Connect with us

Serang

Menteri Puan Launching Pendidikan Vokasi Industri SMK Jakarta-Banten

Published

on

Peluncuran program pendidikan vokasi industri SMK DKI Jakarta-Banten di Cilegon, Senin (5/3). (ADI/METAONLINE)

CILEGON,MO – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mendampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meluncurkan program pendidikan vokasi industri SMK DKI Jakarta-Banten di Hotel The Royale Krakatau Cilegon, Senin (5/3).

Turut dalam acara peresmian tersebut para menteri dari kementerian terkait, yaitu Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

“Pemerintah Provinsi Banten beryakinan program pendidikan vokasi industri akan berdampak terhadap penurunan angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten,” kata Andika dalam sambutannya sesaat sebelum Puan meresmikan program tersebut.

Diungkapkan Andika, data BPS Provinsi Banten menunjukkan bahwa angka tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten pada Agustus 2017 mencapai 9,28% dari jumlah angkatan kerja sebanyak 5,08 juta jiwa.

Pemerintah Provinsi Banten berkeyakinan bahwa program pendidikan vokasi industri, dimana didalamnya terdapat kerjasama link and match antara SMK dengan industri, dapat meningkatkan kesiapan lulusan SMK untuk memiliki keterampilan dan kompetensi bidang tertentu sesuai yang dibutuhkan oleh industri.

Hal akan tersebut berkorelasi terhadap upaya menurunkan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

Pemerintah Provinsi Banten, kata Andika, menjadikan program pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Pemerintah Provinsi Banten berupaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat mendapat layanan pendidikan SMK yang bermutu, menyediakan pendidik, tenaga kependidikan, sarana dan prasana SMK yang memadai dan berkualitas, melakukan penataan kelembagaan SMK serta mengembangkan SMK unggulan.

“Saat ini, terdapat 622 unit SMK di Provinsi Banten, baik swasta maupun negeri. Program pendidikan vokasi industri diharapkan dapat menjawab kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten sesuai dengan kebutuhan industri,” paparnya.

Lebih jauh Andika mengatakan, sejak berdiri 17 tahun yang lalu, struktur ekonomi Banten ditopang oleh industri manufaktur dengan kontribusi hampir 50% terhadap PDRB. Sub-Sektor industri yang paling dominan yaitu industri baja dan industri petrokimia, dari industri hulu hingga hilir. Oleh karena itu, tumbuhnya sub-sektor industri elektronika akan semakin menambah keanekaragaman jenis industri yang prosfektif pada masa yang akan datang.

Berkenaan hal tersebut, lanjutnya, saat ini Pemerintah Provinsi Banten tengah menyusun Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Banten Tahun 2017-2037.

Salah satu kebijakan yang akan dikembangkan adalah membangun Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) yang akan memproduksi komponen yang terintegrasi dengan sistem produksi Industri Besar.

“Dengan demikian akan terbentuk pola konektivitas produksi antara industri kecil dan menengah dengan industri besar, yang selanjutnya akan mendukung terhadap program peningkatan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan program subtitusi-impor untuk mengurangi ketergantungan komponen impor,” ujarnya.

Dikatakan Andika, saat ini rencana tata ruang di Banten teralokasi peruntukannya bagi lahan industri yaitu seluas 45.000 hektar yang diantaranya berupa kawasan industri sebanyak 19 lokasi. Namun hingga saat ini tingkat keterisian rata-rata kawasan industri masih sangat rendah, yaitu dibawah 30%.

“Terkait itu kami membutuhkan dukungan dan kerjasama antara Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta para pengusaha kawasan industri yang ada di wilayah Provinsi Banten. Dimana sektor industri akan menyerap tenaga kerja terampil yang telah dipersiapkan melalui program pendidikan vokasi industri ini,” imbuhnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan, program pendidikan vokasi industri wilayah DKI Jakarta dan Banten ini merupakan peluncuran kelima. Peluncuran program pendidikan vokasi industri ini, kata Airlangga, merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK yang bertujuan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri.

“Untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten, terdapat 143 perusahaan industri dan 292 SMK yang akan di-link and match-kan,” ujarnya.

ADI DARMA

Serang

Libur Lebaran, Tagana Banten Siap 24 Jam

Published

on

Tagana Banten Siap 24 Jam Hadapi Lebaran. (Ist)

SERANG,MO – Wakil Gubernur yang juga Ketua Tagana Banten, Andika Hazrumy menegaskan bahwa Tagana Banten selalu dalam kondisi siaga, termasuk dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan bencana yang mungkin terjadi selama momen Lebaran Idul Fitri 2018 ini.

Disebutkan Andika, sebanyak 1.452 kader Tagana selalu dalam posisi siaga dalam situasi dan kondisi apa pun selama 24 jam.

“Kami selalu dalam posisi berkoordinasi, berkomunikasi dan berkonsolidasi  setiap waktunya mulai dari tingkatan terbawah,” kata Andika.

Menurut Andika, kegiatan yang baru saja dihadirinya itu juga dilakukan sebagai salah satu bentuk koordinasi dan konsolidasi dimaksud. Dia menyebut, dalam pertemuan yang dihadirinya itu dibahas soal evaluasi dan potensi bencana di Banten.

“Tadi dalam sambutannya, Pak Wakil Walikota (Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie) mengatakan di antaranya bahwa sudah ada tren penurunan bencana di Tangsel karena penanganan yang baik, utamanya bencana banjir,” kata Andika.

ADI DARMA

Continue Reading

Kota Tangsel

Andika Bertekad Tagana Banten Mandiri Tanpa Hibah

Published

on

Wagub Andika Hazrumy yang juga ketua Tagana bertekad ingin organisasi mandiri tanpa hibah. (ADI/METAONLINE)

TANGSEL,MO – Ketua Forum Komunikasi Tagana Provinsi Banten Andika Hazrumy menyatakan tekad organisasi yang dipimpinnya itu untuk mandiri dalam menjalankan roda dan fungsi organisasi, yakni tanpa bantuan dana hibah dari Pemprov Banten.

Pernyataan ini menyusul pernyataaan dia sebelumnya sebagai Ketua Karang Taruna (KT) Provinsi Banten, yang juga menyatakan Karang Taruna Banten akan dikelola secara mandiri tanpa dana hibah.

“Saya ingin menyebarkan virus kemandirian di kalangan organisasi dan lembaga kemasyarakatan. Secara konkrit saya mulai dari beberapa organisasi yang kebetulan saya pimpin dulu,” kata Andika usai menghadiri acara Pembinaan Kompetensi Tagana Provinsi Banten 2018 di halaman kantor Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, belum lama ini.

Sama dengan peryataan sebelumnya dalam kapasitasnya sebagai Ketua Karang Taruna Banten, kali ini Andika sebagai Ketua Forum Komunikasi Tagana Banten juga mengatakan, organisasi kemasyarakatan seperti yang dipimpinnya itu tetap bisa menjalankan roda dan fungsi organisasi meski tanpa bantuan dana dari pemerintah.

“Tagana, sama seperti juga Karang Taruna, saya akan dorong untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, swasta, BUMN atau BUMD. Dengan adanya kreatifitas dan inovasi serta kemauan yang kuat, tidak mustahil justru organisasi bisa lebih berjalan lancar dibanding sebelumnya,” imbuhnya.

Terlebih, lanjut Andika, secara kebetulan dua organisasi yang dipimpinnya itu bersifat sebagai organisasi sosial yang keberadaannya dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Jadi ya fokusnya justru kami sebagai organisasi sosial ya melakukan pembantuan-pembantuan sosial kepada masyarakat, alih-alih sibuk dengan meminta-minta bantuan kepada pemerintah,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Andika juga mengungkapkan komitmen serupa saat bertindak selaku Ketua Karang Taruna Banten pada acara buka puasa bersama dan santuanan bersama 1.000 anak yatim se-Banten di Plaza Aspirasi, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Rabu (6/6) lalu.

ADI DARMA

Continue Reading

Serang

Gubernur WH Ajak Pejabat dan ASN Banten Tunaikan Zakat di Baznas

Published

on

Gubernur WH ajak pejabat dan ASN Pemprov tunaikan zakat di Baznas. (ADI/METAONLINE)

SERANG,MO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Banten mengelar Gebyar Zakat 1439 H/2018 di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (6/6/2018). Mengusung tema ‘Keteladanan Pemimpin Dalam Berzakat’ Baznas Banten ini mengajak para kepala daerah, pejabat di lingkungan Provinsi Banten serta seluruh aparatur sipil negara (ASN) meningkatkan kesadaran membayar zakat.

Gebyar Zakat ini dihadir Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Sekretaris Daerah Ranta Soeharta, Kepala Kanwil Kemenag Banten Bazari Syam, Kepala OPD dan para pejabat di lingkungan Pemprov  Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya mengajak seluruh ASN dan pejabat di lingkungan Pemprov Banten untuk meningkatkan kesadaran membayar zakat. Sebab hal ini merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bukan sekadar kerelaan.

“Zakat itu membersihkan jiwa kita, zakat juga untuk kebaikan. Ini harus digalangkan, oleh karena itu kepada Baznas agar tidak segan-segan menagih, kalau perlu dikawal sama polisi datengin rumah Sekda, rumah kepala OPD,” kata Gubernur WH.

“Sebagai muslim zakat itu kewajiban, tidak harus ditagih-tagih, tetapi kadang lupa. Untung ada baznas selalu diingatkan,” sambung Gubernur.

Gubernur juga meyakini jika penggalangan zakat, infak dan shodaqoh jika digali lebih dalam, dapat membantu memperlancar berbagai program pemerintah. Karena menurutnya, kehadiran negara bukan hanya sebagai pelayan, tapi ada fungsi sosial menyertainya.

“Oleh karena itu pada saat ini kita harusnya juga bisa berfikir dan merenung ulang  tentang sebuah tanggung jawab yang besar, bukan hanya kita mendapatkan pahala tapi kita juga bisa membebaskan delapan golongan termasuk yang miskin yang harus menjadi perhatian kita. Kekuatan yang sebetulnya bisa mengalahkan APBD provinsi jika dikelola dengan baik,” ucapnya.

Gubernur Wahidin mengapresiasi program-program yang telah dilaksanakan Baznas Banten dalam mengumpulkan, menyalurkan dan mengelola zakat dari masyarakat. Ia berharap Baznas Banten lebih mengoptimalkan program-program tersebut.

“Mudah-mudahan Baznas kedepan lebih maju lagi, pelayanannya lebih baik lagi. Dan kesadaran masyarakatnya yang kita harapkan lebih meningkat dalam menjalankan kewajiban membayar zakat,” kata Gubernur WH.

Ketua Baznas Banten KH Suparman Usman mengungkapkan, tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar zakat dibanten setiap tahunnya terus meningkat, peningkatan tersebut terlihat dari besaran zakat yang diterima Baznas Banten dari masyarakat yang juga meningkat setiap tahunnya.

“Tiga tahun terakhir meningkat. Tahun 2015 sebesar Rp2,5 miliar, tahun 2016 menjadi Rp3,2 miliar dan tahun 2017 meningkat menjadi Rp8 miliar. Tahun ini insyaallah kita targetkan Rp8 miliar,” sebut Suparman.

Suparman menambahkan, selain zakat mal yang dipungut oleh Baznas Provinsi, pihaknya juga menerima penerimaa zakat dari Baznas Kabupaten/kota dibanten yang jumlahnya mencapai Rp60 miliar pada tahun 2017 lalu.

ADI DARMA

Continue Reading

Trending