Connect with us

Nasional

Menko Luhut Gelar Rapat Koordinasi Terkait Paket Kebijakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Published

on

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan disela-sela rakit implementasi penanganan macet di tol Japek, Senin (5/3). (DIANA/METAONLINE)

JAKARTA,MO – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan rapat koordinasi terkait implementasi paket kebijakan penanganan kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Senin (5/3).

Selain Menko Kemaritiman, rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Direktur Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga Hedy Rahadian, Kabid Operasi BPJT Wahyudi Mandala, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Desi Arryani, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur, dan Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet.

Pada kesempatan ini, selain mengadakan koordinasi terkait paket kebijakan yang akan diterapkan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Menteri Luhut dan Menteri Budi melakukan sosialisasi kepada pengguna jalan tol tentang kebijakan ganjil-genap yang akan diterapkan di GT Bekasi Timur dan GT Bekasi Barat arah Jakarta setiap pukul 06.00 hingga 09.00 mulai tanggal 12 Maret 2018.

Selain itu, Menteri Luhut beserta rombongan menjajal bus HOV Lane Transjabodetabek khusus jalan tol yang juga beroperasi di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Selama ini bus Transjabodetabek dengan keberangkatan GT Bekasi Barat melayani perjalanan menuju Plaza Senayan, Kuningan, Podomoro City, Blok M, dan Thamrin City. Sedangkan bus Transjabodetabek dengan keberangkatan GT Bekasi Timur melayani perjalanan menuju Tebet, Mall Sunter, Kalideres, Grand Paragon GM, dan Thamrin City.

Bus HOV Lane khusus dioperasikan sebagai langkah mengurangi jumlah mobil pribadi, serta mendidik masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Paket kebijakan ini, diakui Luhut, dapat mengurangi tingkat kepadatan dengan cukup signifikan jika diterapkan sesuai dengan rencana. Karena selain memberlakukan sistem ganjil-genap dan mengoperasikan bus HOV Lane, Kementerian Perhubungan juga memberlakukan pembatasan jam operasional bagi kendaraan golongan III-V.

“Ini baru satu pilot project, kalau nantinya berhasil, Pak Menhub bersama timnya sedang membuat pemodelan komputer dengan input data yang bagus, sehingga efisien, tidak merusak jalan, dan lancar. Karena sekarang ini volume lalu lintas sudah sangat padat. Ini kan baru pertama kali kita lakukan, nantinya kita coba pantau terus dan melakukan evaluasi,” papar Luhut.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menyatakan bahwa rapat koordinasi yang dilakukannya bersama para menteri dan pihak-pihak terkait dilaksanakan untuk memantapkan ketiga kebijakan baru tersebut.

Desi mengharapkan, volume lalu lintas di Ruas Jakarta-Cikampek dapat berkurang hingga lebih dari 30%, asalkan masyarakat benar-benar memanfaatkan bus Transjabodetabek yang telah disediakan, dan memaksimalkan paket kebijakan lainnya.

“Diharapkan volume lalu lintas dapat turun signifikan, tergantung efektifitas penerapan paket kebijakan ini, dan sebanyak apa masyarakat yang mau naik bus. Ini kan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk telah disediakan beberapa titik kantong parkir. Jadi semoga masyarakat mau memanfaatkan fasilitas ini, untuk parkir dan pindah menggunakan bus,” ujar Desi.

Desi mengatakan bahwa kantong parkir untuk para pengguna Bus Transjabodetabek telah disediakan di Mega City Bekasi Barat dan Grand Dhika Bekasi Timur.

Jasa Marga telah melakukan sejumlah upaya guna mensosialisasikan paket kebijakan tersebut, dan menyiapkan segala kebutuhan ketika kebijakan tersebut mulai diimplementasikan, di antaranya adalah dengan menempatkan petugas LJT, Satgas Kamtib, dan PJR di akses masuk gerbang tol.

Demi kelancaran pelaksanaan paket kebijakan tersebut, Jasa Marga juga selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dengan harapan kebijakan teraebut dapat mengurangi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang kerap terjadi sejak pembangunan berbagai proyek infrastruktur dengan skala besar di ruas tersebut.

DIANA NS

Kota Tangerang

Cuaca Buruk, AP II Minta Penumpang Datang Lebih Awal

Published

on

Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Febri Toga Simatupang, menjelaskan kondisi yang mesti diantisipasi karena cuaca ekstrem belakangan ini, Jumat (21/9/2018).

TANGERANG, MO – PT Angkasa Pura II (Persero) mengimbau agar pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, mengantisipasi adanya kendala akibat cuaca ekstrem yang terjadi pekan ini.

Pengelola bandara tersibuk kedua se-Asia Facific dan 17 di dunia itu mengingatkan terkait kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.

Di mana penumpang sebaiknya bersiap menghadapi kondisi yang kurang nyaman. Kondisi seperti saat ini diharapkan agar pengguna jasa dapat mengantisipasi adanya kendala.

“Kami mengimbau kepada para penumpang saat ini cuaca sangat ekstrem, agar bersiap siaga dalam kondisi tertentu,” ujar Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (21/9/2018).

Kondisi cuaca saat ini sangat sulit di prediksi. PT Angkasa Pura II mengimbau kepada pengguna jasa bandara dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk datang ke bandara agar tidak terburu-buru saat akan melakukan check in.

Sebab, hujan lebat dan cuaca ekstrem bisa mempengaruhi operasional penerbangan.

Sehingga seluruh operator penerbangan perlu mewaspadai risiko cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah sejak awal September 2018 ini.

PT Angkasa Pura II berharap para pengguna jasa untuk datang lebih awal atas jadwal penerbangan. Karena hujan lebat yang meningkat dapat menyebabkan kemacetan dalam perjalanan menuju ke bandara.

“Kami juga selalu berkoordinasi dengan pihak Otoritas Bandara. Meskipun hingga saat ini delay dan penutupan operasional bandara belum terjadi, sejauh ini cuaca masih dinyatakan layak. Tetapi kami selalu koordinasi,” jelasnya.

Dirinya juga menyatakan, pihaknya terus melakukan pengecekan marka landasan pacu.

“Kondisi seperti ini penting untuk kejelasan feasibility selama pergerakan di sisi udara,” tuturnya.

Selain itu, pihak PT Angkasa Pura II juga telah mengoperasikan Terminal Operation Center yang berfungsi untuk memonitor seluruh aktivitas dan kebutuhan di Terminal secara live. (agr)

Continue Reading

Nasional

Mahasiswa Desak Indonesia Keluar IMF

Published

on

DPP GMNI tolak pertemuan tahunan IMF di Bali.

TANGERANG, MO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak Pemerintah Pusat keluar dari keanggotaan International Monetery Fund (IMF). Desakan ini menyusul agenda pertemuan tahunan IMF di Bali, 12-14 Oktober 2018 mendatang.

IMF dinilai bakal jadi batu sandungan ekonomi Indonesia. Keikutsertaan Indonesia disebut hanya akan memudarkan sistem ekonomi Pancasila.

Wakil Ketua DPP GMNI Taufik Hidayat menuturkan, IMF hanya akan menjadikan Indonesia tempat penyaluram modal kapitalis.

“Bisa disimpulkan pertemuan ini hanya membahas kepentingan kapitalis global (imperialisme), memuluskan cengkramannya pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia,” terangnya.

Keikutsertaan Indonesia, dikatakan Taufik mestinya dimanfaatkan untuk mengenalkan sistem ekonomi Pancasila kepada negara peserta. Bukan sebaliknya, malah mengikuti agenda ekonomi liberal.

“Indonesia semestinya harus mempunyai posisi yang kuat untuk juga mengagendakan sistem ekonomi Pancasila sebagai rul model ekonomi dunia hari ini yang cenderung liberal kapitalis agar dibahas dalam pertemuan bergensi itu,” ujar Taufik.

Sejumlah alasan keluar dari IMF diutarakan Taufik. Dia mengatakan, sistem ekonomi Pancasila tak tergantikan dengan sistem liberal.

“Pemerintah harus menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun dalam menggerakan seluruh aspek kehidupan bangsa baik ekonomi, politik, social budaya dan lain sebagainya,” tukasnya.

Indonesia akan disibukan dengan agenda besar internasional annual meeting IMF-WB. Bali didaulat menjadi tuan rumah acara bergengsi ini. Agenda ini akan dihadiri 15.000 orang dari 189 negara anggota IMF di seluruh dunia. (FI)

Continue Reading

Ekonomi

Tiongkok – Amerika Perang Dagang, Ekspor Sarang Walet Lesu

Published

on

Ilustrasi sarang burung walet. (net)

TANGERANG, MO – Eksportir sarang burung walet mengaku bisnisnya mengalami stagnan dan cenderung turun dalam kurun dua bulan belakangan. Pihaknya berharap kondisi ekonomi global bisa segera pulih terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan China.

Asisten Presiden Direktur Asosisasi eksportir sarang burung walet Bambang Irianto menerangkan, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika belum memberikan angin sejuk bagi sejumlah eksportir di tanah air.

“Terlebih pada ekspor sarang burung walet yang saat ini permintaan stagnan dan cenderung mengalami penurunan,” katanya, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (6/9/2018).

Hal tersebut merupakan dampak dari ketegangan ekonomi antara China dan Amerika Serikat.

“Ya mesti dollar sedang naik saat ini,” bilang Bambang.

Meski begitu, dirinya meyakini pasar potensial China sebagai negara peminat terbesar sarang burung walet Indonesia, akan berlanjut di bulan November hingga Desember 2018 ini.

“Penurunan sekitar dua bulan lalu. Tapi kita lihat saja imlek mempengaruhi, biasanya mereka akan menyetok di November dan Desember,” bilang dia.

Penurunan permintaan sarang burung walet ini, lanjut dia, tak hanya terjadi di China yang sedang perang dagang dengan Amerika Serikat. Tapi sejumlah negara konsumer sarang burung walet seperti Vietnam, Hongkong dan negara lainya juga terjadi stagnasi.

“Sama hampir seluruh pangsa pasar walet stag dan cenderung turun. Selama ini yang paling besar China, dan sangat dalam penurunannya,” kata dia.

Untuk kembali meningkatkan permintaan, pihaknya melalui asosiasi dagang akan melakukan prmosi ke sejumlah negara terkait manfaat konsumsi sarang burung walet.

“Dalam waktu dekat ada beberapa target promosi berupa pameran yang kami lakukan, diantaranya di Sanghai dan Beijing,” ucap dia. (FI)

Continue Reading

Trending