Connect with us

Ragam META

Meramu Belimbing Wuluh jadi Produk Berkhasiat

Published

on

TANGERANG, MO – Sugar Alfas (35) warga Jalan Dukuh 3 Nomor 92, Perumnas I, Kelur ahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, berhasil meramu belimbing wuluh menjadi produk berkhasiat. Berkat penelitiannya, ia berhasil mengembangkan obat diabetes dari sari buah belimbing wuluh yang diberi nama Averrhoa.

Sugar Alfas, menjelaskan, latar belakang melakukan penelitian berangkat dari pengalaman kondisi kesehatan sang ayah yang akan menjalani amputasi akibat menderita sakit diabetes tiga tahun lalu.

“Saat itu, kami dan keluarga memutuskan berhenti mengonsumsi obat dan beralih ke tanaman herbal. Dari sana saya mulai belajar mengenal tanaman belimbing wuluh sebagai obat yang dapat menurunkan gula darah,” ujarnya, saat ditemui Sabtu (05/10).

Upaya Alfas pun berhasil menurunkan kadar gula sang ayah. Bahkan, saat ini kondisi sang ayah telah dinyatakan sembuh total dan terhindar dari tindakan amputasi. Menurutnya, selain sebagai obat diabetes, belimbing wuluh juga dapat mengobati sakit gigi, kolesterol dan mabuk perjalanan.

Berkat keberhasilannya, Alfas pun mulai berani memasarkan produknya dan bergabung sebagai anggota UMKM Cibodas Jasa. Harganya yang terjangkau yaitu Rp15 ribu per 80 ml, membuat produknya semakin banyak peminatnya.

Tak hanya dilirik dalam Kota Tangerang, namun juga sempat menarik perhatian orang Korea yang bersedia menampung seluruh produksinya. Namun sayang, tak berlanjut karena mereka ingin mematenkan pakai merek dagang sendiri.

“Saya yakin, produk belimbing wuluh dapat berjaya dengan memaksimalkan peluang dan potensi yang ada,” tegasnya.

Produknya, sambung Alfas, tidak menggunakan bahan kimia untuk mengawetkan. Karena kami pakai gula serbuk dan garam sebagai pengawet alami. Rasanya pun bisa diterima tanpa mengurangi khasiatnya.(bono)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ragam META

Bisnis Jusdong, Untung Jutaan Rupiah

Published

on

TANGERANG, MO – Bisnis jus buah cukup potensial ditengah suhu udara yang panas, karena global warming. Membuka bisnis jus buah, berarti ikut peduli dalam meningkatkan pola hidup sehat. Seperti yang dijalani Linawati Purnamasari, sejak 2018, membuka bisnis jus kedondong dengan kemasan botol 250 ml.

Seharinya, Warga Komplek Pinang Griya Permai, Jalan Anggrek Raya Blok E no 1091, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang ini, mampu memproduksi 50 botol. Jus kedondong miliknya memiliki cita rasa yang menyegarkan, asem, manis, asin menjadi satu dalam setiap tegukannya. Olahan jus kedondong, menghantarkan Lina meraup omset hingga Rp3 juta sampai Rp5 juta setiap bulannya.

“Saya jual lewat online maupun offline, dibandrol dengan harga Rp12 ribu per botol. Diproduksi tanpa pengawet, konsumen selalu suka dan ketagihan,” katanya, Selasa (19/11/19).

Kata Lina, jus kedondong miliknya memiliki beragam manfaat. Mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan kulit, mengobati batuk, menekan nafsu makan, menambah energi, melancarkan pencernaan hingga mengandung vitamin A.

“Jus kedondong juga dipercaya untuk kecantikan, membuat awet muda, kulit jadi halus, merawat kulit dari dalam, hingga menguatkan imun dan menyehatkan tubuh,” katanya.

Ia pun berharap, jus kedondong miliknya tak hanya eksis di lingkung Kota Tangerang. Mengikuti berbagai seminar dan pembinaan dari Pemerintah Kota Tangerang, ia berharap produknya bisa dikenal semakin luas bahkan seluruh daerah di Indonesia.(bono)

Continue Reading

Lifestyle

Kesuksesan Ratu Eceng Gondok Kota Tangerang

Published

on

TANGERANG, MO – Tanaman yang dianggap hama, bisa disulap menjadi sumber uang. Hal itu dilakukan Ieko Damayanti, si ratu eceng gondok dari Kota Tangerang. Seorang wanita yang sukses memproduksi berbagai macam produk.

Mulai dari dompet, aneka tas, aneka sandal, box laundry, box serbaguna, tempat tisu, vas bunga, cover pot dan aneka sofa dan kursi. Dengan bahan dasar anyaman eceng gondok.

Pundi-pundi uang pun terus mengalir ke tangan Ieko melalui sulaman eceng gondok. Harga tas Ieko bervariasi, tegantung dari ukuran, untuk pouch sekitar Rp. 50 ribu sampai Rp. 100 ribu. Sedangkan untuk tas, dibandrol mulai dari Rp. 100 ribu hingga Rp. 250 ribu per pcs.

“Proses penganyaman memerlukan waktu 2-3 jam. Bahan bakunya berbeda dengan rotan. Rotan cenderung lebih kaku, sedangkan eceng gondok lebih elastis. Harga tanaman ini juga lebih murah,” katanya, Selasa (19/11).

Perawatannya cukup mudah. Ieko mengatakan, tas hanya perlu dijemur di bawah sinar matahari seminggu sekali. Kalau dirawat cukup baik, tas itu bisa bertahan selama sepuluh tahun.

“Setelah 11 tahun menjalani usaha kerajinan anyaman eceng gondok, Alhamdulillah saya dapat memiliki omset hingga Rp. 30 juta per bulannya,” katanya.

Ieko juga memanfaatkan media sosial untuk penjualan tas eceng gondok. Kalau berminat membelinya, kamu bisa mengecek tas-tas cantik dari eceng gondok di akun Instagram @ieko_ratueceng.(bono)

Continue Reading

Kuliner

Warga Cipondoh Sukses Olah 20 Kilo Keripik Setiap Harinya

Published

on

TANGERANG, MO – Siapa yang tidak suka camilan yang kriuk-kriuk, garing dan gurih. Abdul Nawawi, Warga Cipondoh, Kelurahan Poris Jaya, melihat potensi tersebut menjadi bisnis yang dinilainya tidak akan pernah mati. Kini, ia pun sukses mengolah 20 kilo keripik setiap harinya, dibranding dengan nama NDN Keripik, kini sudah memiliki omset mencapai Rp. 15 juta per bulannya.

Di rumahnya di Jalan KH Agus Salim Nomor 15, RT 01, RW 05, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Abdul, memproduksi keripik pisang, singkong, ubi ungu hingga keripik bawang. Berbagai ukuran kemasan pun ditawarkan, mulai dari 200 gram, 250 gram hingga 500 gram dengan harga mulai dari Rp. 15 ribu hingga Rp. 32 ribu per kemasan.

“Saya mulai bisnis ini secara sendiri bersama keluarga di rumah. Saya mulai sejak 2004, hingga kini saya masih terus belajar untuk mengembangkan bisnis ini. Mulai dari pemasaran hingga pengemasan yang menarik mata seluruh konsumen Kota Tangerang bahkan Indonesia secara luas,” ungkap Abdul, Selasa (19/11/19).

Katanya, Abdul, mengolah keripik dengan sangat higienis dan rasa yang berkualitas. Sehingga, menghasilkan rasa dan sensasi keriuk yang bikin nagih setiap gigitannya. Ia pun menjamin, siapa pun yang mencicipinya, tak akan berhenti mengunyah keripik-keripik olahannya.

Diketahui, sejauh ini Abdul baru memasarkan produknya secara manual, dari mulut ke mulut. Sejumlah reseller pun sudah banyak ia pegang untuk memperluas jaringan pemasarannya. Kini, ia sedang mengembangkan dalam segi bisnis online. Penasaran dengan sensasi keriuk sejumlah kripik olahan Abdul Nawawi, konsumen bisa menghubungi nomor 0857-7524-0422.(bono)

Continue Reading

Trending