Connect with us

Nasional

Mudik Lebaran, Tol Jawa Dan Sumatera Resmi Dibuka

Published

on

metaonline.id
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (istimewa)

METAONLINE,– Kondisi jalan tol dan jalan nasional di Jawa, Sumatera, Sulawesi, sudah 90 persen. Jalur ini siap melayani arus mudik Lebaran, dan diharapkan dapat membantu memperlancar arus mudik dan balik Lebaran.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono usai meresmikan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi IIB (Kedung Badak-Simpang Yasmin) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Tepat jam enam pagi seluruh ruas jalan tol akan beroperasi menyambut mudik Lebaran tahun ini, kemari. Termasuk ruas jalan tol Ciawi-Sukabumi seksi 1, Ciawi-Cigombong,” katanya.

Untuk kesiapan ruas jalan nasional dan jalan tol di Pulau Jawa, lanjut Basuki, sudah disepakati bersama dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi awal pekan ini.

Menurutnya, di Pulau Jawa, ada empat jalan alternatif yang bisa digunakan untuk arus mudik. Yaitu jalan Pantai Utara (Pantura), jalan nasional tengah, selatan, dan Tol Trans Jawa.

“Untuk jalan nasional ini semuanya sudah siap 90 persen. Nah kalau untuk tol Trans Jawa yang panjangnya 760 km, baru 525 km saja yang statusnya sudah operaional. Sedangkan sisanya 235 km masih berstatus fungsional. Tapi fisiknya sudah jadi semua dan juga akan resmi kita untuk arus mudik,” ujarnya. **Baca juga: Mudik Lebaran Tarif Tol Diskon Sampai 28 Persen

Untuk ruas jalan tol CiawiCigombong yang memiliki panjang 15 km, diungkap Basuki, juga akan resmi dibuka untuk arus mudik karena pengoperasiannya sangat berguna untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di sekitar Ciawi. (Sir/bbs)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banten Raya

Wagub Menghadiri TKN Gelar Teknologi Tepat Guna

Published

on

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018 di Komplek Garuda Wisnu Kencana (GWK) Desa Ungasan kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali, Provinsi Bali, Jum’at (19/10/2018).

BALI, MO – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018 di Komplek Garuda Wisnu Kencana (GWK) Desa Ungasan kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Bali, Provinsi Bali, Jum’at (19/10/2018). Acara ini dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

Presiden hadir bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, hadir juga Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo, Menteri Desa dan PDT Eko Putro Sandjojo, Mensegnes Pratikno, beberapa kepala daerah serta ribuan peserta lainnya.

Sementara Wagub Andika hadir bersama Wakil Ketua DPRD Banten yang juga istrinya Adde Rosi Khaerunnisa, Plt Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Banten Enong Suhaeti, Bupati Pandeglang Irna Narulita Dimyati dan beberapa kepala desa yang berasal dari banten. Pada kesempatan ini Provinsi Banten memamerkan beberapa produk unggulan desa yang berasal dari delapan kabupaten/kota se-banten.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menjanjikan pada tahun 2019 pemerintah pusat akan menyalurkan dana operasional bagi desa. Dana operasional desa tersebut besarnya sekitar lima persen dari anggaran dana desa.

“Mumpung saya ingat, juga perlu saya sampaikan akan ada yang namanya dana operasional desa, sehingga kepala desa jadi jelas menggunakan dana desa itu,” kata Jokowi

Jokowi menuturkan saat ini pemerintah pusat sedang menyusun draf Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Dana Desa. Revisi dilakukan untuk memasukkan unsur anggaran untuk dana operasional desa.

“Sekali lagi, kita akan revisi PP-nya. Baru akan kita hitung-hitung apakah mendapat lima persen atau dapat empat persen, tapi kurang lebih lima persen,” ungkapnya.

Selain menjanjikan dana operasional desa, Presiden Jokowi juga akan mengalokasikan anggaran untuk setiap kelurahan. “Dan mulai tahun depan, ini perlu saya sampaikan, terutama untuk kota, akan ada yang namanya anggaran kelurahan,” kata Jokowi.

Meski begtiu, lanjut Presiden, baik dana kelurahan maupun dana desa penggunaannya harus tepat sasaran. Realisasi dana desa bukan perkara bagaimana anggaran dapat terserap 100 persen, namun harus berhasil memberikan manfaat untuk desa dan kesejahteraan masyarakat.

“Percuma jalan tolnya rampung, jalan besarnya rampung, tapi jalan desanya tidak bisa dilewati. Percuma ada jalan besar, ada jalan tol, tapi jalan kecamatannya rusak. Semua harus tersambung dari yang kecil sampai yang besar. Inilah mengapa adanya dana desa,” jelasnya.

“Dalam empat tahun ini kita telah membangun yang besar, baik jalan tol, airport baru, pembangunan pelabuhan, bendungan-bendungan, ini yang besar-besar. Kemudian yang sedang, yang kecil siapa? Ya provinsi, kabupaten, dan desa, sehingga pembagian kerja menjadi jelas. Jangan semuanya dari pusat. Harus bagi-bagi kita ini,” sambung Presiden Jokowi.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, melalui Temu Karya Nasional, Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan dirinya mengajak kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar terus berinovasi mengedepankan teknologi tepat guna berbasis pembangunan pedesaan guna kepentingan masyarakat.

Menurut Andika, teknologi tepat guna di desa harus diprioritaskan menuju industrialisasi perdesaan yang merupakan konsep pengelolaan sumber daya di wilayah perdesaan dengan mengedepankan prinsip industri berbasis budaya, peningkatan peranan strategis industri kecil, industri berbasis modal sosial, agro-industri, bio-industri, termasuk pemanfaatan teknologi informasi bagi masyarakat desa sebagai instrumen dalam rantai pasok di era ekonomi digital.

“Intinya saya secara pribadi maupun sebagai kepala daerah sangat mendukung kegiatan-kegiatan riset yang menemukan teknologi tepat guna yang dilakukan masyarakat banten dan untuk kepentingan bersama,” katanya.

Temu Karya Nasional Gelar TTG merupakan acara tahunan untuk mencari pencipta kreasi dan inovasi di daerah dalam pengembangan teknologi. Kegiatan tersebut diprakarsai Ditjen Bina Pemerintahan Desa (PMD) Kemendagri dan Kementerian Desa PDTT. Acara ini diikuti oleh 7.000 kepala desa dan lurah serta perangkat pemda se-Indonesia.

Selain Temu Karya Nasional, digelar pula pameran inovasi desa dan kelurahan se-Indonesia. Pameran yang menampilkan produk-produk lokal berteknologi tepat guna tersebut berlangsung hingga Minggu (21/10) di Festival Park Kawasan GWK, Bali. (rls)

Continue Reading

Ekonomi

Teken Kerjasama, Garuda Resmi Jadi Maskapai Dinas Polri

Published

on

Garuda Indonesia dan Polri jalin kerjasama, Jumat (19/10/2018).

YOGYAKARTA, MO – Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman perpanjangan komitmen kemitraan strategis layanan jasa penerbangan dan corporate sales di The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta, Jumat (19/10/2108).

Melalui kerjasama tersebut, Garuda Indonesia dan Polri berkomitmen untuk memperkuat sinergi komersial antar kedua instansi yang telah terjalin sejak tahun 2015 lalu.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilaksanakan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal bersama-sama dengan Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Eko Indra Heri.

Fuad Rizal mengungkapkan, pihaknya berharap sinergi bisnis ini akan memberikan manfaat bagi Polri dan Garuda Indonesia, serta mampu memberikan dukungan  positif–khususnya dalam kaitan mobilitas dan konektivitas bagi rekan-rekan di Polri dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya di seluruh wilayah.

“Sebagai  national flag carrier, salah satu komitmen Garuda Indonesia adalah mendukung lembaga Negara dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, melalui kerja sama ini Garuda secara penuh akan memberikan  support  melalui fasilitas layanan penerbangan kepada Polri dalam menjalankan tugas dan perannya untuk melindungi dan memberikan pelayanan bagi masyarakat”, jelas Fuad.

Sementara itu, Irjen Eko Indra Heri menyambut baik kerja sama antara Garuda Indonesia dan Polri ini.

“Tingginya aktivitas dan mobilitas anggota Polri tentunya membutuhkan akses yang mudah untuk melaksanakan tugas kami. Dengan jaringan yang luas yang dapat menjangkau hampir seluruh daerah di Indonesia, tentunya Garuda Indonesia menjadi pilihan tepat bagi kami. Kiranya kerja sama yang terjalin ini kedepannya dapat dikembangkan lagi,” ujar Eko.

Melalui kerjasama yang dijalin antar kedua instansi tersebut, maka Polri bersama-sama dengan Garuda Indonesia berkomitmen untuk menjalin kemitraan layanan penerbangan komersial yang meliputi komitmen layanan Garuda Indonesia sebagai penerbangan resmi bagi seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia dan afiliasinya, yang berlaku untuk perjalanan kedinasan maupun perjalanan non kedinasan.

Selain itu, kerjasama Polri dan Garuda Indonesia tersebut juga akan melingkupi kerjasama di bidang layanan jasa kargo, kerja sama dengan Garuda Indonesia Group, kerja sama  Loyalty Program Garuda Indonesia – Mabes Polri, hingga kerja sama dalam perjalanan Umrah pegawai dan keluarga Mabes Polri.

Saat ini, Garuda telah bekerja sama dengan lebih dari 1.900 induk perusahaan/institusi/komunitas di Indonesia maupun di luar negeri dalam program Corporate Account Garuda Indonesia. Kerja sama dengan Polri ini merupakan upaya Garuda Indonesia untuk memaksimalkan pasar korporat yang potensial mengingat Polri memiliki kekuatan personil lebih dari 430 ribu orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (fi)

Continue Reading

Ekonomi

Garap Bisnis Pertanian, Bulog Rekrut Kalangan Milenial

Published

on

By

metaonline.id
ilustrasi (istimewa)

METAONLINE,- Minimnya minat dan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian jadi sorotan pemerintah. Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati menilai, ketertarikan generasi muda tentang pertanian masih minim.

Salah satu usaha yang dilakukan Bulog, yakni menyelenggarakan kegiatan pengenalan yang melibatkan dunia pendidikan.

Perum Bulog bekerja sama dengan Yayasan Menuju Indonesia Emas. Sejumlah materi disampaikan oleh Bulog. Materi tersebut salah satunya mengenai pola distribusi bahan pangan pokok di Indonesia.

“Kami harapkan dengan adanya kegiatan ini, para generasi muda memiliki ketertarikan kembali pada dunia pertanian, sehingga diharapkan ke depan dunia pertanian kita akan semakin maju dan memberikan hasil pertanian yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Dia menyimpulkan kalau kurangnya minat dan partisipasi generasi muda dalam bidang pertanian karena tidak mengenal secara detail potensi bisnis pertanian. **Baca juga: Kemendagri Beri Apresiasi untuk Desa dan Kelurahan yang Berprestasi

“Ada sejumlah penyebab, seperti pertanian dianggap tidak mampu menopang masa depan, akses lahan dan modal yang terbatas, dan minimnya berbagai dukungan lain bagi generasi muda,” katanya.

Kondisi ini menyebabkan potensi pertanian tidak bisa digarap optimal. Dalam kegiatan tersebut diselenggarakan beberapa kegiatan antara lain pengenalan Pertanian 4.0 juga panca petani, urban farming, microgreens, hidroponik, dan pembangunan karakter.

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi di kelas namun juga diajak meninjau pertanian dan perkebunan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. (Sir/bbs/net)

Continue Reading

Trending