Connect with us

Kota Tangerang

Nilai Transaksi Tangerang Expo Tembus 3 Miliar

Published

on

Penutupan Tangerang Expo ke 6, Sabtu (3/3). (ADI/METAONLINE)

TANGERANG,MO – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tangerang, mencatat nilai transaksi selama penyelenggaraan Tangerang Expo yang ke 6 Tahun 2018 dari 27 Februari hingga 3 Maret, mencapai hampir Rp 3 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Tangerang, Sayuti mengatakan selama lima hari pelaksanaan pameran, minat masyarakat terlihat cukup besar.

Hal itu ditandai dengan jumlah pengunjung yang datang ke Tangerang Expo 2018 yang diperkirakan mencapai lebih dari 46.000 orang.

“Nilai transaksi selama lima hari dengan total kunjungan mencapai 46.000 orang sampai tiga miliar lebih,” ujarnya dalam penutupan Tangerang Expo 2018 di Lapangan Exs Terminal, Cibodas, Sabtu (3/3).

Sayuti juga menambahkan Tangerang Expo 2018 tak hanya memberikan informasi seputar keunggulan pembangunan fisik semata, tetapi pembangunan ekonomi kerakyatan yang merupakan prospek serta aset masa depan Kota Tangerang.

Adapun peserta yang ikut dalam Tangerang Expo 2018 terdiri dari pelaku UKM 100 stand, Koperasi 8 Stand,  Kecamatan 13 Stand, OPD 13 Stand dan 16 Stand diisi oleh BUMN, BUMD, Perbankan dan Dunia Usaha Lainnya. Bahkan turut diikuti peserta dari luar daerah yaitu Dinas Koperasi Dan UKM Propinsi Banten dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buru Propinsi Maluku.

“Tangerang Expo ke 6 Tahun ini 2018 juga diikuti oleh peserta perwakilan pemerintah dari daerah lain sehingga bisa bersama memamerkan produk UKM-nya,” katanya.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Dadi Budaeri mengatakan Tangerang Expo Ke 6 Tahun 2018, selain mempromosikan hasil-hasil produk UKM yang kreatif, juga untuk menjalin kemitraan antar elemen masyarakat di Kota Tangerang khususnya koperasi, UKM dan dunia usaha lainnya.

Kegiatan itu diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pelaku usaha dan interaksi positif yang turut berdampak pada daya saing dunia usaha di Kota Tangerang.

“Semangat yang telah terbangun selama pameran berlangsung hendaknya dapat menjadikan modal bagi pelaku usaha untuk terus berkarya, memberikan yang terbaik pada pengembangan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Selain itu dalam sambutannya Dadi memberikan apresiasi untuk Tangerang Expo kali ini dengan jumlah pengunjung dan omset yang relatif besar.

Dadi juga meminta kepada Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan untuk kedepannya mengadakan expo tidak lakukan 1 kali tetapi tematik yang nanti puncaknya di Tangerang Expo.

ADI DARMA

Kota Tangerang

Perbaikan Sistem, Pencetakan Paspor Molor

Published

on

Ilustrasi paspor Republik Indonesia. (net)

TANGERANG, MO– Adanya perbaikan pada sistem palayanan keimigrasian yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Keimigrasian membuat proses pelayanan paspor mengalami keterlambatan di seluruh Kantor Imigrasi. Akibatnya, pelayanan yang diberikan kepada pemohon mengalami keterlambatan hingga beberapa hari mendatang.

 

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi  Agung Sampurno ketika dikonfirmasi Meta Online, mengatakan pelayanan yang mengalami keterlambatan adalah pencetakan paspor. Umumnya, layanan ini memakan waktu minimal tiga hari.

Agung menambahkan, masyarakat yang telah membayar bea paspor, baru dapat dicetak pekan Jumat  (28/9/2018) mendatang.

“Saat ini Ditjen Imigtasi sedang melakukan pembaruan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM), sehingga akan berdampak pada keterlambatan pelayanan paspor,” ucapnya, Selasa (25/9/2018).

Lebih lanjut, pihaknya meminta masyarakat untuk memaklumi kegiatan tersebut dan meminta agar masyarakat mendukung program tersebut.

“Kami memohon perhatian dan dukungan masyarakat agar proses pembaruan SIMKIM berjalan lancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor  Imigrasi (Kakanim) Kelas 1 A Tangerang Herman Lukman tidak dapat dihubungi untuk konfirmasi menganai masalah tersebut. (agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Edi Junaedi Bantah Terlibat Tim Pemenangan Daerah Jokowi – Maruf Amin

Published

on

Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. (dok)

TANGERANG, MO – Pencantuman nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Edi Junaedi dalam tim kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin disoal. MUI Kota Tangerang membantah pencatutan nama ulama gaek tersebut.

Dalam siaran persnya, MUI Kota Tangerang membantah Edi Junaedi menjabat dewan penasihat tim pemenangan Jokowi – Maaruf Amin Daerah Tangerang.

“Sebagai ketua umum MUI Kota Tangerang yang masih aktif, sesuai dangan AD/ADRT/ MUI maka jabatan ketua umum adalah melekat. Sehingga harus mematuhi AD/ART yang ada,” bunyi rilis tersebut, Sabtu (22/9)

“Dan sesuai dengan tugas pokok MUI adalah berdakwah, sehingga tidak ikut persoalan politik seperti masuk sebagai tim penasihat tim kampanye nasional Jokowi -Maruf Amin,” tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa keberatan jika namanya dicatut dalam daftar nama tim kampanye Jokowi – Maruf Amin.

“Saya mengharapkan ketua tim kampanye daerah tidak memasukkan nama saya,” pungkasnya seraya meminta masyarakat agar mengabaikan jika ada pemberitaan serupa.

Sebelumnya, dalam penetapan tim pemenangan daerah pada Rabu (19/9/2018) lalu, Edi Junaedi masuk dalam tim penasehat pemenangan Jokowi – Maruf Amin. Ketua tim tersebut, Bambang Suwondo mengklaim telah mengantongi izin yang bersangkutan.

Berdasarkan salinan surat yang diterima Meta Online, Edi Junaedi tercatat sebagai dewan penasihat tim pemenangan pasangan calon presiden Jokowi-Maruf Amin. Selain nama Edi Junaedi, tokoh masyarakat lainnya yang dicantumkan adalah ayah Wali Kota Tangerang, Marsudi Haryo Putro.

Dalam daftar tersebut dicantumkan sebanyak 15 nama.

Daftar nama yang tercantum dalam tim pemenangan Jokowi-Maruf Amin Daerah Tangerang.

(agr)

Continue Reading

Kota Tangerang

Siswa Diimbau Manfaatkan Kemajuan Teknologi Informasi

Published

on

Salah satu pembicara tengah memaparkan materi dalam diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018).

TANGERANG, MO – Perkembangan era digital berpotensi menjebak siswa. Kecakapan literasi digital harus dimiliki siswa supaya produktif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Hal itu terungkap dalam Diskusi Literasi Digital pada Program Peningkatan Kegemaran Membaca di SMKN 9 Kota Tangerang, Sabtu (22/9/2018). Acara yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten tersebut menghadirkan sejumlah pegiat literasi dan pendidikan Banten.

Salah satu pegiat literasi, Atuh Ardiansyah menjelaskan, di era digital, siswa tidak cukup dibekali keterampilan membaca secara mekanistis. Lebih dari itu, siswa mesti dibekali kemampuan dan kecerdasan menanggapi dunia digital.

“Masyarakat dunia sedang hijrah ke dunia digital. Kepribadian, keperluan, jadwal bahkan kehidupan pribadi banyak dititipkan ke jejaring sosial,” lanjut penulis bernama pena Fatih Zam tersebut.

Di media sosial, kata Atuh, ada banyak ‘jebakan’ yang bisa membuat siswa melakukan hal-hal  kurang produktif. Untuk itu, Ia mengapresiasi DPK Banten yang memasukkan muatan literasi digital pada program peningkatan kegemaran membaca.

Ia berharap, penguatan literasi digital mendapatkan porsi yang lebih besar. Hal itu lantaran kebutuhan pencerdasan literasi digital siswa yang hidup di era digital begitu besar.

“Siswa memang harus dibekali kecakapan menghadapi era digital agar mereka bs mengoptimalkannya untuk kebaikan,” tegasnya.

Kepala Perpustakaan SMKN 9 Kota Tangerang, Dian Riviana mengaku senang dengan kedatangan Tim Perpusda Provinsi Banten yang telah memberikan kesempatan kepada para siswa di sekolahnya melalui kegiatan Talk Show Membangun Minat Membaca Di Era Digitalisai.

Kegiatan ini, lanjutnya, banyak memberikan informasi yang sangat berguna dan mengesankan kepada siswa-sisw. Apalagi, sambungnya, kegiatan tersebut didukung dengan para pembicara yang andal dan kemasan acara yang asik dan ciamik sesuai kondisi kekinian generasi hari ini.

“Kami berharap kegiatan ini akan memberikan suasana dan semangat baru bagi kegiatan berliterasi di sekolah kami dan berharap Perpusda Provinsi Banten mengundang kami kembali,” tutur Dian. (FI)

Continue Reading

Trending