Connect with us

Kota Tangsel

MUI Tangsel Bina 100 Kader Ulama

Published

on

TANGSEL, MO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel menggelar kegiatan Pembinaan  Kader Ulama MUI Kota Tangerang Selatan bertempat di Serpong, Tangsel pada 17 Oktober 2019.

Turut hadir Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua MUI Tangsel, Kh Saidih, dan para kader ulama se-kota Tangsel sebanyak 100 orang peserta utusan dari perwakilan MUI Kecamatan dan MUI Kelurahan se Kota Tangsel, ormas Islam, utusan Remaja Masjid dan Penyuluh Agama Islam se Kota Tangsel.

Narasumber terdiri dari Kepala Kantor Kemenag Tangsel Abdul Rojak , Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta DR. Dimyati Sajari dan Pimpinan Ponpes Tebar Iman Ciputat KH. Cholisudin Yusa .

Ketua MUI Tangsel, Kh Saidih, mengatakan kegiatan Pembinaan Kader Ulama ini dalam rangka membahas perkembangan dakwah di Kota Tangsel. Menurutnya, MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam.

“MUI harus berfungsi sebagai pemberi edukasi dan pembimbing bagi umat, pemberi solusi bagi masalah keagamaan. Dan yang tidak kalah penting adalah sebagai pengawal konten dalam media massa. Oleh karena itu, MUI Tangsel merasa berkewajiban memberi pembinaan kepada para kader,” ungkapnya.

Menurut Dimyati Sajari, peran ideal yang diharapkan dari seorang ulama adalah menjadi tempat bertanya umat atau menjadi rujukan umat. Di sinilah seorang ulama idealnya memiliki majlis taklim binaan sebagai wadah umat menimba ilmu. Ideal seorang ulama bukan saja menjadi rujukan keilmuan umat, tetapi juga merupakan rujukan keteladanan bagi umat.

“Keteladanan ulama ini, di antaranya kesopanan. Idealnya, seorang ulama adalah orang yang paling sopan di masyarakat, khususnya kesopanan spiritual. Seorang ulama tidak layak bernampilan yang tidak menunjukkan keulamaannya. Idealnya, seorang ulama adalah figur yang paling memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungannya. Kepedulian di sini bukan yang bersifat karitatif, tetapi yang solutif-sistematis. Empati. Idealnya, seorang ulama adalah figur yang paling empati di masyarakat. Bila ada tetangganya yang sakit, maka dialah orang pertama yang membesuknya,” kata dosen sekaligus ulama humoris ini.

Sementara itu menurut Kh Cholisudin Yusa, seorang da’i yang baik adalah mereka yang dapat membangkitkan ruhani jamaah untuk semakin mencintai Allah dan Rosul-Nya. Takut akan ancamannya dan semangat mencari keridhoannya. Seorang da’i mesti dapat merubah para pelaku maksiat menjadi taubat dari taubat menjadi taat dari taat menjadi istiqomah dan dekat dengan Allah SWT.

“Sementara dakwah yang gagal atau tidak baik adalah mereka yang mendorong manusia semakin mencintai dunia, jauh dari Allah dan Sunah Rasulnya dan agama bahkan menjadi bahan olok-olokan belaka dan menimbulkan fitnah di tengah masyarakat,” tambah ia.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel,  H Abdul Rojak  menegaskan pentingnya bagi seorang pendakwah untuk menyampaikan pesan-pesan agama secara benar dan dengan cara yang menyejukkan.

“Apalagi di zaman sekarang, materi agama sangat mudah ditemukan di media sosial. Masyarakat kita banyak yang tidak memiliki filter dalam mencerna materi-materi dari medsos. Maka tugas ulama untuk meluruskan dan mengingatkan masyarakat agar tidak cepat menforward informasi yang didapat dari medsos,” ujar Sekretaris MUI Kota Tangsel ini.

Ulama harus terdepan menangani kasus moral yang terjadi dimasyarakat. Perkembangan teknologi juga harus diperhatikan ulama dalam menunjang aktivitas dakwahnya. “Ulama harus memiliki etos kerja dan mampu memberikan pencerahan melalui dakwahnya. Sehingga setiap permasalahan yang terjadi, ulama memikiki peran andil di dalamnya,” beber Rojak.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie  mengatakan tugas ulama  mengedukasi masyarakat agar dapat mencerna mana berita yang layak dipercaya.  “Sekarang ini banyak orang mengaji dari dunia maya, berbeda dengan orangtua kita dulu yang mengaji langsung bertemu dengan guru, sehingga seringkali infomasi yang diterima disalahpahami,” katanya.

Melalui program pendidikan, antara lain seperti yang telah dilakukan oleh madrasah-madrasah dibawah naungan Kementerian Agama, yaitu pelajaran kitab kuning di sekolah umum.

“Karena saya yakin pendidikan menjadi kunci untuk kemajuan Tangsel. Oleh karenanya kita akan memberikan kontribusi dari APBD untuk pendidikan karakter melalui pembelajaran dari kitab aslinya,” tukasnya.(bono)

Kota Tangsel

Nur Azizah Disebut Cawalkot Tangsel dari ASN yang Siap, Ini Kata Pengamat

Published

on

TANGSEL, MO – Pernyataan Ketua Bawaslu Kota Tangerang Selatan M Acep yang menyatakan bahwa Siti Nur Azizah Cawalkot Tangsel merupakan satu-satunya siap maju pilkada Tangsel 2020 dari ASN, dianggap pengamat kurang etis dan tidak elok.

Hal tersebut dikatakan Adib Miftahul, Pengamat politik.

“Ungkapan ketua Bawaslu bahwa Siti Nur Azizah dinilai paling siap menurut saya kurang etis dan cenderung tidak elok,” ujar Adib kepada wartawan, Rabu (29/1/2020).

Dirinya menyebut, di pilkada Tangsel 2020 ada tiga cawalkot yang masih berstatus ASN yakni Sekda Tangsel Muhammad, Kolonel Beben dan Tomi Patria Lurah Cipayung.

“Nanti pengertiannya di masyarakat mereka tidak siap, kan bisa begitu,” tegasnya.

Adib mengatakan, semestinya Bawaslu sudah tahu bahwa ASN itu sesuai UU, wajib mundur saat ditetapkan menjadi calon atau mendaftar ke KPU.

“Jadi kalau sebelum daftar ke KPU, jangan digiring opini tidak siap dong, ini nanti dinilai merugikan kontestan yang lain,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, Bawaslu menempatikan diri sebagai satu-satunya lembaga yang diatur dalam undang-undang untuk mengawasi jalannya proses demokrasi dalam pilkada agar berjalan jujur dan Fair.

“Wasit harus memberikan ‘tiupan pluit’ yang sama kepada semua bacalon. Jangan sampai nanti masyarakat menilai bahwa bawaslu punya pluit, tapi yang membunyikan orang lain, akibat dari statemen ketua bawaslu soal siap dan tak siap. Marwah wasit Bawaslu harus tetap dijaga, guna pilkada yang jujur dan fair,” tandasnya.(BS)

Continue Reading

Kota Tangsel

Walikota Airin Hadiri Peresmian Kantor Kejari Tangsel

Published

on

TANGSEL, MO – Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menghadiri peresmian Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan di Jalan Promoter BSD Kelurahan Lengkong, Serpong, Tangsel pada Jum’at, 17 Januari 2020.

Walikota Airin berharap kantor ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Kantor Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Selatan yang berkonsep ramah ini, akan mendorong warga untuk aktif hadir dalam melakukan konsultasi hukum sehingga terwujud pelayanan publik yang semakin baik.

“Mari kita bersama – sama mewujudkan pelayanan publik yang mudah dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, Wali Kota Airin juga menuturkan bila keberadaan Kantor Kejaksaan ini adalah upaya untuk memangkas birokrasi yang panjang. Sebab sebelum adanya Kejari Tangerang Selatan, berbagai urusan masih bergabung dengan Kejaksan Negeri Tiga Raksa.

“Ini juga jadi komitmen Pemkot untuk mewujudkan birokrasi yang terjangkau dan kehadirannya di Serpong dapat berdampak baik bagi pembangunan kedepan,” ujarnya.

Jaksa Agung, Burhanudin mengatakan, hadirnya Kejari Tangerang Selatan dapat memberikan keadilan kepada masyarakat. “Akhirnya tonggak itu berdiri, kami harap semua tetap independen dan selalu bersama rakyat,” ujarnya.

Dirinya pun memberikan apresiasi kepada Pemkot Tangerang Selatan yang membantu dalam proses penyelesaian pembangunan gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan. “Gedung sangat bagus, tetapi ingat bahwa pelayanan kepada masyarakat yang utama,” ujarnya.

Kemudian, kepada seluruh pihak di Kejari Tangerang Selatan untuk selalu memberikan pengayoman kepada masyarakat dan membangun sinergisitas dengan semua pihak hingga menciptakan rasa aman.

“Gedung ini dibuat untuk memperlancar tugas negara dalam melayani masyarakat,” ujarnya.(BS) 

Continue Reading

Kota Tangsel

Wakil Walikota Hadiri Simbolis Penyerahan Bedah Rumah

Published

on

TANGSEL, MO – Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menghadiri penyerahan simbolis bedah rumah kepada warga Kecamatan Serpong, Tangsel pada Kamis 16 Januari 2020.

Sebanyak 10 unit rumah yang diperbaiki tersebut menggunakan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dari PT Bank Jabar Banten (BJB) kepada warga Kota Tangerang Selatan.

Benyamin mengucapkan terima kasih atas perhatian Bank BJB yang telah menyalurkan Tanggung Jawab sosial perusahaan kepada warga Tangsel berupa Bedah Rumah. Menurutnya program CSR yang diberikan Bank BJB turut membantu program-program Pemkot Tangsel dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

“Kewajiban Pemkot memastikan masyarakatnya tinggal dirumah yang layak huni, dalam hal ini kami kordinasikan kepada Bank BJB untuk menyalurkan CSR nya dalam program bedah rumah,” ujar Benyamin.

Sementara Kepala Bank BJB Cabang Tangsel, Ockie Castrena mengatakan, bedah rumah merupakan salah satu program penyaluran CSR perusahaan kepada masyarakat Kota Tangsel. Melalui bedah rumah ini, merupakan wujud komitmen dalam rangka pencapaian visi dan misi sebagai bank pembangunan daerah yang berpijak pada triple bottom line.

“Yakni bank BJB selain berorientasi untuk meraih keuntungan, juga senantiasa memperhatikan dan terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat dan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” paparnya.

Ditambahkannya, melalui penyaluran CSR Bedah rumah, pihaknya berharap Bank BJB dapat menjadi salah satu elemen strategis baik bagi Pemkot Tangsel maupun pihak terkait lainnya yang terlibat dalam mensukseskan program-program pembangunan di Kota Tangsel.

“Peresmian ini sebanyak 10 unit program bedah rumah, Kami masih berkordinasi dengan Pemkot dan Kantor pusat agar jumlah unit program bedah rumah bertambah di tahun 2020 ini,” ucapnya.(BS) 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.