Connect with us

general

Mundur Dari Kepala BPIP, Apa Ada Masalah Internal?

Published

on

metaonline.id
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. (istimewa)

METAONLINE,- Keputusan Kepala BPIP Yudi Latif menyatakan mundur dari jabatannya ini dihujani respons para pejabat negeri. Apalagi beberapa waktu lalu BPIP jadi sorotan dan polemik terkait gaji pejabat BPIP.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan penasaran dengan keputusan Yudi. Kenapa di saat polemik gaji sudah mereda, kok tiba-tiba Kepala BPIP mundur. Ini mengesankan ada permasalah internal.

Pasalnya, Yudi mundur di tengah maraknya sorotan soal gaji dan hak keuangan Dewan Pengarah BPIP.

“Pekan lalu, BPIP menjadi sorotan terkait gaji para pejabatnya, khususnya Dewan Pengarah. Isu itu sudah mereda, Pemerintah sudah klarifikasi, tapi Kepala BPIP tiba-tiba mundur. Ada apa di internal BPIP? Ini memberi kesan, ada permasalahan internal,” ujar Taufik, kemarin.

Menyikapi persoalan tersebut, Taufik meminta Pemerintah memberikan penjelasan kepada publik, khususnya ihwal kemunduran Yudi. Sebab, kelahiran BPIP yang menjadi harapan baru bagi masyarakat, justru terusmenerus menjadi polemik.

“Kami berharap, BPIP tampil dan menjawab harapan masyarakat soal membumikan Pancasila. Di tengah derasnya isu paham radikalisme, kami berharap BPIP meningkatkan pembinaan ideologi Pancasila, dan membantu Presiden dalam merumuskan arah pembinaan ideologi Pancasila,” ungkap Wakil Ketua Umum PAN itu. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

general

WH Curhat Pengangguran Lulusan SMK Banten

Published

on

Gubernur Banten, Wahidin Halim menghadiri  pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembagunan Regional (Musrenbangreg) 2018 Jawa-Bali di Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

YOGYAKARTA, MO – Gubernur Banten, Wahidin Halim menghadiri  pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembagunan Regional (Musrenbangreg) 2018 Jawa-Bali di Hyatt Regency Hotel, Yogyakarta, Rabu (17/10/2018).

Gubernur Banten menyinggung hubungan antara sekolah dengan Industri. Di Banten, menurutnya, masih banyak pengganguran lulusan SMK. Padahal sekolah itu merupakan rujukan untuk menyiapkan tenaga kerja.

“Ini kendalanya karena instruktur/tenaga pengajar yang ada tidak mempunyai kompetensi ,untuk itu, saya akan membenahi bagaiman agar lulusan-lulusan SMK di Banten ini, bisa siap  pakai dalam dunia kerja,Pendidikakan di Banten menjadi Prioritas,” terangnya.

WH panggilan akrab Wahidin Halim, menyebut ada 14 ribu industri di Banten  dan mereka mulai beralih ke jawa tengah dengan dalih upah yang lebih murah. WH menilai itu berdampak terhadap meningkatnya pengangguran di Banten.

“Untuk itu kita akan mengembangkan model-model pendidikan yang ketika mereka sudah lulus sekolah tidak  lagi menganggur, ini yang sedang kita rintis,” ujar Gubernur.

Dalam Pelaksanaan Musrenbangreg 2018 Gubernur Se Jawa Bali  menghasilkan rumusan  strategis  untuk  menghadapi revolusi Industri dan sebagai langkah konkrit menyiapkan  kualitas Sumber daya manusia yang akan  disampaikan kepada pemerintah pusat.

Sejumlah rekomendasi itu di antaranya, peningkatan kebijakan antarlini pemerintah dalam  mendukung implementasi making Indonesia 4.0 terutama terkait perindustrian, ketenagakerjaan dan teknologi informasi dan sector sector terkait dalam mengantisipasi perubahan ketenagakerjaan dan kondisi perekonomian Indonesia di masa  yang akan datang. (fi)

Continue Reading

Opini

Antara Hoax Dan Kebencian (3-habis)

Published

on

By

metaonline.id
Prof. Tjipta Lesmana, Pakar Komunikasi. (istimewa)

METAONLINE,- Apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, dari kacamata ilmu komunikasi, masuk dalam kateri hoax, sekaligus juga ujaran kebencian. Secara substantif, tindakan Ratna memang hoax. Menciptakan dan menyebarluaskan berita palsu, atau informasi yang sama sekali tidak punya dasar atau faktanya.

Bahwa dia dianiaya beberapa pria di dalam mobil hingga bengkak dan lebam wajahnya, ternyata bohong belaka dan tidak lebih karangan dia sendiri sebagaimana yang kemudian diakuinya dalam jumpa pers, sambil menangis…….

Tapi apa sesungguhnya motivasi di balik perbuatan Bu Ratna? Ingat, orang berkomunikasi selalu karena mempunya motif atau tujuan tertentu.

Tujuan Ratna Sarumpaet, menurut keyakinan saya adalah untuk menciptakan KEBENCIAN TOTAL terhadap pemerintah Jokowi. Ia ingin menyusun bingkai/potret tentang pemerintah Jokowi.

Potret itu kira-kira mengandung pesan sebagai berikut: “Untuk memenangkan pertarungan Pemilu tahun depan, petahana menggunakan segala cara, termasuk cara-cara mafia, yaitu memberangus dan mematikan lawan-lawan politiknya.

”Potret dan bingkai yang kemudian disebar luaskan kepada seluruh rakyat Indonesia ini demi meyakinkan rakyat bahwa “Pemerintah Jokowi sesungguhnya jahat, pengagum dan pelaksana teori Antionio Macchiavelli (to be or not to be). **Baca juga: Antara Hoax Dan Kebencian (1)

Oleh sebab itu, kita harus berjuang all out untuk menumbangkan rezim yang zalim ini !!” Bahwa begitu banyak politisi pendukung kubu PrabowoSandi yang menelan bulatbulat pesan yang dilontarkan lewat bingkai/potret yang disusun oleh Ratna juga mengandung meaning yang kuat: “Memang, pemerintah Jokowi jahat dan pantas dilawan dan dijatuhkan!”

Itulah ujaran kebencian dalam kategori keempat menurut McDevitt dan Levin yang disebut “mission defenders”, bentuk ujaran kebencian yang paling jahat dari 4 bentuk ujaran kebencian. **Baca juga: Antara Hoax Dan Kebencian (2)

Namun, setelah potret/bingkai palsu yang dibuat oleh Bu Ratna ambruk, diambrukkan oleh si pelakunya sendiri, dengan sendirinya pesan yang terkandung di dalamnya pun ambruk. Artinya, publik secara total tidak mempercayai kehilangan isi potret itu; bahkan berbalik membenci Bu Ratna………

Kasihan memang orang-orang yang sudah kelibet libido untuk berkuasa !! Perilaku mereka kadang tidak masuk akal sama sekali.

Oleh: Prof. Tjipta Lesmana (Pakar Komunikasi)
(Sir/bbs/net)

Continue Reading

Opini

Antara Hoax Dan Kebencian (2)

Published

on

By

metaonline.id
Prof. Tjipta Lesmana, Pakar Komunikasi. (istimewa)

METAONLINE,- Hoax adakalanya diciptakan oleh pemerintah sendiri. Pada masa pemerintahan George Bush, media Amerika ramai-ramai pernah memberitakan serangan membabi-buta tentara Irak atas sebuah rumah sakit anak. Mereka dikabarkan membantai pasien anak-anak itu. Muncul kebencian tinggi rakyat Amerika terhadap rezim Saddam Hussein.

Kebencian itu dieksploitasi oleh pemerintah Bush untuk membenarkan kebijakan menjatuhkan pemerintah Saddam. Di kemudian hari terbukti bahwa pemberitaan itu ternyata bohong belaka, tidak lebih ciptaan penguasa Amerika……

Hoax dan ujaran kebencian memiliki kesamaan, yaitu dalam hal motivasi. Kedua bentuk komunikasi ini acapkali sama-sama bertujuan untuk membangkitkan kebencian orang banyak. Dalam contoh pemberitaan di atas, tujuannya jelas: untuk menciptakan kebencian rakyat Amerika terhadap pemerintah Saddam Hussein.

Dalam kasus Oom Liem, tujuan hoax yang lebih besar untuk menciptakan rasa tidak percaya pada perekonomian Indonesia, yang ujung-ujungnya ya kebencian pada pemerintah.

Dua akademisi Amerika, McDevitt and Levin pernah melakukan riset tentang ujaran kebencian. Mereka membagi ujaran kebencian dalam 4 kategori: thrill-seekers, defensive, retaliatory, dan apa yang dinamakan “mission-offenders”.

Kategori pertama adalah perbuatan spontan seperti “orang gila” yang berteriak-teriak di jalan-jalan dengan sasaran kelompok tertentu. Kategori kedua, ujaran kebencian dilontarkan untuk membela kelompok orang tertentu yang sebelumnya menjadi korban tindakan pihak lain.

Kategori ujaran kebencian ke-3: untuk membalas dendam. Jadi, kebencian dilawan dengan kebencian. Yang paling jahat dan paling berbahaya, menurut McDevitt dan Levin, adalah ujaran kebencian kategori ke-4, yakni mission offenders. Si pelaku menganggap dirinya “pahlawan” atau “pembantai” yang mengemban misi untuk membinasakan pesaing-pesaingnya, bisa kelompok suku, atau agama, bisa juga pemerintah. Semboyan mereka: perang total melawan lawan-lawannya sampai titik darah terakhir.

 

Oleh: Prof. Tjipta Lesmana (Pakar Komunikasi)
(Sir/bbs/net)

Continue Reading

Trending