Connect with us

Nasional

Messi dan Kutukan Argentina

Published

on

Messi usai gagal memasukan bola saat menendang pinalti. (Ist)

OPINI,MO – Antara menit ke 60 dan 63. Saat Argentina melawan Islandia pada fase grup Piala Dunia 2018. Para pendukung Argentina harap-harap cemas. Messi meletakkan bola di titik putih di dalam kotak penalti. Sekilas dia menatap ke arah gawang Islandia. Kiper Islandia, Hannes Halldorsson, telah bersiap. Tak lama berselang, Messi menendang bola ke arah kiri gawang. Tetapi tendangannya lemah. Bola bergerak cukup lamban sehingga kiper Islandia dapat mengantisipasinya. Messi gagal. Dia tampak sangat kecewa. Begitu pula para supporter Argentina.

Ada cukup banyak analisis mengenai kegagalan Messi. Analisis ini telah memecah para pengamat sepakbola ke dalam dua bongkahan besar. Pertama, kaum literalis sepakbola, yakni mereka yang memandang sepakbola dari perspektif strategi, taktik dan fenomena kasat mata pada setiap pertandingan sepakbola. Kedua, kaum hermeneutik sepakbola, yakni mereka yang berupaya menafsirkan fenomena pertandingan dengan menggunakan bahan-bahan “eksternal-spiritual.”

Analisis Kaum Literalis Sepakbola

Ketika Messi gagal mengeksekusi penalti ke gawang Islandia, kaum literalis membuka file historis yang berkaitan dengan berbagai pertandingan sebelumnya, baik yang melibatkan Messi maupun tidak. Ada beberapa data yang diperoleh.

Pertama, statistik keberhasilan Messi dalam tendangan penalti. Pada Coppa Amerika, Messi gagal mengeksekusi penalti dan akibatnya Argentina gagal meraih tropi. Kesebelasan Chili yang menjadi juaranya. Secara statistik, Messi sudah tiga kali gagal mengeksekusi penallti bersama Argentina (Ini belum termasuk babak adu penalti). Jumlah-jambleh, tingkat kegagalan Messi dalam mengeksekusi penalti sudah mencapai 57% atau sudah melampaui ambang batas kegagalan yang bisa ditoleransi (over legal-failure-limit).

Kedua, Messi ternyata lebih sering gagal dalam membela Argentina dibandingkan ketika membela Barcelona. Mengapa? Di Barcelona, Messi memiliki dukungan sangat penting dari para pemain tengah yang tangguh, seperti Xavi dan Iniesta. Tetapi dukungan seperti ini tak diperolehnya dari para pemain tengah seperti Teves, Aguero dan Higuain.

Ketiga, ada kemungkinan Hannes Halldorsson, kiper Islandia, sudah membaca pikiran Messi sehingga dia dapat sigap dalam mengantisipasi arah bola. Seperti yang dilansir SkySport, Halldorsson mengaku telah melaksanakan cukup banyak riset tentang Messi. Halldorsson berkata, “Saya melakukan ini karena saya tahu bahwa situasi seperti ini mungkin saja terjadi.” Halldorsson juga mengungkapkan dirinya memang mencoba untuk masuk ke dalam pikiran Messi, “Saya coba masuk ke dalam pikirannya agar dia juga berpikir tentang saya. Hari ini, saya punya perasaan bagus untuk mengantisipasi tendangannya,” kata Halldorsson.

Analisis Kaum Hermeneutik Sepakbola

Kaum hermeneutik sepakbola berpendapat bahwa perspektif kaum literalis sepakbola sebagai ngawur dan keliru. Menurut mereka, secara umum ada dua faktor penyebab kekeliruan kaum literalis sepakbola. Pertama, mereka adalah orang-orang yang rabun jauh (miopik). Kedua, persepakbolaan dunia telah mengkonstruksi leksikon dan diskursus untuk menjelaskan ihwal dirinya sendiri dan sistem tafsir tertutup ini telah mematahkan berbagai tafsir alternatif lainnya. Messi dan Argentina diramalkan tidak akan menang dalam kompetisi apapun dan faktor penyebabnya justru tidak ada hubungannya dengan sepakbola itu sendiri.

Kaum hermeneutik sepakbola yakin bahwa ada faktor utama ketidakmungkinan Argentina menjadi juara piala dunia setelah 1986, yakni faktor Kutukan Argentina yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan strategi atau taktik apapun yang diterapkan oleh tim sepakbola Argentina. Sekurang-kurangnya memang ada tiga versi ihwal Kutukan Argentina.
Pertama, Kutukan Argentina bermula dari janji pelatih Bilardo menjelang Piala Dunia 1986. Bilardo mengajak skuadnya—kecuali Maradona yang tidak ikut—berkunjung ke Tilcara, sebuah kota kecil dengan jumlah penduduk sekitar 4000 orang. Di Tilcara, tepatnya di dalam The Virgin of Copacabana of the Abra of Punta del Corral, Bilardo bersimpuh, berdoa dan berjanji bahwa jika ada kemukjizatan dan skuad Argentina berhasil menjadi juara Piala Dunia di Meksiko, dia akan datang kembali ke Tilcara. Ada dua orang saksi bagi janji legendaris ini, David Gordillo dan Sara Vera, seorang penduduk Tilcara. Masalahnya, setelah menang, skuad Bilardo tidak pernah kembali ke Salta maupun ke Tilcara untuk berterimakasih kepada the Virgin of Tilcara. Gordillo tidak yakin terhadap Kutukan the Virgin of Tilcara. Tetapi Sara Vera, saat diwawancarai oleh El-Tribuno pada 2014 menjelang perhelatan Piala Dunia di Brasil, menyatakan bahwa dia dan banyak penduduk Tilcara lainnya yakin bahwa Argentina tidak akan pernah menjadi juara Piala Dunia lagi kecuali jika skuad Argentina datang kembali ke Tilcara untuk menepati janji. Sedangkan Bilardo, sang pelatih, membantah pernah mengucapkan janji semacam itu. Karena itulah, dia dan timnya tidak pernah kembali ke Tilcara.

Kedua, ada Maldicion del Patito Feo (Kutukan Itik Buruk Rupa). Kutukan ini muncul lantaran rilis pertunjukan singkat Patito Feo (Itik Buruk rupa) oleh TV Argentina. Patito Feo adalah kisah buruk yang dapat membawa akibat buruk bagi pemirsanya. Di penjara Cina, misalnya, para akitifis hak tani dipaksa menonton atau membaca skrip keseluruhan episode Patito Feo hingga otak mereka meleleh melalui hidung mereka. Sebagian besar dari mereka bahkan bunuh diri sebelum pertunjukan usai. Dunia tidak pernah memaafkan Argentina atas rilis monster ini. Karena itu, Messi dan Argentina tidak akan keluar sebagai pemenang. Bukan lantaran pemain, taktik atau nasib buruk. Tetapi akibat Maldicion del Patito Feo (Kutukan Itik Buruk Rupa).

Ketiga, ada kutukan Tata Martino. Yang disebut terakhir ini adalah pelatih yang pernah menangani skuad Argentina maupun Barcelona. Messi pernah berada di bawah asuhan Martino di skuad Argentina dan Barcelona. Bersama Martino, skuad Argentina dua kali mencapai final Coppa Amerika namun dua kali pula gagal menjadi juara karena dua kali dikalahkan oleh Chili. Selain itu, semasa kepemimpinan Martino sebagai pelatih skuad Barcelona, Messi gagal di banyak turnamen dan hanya sukses di Supercopa de Espana setelah mengalahkan skuad Atletico Madrid. Messi dan Barca kalah pada final Divisi Primer Spanyol dari skuad Rojiblancos. Barcelona bersama Messi juga gagal di final Copa del Rey karena dikalahkan Real Madrid. Bukan itu saja, di semifinal Piala Champion pun Messi dan Barca takluk oleh Atletico Madrid. Kaum hermeneutik sepakbola tampaknya kemudian menggeneralisasi Kutukan Martino ini secara lebih universal sehingga mencakup kegagalan Messi mengeksekusi tendangan penalti ke gawang Islandia dan ketidakmungkinan atau bahkan kemustahilan skuad Argentina bisa keluar sebagai juara di Piala Dunia Rusia 2018 ini.

Tetapi, by the way, skuad sepakbola kita ternyata jauh lebih buruk dibandingkan dengan skuad Argentina. Kita tidak pernah lolos dalam babak kualifikasi Piala Dunia. Selain itu, supporter sepakbola kita sering menimbulkan kerusuhan nyaris di mana saja dan kapan saja. Jika mau dikaitkan dengan kutukan, tentu kutukan terhadap skuad sepakbola kita jauh lebih dahsyat jika dibandingkan dengan Kutukan Argentina. Kira-kira kutukan apa ya? Kutukan Nyi Loro Kidul, tah?

Penulis:

Zaimul Am (Dosen UMT Tangerang)

Ekonomi

Menteri PUPR Apresiasi ATI Inisiasi Program Revitalisasi Industri Jalan Tol Indonesia

Published

on

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono membuka FGD ATI, Jumat (5/12/2018).

JAKARTA, MO –  Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) selaku asosiasi yang mewadahi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Indonesia menggelar Forum Group Discussion untuk pertama kalinya dengan mengangkat tema “Revitalisasi Industri Jalan Tol: Menyongsong Konektivitas Trans Jawa dan Sumatera” di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jumat (5/12/2018). Acara ini juga bertujuan untuk menginisiasi program revitalisasi industri jalan tol di Indonesia agar menjamin keberlangsungan usaha dan manfaat infrastruktur jalan tol bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyempatkan membuka FGD dan menyematkan pin kepada pengurus ATI sebagai simbolisasi perkenalan dan pemberian selamat kepada pengurus ATI periode 2018-2023.

Basuki berharap ATI mampu menjadi mitra kerja Kementerian PUPR, sehingga bisa saling membantu dalam hal pengelolaan tol.

“Dengan adanya ATI, saya ingin memantapkan proses pengambilan keputusan terkait bisnis jalan tol. Terutama untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat. Karena mereka sudah bayar saat menggunakan tol, pasti mereka menuntut services yang lebih baik juga,” kata Basuki.

Selain itu, sebagai pemateri acara ini, ATI menghadirkan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Perwakilan Dirjen Perhubungan Darat, Perwakilan Korlantas Polri, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ, dan perwakilan BUJT yang disampaikan oleh Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti Krist Ade Sudiyono.

Menanggapi kegaiatan ini, Sekjen ATI Krist Ade Sudiyono mengatakan, penyelenggaraan FGD merupakan rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Asosiasi Jalan Tol Indonesia. Hasil dari acara ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan industri jalan tol nasional, khususnya pada program kemitraan strategis antara pemerintah dan badan usaha, dalam upaya peningkatan kuantitas dan kualitas layanan jalan tol di Indonesia.

“Sebagai asosiasi professional yang mewadahi 56 BUJT di Indonesia, keberadaan ATI juga diharapkan dapat ikut bersinergi dalam upaya meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan usaha jalan tol bagi masyarakat, serta meningkatkan peran serta seluruh anggota menjadi bagian dari stakeholder pembangunan Indonesia,” ungkap Krist. (fi)

Continue Reading

Nasional

Silatnas KNPI 2018 Hasilkan Empat Rekomendasi

Published

on

Ketua KNPI Kota Tangerang, Uis Adi Darmawan (paling kiri) bersama sejumlah ketua KNPI Kota/Kabupaten pada Silatnas KNPI Bogor, Selasa (4/12/2018).

BOGOR, MO – Ajang Silaturahmi Nasional (Silatnas) Pemuda/KNPI 2018 di Bogor, Jawa Barat resmi ditutup, Selasa (4/12/2018). Silaturahmi yang dihadiri ratusan Ketua KNPI Kota/Kabupaten se Indonesia ini enghasilkan empat kesepakatan.

“Alhamdulillah silatnas 2018 di Bogor berjalan lancar dan diikuti sekitar 300 Ketua KNPI Kota/Kabupaten,” ujar Asnawi, Sekretaris SC, Rabu (5/12/2018).

Selain silaturahmi, lanjut dia, Silatnas 2018 ini juga menghasilkan beberapa poin rekomendasi.

Pertama, sambung Asnawi, kegiatan Silatnas Pemuda/KNPI Kota dan Kabupaten ini agar dimasukan kedalam rekomendasi kongres KNPI XV di Aceh dan dijadikan kegiatan wajib oleh DPP KNPI setiap tahun.

“Kedua, sangat penting kongres KNPI ke XV merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan revisi terhadap Undang-Undang nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan,” tegas pria yang juga Ketua DPD KNPI Bireuen sekaligus salah seorang inisiator Silatnas.

Ia mengungkapkan, bahwa revisi undang-undang yang dimaksud agar dimasukkan dalam Prolegnas tahun 2019. Seluruh peserta Silatnas DPD KNPI Kota/Kabupaten sepakat untuk mengawal proses revisi undang-undang tersebut di atas.

Ketiga, lanjut Asnawi yang sering disapa Aboen, peserta silatnas mengusulkan kepada kongres KNPI ke XV agar memasukkan rekomendasi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga untuk dapat menerbitkan peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga tentang keberhimpunan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) serta Kemahasiswaan dan Pelajar dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia sebagai wadah berhimpun yang secara resmi diakui oleh pemerintah.

“Terakhir kami mengusulkan kepada kongres KNPI ke XV untuk dapat merekomendasikan kepada Presiden Republik Indonesia untuk dapat mengambil Iangkah politik dan hukum dalam menyikapi dinamika keberhimpunan organisasi kepemudaan,” pungkasnya.

Pada akhirnya semoga Kongres Pemuda/KNPI di Aceh berjalan sukses seperti yang diharapkan. Kami para ketua KNPI Kota/Kabupaten siap mensukseskan kongres di Aceh. (uad)

Continue Reading

Nasional

Silatnas KNPI se-Indonesia Cetak Sejarah Baru

Published

on

Sejumlah peserta dari beberapa DPD menghadiri Silaturahmi Nasional di Kabupten Bogor, Minggu (2/12/2018).

BOGOR, MO – Silaturahmi Nasional Pemuda/KNPI se Indonesia resmi dibuka Minggu (2/12/2018) malam di Alun-alun Gumiati, Bogor Jawa Barat. Pertemuan yang dihadiri ratusan KNPI Kota/Kabupaten seluruh Provinsi ini pun berhasil mencetak sejarah pasca berdirinya KNPI 23 Juli 1973 silam.

Tuan rumah Silatnas yang juga Ketua KNPI Kabupaten Bogor, M. Burhani mengucapkan selamat datang kepada para pemimpin, para Ketua DPD KNPI Kota Kabupaten se Indonesia di Bogor Jawa Barat.

“Acara silaturahmi ini pertama kali digagas sejak berdiri KNPI. Saya berharap silaturahmi ini tidak hanya berhenti di Bogor tapi juga berlanjut ke daerah lainnya,” ucap Kang Burhan, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pertemuan Nasional ini juga tidak hanya sekadar silaturahmi saja tapi masing-masing daerah bisa membangun kerjasama dalam pembangunan di semua lini, khususnya bidang kepemudaan.

Ketua Panitia SC, Selvi Febriana mengungkapkan, silatnas KNPI ini berawal dari obrolan beberapa Ketua KNPI Kota/Kabuaten yang kemudian bersepakat untuk menggelar silaturahmi nasional.

“Kita persiapan hanya 3 bulan, banyak sekali rintangan bagaimana bisa mengumpulkan seluruh kota/kabupaten. Banyak juga pandangan negatif tapi semua terjawab bahwa darah kami merah putih masih ada,” tegasnya.

“Ini bukti kita masih satu bersaudara dan masih Indonesia. Kepada DPP KNPI kami hanya ingin kumpul, kami pemuda Indonesia. Jauh dari hari ini, saya bermimpi disaat saya menjabat ketua KNPI ingin ketemu saudara saya yang tinggal di daerah yang sama, cari makan yang sama, udara yang sama, lahir dari tanah yang sama yakni Indonesia,” tambah wanita yang juga Ketua KNPI Mamuju ini.

Bupati Bogor, Nurhayanti yang diwakili Asda 1, Yos Sudarso mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya silaturahmi nasional KNPI se Indonesia.

“Saya berharap teman teman KNPI bisa terus sinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kemanandirian pemuda,” tukasnya.

Turut hadir dalam acara ini yakni Forkompinda Kabupaten Bogor, DPP KNPI, DPD 1 Jawa Barat, para OKP, DPK KNPI se Kabupaten Bogor dan tamu undangan lainnya. (agr)

Continue Reading

Trending