesama muslim dan mempererat ukhuwah watoniah kita sebagai anak bangsa. Pemerintah Kecamatan Setu tentu mendukung kegiatan semacam ini,” ungkap Syaifudin.

ADI DARMA

Kota Tangsel

Dindikbud Tangsel Bakal Gelar Ikrar 1.000 Siswa

Published

on

Dewan Pendidikan Banten serta Pejabat Dindikbud Tangsel bertemu membahas komitmen cegah tawuran, Jumat (10/8/2017).

Dewan Pendidikan Banten Berkunjung Bahas Komitmen Berantas Kenakalan Remaja

TANGSEL, MO – Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Banten berkunjung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (10/8/2018). Permasalahan tawuran antar pelajar yang terjadi beberapa pekan lalu disinggung dalam kunjungan tersebut.

Persolan tawuran pelajar turut disoroti Dewan Pendidikan Banten. Ketua Dewan Pendidikan Banten, Dadang Setiawan mengatakan, pembangunan pendidikan berkualitas mesti dibarengi pendidikan karakter yang baik. Pendidikan karakter menurutnya, merupakan upaya mencegah kenakalan remaja.

“Kita dari Dewan Pendidikan berdiskusi langsung dengan Dinas Pendidikan Tangsel dalam rangka bersama-sama membangun pendidikan yang berkualitas, khususnya mencegah dan memberantas aksi tawuran antar pelajar,” ujar Dadang kepada MetaOnline.

Bentrok antarpelajar di Tangsel berujung duka. Bentrok anatara pelajar SMK Sasmita Pamulang dan SMK Bhupuri Serpong itu menewaskan Ahmad Fauzan (18).

Kepala Dindikbud Kota Tansel, Taryono telah menyikapi persoalan tawuran yang telah menewaskan 1 orang pelajar tersebut. Ia mengatakan bakal menggelar ikrar berjamaah pelajar Tangsel. Ikrar tersebut, sambungnya, bakal diikuti 1.000 pelajar lebih.

“Selanjutnya untuk langkah pencegahan, Dinas Pendidikan Tangsel akan mengadakan Ikrar siswa sebanyak 1.000 siswa se-Kota Tangsel bersama pimpinan SMK se-Kota Tangsel” tambahnya.

Dewan Pendidikan Banten juga meminta Dindikbud Tangsel tidak berhenti melakukan sosialisasi serta menggelar kegiatan positif bagi pelajar.

“Berharap agar Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota agar terus mengadakan kegiatan-kegiatan positif, seperti pelatihan, seminar, workshop atau kegiatan positif lainnya untuk memberi daya dukung kepada para siswa, sehingga kelak mereka mampu berguna karena punya wawasan tinggi,” tambah Euis Hendrawati, Anggota Dewan Pendidikan Banten.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Kota Tangsel

Mantapkan Persiapan, TNI Gembleng Paskibraka

Published

on

Kabid Pemuda Dispora Kota Tangerang Achmad Suhaely memberi arahan kepada Paskibraka terpilih, kemarin (8/8/2018) di Hotel Kriyad, Neglasari, Kota Tangerang.

TANGERANG, MO – Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tinggal menghitung hari. Puluhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang mulai menjalani pemusatan latihan, Rabu (8/8/2018). Mereka digembleng langsumg personel TNI Kodim 0506/TGR hingga jelang hari H nanti.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang menggelar pemusatan latihan anggota Paskibraka.Tahun ini, Dispora menggandeng pasukan pendamping dari Arhanudri 1 Kostrad untuk melatih serta mendampingi para pelajar yang terpilih menjadi Paskibraka. Kepala Bidang Pemuda Dispora Kota Tangerang, Achmad Suhaely memastikan, persiapan yang telah mencapai 80 persen.

Suhaely menyebut tidak kurang dari 50 pelajar terseleksi ke tahap pemusatan latihan. Para peserta itu berasal dari beberapa Sekolah Lanjutan Atas (SLA) di Kota Tangerang.

“Sebelumnya kami lakukan seleksi yang diikuti ribuan Pelajar Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) baik swasta maupun negri se-Kota Tangerang. Lalu para peserta dilakukan seleksi kembali menjadi 450 peserta, dan disebar di masing masing Kecamatan se-Kota Tangerang,” ujar dia, Rabu (8/8).

Dari 450 peserta, terjaring 50 peserta. Keseluruhan peserta, lanjutnya, merupakan pelajar yang mewakili sekolahnya masing-masing.

Selain dari TNI sebagai pelatih pendamping, para peserta juga mendapat pendampingan dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangerang. Hal itu, dijelaskan Kasie Pemberdayaan dan Pengembangan Pemuda, Katrina Iswandari, sebagai upaya pemantapan kemampuan peserta.

“Pada tahun ini kita menghubungi pihak TNI sebagai pasukan pendamping (Paskibra) yang terdiri dari 50 peserta ” tuturnya.

Training center yang digelar di Hotel Kyriad, Neglasari ini meliputi pelatihan fisik dan peningkatan mental para pengibar bendera. Penempaan mental dilakukan agar peserta dapat mengibarkan bendera pada perayaan tersebut tanpa kendala yang berarti.

“Segala kemungkinan kita persiapkan didalam training center ini. Sehingga anak-anak dapat siap dan handal dengan kemungkinan terburuk sekalipun,” jelas dia.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Kota Tangsel

Tak Penuhi Undangan Diskusi, Kadindikbud Tangsel Dinilai Abai

Published

on

KECEWA: Sejumlah pemerhati pendidikan mendiskusikan polemik PPDB Daring di Tangsel, Rabu (8/8/2018). Diskusi bersama masyarakat tersebut batal dihadiri Kadindikbud Tangsel.

Pemerhati Pendidikan Minta Sistem PPBD Berkeadilan

PAMULANG, MO – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Daring di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengundamg keprihatinan sejumlah pihak. Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel dalam menangani kisruh ini dinilai tidak serius. Hal tersebut terungkap dalam diskusi pendidik yang digelar Lembaga Keadilan dan Bantuan Hukum (LKBH) Epistema di Aula Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Tangsel, Rabu (8/8/2018).

Sejumlah pemerhati pendidikan Tangsel menghadiri diskusi yang digagas kelompok masyarakat Tangsel tersebut. Diskusi tersebut diklaim sebagai bentuk perhatian masyarakat terhadap polemik PPDB Daring belum lama ini. Direktur Eksekutif LKBH Epistema, Turnya mengatakan, di kesempatan itu pihaknya ingin mengkaji permasalahan PPDB Daring pada Dindikbud Tangsel.

“Memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggara pendidikan di Kota Tangsel yang akhir-akhir ini menjadi polemik di masyarakat,” kata Turnya.

Sementara sejumlah pakar pendidikan hadir, penyelenggara pendidikan Tangsel justru absen. Ketidakhadiran Kepala Dindikbud Tangsel, Taryono disebut salah satu narasumber, Pakar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Pamulang (Unpam), Bachtiar, menunjukkan ketidakseriusan penanganan polemik tersebut.

“Sangat disayangkan, mestinya kitakan bukan dalam rangka mengkritisi, kita mengajak dan memikirkan secara bersama tentang pendidikan khususnya PPDB ini,” keluhnya.

Bachtiar mengklaim, kegiatan tersebut digagas masyarakat yang peduli terhadap pendidikan di Tangsel. Melalui diskusi itu, pihaknya ingin perbaikan sistem PPDB berkeadilan serta bermanfaat bagi masyarakat.

“Kita mencari solusi, memberikan saran tapi tidak datang. Kalau tidak datang, ini menunjukan bahwa pemerintah kota kesannya tidak peduli dengan persoalan ini, sekaligus sama saja melegalkan secara tidak langsung. Seharusnya bisa disposisi diwakilkan oleh Kabid, Kasie atau yang mewakili, diutus lah,” tukasnya.

CANDRA IRAWAN

Continue Reading

Trending